
Beberapa tahun kemudian kini usia melisa 18 tahun dan sebentar lagi akan memasuki universitas .
Sedangkan aldi dan aldo sudah lulus lebih dulu mereka melanjutkan bekerja sambil kuliah , kakek melepaskan kedua cucunya itu karena mereka laki-laki jadi tidak terlalu khawatir .
Kriingg...kriinggg..
Ponsel melisa berdering disana tertera nama aldo sepupunya itu.
Melisa menggeser tombol hijau.
"abannnggg" pekik melisa kepada orang yang ada di sebrang sana.
Aldo menjauhkan ponsel dari kupingnya karena merasa sakit dan kaget.
"ya ampun mel,pelanin dong suaranya berisik tau " kata aldo
"hehe maaf lagian abang kemana aja sih baru hubungi aku , aku kan kangen".
"iya maaf , kamu tahu kan , abang sibuk kerja sambil kuliah jadi maklum aja sih , oh iya sekarang abang lagi di rumah kakek kamu mau kesini atau kita yang kesan".
"hahh..serius aku aja deh kesana lagian aku udah rindu sama kakek kalian tunggu aja disana aku mandi dulu ".
"ya udah kalau gitu kami tunggu ya ,dandan yang cantik karena ada seseorang yang ingin bertemu ".
"haa...siapa sih jangan bikin aku penasaran deh !".
"ya udah cepetan".
"ok".
Telepon terputus .
Melisa bangkit bangun dari tempat tidurnya melangkahkan kakinya ke kamar mandi .
Rumah melisa sekarang pasilitasnya lebih menjamin daripada di rumahnya yang dulu melisa baru tinggal 3 tahun di rumah barunya .
Setelah beberapa menit kemudian melisa keluar dari kamarnya dia sekarang sudah siap untuk pergi.
"selamat pagi ibu !" sapa melisa mencium kedua pipi ibunya itu.
"selamat pagi sayang,sudah cantik begini pagi-pagi tumben ".
"hehehe iya bu maaf hari ini aku mau ke rumah kakek soalnya udah kangen banget".
__ADS_1
"yahhh ibu gak bisa ikut padahal ibu juga kangen sama kakek".
"nanti biar aku sampein aja lagian aku juga mau nemuin bang aldi dan bang aldo tadinya mau kesini tapi aku larang biar aku aja kesana kan aku juga kangen sama kakek".
"ohh gitu , ya udah biar nanti ibu nitip sesuatu buat kakekmu , kamu udah mau berangkat sekarang ?"
"iya dong bu,masa udah cantik gini ".
"ya udah kamu sarapan dulu gapapa kan ibu tinggal sendiri , ibu akan menyiapkan semuanya.
"oke".
Mira meninggalkan melisa sendirian , tak berapa lama kemudian mira datang dengan sebuah dus di tangannya .
"bu itu apa ?"tanya melisa.
Hanya beberapa buah tangan masa kamu ngunjungi kakek gak bawa oleh-oleh.
"hehe iya aku lupa saking senengnya jadi gak mikirin ini ".
"huhh dasar dan ini tolong berikan pada kakek dan nenekmu bilangin ya ibu kangen maaf belum bisa datang kesana soalnya di toko sedang rame".
"ok nanti aku sampaikan tapi maaf lho bu aku gak bisa bantu".
"ya gapapa kan gak setiap hari kamu pergi lagian hanya pergi ke rumah kakek kan , ya sudah sana berangkat keburu siang nanti mau sampai jam berapa ".
membutuhkan waktu selama 2 jam melisa tiba di rumah lamanya , jalanan menuju rumah kakek sekarang sudah lebih bagus karena yanto yang meminta agar jalanan itu di perbaiki saja karena pemerintah tidak pernah melirik kampung kecil itu , makanya yanto turun tangan sendiri karena bisnis yanto semakin bagus itu sebabnya dia sangat sibuk sekarang .
Dan rumah kakek sekarang sudah lebih besar dan tidak bekerja di ladang orang lain di belakang rumahnya ada lahan kosong milik yanto yang akan di berikan untuk melisa nanti ketika sudah besar.
Daripada tidak terpakai kakek memilih untuk menanam jeruk pisan dan strawberi di sana agar lebih bermanfaat.
"assalamualaikum "sapa melisa mengetuk pintu rumah kakek .
"waalaikum salam " balas nenek membukakan pintu.
" neneeekkk" pekik melisa memeluk neneknya itu.
"ya ampun melisa kamu sudah besar nak " nenek membalas pelukan melisa dengan erat mereka berpelukan cukup lama karena merasa rindu satu sama lainnya.
" nenek apa kabar aku kangen sama kalian,maaf aku baru bisa mengunjungi kesini".
"tidak apa-apa nenek juga kangen ya udah ayo masuk sepupu kamu sudah menunggu".
__ADS_1
Melisa membuntuti neneknya di belakang .
Tetapi kedua sepupunya itu membawa seseorang mungkin itu orang yang di maksud aldo di telpon tadi pikir melisa.
"abangg" melisa memeluk kedua leher kakaknya itu lalu mencium kedua pipinya.
"geli tau mel,kamu udah gede kalau pacarku lihat bisa cemburu nanti "keluh aldi.
"yee ngapain cemburu sama adik sendiri kok" balas melisa.
"iya deh iya " aldi mengalah.
"ehh ini kak indra ya , iya ini ka indra anaknya juragan kan , hai kak apa kabar " sapa melisa kepada orang itu yang tak lain adalah indra anak pemilik kebun dimana dulu kakek dan nenek pernah kerja disana.
"hai bocil , kabarku baik , lama gak ketemu kamu makin cantik aja " puji indra membuat melisa tersipu malu.
Melisa berpindah kini dia memeluk kakeknya
"kakek apa kabar aku kangen banget lho sama kakek " kata melisa manja ," oh iya ini ada titipan dari ibu katanya maaf ibu belum bisa kesini karena di toko sedang ramai" lanjutnya.
"gak apa-apa kirimkan salam kakek pada ibumu " balas kakek ."ayo kita makan bareng tadi nenek udah masak banyak banget " lanjut kakek.
"sebenarnya sih udah tapi sayang kalau gak makan masakan nenek hehe soalnya masakan nenek kan mantap puoll " melisa mengacungkan kedua jempolnya.
melisa dan yang lainnya makan tanda ada yang berbicara.
Tak berapa lama kemudian mereka selesai makan.
"ehh kita setelah ini mau kemana ?"tanya aldo.
"bagaimana kalau kita jalan-jalan saja " usul aldi.
"bener tuh kita di kota bau asap polusi kita menyegarkan pikiran disini kan pemandangan nya sangat bagus jalan kaki juga gak berasa kita kan rame-rame " indra menyahuti.
"ide bagus tuh , aku juga ikut ya " ucap melisa
"ehh mel , gimana kabarnya sani kan dulu dia pernah naksir sama kamu , apa dia udah nembak " tanya aldi di sela-sela perjalannya.
"mana aku tahu ,kan setelah lulus SMP aku gak pernah ketemu lagi gak tau sekarang dia kuliah diman " jawab melisa.
"oh gitu , aku pikir dia udah nembak kamu soalnya dia pernah minta kontak kamu memangnya dia tidak ada menghubungi".
"gak ada "..
__ADS_1
Indra yang ada di sebelahnya sangat cemburu mendengar ada yang menyukai melisa selaim dirinya .
"aku harus gercep nih keburu keduluan sama yang lain bisa gigit jari padahal aku udah nunggu lama " gumam indra dalam hati.