Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
Rencana Jahat Karina


__ADS_3

Hari ini pernikahan Toni dan Jessica. Mereka menikah di rumah Jessica karena keinginan Jessica dan orang tua Jessica.


Dua hari sebelum pernikahan, Jessica meminta kekasihnya untuk datang ke rumah orang tua Jessica untuk meminta restu untuk menikah.


Orang tua Jessica tidak pernah memandang status calon menantunya yang penting tanggung jawab, setia dan tidak memukul pasangannya jika ada masalah selesaikan dengan kepala dingin. Itu permintaan orang tua Jessica kepada Toni.


Toni sanggup dan janji untuk membahagiakan Jessica.


Sedangkan Karina atas permintaan Jessica dibebaskan asal dengan syarat untuk mengubah sifatnya untuk tidak dendam kepada keluarga Candra terlebih pada istrinya Cantika. Karina setuju kini Karina berkumpul kembali dengan ibu juga paman dan bibinya orang tua dari Jessica.


xxxx Flasback On xxxx


" Mas Toni sebentar lagi kita menikah, aku mohon bebaskan Karina." pinta Jessica sambil menatap wajah Toni dengan sendu.


" Tapi kamu tahu Karina hampir mencelakai nona muda Cantika." ucap Toni.


" Manusia kan bisa berubah. Aku mohon katakan pada tuan muda Candra." pinta Jessica


" Apa jaminannya kalau wanita itu bisa berubah?" tanya Toni


" Aku sebagai jaminannya, aku rela mas Toni dan tuan Candra menghukumku." ucap Jessica mantap


" Hahh... baiklah, panggilkan Karina aku ingin bicara dengannya aku tunggu di ruangan kerjaku." ucap Toni akhirnya karena tidak tega menatap calon istrinya.


" Terima kasih sayang." ucap Jessica tersenyum bahagia.


Jessica menuju kamar Karina sekalian menasehatinya dan berharap Karina bisa berubah.


Jessica mengetuk pintu kamar Karina setelah mendapatkan jawaban Jessica masuk dan menasehati Karina. Karina pun setuju asalkan bisa keluar dari mansion ini.


Karina bertemu dengan Toni, sesuai dengan pembicaraan dengan Jessica, Karina meminta maaf dan akan merubah sifatnya.


xxxx Flashback OFF xxxx


Candra sudah berpakaian rapih di bantu oleh istri tercintanya Cantika.


" Sayang, aku benar nih ngga di ajak?" tanya Cantika merajuk.


" Sebentar doank kok acaranya, di sana kebanyakan cowok kamu tahu sendiri suamimu ini tidak mau istriku yang cantik ini menjadi tatapan singa lapar, sungguh aku ngga rela." ucap Candra sambil memeluk istrinya dan menatap wajah Cantika yang semakin hari bertambah cantik.


" Baiklah. Tapi ingat ya jangan centil, awas kalau centil nanti aku colok mata mas Candra." ancam Cantika


" hahahha..." kamu cemburu ya sayang?" tanya Candra tertawa melihat istrinya mengancam tapi Candra tidak takut karena Cantika malah kelihatan lucu.


" Iyalah aku cemburu, kalau aku tahu mas Candra sampai selingkuh aku pergi sambil membawa ke empat anak kita." ancam Cantika lagi

__ADS_1


cup


Candra melepaskan pelukan Cantika dan mengecup bibirnya kemudian menggenggam tangan Cantika.


" Tidak sayang, istriku sudah cantik seperti ini mana mungkin aku berpaling dari wanita lain, aku bukan laki - laki bodoh seperti yang kamu katakan." jawab Candra.


" Baguslah kalau begitu."ucap Cantika sambil tersenyum


" Sayang, mas berangkat dulu ya?" ucal Candra sambil membelai pipi Cantika.


" Hati - hati sayang, cepat pulang ya?" pinta Cantika


" Ok." jawab Candra


Candra dan Cantika turun ke lantai satu menuju pintu utama tampak Dio dan Dion sudah menunggu.


Indri yang melihat Cantika langsung mendekati Cantika mereka berdua mengantar suaminya Candra dan Dio sedangkan Dion masih dalam status jomblo.


Setelah mengantar para suaminya masing - masing Cantika dan Indri duduk di ruang tamu.


