
Aku mengintip sampai mereka selesai bercin*a. Mataku membulat sempurna mendengar percakapan mereka setelah mereka melakukan bercin*a.
" Sayang, aku ingin menikmati semua harta milik kakakmu tapi sampai kapan aku menunggu?" rengek bibiku
" Sabar ya soalnya anak sialan itu susah aku bujuk untuk mengikuti apa yang ku minta." ucap paman Toni.
" Bukannya mas yang berhak mengatur kekayaan kakakmu sebelum ponakan mas itu berumur 17 tahun?" tanya bibi Toni.
" Iya benar, tapi kata pengacara almarhum kakakku uangnya di jatah sebulan Rp. 20,000,000.00 tidak bisa lebih dari itu. Bukankah itu seharusnya cukup buat sebulan, rumah, listrik dan makan kita numpang seharusnya uang segitu sebulan cukup." ucap Paman Toni.
"Akukan ingin shoping kayak teman - temanku belanja barang mewah tas branded, sepatu branded, baju branded, perhiasan mewah dan jalan - jalan ke luar negri, uang segitu mana cukup, apa kita jual aja restoran, mansion dan semua aset kakakmu." ucap bibi Toni
" Terus kita tinggal dimana?" tanya Paman Toni.
" Kita beli rumah dan mobil atas nama aku." ucap bibi Toni
" Kok namamu bukan nama kita?" protes paman
" Kan sama saja sayang namaku atau namamu atau juga nama kita." ucap bibi.
" Iya ya benar katamu, tapi bagaimana caranya kan Toni masih hidup." ucap paman Toni.
" Kita kasih racun, besok aku akan masak cumi pedas kesukaan Toni dan khusu mas jangan makan cumi pedas makan masakanku yang lainnya karena racun itu membuat orang terkena serangan jantung." ucap bibi Toni tersenyum licik
" Istriku memang pintar. Terus racunnya kamu taruh di mana sayang?" tanya paman Toni.
" Nanti tengah malam ketika semua orang tidur racun itu akan aku simpan di dapur bersama bumbu dapur agar orang tidak curiga karena mas tahu sendiri aku seringnya pakai dres kalau aku pegang pasti akan ketahuan oleh mata - mata ponakanmu itu si Toni." ucap bibi Toni.
" Memang seperti apa racun itu?" tanya paman Toni.
Bibi Toni memperlihatkan botol bumbu dapur pada suaminya. Toni juga ikut melihat botol itu dengan jelas.
" Gimana bedain botol bumbu dapur asli sama racun? tanya paman Toni
" Gampang aku tulis R yang artinya racun. Setiap hari aku kasih sedikit demi sedikit." ucap bibi Toni.
" Kenapa sedikit?" tanya paman Toni.
" Kalau kebanyakan akan ketahuan." ucap bibi Toni.
" Atur ajalah, ini sudah tengah malam sekarang pergilah." ucap paman Toni.
__ADS_1
" Ok. jawab bibi Toni.
Toni yang sudah tahu rencana busuk paman dan bibinya mengambil gelas dan langsung turun ke tangga menuju dapur untuk bersembunyi.
( "Sudah aku duga sebelumnya dari tatapan bibi waktu pengumuman tentang warisan ayahku muka bibi berubah, walau bibi menyembunyikan tapi mataku bisa tahu kalau bibi ada niat tidak baik padaku. Huh dasar semua wanita itu ular hanya menginginkan harta dan harta dari ibuku, wanita ular dan juga bibi. Aku tidak percaya sama wanita akan ku balas kalian semua para wanita, aku benci kalian semua." batin Toni dengan penuh dendam membara. )
Tidak berapa lama bibi Toni turun dari tangga dengan cara mengendap - ngendap seperti maling sampai di bawah.
Bibi Toni masuk ke dalam dapur dan memasukkan botol yang berisi racun dicampur dengan bumbu yang lain.
