
Jessica menyerang Cantika dan dengan gesit Cantika menghindar dan menyerang balik ke arah Jessica.
Tidak berapa lama muncul Candra, Dio dan Dion dan beberapa bodyguard membantu Cantika, Indri dan Bianca.
Karina yang melihat kalau musuhnya Cantika mendapat bantuan berusaha kabur tapi Bianca melihatnya dan melepaskan dua sepatunya yang lumayan berat.
Duak akh
Duak akh
Karina jatuh menahan sakit di kaki dan punggungnya karena terkena sepasang sepatu milik Bianca.
Bianca berjalan santai dan menarik dua tangan Karina dan di tekuk ke belakang, membuat Karina berteriak kesakitan.
" Sial, lepaskan." bentak Karina sarkas.
" Dalam mimpi, kalau aku lepaskan." bentak Bianca balik
Para preman kalah telak berkat bantuan Candra dan anak buahnya.
" Dio, Dion bawa mereka semua ke kantor polisi ." perintah Candra sambil mengedipkan matanya ke arah mereka berdua tanpa sepengetahuan Cantika dan ke dua bodyguard istrinya.
Dio dan Dion paham apa arti kedipan mata Candra membawa mereka semua dibantu oleh para bodyguard milik Candra.
" Indri dan Bianca kalian berdua pakai mobil istriku, istriku biar bareng sama aku saja." perintah Candra.
" Baik Tuan." ucap Indri dan Bianca kompak.
Merekapun meninggalkan lokasi kejadian dan pergi ke tempat masing - masing. Candra dan Cantika kini berada di dalam mobil.
" Sayang, kamu tidak apa - apa?" tanya Candra lembut sambil mengecek ke dua tangan Cantika takut terluka.
" Tidak ada sayang." balas Cantika tersenyum.
" Kamu nakal ya, tidak nurut kata suami untuk di dalam mobil malah ikut berantem." ucap Candra sambil mencubit hidung istrinya dengan gemas.
__ADS_1
" Ishh.. sakit tahu.. kan aku tidak tega sayang melihat mereka berdua di keroyok ya sudah deh aku bantuin." ucap Cantika manja sambil mengecup bibir suaminya.
Candra yang mendapat serangan mendadak langsung membalas ciuman Cantika sambil menahan tengkuk Cantika dengan tangannya kemudian meluma*nya kemudian turun ke bawah leher dan memberikan tanda merah.
" Sayang, masih lamakah?" tanya Candra yang sudah diselimuti gabut gairah.
" Masih lama belum ada seminggu, masa nifaskan 40 hari sayang." ucap Cantika yang tahu maksud perkataan suaminya.
" Terus gimana nasib adik kecilku ini." keluh Candra sambil memegang tangan Cantika dan diarahkan ke adik kecilnya yang sudah mulai mengeras.
Cantika tidak tega dengan inisiatif Cantika mempratekkan di youtube cara menyenangkan hati suami dengan cara lain selain hubungan suami istri mengingat libi*o suaminya yang lumayan tinggi.
Cantika dengan menggunakan satu tangannya membuka resleting milik suaminya. Candra bingung melihat tingkah istri kesayangannya dan membiarkan sambil menunggu apa yang akan dilakukan oleh istrinya.
Cantika menurunkan wajahnya dan mendekatkan ke arah tengah - tengah pa*a suaminya kemudian memegang keris milik suaminya dan mengecupnya kemudian membuka mulutnya dan memasukkan keris suaminya ke dalam mulut Cantika dan memaju mundurkan mulutnya.
Candra yang mendapat perlakuan istrinya terkejut dan langsung memejamkan matanya sambil menikmatinya sangat enak sampai ke ubun - ubun membuat Candra mendesah mengeluarkan suaranya.
Sampai pada puncaknya keluarlah lahar milik suaminya, Cantika langsung duduk tegak dan mengambil tissue basah dan men lap tangan, keris milik Candra kemudian celananya yang terkena lahar milik Candra. Cantika membuang tissue bekasnya ke tempat sampah yang berada di dalam mobil.
" Bagaimana sayang, sudah enakkan?" tanya Cantika
" Aku belajar dari youtube sayang dan mempratekkan ke suamiku yang tersayang. Namanya or*l sayang." ucap Cantika menjawab pertanyaan Candra.