" Indri, perasaanku dari kemarin tidak enak terus apa kita ikuti suami kita ya?" tanya Cantika pada Indri.


" Iya sama perasaanku juga sama dari kemarin tidak enak terus, kita pergi sekarang mumpung tidak terlalu jauh." ucap Indri


" Ayo, aku ambil tas dan kunci mobil dulu." ucap Cantika


Cantika dengan setengah berlari naik ke lantai atas menuju kamarnya mengambil kunci mobil dan tasnya.


Cantika menuruni tangga tampak Indri dan Bianca sedang bercakap - cakap.


" Nona Cantika, maaf Bianca mau ikut." ucap Indri


" Ok." jawab Cantika


Mereka bertiga menuju garasi mobil. Karena Bianca paling jago menyetir mobil maka Indra meminta pada Cantika agar kunci mobil diserahkan ke Bianca.


Bianca mengemudi mobil dan di samping pengemudi sedangkan Cantika duduk di belakang pengemudi sambil membuka ponsel dan melacak gps suaminya.


Tidak membutuhkan waktu lama Bianca sudah berada dua mobil di belakang mobil milik Candra. Bianca mengemudi mobil dengan hati - hati karena takut ketahuan oleh tuan Candra karena mengikuti mobil mereka.


Tidak terasa mobil milik Candra sudah sampai di rumah Jessica dan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari rumah Jesaica, banyak tamu yang sudah datang.


Mobil milik Cantika masih menunggu agar Candra, Dio dan Dion masuk ke dalam rumah Jessica barulah Bianca memarkirkan mobilnya yang tidak begitu jauh dari mobil milik Candra. Cantika, Indri dan Bianca masih di dalam mobil.


" Bagaimana nona, apa kita masuk ke dalam atau kita tunggu di mobil?" tanya Indri.

__ADS_1


" Tunggu 15 menit baru kita masuk ke dalam." ucap Cantika


" Ok." jawab Indri singkat


Sedangkan Bianca diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua.


Setelah 15 menit Indri ingin keluar tapi di tahan oleh Cantika.


" Tunggu kalau kita berpenampilan seperti ini suamiku dan suamimu akan tahu." ucap Cantika bicara pada Indri


" Lalu bagaimana nona?" tanya Indri bingung


" Kita pakai rambut palsu kebetulan aku selalu bawa rambut palsu di bagasi mobil." ucap Cantika.


" Kenapa nona tidak bilang dari tadi?" tanya Indri sambil menepuk keningnya dengan tangan kanannya.


" Hehehe.. maaf aku grogi. ucap Cantika sambil menyengir kuda membalas tatapan Indri dan Bianca.


" Bianca tolong kamu ambil rambut palsu di bagasi." pinta Cantika


" Baik nona." ucap Bianca sambil tersenyum menatap nona mudanya yang lucu dan menggemaskan.


Bianca keluar dari mobil dan membuka bagasi mobil tampak 4 kotak rambut. Bianca membawa ke 4 kotak rambut dan membawanya ke dalam mobil.


Cantika memilih rambut palsunya setelah merasa cocok Cantika memakainya begitupula Indri dan Bianca.


Penampilan rambut palsu membuat penampilan mereka agak berbeda. Mereka berjalan dengan santai dan masuk ke dalam mencari keberadaan Candra dan Dio suami mereka masing - masing. Sedangkan Bianca mencari keberadaan Dion.


Bianca sangat menyukai Dion tapi Dion orangnya cuek dan kalau bicaranya sangat irit. Kadang Bianca memperhatikan dan kadang cuek.


Bianca yang matanya mencari keberadaan Dion tanpa sengaja melihat Karina mengeluarkan senjata api dari balik dressnya dan senjata api itu diarahkan ke seseorang, mata Bianca menatap ke arah mana senjata itu diarahkan.


Mata Bianca membulat sempurna karena mengetahui ternyata senjata itu diarahkan ke tuan mudanya Candra. Bianca berlari ke arah Karina.


" Tuan Candra awas." teriak Bianca


dor


akh


xxxxx


Terima kasih atas komentarnya dan jangan lupa like, vote dan tip nya yaaa biar author tetap semangat menulis, terima kasih banyak buat pembaca yang masih setia membaca novelku.😁😚😚😍😍😘😘


Salam Author,

__ADS_1


Yayuk Triatmaja


__ADS_2