Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh

Gadis Culun Dan Ceo Lumpuh
Mencari Bodyguard Baru


__ADS_3

Tiga Hari Kemudian


Kini kondisi Cantika sudah mulai sehat begitupula dengan ke empat buah hatinya. Mama Candra juga sudah tersadar dari komanya dan hari ini mereka semua pulang ke mansion karena mama Candra tidak betah tinggal di rumah sakit.


Candra yang tahu sifat mamanya meminta dokter yang merawat mama untuk tinggal di mansion untuk merawat mamanya hingga sembuh.


Kini mereka sudah sampai di mansion, Mama Candra kini kamarnya di lantai bawah mengingat umurnya semakin tua sedangkan Cantika dan Candra juga di lantai satu.


Rencana kamar atas akan dibongkar supaya luas dan akan di tempati oleh Candra dan Cantika dan di kamar sebelahnya kamar anak - anak mereka.


Candra dan Cantika bahagia kini rumah tidak sepi lagi, suara bayi anak kembarnya memenuhi kamar mereka. Begitu pula dengan mama Candra sangat bahagia kini dirinya menjadi oma dan mempunyai cucu - cucu tampan dan cantik.


Candra yang tahu istrinya kerepotan menyewa 4 baby sister agar istrinya tidak kelelahan mengurus ke empat anak kembar mereka. Ke empat anak mereka di beri asi campur formula.


tok tok tok tok


ceklek


Candra membuka pintunya tampak kepala pelayan berdiri di depan pintu.


" Maaf tuan muda, tuan besar David Aliandra datang." ucap kepala pelayan


" Ok. Kami akan menemuinya di ruang keluarga." ucap Candra.


" Baik tuan, permisi." jawab kepala pelayan sambil membungkuk setengah hormat kemudian meninggalkan tempat itu.


Candra menutup pintu dan berjalan ke ranjangnya, karena istrinya sedang memberikan asi ke anak mereka.


" Sayang, papa datang aku ke ruang keluarga ya." ucap Candra.


" Baik sayang, aku nanti menyusul." jawab Cantika sambil tersenyum.


Candra membalas senyuman istrinya kemudian mengambil anaknya yang sedang tertidur. Candra keluar dan memanggil dua baby sister untuk menggendong ke dua anaknya yang lain.


Ke dua baby sister itupun masuk ke dalam kamar tuannya tapi sebelumnya mengetuk pintu terlebih dahulu. Kemudian mereka keluar lagi membawa ke dua anak majikannya Candra dan Cantika.


Cantika yang sudah selesai memberikan asi keluar menemui papanya bersama buah hatinya.

__ADS_1


Cantika berjalan ke ruang keluarga, Cantika melihat papanya menggendong cucunya, mama mertua juga menggendong cucunya, suami tercinta bersama anaknya.


Kini mereka berdua duduk di ruang keluarga.


" Anak yang pertama mana? dan siapa namanya? maaf kemarin papa pergi keluar kota menggantikan kamu Can, karena kamu menunggu Cantika melahirkan." ucap papa David Aliandra.


Candra sengaja tidak memberitahukan papa mertuanya tentang insiden kecelakaan istrinya Cantika juga mamanya karena papa Cantika mempunyai riwayat penyakit jantung.


Sehingga papa Cantika yang pergi bekerja di luar kota tidak mengetahui sama sekali. Semua di tutupi dan membungkam para awak media untuk tidak memberitahukan ke media.


Candra orang yang sangat berpengaruh sehingga tidak ada yang berani membantahnya.


" Anak yang di pegang papa anak pertama namanya Bagus Candra Alexander." ucap Candra


" Anak yang ke dua di pegang mama anak ke dua namanya Yayuk Candra Alexander." ucap Candra


" Anak ke tiga dipegang olehku anak ke tiga namanya Debby Candra Alexander." sambung Candra


" Anak ke empat di pegang oleh Cantika namanya Donny Candra Alexander." sambung Candra kembali.


" Nama - nama yang bagus, semoga mereka berempat selalu diberikan kebahagiaan, kesuksessan, kesejahteraan, berbakti kepada orang tuanya dan mempunyai kasih terhadap orang." ucap David tulus.


