
" Saya paling suka kalau bermain mata wanitanya di tutup, bagaimana setuju?" tanya Candra sambil berbisik.
" Iya aku setuju." jawab dokter kandungan itu.
Candra meminta Dio untuk menutup mata dokter kandungan itu, setelah di tutup Candra membisikkan sesuatu ke telinga Dio kemudian berjalan keluar dari ruangan tersebut menuju kamar pribadinya.
Dio yang mendapat perintah majikannya memanggil pria berwajah sangar dengan menggunakan jari tangannya untuk mendekatinya. Setelah dekat Dio membisikkan sesuatu kemudian menyemprot parfum milik Candra ke tubuh pria sangar itu. Selesai melakukan tugasnya Dio keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Pria sangar itu berjalan perlahan dan mendekati dokter kandungan setelah mendekat pria sangar itu menarik paksa pakaian dokter kandungan yang dikenakannya hingga tubuhnya polos tanpa sehelai benangpun.
Pria sangar itu mencium bibir wanita itu dengan sangar kasar membuat bibirnya berdarah. Pria itupun membuka ikat pinggangnya kemudian mulai mencambuknya.
akh
akh
Teriakan kesakitan akibat pukulan demi pukulan yang dilayangkan pria sangar tersebut. Setelah puas pria sangar itu membuka seluruh pakaiannya hingga polos kemudian menghujamkan keris pusakanya tanpa pemanasan terlebih dahulu.
Hentakan pertama gagal dan hentakan kedua barulah berhasil. Pria sangar itu tersenyum bahagia karena melihat darah di keris pusakanya, dia pria pertama yang melakukannya karena pria itu sering bermain dengan ****** - ****** di luar sana terkadang mendapatkan tugas bosnya seperti yang dia lakukan sekarang.
Berbeda dengan dokter kandungan ini, baginya pertama kali ini dia melakukannya membuat dirinya berteriak kesakitan, setiap dia berteriak mulut atau tubuhnya dipukulnya hingga tubuh yang putih mulus menjadi memar dan banyak luka.
Rasa penyesalan menghampirinya tapi ambisi untuk menikmati hidup secara mudah tanpa perlu cape mengalahkan logikanya, baginya biarlah dia sangat tersiksa tapi yang penting nanti dia akan mendapatkan kemewahan yang sangat berlimpah ruah mengingat Candra orang terkaya ke lima.
Pria sangar itu menumpahkan benihnya ke dalam wanita itu sampai berkali - kali hingga wanita itu pingsan karena luka yang diderita dan kelelahan.
Pria itu tidak perduli yang penting dirinya harus menuntaskan hasratnya. Setelah bermain agak lama pria itu memakai pakaiannya kembali sedangkan wanita itu ditutupi dengan selimut.
Pria sangar itu membuka pintu ruangan dilihatnya seorang dokter duduk menatap dirinya. Pria sangar tersebut berjalan dengan santai dan dokter tersebut masuk ke dalam untuk mengobati wanita yang habis diperko**a oleh pria sangar.
Setelah agak lama dokter tersebut keluar dari ruangan tersebut. Dio dan Candra masuk ke dalam diikuti pria sangar tersebut. Pria sangar itu membuka ikatan yang menutupi mata wanita itu. Kemudian berjalan kembali dan berdiri di samping Dio sedangkan posisi Candra berada di depan mereka.
byur
__ADS_1
Karena menunggu lama wanita itu sadar, Candra memberi kode ke anak buahnya untuk menyiram air ke tubuh wanita itu. Membuat wanita itu tersadar dari pingsannya.
" Ehmm.. Auch... sakit.." rintih wanita itu.
" Bagaimana permainannya enak?" tanya Candra sinis.
" Badanku sakit sekali, tulang - tulangku rasanya mau patah, kenapa ikatan di kedua tangan dan kakiku tidak di lepas?" protes wanita itu.
" Mau lagi?" tawar Candra tanpa menjawab pertanyaan wanita itu.
" Jangan, badanku masih sakit kalau mau besok atau lusa baru aku mau badanku masih sakit, kenapa ke dua tangan dan ke dua kakiku tidak di lepas?" tanya wanita itu lagi.
" Aku lepas kalau bermain 2 ronde lagi, maukah?" tawar Candra.
" Hmmm baiklah tapi setelah itu aku minta apartemen, mobil, salah satu cabang perusahaan, kartu kredit tanpa batas dan tunjangan tiap bulan Rp. 500,000,000.00 bagaimana? terserah tuan Candra memakai kapanpun aku bersedia." ucap wanita itu tanpa dosa.
" Baiklah, Toni wanita itu bersedia melakukan 2 ronde lagi lakukanlah setelah kamu puas bermain dan bosan berikan wanita itu ke kandang hiu, hiuku sudah lama tidak memakan daging manusia." ucap Candra.
