
" Begitulah nona cerita saya." ucap Cindi sambil menangis.
Cantika yang mendengar itu sangat sedih dan hatinya tersentuh kemudian berdiri dan memeluknya.
Cindi dan Indri terkejut melihat nona mudanya berbuat seperti itu karena biasanya mereka sombong dan tidak mau perduli.
Cindi pun membalas pelukan Cantika setelah tangisan reda, Cantika melepaskan pelukannya begitupula dengan Cindi.
" Kamu harus kuat dan sabar lupakan masalalumu karena dendam tidak baik untukmu, doakanlah agar dia sadar dan setia dengan istrinya." ucap Cantika mencoba nasehati
Cindi hanya diam tidak menjawab ucapan Cantika.
" Sekarang bagaimana denganmu Indri?" tanya Cantika
Indripun mulai menceritakan dimana dia bekerja sebagai bodyguard.
FLASHBACK ON
Ibu Indri sudah meninggal karena itu Indri tinggal dengan bapaknya dan beberapa tahun kemudian bapaknya menikah lagi dengan seorang janda beranak satu, putrinya bernama Bianca.
Ibu tirinya sangat baik terhadap Indri dan tidak membeda - bedakan anak kandungnya dengan anak tirinya begitu juga dengan Bianca yang selisih hanya satu tahun dengan Indri. Mereka hidup sangat bahagia tidak ada percekcokan membuat Bapaknya Cindi dan Cindi bahagia dan menerima kehadiran mereka berdua.
Kebahagiaan mereka hanya sesaat bapaknya Indri dan ibu tirinya mengalami kecelakaan, ibu tirinya meninggal di lokasi kejadian sedangkan bapaknya Indri kritis.
Di rumah sakit tepatnya di ugd Indri dan Bianca di panggil oleh dokter. Mereka berdua masuk ke dalam dan melihat bapaknya yang terbaring lemah. Indri dan Bianca mendekati ranjang bapaknya. Bapaknya menatap satu persatu Indri dan Bianca dua gadis yang sangat disayangi karena mereka berdua anak yang penurut dan tidak pernah membantah perkataan orangtuanya.
" Indri, Bapak ingin jujur padamu dan maafkan bapak karena baru bilang sekarang." ucap bapaknya
" Bapak, Indri ingin Bapak lekas sembuh." ucap Indri sambil memegang tangan bapaknya
" Umur Bapak sudah tidak lama lagi In." ucap Bapak Indri dan Bianca dengan suara lirih
__ADS_1
" Bapak jangan ngomong seperti itu." pinta Indri sambil menangis diikuti oleh Bianca ikut menangis.
" Indri dengarkan bapak sebenarnya kamu bukan anak kandung bapak, waktu kamu masih bayi orangtuamu dibunuh oleh perampok, waktu itu bapak bekerja sebagai kepala pelayan di rumah orangtuamu." ucap bapak Indri dan Bianca
" Perampok itu tidak membunuhmu dan menyuruh bapak untuk membawamu keluar dari rumah besar itu." sambung bapak Indri dan Bianca.
" Bapakpun pergi ke rumah bapak karena istri bapak tidak mempunyai anak maka kami mengangkatmu sebagai anak." ucap bapak Indri dan Bianca.
" Selang beberapa tahun kemudian bapak kembali ke rumah itu ternyata rumah itu sudah dibeli oleh orang lain entah siapa yang menjualnya, sejak saat itu bapak dan ibu memeliharamu sampai sekarang, maafkan bapak." ucap bapak Indri dan Bianca.
" Tidak pak, Indri tidak menyalahkan bapak dan terima kasih atas rahasia yang selama ini di simpan dengan rapat karena Indri mengerti dan Indri mengucapkan terima kasih bapak dan Ibu merawat Cindi sejak bayi." ucap Cindi tulus
Bapaknya Indri sangat bersyukur karena Indri tidak marah padanya.
" Indri dan Bianca walau kalian tidak ada hubungan saudara tapi bapak minta agar kalian saling membantu." ucap bapak Indri dan Bianca sambil memegang tangan Cindi dan Bianca kemudian disatukan.
tuuuuttttttttttt
" Bapak!!!" teriak Indri dan Bianca
Sejak itu mereka tinggal berdua hingga Indri lulus SMA Indri melamar bekerja menjadi bodyguard karena dulu waktu sd hingga sma Indri belajar ilmu bela diri begitupula dengan Bianca belajar bela diri dari sd sampai smp sekarang Bianca masuk sekolah sma.
