
Cantika dan Candra kini sudah sampai di rumah sakit. Cantika terkejut karena dokter yang biasa menanganinya tidak ada dan kata perawat dokter itu tidak tahu kemana karena tidak ada kabarnya.
Candra yang sudah tahu hanya diam pura - pura tidak tahu.
" Saya ingin dokter kandungan yang terbaik untuk istri saya." ucap Candra.
" Baik Tuan, kebetulan ada dokter spog pindahan dari luar negri." ucap perawat
" Laki - laki atau perempuan?" tanya Candra
" Laki - laki tuan dan sudah berkeluarga." ucap perawat.
" Baiklah tapi kalau kurang bagus saya akan memecatnya." ucap Candra
" Sayang, sudah." ucap Cantika lembut sambil mengusap punggung suaminya untuk meredakan emosinya dan benar saja emosi Candra mulai berkurang.
Karena rumah sakit miliknya Candra dan Cantika langsung masuk ke dalam. Tampak dokter bule yang masih tampan dan sudah berumur.
Cantika di papah perawat kemudian di baringkan di ranjang dan diberikan selimut untuk menutupi sedikit perutnya kemudian perawat memberikan gel ke perut Cantika.
Dokter pun mengambil stick dan diarahkan ke perut Cantika tampak di layar bayi kembar 4 sambil bergerak - gerak membuat Candra dan Cantika terharu dan bahagia.
Candra dan Cantika meminta di cetak foto usg dan dokterpun menekan tombol dan keluarlah hasil cetakan usg.
" Bayinya kembar 4 semuanya sehat, sekarang usia kehamilannya 16 minggu rajin makan sayur dan buah ya ?" pesan dokter spog.
" Baik dok." ucap Cantika bahagia.
" Dokter bolehkan saya bertanya?" ucap Candra
" Silahkan tuan." ucap dokter spog
" Bolehkah kami berhubungan suami istri?" tanya Candra.
Cantika yang mendengarnya merasa malu dan mencubit pinggang suaminya tapi suaminya tidak merasa sakit malah tertawa. Dokter spog hanya tersenyum mendengar ucapan vulgar pasiennya.
" Boleh saja tuan, tapi hati - hati dan jangan sering - sering karena bayi kembar 4." ucap dokter spog.
" Baik dok, terima kasih atas penjelasannya." ucap Candra bahagia pasalnya ada pelampiasan jika tidak bisa menahan hasratnya.
__ADS_1
Selesai di periksa dan diberi resep obat penguat kandungan dan vitamin merekapun keluar dari ruangan tersebut menuju apotik yang berada di rumah sakit.
Selesai dengan urusan merekapun pulang kembali ke mansion. Sampai di mansion Candra dan Cantika pergi ke kamar mamanya Candra untuk memperlihatkan hasil usgnya. Mamanya sangat bahagia melihat hasil usgnya dan tidak sabar melihat kelahiran ke empat cucunya.
xxxx
5 Bulan Kemudian
Tidak terasa usia kandungan Cantika menginjak 9 bulan tinggal menunggu waktu melahirkan.
Pagi hari seperti biasa Cantika mengerjakan tugas sebagai ibu rumah tangga kecuali memasak karena sudah ada koki yang terkenal dulu pernah bekerja di restoran luar negri.
Cantika seperti biasa membangunkan suaminya untuk mandi setelah melakukan berbagai drama akhirnya Candra masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai mandi Candra memakai setelan pakaian kerja yang sudah disiapkan Cantika. Candra yang biasanya memakai pakaian sendiri, hari ini Cantika memakaikan ke suaminya dari memakaikan kemeja sambil mengancingkan kemejanya dan juga lengan kemejanya kemudian di lanjutkan dengan memakai celana panjang, berlanjut memakaikan dasi suaminya dan terakhir jasnya.
" Suamiku tambah tampan, sayang terima kasih atas semua yang sayangku lakukan padaku, aku harap sayang selalu mencintaiku dan juga mencintai ke 4 anak kita. Aku selalu mendoakan yang terbaik untukmu, jika suatu saat kita berpisah aku harap sayangku menemukan wanita yang lebih dariku, aku tidak akan marah." ucap Cantika.
