
Selesai Candra menyampaikan pidato, Cantika mempresentasikan di depan para pemegang saham banyak orang terpesona kecantikan dan kepintaran Cantika dalam menyampaikan presentasi.
Andika menatap Cantika gadis yang dulu sempat di sukainya karena kebaikannya hanya karena penampilan culun membuat Andika berpaling dan tertarik dengan Karina yang berpenampilan cantik dan seksi.
Rasa penyesalan yang teramat sangat yang telah menghinanya di depan teman - temannya. Cantik di luar belum tentu cantik di dalam seperti salah satu contohnya Karina. Andika sangat membenci Karina dan ingin membalas dendam hanya sayang dia sudah meninggal dengan cara mengenaskan.
Andika ingin merebut Karina bagaimanapun caranya walau secara licik sekalipun Andika tidak perduli. Andika ingin menebus rasa bersalahnya pada Cantika dengan cara memilikinya kembali.
Cantika selesai presentasi di depan pemegang saham, banyak pertanyaan dari para pemegang saham. Cantika dapat menjawab semua pertanyaan membuat Candra bangga dan tersenyum sambil menatap wajah Cantika.
Rapat pemegang saham pun akhirnya selesai semuanya keluar dari ruangan rapat.
" Sayang aku mau pergi ke toilet ya?" ucap Cantika.
" Ok. Hati - hati ucap Candra sambil mengecup bibir Cantika.
Andika yang melihat itu mengepalkan tangannya hasratnya yang sangat tinggi membuat Andika gelap mata untuk memiliki Cantika.
Andika mengikuti Cantika ke kamar mandi. Cantika yang tidak curiga masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai dari kamar mandi tampak laki - laki menghadang jalan Cantika.
" Maaf saya mau jalan." ucap Cantika berusaha menahan kesal karena Cantika sangat kecewa dengan laki - laki itu.
" Saya ingin bicara denganmu sebentar." pinta Andika.
" Baiklah ada apa?" tanya Cantika dingin
" Aku meminta maaf maukah kamu kembali padaku?" tanya Andika memegang tangan Cantika tapi di tepis oleh Cantika.
" Kak Andika maaf aku tidak bisa, aku sudah mempunyai suami dan juga anak." ucap Cantika tegas
" Tinggalkan mereka dan menikahlah denganku." ucap Andika percaya diri
" Hah apa aku tidak salah dengar?" tanya Cantika sambil menaikan alis kanannya ke atas.
" Kamu tidak salah dengar, aku serius aku sangat menyesal telah melukai hatimu dan aku tahu di hatimu masih ada namaku." ucap Andika penuh percaya diri.
" Kak Andika percaya diri sekali, di hatiku hanya ada nama suamiku Candra Alexander orang yang kucintai seumur hidupku." ucap Cantika penuh penekanan.
" Kamu bohongkan Cantika!" bentak Andika sambil memegang ke dua bahu Cantika.
" Aku tidak bohong tidak ada gunanya juga aku berbohong padamu." ucap Cantika sambil melepaskan tangan Andika dengan kasar dan matanya menatap tajam ke arah Andika.
" Kenapa tidak ada maaf buatku?" tanya Andika mulai frutrasi.
" Sejak kak Andika mempermalukan aku di depan teman - teman kita saat itulah perasaanku terhadap kak Andika hilang seketika. Apa yang kulakukan waktu itu benar - benar tulus tapi apa yang kudapatkan kak Andika hanya memanfaatkan aku, aku sangat kecewa padamu." ucap Cantika
Andika mengingat dulu ketika menyakiti perasaan Cantika terbersit rasa bersalah pada Cantika. Candra berlutut sambil berusaha memegang tangan Cantika tapi tangannya di tepis oleh Cantika.
__ADS_1
" Cantika, maafkan aku, aku sangat - sangat menyesal, beri aku kesempatan sekali lagi." pinta Andika sambil tetap berlutut.
" Maaf kak Andika hatiku sudah sepenuhnya milik suamiku jadi kuminta kak Andika lupakanlah aku dan carilah wanita lain yang lebih baik dariku." ucap Cantika tidak memperdulikan Andika karena hatinya masih terlalu sakit dipermalukan di depan teman - temannya dan belum lagi hinaan demi hinaan yang diberikan padanya.
Andika berdiri dan menatap tajam ke arah Cantika, tangannya memegang Cantika dan dicengkram kuat.
Cantika terkejut dan tersadar dari ingatan masa lalu bersama Andika. Cantika melihat apa yang dilakukan Andika membuatnya kesakitan dan berusaha melepaskan cengkraman Andika.