" Istriku semakin pintar ya menyenangkan hati suami." ucap Candra memuji.
" Terima kasih sayang, ayo kita pulang." ajak Cantika.
" Ayo sayang." jawab Candra tersenyum bahagia.
Merekapun pulang menuju ke mansion milik Candra.
xxxx
Di Tempat Lain
__ADS_1
Dio dan Dio beserta para bodyguard membawa Karina, Jessica dan para preman ke mansion milik Candra. Para preman dikurung di dalam sel khusus, satu sel terdiri satu orang sedangkan Jessica dan Karina di ikat ke dua tangan dan ke dua kaki menggunakan rantai hingga posisi berbentuk X.
Jessica dan Karina berusaha berontak tapi tidak bisa karena rantai itu mengikat ke dua tangan dan kedua kakinya.
Tidak berapa lama muncullah Toni si maniak se*s nenemui mereka. Matanya berbinar melihat dua korban yang masih baru dan tidak sabar untuk menikmatinya.
" Tuan Toni, kata tuan Candra silahkan dinikmati kalau sudah bosan seperti biasa berikan mereka berdua buat makanan ikan hiu, oh ya untuk para tahanan yang di sel berikan sehari satu ke kandang buaya jadi untuk sebulan tidak perlu membeli sapi." ucap Dio menerangkan.
Karina dan Jessica mendengar perkataan pria itu membuatnya terkejut dan wajahnya langsung memucat.
Dio dan Dion langsung keluar meninggalkan mereka untuk pergi ke mansion milik tuannya yang bernama Candra.
Toni yang mendapat jacpot sekaligus dua tidak menyia - nyiakan kesempatan itu. Toni melakban mulut mereka berdua dan mengambil gunting pemangkas rumput untuk menggunting seluruh pakaian yang melekat di tubuh Jessica dan Karina.
Kini Jessica dan Karina sudah tidak memakai sehelai benangpun kemudian Tonipun melepaskan seluruh pakaiannya hingga tubuhnya ikuttan polos.
Jessica dan Karina ingin berteriak tapi mulutnya tidak bisa karena mulut mereka di lakban oleh Toni.
Toni memandang satu persatu wajah mereka berdua membuat adik kecilnya menegang seketika dan berdiri dengan tegak.
Wajah Jessica dan Karina semakin memucat dan takut.
Toni berjalan dengan santai tanpa punya malu mengambil cambuk dan mencambuk mereka berdua, membuat mereka ingin berteriak kesakitan tapi mulutnya tertahan.
Setelah puas tanpa pemanasan terlebih dahulu Toni menancapkan adik kecilnya ke arah Jessica, Toni terkejut karena adiknya sulit masuk sampai beberapa kali hentakkan barulah berhasil, Toni menatap ke bawah dan melihat ada bercak darah, sedangkan Jessica hanya menangis karena bagian intimnya terasa perih.
" Terima kasih sayang, aku orang pertama yang melakukannya." bisik Toni di telinga Jessica.
Setelah berkata demikian Toni menggerakkan pinggulnya dengan sangat kasar membuat Jessica bertambah kesakitan dan airmata semakin deras keluar sedangkan Karina sangat sedih melihat sepupunya menderita.
Karina sangat dendam pada Cantika dan jika nanti Cantika bisa bebas ingin membunuh Cantika.
Setelah lahar milik Toni keluar, Toni mencabutnya dengan kasar kemudian Toni istirahat sebentar. 5 menit kemudian adik kecilnya menegang lagi Toni langsung menancapkan adik kecilnya ke milik Karina tanpa pemanasan, hentakan pertama langsung masuk dengan mudah.
Walau Karina pernah melakukan dengan beberapa pria tapi karena tidak ada pemanasan membuatnya kesakitan.
__ADS_1
" Ternyata kamu sudah doll ya?" ejek Toni sambil tersenyum menyeringai ke wajah Karina.
Rasanya Karina ingin meludah ke wajah Toni tapi sayang mulutnya di lakban. Toni tahu akan itu karena itulah Toni sengaja menutup ke dua mulut mereka dengan lakban.