" Apakah kamu akan pergi meninggalkanku? apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Candra terkejut karena tidak biasanya istrinya berkata demikian.
" Tidak sayang, aku selalu mencintaimu, kita kan tidak tahu jodoh dan mati seseorang karena itu rahasia Tuhan, siapa tahu aku pergi duluan meningalkanmu. Aku akan mendoakan sayangku dari atas." ucap Cantika.
" Jangan ngomong seperti itu aku tidak suka." ucap Candra kesal
" Maaf sayang, kan aku hanya bilang misalnya." ucap Cantika
" Tapi aku tidak suka mendengarnya." ucap Candra setengah membentak
" Iya maafkan aku." ucap Cantika sambil matanya berkaca - kaca karena di bentak oleh suaminya untuk pertama kalinya.
Candra yang melihat istrinya matanya berkaca - kaca langsung memeluknya dari samping.
" Maafkan aku yang tadi membentak, aku tidak sanggup kehilanganmu." ucap Candra dengan nada lembut sambil melepaskan pelukannya kemudian menghapus air mata yang sudah mulai keluar menggunakan dua ibu jari tangannya.
Merekapun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke dapur. Tampak mamanya tidak ada di kursi makan seperti biasanya.
" Pak, mama kemana?" tanya Candra kepada kepala pelayan.
" Nyonya besar lagi kurang enak badan tuan." ucap kepala pelayan.
" Sudah panggil dokter?" tanya Candra.
__ADS_1
" Sudah tuan sekarang lagi menunggu dokter datang." ucap kepala pelayan.
" Baik, terima kasih." ucap Candra.
" Pak, tolong buatkan bubur buat mama dan kirim ke lantai dua tempat mama nanti aku yang akan menyuapkan mama." ucap Cantika.
" Baik nona." ucap kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang sarapan pagi. Kepala pelayan meminta koki untuk membuatkan masakkan bubur ayam.
Selesai makan Candra dan Cantika naik ke lantai dua tidak menggunakan lift melainkan menggunakan tangga agar cepat proses kelahiran bayinya.
Candra dan Cantika masuk ke dalam kamar mamanya untuk melihat kondisi mamanya. Tidak berapa lama dokter datang memeriksa kondisi mama Candra.
Kata dokter mama Candra hanya sakit kelelahan maklum faktor umur, setelah di beri resep obat dokter itupun pergi.
"Mama, maaf Candra tidak bisa menemani mama karena pagi ini ada jadwal meating dan bertemu klien." ucap Candra kepada mamanya.
" Tidak apa - apa sayang, mama ngerti apalagi badan mama juga sudah baikan." ucap mama Candra.
" Terima kasih mam? nanti kalau sudah selesai meating dan bertwmu klien Candra janji langsung pulang." ucap Candra.
" Mama tidak apa - apa sayang yang penting kamu kerjanya fokus dan hati - hati." ucap mama Candra.
" Baik Mam, Candra pergi ya mam?" pamit Candra.
" Sayang, maaf aku tinggal ya hari ini ada jadwal meeting dan ketemu klien." ucap Candra.
" Iya sayang, hati - hati di jalan dan jaga kesehatan ucap Cantika sambil berdiri dan memeluk suaminya dari samping tanpa sadar Cantika mengeluarkan airmata.
Candra yang mendengarkan isak tangis istrinya melepaskan pelukan istrinya dan menghapus airmatanya.
" Kamu kenapa sayang? kok menangis?" tanya Candra bingung
" Tidak ada apa - apa sayang, kamu hati - hati ha sayang." ucap Cantika mengulangi perkataannya.
" Iya, kamu juga hati - hati jaga ke empat anak kita." ucap Candra sambil mencium kening istrinya.
Candra menurunkan kepalanya ke arah perut Cantika dan mengecupnya.
" Anak - anak Daddy jangan nakal ya? jagain mommy." ucap Candra.
__ADS_1
Candrapun mengecup perut Laras dan berdiri tegak sambil mengelus - ngelus perut istrinya dan mendapatkan respon tendangan dari ke empat anaknya.
Candra sangat senang mendapatkan respon ke empat anaknya. Candrapun keluar menuju ke lantai satu menuju ruang keluarga dimana Dio sedang menunggunya.