Cantika melintir tangan Andika ke arah belakang.
bugh
Cantika menendang bokong Andika hal itu membuat Andika jatuh karena dirinya belum siap. Andika bangun dari lantainya dan membalikkan badannya dan ingin menyerang Cantika.
Cantika menghindar dan memukul Andika kembali.
bugh
bugh
akh..
Andika berteriak kesakitan karena Cantika menyerangnya dengan tenaga penuh. Tiba - tiba perut Cantika terasa perih karena bekas jahitan caesar belum ada setahun.
Andika yang melihat Cantika memegang perutnya membuat Andika menyerang dalam kondisi Cantika lengah.
bugh
Cantika terjatuh ke lantai ketika tubuhnya di tendang oleh Andika. Andika ingin memukul kembali Cantika.
" BERHENTI, SATU LANGKAH SAJA MAKA ANDA KELUAR DARI KANTOR TIDAK MEMPUNYAI KAKI!!!" Teriak Candra
Andika terkejut mendengar suara seseorang yang menghentikan tindakannya.
Candra menghampiri istrinya dan menggendongnya. Sedangkan dua bodyguard Candra menangkap Andika dan dibawanya ke markas.
Andika mencoba melawannya tapi tenaganya kalah jauh dengan 2 bodyguard milik Candra. Andika di seret oleh 2 bodyguard itu.
Candra berjalan sambil menggendong Cantika menuju ke ruangannya. Cantika mengalungkan tangannya ke leher suaminya Candra dan wajahnya dibenamkan ke dada suaminya.
Candra masuk ke dalam ruangan kamar pribadinya dan merebahkan Cantika ke ranjang empuk.
Candra menephone dokter untuk memeriksa kondisi Cantika setelah menghubungi dokter Candra mendekati istrinya.
" Sayang mana yang sakit?" tanya Candra lembut
" Perutku yang bekas caesar terasa perih." ucap Cantika.
" Dia akan kubunuh karena telah membuatmu terluka seperti ini." ucap Candra geram.
__ADS_1
" Jangan sayang, sudah cukup kamu membunuh Karina, serahkanlah pada polisi." pinta Cantika sambil memegang tangan Candra.
" Dia pantas mendapatkannya Cantika, dia sudah terlalu banyak menyakitimu dari dulu hingga sekarang." ucap Candra tegas.
" Sayang, aku ingin duduk tolong bantu aku." pinta Cantika
Candra pun membantu Cantika untuk duduk bersandar di kepala ranjang. Cantika menggenggam tangan Candra dan menatapnya dengan sendu.
" Sayang, jika kita membalasnya apa bedanya dengan kita. Lupakanlah kirimlah dia ke polisi agar dia merenungkan akan kesalahannya." ucap Cantika
" Orang seperti dia tidak akan berubah?" ucap Candra
" Jika dia tidak berubah kirimlah dia ke mansion yang angker itu supaya dia tidak melukai aku lagi." ucap Cantika akhirnya.
" Baiklah aku akan turuti permintaanmu." ucap Candra
Candrapun mengirim sms ke seseorang tanpa di ketahui Cantika apa isi sms tersebut.
tok
tok
tok
Candra berjalan ke luar dari ruangan kamar pribadinya dan menekan tombol remote untuk membuka pintu dekat meja kerjanya.
" Masuk." ucap Candra
Seorang wanita berpakaian jas putih dia seorang dokter. Candra mengantar dokter itu ke ruangan kamar pribadinya dimana Cantika sedang berbaring di kamar.
Cantika yang masih bersandar di kepala ranjang membuat Candra mengangkat tubuh Cantika agar berbaring di ranjang.
Dokter itupun memeriksa kondisi Cantika setelah selesai dokter tersebut memberikan resep obat dan diberikan oleh Candra.
Dokter itupun keluar dari ruangan kamar pribadi Candra.
" Sayang, kamu di sini dulu ya? aku mau menyuruh pegawaiku untuk menebus obat." ucap Candra.
" Baik sayang." ucap Cantika.
Candrapun keluar dari ruangan kamar pribadinya menuju meja kerjanya untuk menghubungi salah satu karyawannya. Selesai menghubungi salah satu karyawannya, Candra menghubungi seseorang.
" Pindahkan dia ke kantor polisi, aku sudah menghubungi kepala polisinya untuk memenjarakannya, buat perusahaannya bangkrut." perintah Candra tegas
tut tut tut
Candra mematikan secara sepihak.
" Sayang, kenapa di buat bangkrut?" tanya Cantika di belakang Candra
__ADS_1
deg