Setelah beres bibi Toni kembali naik ke atas menuju kamarnya tanpa tahu kalau ada Toni yang menatapnya dengan penuh dendam.
Toni mengambil botol yang berisi racun dan mencari botol yang sama. Toni menghapus tulisan R dengan cairan khusus hingga tulisan itu hilang dan bersih tanpa noda, Toni menambah kadar racun di dalam botol itu dengan kadar lebih tinggi walau di kasih sedikit 2 hari langsung terlihat hasilnya. Botol yang tidak berisi racun Toni tulis huruf R.
Toni belajar soal racun dari anak buah Toni yang dulu bekerja sebagai asisten yang merakit segala jenis racun. Karena bosnya meninggal di tembak oleh musuhnya akhirnya asisten itu bekerja sama dengan Toni dan membantu Toni membuat segala racun yang mematikan.
Selesai melakukan tugasnya Toni kembali ke kamarnya untuk istirahat.
xxxxx
Tidak terasa hari sudah pagi, bibi Toni bangun di pagi hari mencuci muka dan sikat gigi. Bibi Toni masuk ke dalam dapur dan mulai memasak dengan di bantu oleh pelayan.
Tanpa sepengetahuan bibi Toni, Toni sudah bangun lebih pagi dan membuka ponselnya untuk melihat cctv yang berada di dapur. Apa yang dilakukan bibinya Toni tahu semuanya. Toni hanya tersenyum miring melihat perbuatan bibinya.
Toni turun dan sudah ada paman dan bibinya duduk di meja makan. Toni pun duduk dan bersikap biasa saja.
Semua makan dengan tenang sekali - kali paman dan bibinya memperhatikan Toni makan dengan lahap dan tersenyum bahagia. Akhirnya makanan yang di meja makan sudah habis, paman dan bibi merasa dirinya berhasil karena meracuni ponakannya.
Mereka makan dengan lahap tanpa mengetahui kalau yang dimakannya mengandung racun yang sangat berbahaya.
Selesai makan paman dan bibi merasakan kepalanya merasa pusing tapi berusaha di tahannya.
bruk
bruk
Paman dan bibi jatuh ketika mereka berdiri, Toni pura - pura panik dengan mengecek nadinya.
" Hiks... hiks... paman... bibi jangan tinggalin Toni." ucap Toni sambil menangis
" Paman dan bibi tuan muda kenapa? apa kita bawa ke dokter?" tanya salah satu pelayan
__ADS_1
" Mereka sudah meninggal, coba kamu panggil dokter pribadiku untuk mengetahui mereka kenapa? dan kalian berdua bantu aku angkat wanita itu." perintah Toni sambil berpura - pura sedih.
Merekapun melakukan apa yang di perintahkan tuan mudanya. Setengah jam kemudian dokterpun datang dan mengecek kondisi mereka.
" Mereka berdua sudah meninggal sepertinya terkena serangan jantung." ucap dokter itu.
Toni berpura - pura menangis begitu pula dokter. Dua orang polisi datang untuk memintanya di otopsi tapi Toni tidak mengijinkannya dengan alasan tidak tega melihat paman dan bibinya tubuhnya di bedah.
Paman dan bibi akhirnya di kubur di tempat pemakaman umum.
Toni duduk di balkon menatap taman sambil pikirannya melayang jauh.
( " Hah... semua orang mata duitan dan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan, aku berjanji akan menyakiti setiap wanita dan membunuh orang jika orang itu menyakiti aku." batin Toni ).
tok
tok
tok
" Masuk." jawab Toni
ceklek
Seorang kepala pelayan datang dan masuk ke dalam menuju balkon dimana tuan mudanya duduk.
" Tuan muda ada paman dan bibi ingin menemui tuan muda." ucap kepala pelayan.
" Paman dan bibi?" ulang Toni
" Iya adik dari ibu tuan muda, mereka datang bersama putri mereka." ucap kepala pelayan menjelaskan.
xxxxx
Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak😁
Salam Author,
Yayuk Triatmaja
xxxxx
__ADS_1