Hari pertama bekerja sebagai bodyguard Indri bekerja dengan bos seorang wanita dan sangat cocok dengan Indri.
Indri diajarkan cara menembak dan dikuliahkan oleh bosnya begitupula dengan Bianca ikut dibayarkan oleh bosnya Indri.
Bosnya sangat baik tapi sayang kekasihnya mengkhianatinya berselingkuh dengan wanita lain dan semua harta bendanya di kuras. Bosnya di tembak mati oleh kekasihnya membuat Indri marah dan membalas perbuatan kekasih bosnya.
Kekasih bosnya dan pacarnya mati di tembak Indri kemudian Indri pulang ke rumah untuk membawa adiknya pindah ke kota lain dengan uang pemberian terakhir bosnya sebelum meninggal.
Indri tinggal di kota lain membeli rumah kecil tapi nyaman Indri tinggal dengan adiknya Bianca. Indri mencoba melamar bekerja menjadi bodyguard lagi. Kuliahnya tidak dilanjutkan lagi sedangkan Bianca pindah sekolah dengan sisa uang pemberian bosnya.
__ADS_1
Indri di terima bekerja mengawal seorang gadis anak dari CEO. Gadis itu sangat cantik dan seksi tapi sifatnya berbanding terbalik sikapnya yang sombong, manja, judes dan memerintah dengan seenaknya.
Sebenarnya Indri tidak betah bekerja menjadi bodyguard gadis itu tapi karena gajinya yang lumayan besar bisa membantu adik tirinya membayar sekolah terpaksa dibetah - betahin.
Tiga bulan kemudian gadis itu dijodohkan oleh keluarganya seorang ceo tampan. Ceo tersebut datang bersama keluarganya untuk acara perjodohan. Indri dan ceo tersebut bertemu dan dua jantung hati mereka saling berdetak.
Indri yang tahu akan statusnya berusaha untuk menghilangkan perasaan itu. Acara perjodohanpun selesai masing - masing setuju akan perjodohan ini sedangkan ke dua anaknya hanya menerima dan menuruti permintaan keluarganya.
Indri selalu di bawa oleh nona mudanya itu kemanapun dirinya pergi selalu ada Indri termasuk menemui kekasihnya.
Kekasih majikannya tidak menyukai sifat Indri yang judes dan tidak menghargai orang lain hingga kekasihnya berpacaran dengan Indri secara diam - diam.
Sepandai - pandainya melompat akhirnya ketahuan juga seperti terjadi dengan Indri dengan kekasih majikan mereka saling mencintai akhirnya ketahuan orangtua gadis itu.
Indri di pecat menjadi bodyguard dan di usir tanpa uang pesangon sama sekali. Indri dengan sedih keluar dari mansion tempat dia bekerja. Sedangkan kekasihnya ingin menikah tapi terhalang restu oleh orangtuanya karena orangtuanya sudah menyetujui perjodohannya.
Indri dan adik angkatnya pindah ke luar kota kembali untuk menata hidup dan melupakan semuanya karena kabar yang di dengar Indri kekasihnya meninggal ketika pulang dari kantor.
FLASHBACK OFF
" Sabar ya In, suatu saat pasti kamu akan dipertemukan jodohmu yang baik dan keluargamu menyetujui hubungan kalian, anggaplah aku temanmu dan ceritakan jika ada masalah padaku dan aku usahakan untuk membantumu begitupula denganmu Cin? ." ucap Cantika sambil berdiri dan memeluknya.
Indripun ikut berdiri dan membalas pelukannya. Rasa pedih hatinya berkurang karena ada teman untuk berbagi cerita. Indri bahagia mempunyai majikan yang baik dan perduli padanya, di dalam hatinya berjanji akan menjaga nonanya walau taruhan nyawa sekalipun.
" Kalian berdua aku terima bekerja dan silahkan ikuti saya, saya akan tunjukkan kamar buat kalian berdua." ucap Cantika sambil tersenyum
Mereka berdua bahagia bisa di terima bekerja dengan majikan yang sangat cantik dan juga baik.
xxxxx
Tidak terasa hari sudah sore Candra pulang dari kantor di sambut oleh istrinya di depan pintu mansion. Mereka berjalan bergandengan tangan sambil tersenyum bahagia.
__ADS_1
Kamar Candra dan Cantika pindah di lantai satu agar Cantika tidak lelah. Cantika dan Candra membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam kamar mereka.
Sepasang mata memperhatikan Candra dan Cantika penuh rasa iri hati dan dendam.