Pria sangar yang bernama Toni maju mendekati wanita itu sambil tersenyum mesum.
" Kamu tahu, orang yang mengambil mahkotamu adalah aku dan aku melakukan itu bersamamu secara berulang - ulang jadi tuan Candra sama sekali tidak melakukannya. Tuan Candra mana mau sama wanita matre sepertimu." yang menjawab Toni dengan sinis.
"Kamu tahu aku sangat mencintai istriku jadi mana mungkin aku mau menerima tawaranmu yang sangat menjijikkan itu, mimpimu itu terlalu kebesaran." ucap Candra pedas
duar
Dokter kandungan itu sangat terkejut setelah mengetahui fakta tersebut. Sia - sia saja pengorbanannya rasa penyesalan teramat dalam hinggap didirinya.
" Maafkan aku biarkan aku hidup, aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi dan aku akan pergi jauh dari kehidupanmu." pinta dokter kandungan itu sambil menangis.
" Percuma kamu menyesalinya, apa yang kamu tanam itu yang akan kamu dapatkan. " ucap Candra sambil berjalan meninggalkan ruangan itu dan diikuti oleh Dio.
Wanita itu berteriak meminta ampun tapi Candra sengaja menulikan telinganya sedangkan bodyguard itu menikmati tubuhnya kembali setelah puas menikmatinya wanita itu dilepaskan dan di bawa ke kamar pribadinya kemudian di ikat di ranjang miliknya.
__ADS_1
" Aku tidak tega kamu diberikan ikan hiu jadi kamu saya ikat disini jika saya ingin bercin*a tinggal memakaimu jika kamu berteriak maka kamu saya pukul." ancam Toni.
Toni keluar membawa makanan kemudian menyuapi wanita itu awalnya menolak karena di tampar membuatnya memakan makanan yang disuapi oleh Toni. Selesai makan kini giliran Toni yang makan dengan lahap setelah habis Toni mendekati wanita itu kemudian bercint*a kembali.
" Sayang, tubuhmu terasa enak aku benar - benar ketagihan ingin melakukan ini secara berulang - ulang." ucap Toni sambil menggoyangkan pinggulnya secara kasar.
Wanita itu hanya diam sambil menggigit bibirnya untuk tidak berteriak kesakitan karena takut dipukuli oleh Toni. Wanita itu hanya mengeluarkan air mata penyesalan.
Dua bulan Toni dan wanita itu melakukan hubungan suami istri tanpa dinikahi, wanita itu sudah tidak diikat lagi apalagi kalau kabur tidak mungkin bisa keluar karena jarak keluar dari mansion sangat jauh dan di tutup oleh gerbang, tidak semua orang yang bisa membukanya hanya Candra, Dio dan Toni.
Setiap hari wanita itu memakai pakaian Toni tanpa memakai dalaman agar Toni bisa dengan mudah bercin*a, sampai pada suatu ketika wanita itu pingsan.
Toni terkejut dan takut terjadi sesuatu terhadap wanita yang mulai dicintainya dan berencana Toni akan menikahi wanita itu.
Toni memanggil dokter setelah dokter datang langsung memeriksa kondisi wanita itu hingga wanita itu tersadar dari pingsannya.
" Pacar saya sakit apa dok?" tanya Toni
Wanita itu kaget mendengar Toni mengaku dirinya sebagai pacarnya.
" Pacar anda tidak apa - apa hanya kelelahan saja, oh ya kapan terakhir nona datang bulan?"
Wanita itu mengingat kapan terakhir dirinya datang bulan setelah berapa menit berfikir, dok apakah saya hamil karena sudah dua bulan ini saya belum datang bulan." ucap dokter kandungan panik.
" Kemungkinan nona hamil coba nona cek menggunakan tespack ini." ucap dokter memberikan alat tespack.
Wanita itu menerimanya dan masuk ke dalam kamar mandi setelah menunggu 3 menit hasilnya keluar 2 garis tanda merah. Hatinya sangat hancur karena dirinya hamil dengan pria yang dibencinya. Wanita itu keluar dari kamar mandinya dan duduk di ranjang dengan wajah di tekuk.
Toni yang tidak sabaran merebut paksa testpack tersebut karena kurang mengerti diberikan oleh dokter tersebut.
" Dokter ini artinya apa ya?" tanya Toni penasaran
" Selamat ya pacar tuan positif hamil." ucap dokter tersebut.
__ADS_1
" Dokter berikan saya obat peluruh agar anak sialan ini tidak lahir." ucap dokter kandungan pedas.
Toni dan dokter itu terkejut mendengar perkataan wanita itu terlebih Toni yang awalnya sangat senang wanita yang dicintainya hamil kini menjadi benci.