Mereka masing - masing memandangi anak yang di gendongnya, papa Cantika bahagia melihat putri kesayangan bahagia dengan suami dan ke empat anaknya.


Papa Cantika hanya berharap bisa menemui istri tercintanya karena tugasnya sudah berhasil mendidik dan menikahkan anak kesayangannya.


Papa Cantika sangat merindukan istri tercintanya, istri yang setia menemaninya dengan sabar di saat sulit dan senang. Papa Cantika sangat beruntung bisa menikahi wanita yang setia dan mencitai dirinya apa adanya.


Tidak terasa air matanya keluar ketika mengingat mendiang istrinya dan berharap dapat segera bertemu dengannya. Cantika yang duduk di samping suaminya melihat papanya menangis langsung berdiri dan berjalan ke arah papanya dan duduk di samping papanya.


" Papa kenapa menangis?" tanya Cantika sendu sambil menghapus air mata papanya.


" Papa bahagia melihatmu bahagia mempunyai suami yang sangat mencintaimu dan juga mencintai ke empat anakmu." ucap papa Cantika.


" Candra, papa titip Cantika dan ke empat cucu papa jangan sakiti hati mereka." ucap papa Cantika sendu.


" Candra berjanji pa, untuk menjaga dan mencintai Cantika dan ke empat putra putri kami dengan sekuat tenaga Candra." ucap Candra sungguh - sungguh.

__ADS_1


Merekapun tertawa bersama melihat betapa gemasnya bayi anak dari Candra dan Cantika.


Tidak terasa sudah jam 12 siang, Cantika memanggil ke empat babby sisternya untuk menggendong ke empat anaknya.


Mereka berempat berjalan ke ruang makan dan mereka makan bersama dalam diam. Selesai makan papa Cantika pulang dan kembali ke mansionnya.


Cantika dan Candra memintanya untuk menginap tapi papanya Cantika tidak mau dengan alasan di mansion itu ada foto - foto mendiang mama Cantika dan papa sangat merindukan mama Cantika dan tidak bisa tidur tanpa memeluk foto mendiang mama Cantika.


Setelah kepergian papa ke mansion, mama Candra berdiri dan berjalan ke kamarnya untuk istirahat.


Candra dan Cantika masih mengobrol di ruang keluarga, tidak berapa lama kepala pelayan datang dan memberitahukan kalau sekretaris Dio datang. Candra memintanya untuk menemui di ruang tamu.


Dio datang menemui mereka dan duduk saling berhadapan.


" Ada apa Dio?" tanya Candra


" Tuan, nona Cindi sudah pergi entah kemana, apakah nona Cantika perlu tambahan pengawal mengingat hanya Indri yang menjadi bodyguardnya nona Cantika." ucap Dio


" Perlu seleksi yang sangat ketat jangan sampai kecolongan seperti yang terjadi waktu itu." ucap Candra.


" Bagaimana dengan adiknya Indri?" tawar Dio


" Adiknya Indri?" tanya ulang Candra


" Iya tuan muda waktu itu Indri pernah cerita kalau Indri mempunyai adik tiri bernama Bianca, dia juga bisa belandiri." ucap Dio


" Kok kamu tahu, apakah kalian berdua ada hubungan?" tanya Candra curiga


" Tidak tuan muda, karena kami sering ketemu pas menunggu tuan muda makanya kami sering mengobrol." ucap Dio agak gugup.


" Syukurlah, aku ada rencana ingim menjodohkan Indri dengan salah satu pegawaiku yang di kantor." pancing Candra sambil memperhatikan muka Dio yang mulai berubah.


" Jangan tuan, saya tidak setuju?" protes Dio


" Kenapa? bukannya kamu tidak suka?" selidik Candra.


" Saya suka tuan dan diapun juga suka tapi apakah tuan muda dan nona muda setuju jika kami menikah?" tanya Dio akhirnya mengaku kalau mereka ada hubungannya.

__ADS_1


" Kami setuju kalau kalian menikah." ucap Candra dan Cantika kompak


" Benarkah tuan muda dan nona muda?" tanya Dio tidak percaya.


__ADS_2