
Duar
Candra dan Dio sangat terkejut dan tidak percaya apa yang telah terjadi setelah mendengar cerita dari kepala pelayan.
Dio membuka laptopnya yang selalu dibawanya mengecek cctv tampak salah satu bodyguard istrinya membawa sebuah botol, kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri kemudian berjalan naik ke lantai sampai di tengah anak tangga bodyguard istrinya itu menuangkan sesuatu yang dipastikan minyak kemudian berjalan dengan terburu - buru.
Tidak berapa lama Cantika keluar dari kamar mamanya Candra dan menuruni tangga sampai ditengah terguling bersamaan dengan nampan yang dipegangnya kemudian kepala pelayan datang dan menggendong Cantika kemudian belum ada 5 menit mama Candra keluar dan meminta kepala pelayan membawa Cantika ke rumah sakit.
Mama Candra menuruni tangga dengan perlahan karena kondisinya sedang sakit baru sampai di tengah tangga mama Candra pun terguling sama seperti Cantika.
Candra, Dio dan kepala pelayan sangat terkejut dan sangat marah setelah mengetahui siapa dalang di balik rencana kejinya.
Dio tanpa meminta persetujuan tuannya langsung menghubungi bodyguard yang pandai ilmu bela diri untuk menangkap gadis yang menjadi bodyguard nona mudanya untuk di bawa ke markas.
Ceklek
Pintu terbuka tampak seorang dokter keluar dari ruangan ugd, mereka bertiga langsung menemui dokter tersebut.
" Gimana keadaan mama dan istri saya?" tanya Candra gelisah
" Mama dan istri tuan koma, janin di dalam perut istri tuan harus dikeluarkan karena pendarahannya lumayan hebat untung rumah sakit ini banyak stock darah. Tuan harap menandatangani surat persetujuan operasi." ucap dokter kandungan.
" Baik dok, lakukan yang terbaik untuk mama dan istriku, saya akan tanda tangani surat persetujuan operasi.
" Baik silahkan sama perawat bernama Julia tuan." pinta dokter
Dokter itupun masuk ke dalam untuk melakukan operasi sedangkan perawat bernama Julia mengeluarkan kertas persetujuan operasi.
Setelah melakukan semuanya Candra duduk di ruang ugd.
" Pak, lebih bapak dan satu bodyguard pulang dan lihat situasi di sana apalagi bapak dan bodyguard pakaiannya bau darah pasti rasanya kurang enak karena aromanya tercium ke semua orang." ucap Candra.
__ADS_1
" Baik tuan, saya pulang dulu dan saya akan mandi." ucap kepala pelayan dan salah satu bodyguard.
Mereka sebenarnya berdua tidak betah pakaiannya bau darah tapi mau ijin tidak enak dan untunglah tuan Candra menyuruh mereka pulang sehingga bisa mandi. Mereka berdua pergi meninggalkan rumah sakit.
Candra dan Dio dengan setia menunggu di ruang ugd dan berharap mama Candra dan Cantika segera sadar.
" Dio, coba kamu cek cctv rumah 2 bulan lalu." tanya Candra
" Memang kenapa tuan?" tanya Dio
" Dua bulan yang lalu istriku memasak semua makanannya asin semua aku jadi curiga apakah dia juga pelakunya karena tidak biasanya istriku memasak sangat asin." ucap Candra
"Baik tuan." ucap Dio
Dio pun mulai mengutak-atik laptopnya. Di rekaman cctv tampak Cantika memasak di dapur, setelah selesai memasak Cantika menaruhnya di meja makan kemudian berjalan keluar menuju kamarnya.
Dua menit kemudian tampak salah satu bodyguard istrinya kepalanya menengok ke kanan dan ke kiri untuk melihat situasi.
Tampak di dapur masih sepi, bodyguard itu mengambil sesuatu di rak bumbu kemudian ditaburkan di seluruh masakan Cantika kemudian diaduknya setelah melakukan pekerjaannya bodyguard istrinya pergi meninggalkan meja makan.
" Sial ternyata benar kecurigaanku, orang seperti dia harus di siksa." ucap Candra geram, rahangnya mengeras menahan emosi.
Terdengar suara bayi saling bersahutan, Candra langsung masuk ke dalam untuk melihat ke empat anaknya, para dokter melarangnya tapi Candra melotot kan matanya membuat para dokter terpaksa untuk melihatnya sebentar.
Candra melihat ke empat anaknya membuatnya bahagia sekaligus terharu kini Candra sudah menjadi seorang daddy.
Setelah puas memandang Candra memfoto ke empat anaknya menggunakan ponselnya.
cekrek
__ADS_1
Setelah puas Candra keluar dari ruangan ugd dan menemui Dio. Mereka berangkat ke markas berdua sedangkan seorang bodyguard di mintanya untuk menjaga mamanya dan istrinya Cantika dan memintanya untuk mengabari jika terjadi dengan mama dan istrinya Cantika.
POV CANDRA
Dulu aku adalah pria humoris, tidak pernah menyakiti wanita , setia dengan satu pasangan saja dan tegas.
Hanya satu sifat jelekku apa yang aku inginkan harus terwujud tidak perduli orang menentangnya.
Seperti Valen contohnya, dia adalah cinta pertamaku. Aku tidak perduli orangtuaku menentang hubungan kami karena aku sangat mencintai kekasihku. Bahkan asistenku Dio orang yang selalu patuh ikut - ikutan menentang ku aku tidak perduli. Cinta itu memang buta, memang benar adanya.
Yang paling menentang keras hubunganku dengan kekasihku adalah papaku hingga papa meninggal dunia, ada rasa penyesalanku tapi rasa cintaku yang teramat besar mengalahkan egoku. Sampai akhirnya mamaku menyetujui hubungan kami dan aku sangat senang sekali.
Di hari pernikahan aku hampir terlambat ke acara pernikahan kami hingga aku mengendarai mobil dengan kecepatan penuh tapi naas mobilku ke tabrak dan aku mengalami kerusakan di wajahku, wajahku mirip monster dan aku juga lumpuh. Hatiku hancur mendengarnya dan lebih hancur lagi orang yang aku cintai dan Aku bela memutuskan secara pihak. Mungkin ini karmaku yang berani menentang ke dua orang tuaku hingga papaku meninggal.
Sifatku berangsur - angsur berubah menjadi arogan, kejam dan tidak punya perasaan.
Seperti menghukum gadis pelayan yang membangkang dengan cara di cambuk dan tidak di beri makan. Terdengar kejam tapi aku tidak perduli hatiku terlalu sakit.
Sampai aku bertemu dengan gadis culun bernama Cantika, aku sangat terkejut karena gadis itu sangat berani melawanku bahkan mematikan alat sensor kursi rodaku.
Ruangan yang bau seperti sampah dan banyak pecahan beling menjadi bersih dan harum menyegarkan. Setiap hari datang ke kamarku jika aku marahi gadis itu gadis itu membalas perkataanku akhirnya aku malas berdebat.
Awal pertemuan yang ku benci makin lama aku merasa nyaman bersamanya. Aku sangat terkejut dan bahagia ternyata dia sangat cantik dan menutupi kecantikannya dengan berpenampilan culun. Aku mulai mencintainya dan tidak ingin melepaskannya karena dia sangat berbeda dengan mantanku Valen si cewe matre.
Aku bersyukur akhirnya kami menikah dan hidup bahagia terlebih kini kami di karuniai anak kembar 4.
Siapa saja yang melukai keluargaku akan ku kejar dan ku siksa sampai mati.
Seperti dokter kandungan itu aku siksa dan menyuruh bodyguard kepercayaanku memperko***nya dan menyuruhnya untuk diberikan ke hiu.
Kini ada lagi gadis bodyguard istriku, kesalahan dia sangat fatal aku akan menyiksanya habis - habisan sampai dia meminta dirinya untuk ma*i.
__ADS_1
POV CANDRA OF
Candra memasuki ke ruangan gudang di mana gadis bodyguard itu sedang di sekap. Gadis itu dalam kondisi kaki dan tangannya terikat dengan rantai dan wajahnya sudah babak belur kemungkinan mereka bertarung hingga gadis itu pingsan.