
"wiihhh di anterin siapa tuh " tanya teman melisa.
"gilaaa,, dapat papa gula darimana kamu mel ? Keren banget ya ampun ajarin aku dong agar bisa mendapat papa gula kaya gtu " sahut teman bela yang lain..
"sembarangan ya kalau ngomong , itu ayah aku lagian apa sih papa gula ? Maksudnya papa di gula'in di kerubungi semut dong hahha ,,," jawab melisa.
"kamu sih gak pernah nonton tivi kalau kata di sinetron itu papa gula itu ya kaya gitu " sahut teman melisa tidak jelas.
"kaya kitu gimana sih yang jelas dong kalau ngmng ?"
"papa gula itu om-om yang suka sama gadis polos kaya kita nanti kita di kasih uang dengan syarat kamu harus menemani dia "bella teman melisa mencoba menjelaskan.
"hahhh...cuma nemenin doang di kasih uang " sahut melisa terkejut.
"yee ga cuma itu tapi kamu harus nemenin tidur " jelas lisa teman melisa yang lainnya.
Melisa mengerti arah tujuan teman-temannya dia pun menganga matanya melotot seperti akan keluar dari tempatnya .
"kamu tau darimana papa gula kaya gitu ? Emang kamu pernah jadi temennya papa gula " sahut melisa polos.
"makanya kamu itu jangan terlalu pokus belajar sesekali main sosmed lah biar ga ketinggalan ".
"mana aku ngerti lagian aku punya handphone cuma buat nerima telepon doang dari ibu ".
"ya ampun ayahmu kan sudah kembali kamu mintalah apalagi sepertinya ayahmu bukan orang susah deh ".
"yeee ,,,mana berani aku minta sama ayah aku takut !"
"apa jangan-jangan sepupu kamu juga KUDET dong gak tau sosmed manapun ?"
"kalau mereka sih kayanya gak cupu kaya aku deh , dia punya kok handphone bagus mereka kan kerja ikut kakek sepulang sekolah terus uangnya di kumpul deh ".
"ya udah deh daripada ngegosip gak jelas mending kita masuk sebentar lagi bel berbunyi " ajak lisa.
Tanpa mereka ketahui ternyata ada seseorang mengintip dari kejauhan tapi masih bisa mendengar obrolah ketiga para gadis itu.
"ya ampun kasian banget di era yang serba modern ini bahkan dia tidak mengenal apapun , apa aku kasih hadiah aja yah " tanya orang itu pada dirinya sendiri,"tapi dalam rangka apa ya masa tiba-tiba aku ngasih sesuatu sama dia nanti dia salah paham " lanjutnya.
Orang yang mengintip itu tak lain adalah sani laki-laki yang menyukai melisa sejak pertama ketemu , bukan tidak berani mengungkapkannya akan tetapi melisa selalu menolaknya dengan alasan dia masih kecil.
sementara di tempat lain , kini sudah waktunya istirahat kedua laki-laki kembar itu sedang duduk di kantin sekolah .
__ADS_1
"kemana tuh si melisa tumben belum nongol " gumam aldi celingukan mencari keberadaan adik sepupunya itu.
"giliran gak ada di cariin , giliran ada berdebat mulu" sahut aldo.
"hehehe soalnya sepi gak ada dia " aldi cengengesan.
"dasarr" aldo menggelengkan kepalanya.
"ehh sebentar lagi ujian tengah semester kan , kita harus lebih giat lagi belajar nih ".
" hahh,, kita ! Kamu aja kali aku kan selalu belajar walaupun sibuk aku tidak pernah melupakan belajar , gak kaya kamu main game mulu".
"hehehe iya ya " aldi menggaruk kepalanya padahal tidak gatal sama sekali.
dari kejauhan tampak seorang perempuan cantik kata dia sih celingak celinguk seperti sedang mencari sesuatu.
"aduhh dimana ya babang tampanku aldo , kayaknya hari ini aku belum ketemu sama dia deh , apa dia gak masuk hari ini " gumam orang itu yang tak lain adalah cheril.
"ya udah aku ke kantin aja lah cacing di perutku sudah meminta jatah " lanjut cheril sambil melenggangkan langkahnya menuju kantin.
Ketika sedang berjalan dia terus saja menatap handphone nya sambil menunduk ketika beberapa langkah lagi sampai di kantin cheril mendongkakan kepalanya dia melihat dua sosok laki-laki tampan menurut versi nya salah satunya adalah calon pacarnya menurut dia .
Degg..
"aduhh aku harus terlihat cantik nih " guman cheril lalu dia bercermin memperbaiki penampilannya memutar tubuhnya setelah dirasa sudah cukup baik cheril menghampiri kedua laki-laki kembar itu.
" haii guys " sapa cheril sok akrab.
aldo melihat kedatangan cheril yang secara tiba-tiba itu terpaku kaget beberapa detik lalu dia bersikap seperti biasa dingin dan cuek jika sedang berhadapan dengan cheril berbanding terbalik dengan sikap aldi yang petakilan.
"haii cheril" balas aldi .
"ehh tadi aku liat melisa di anterin sama om-om ya , hebat banget dia bisa dapetin om-om kaya " cheril membuka obrolan agar tidak terlalu kaku.
Aldo yang mendengarpun merasa geram tapi masih dia tahan karena yang di hadapannya perempuan jika laki-laki mungkin orang itu sudah babak belur.
cheril yang melihat tatapan tajam dari aldo pun langsung menciut tadinya dia akan menjelekan melisa di hadapan sepupunya itu apalagi melisa adalah kesayangan aldo itu yang membuat cheril geram.
"memangnya kamu tidak lihat tadi kami juga ikut dengannya " skak aldo.
"ohh maaf tadi aku gak liat , memangnya dia siapa maaf jika aku salah " tanya cheril merasa tidak enak karena sudah menjelekan melisa di hadapannya.
__ADS_1
"dia itu om aku , ayahnya melisa PUAS"skak aldo berlalu meninggalkan cheril yang masih duduk terpaku karena kaget.
Degg..
Cheril sangat terkejut karena respon aldo akan seperti itu.
"haduhh bodoh banget sih kamu cheril , bodohh bodohhh bodohhh..." cheril merutuki dirinya sendiri.
"oke aku akan minta maaf pada aldo , aku harus ngejarr dia " cheril pun beranjak hendak mengejar aldo.
di dalam kelas kini melisa sedang menunggu pelajaran terakhir dia sudah tidak sabar akan di jemput sama ayahnya lagi.
Tadi melisa melihat di depan gerbang sana ayahnya sudah menunggu dia sempat menghampirinya dan mengobrol di dalam mobil itu sampai meninggalkan teman-temannya bahkan sepupunya mencarinya tetapi yang di cari malah asyik bersama ayahnya bersenda gurau disana.
Akhirnya pelajaran terakhir akan dimulai melisa belajar dengan bersungguh-sungguh dia akan memberikan terbaiknya untuk ayah dan ibunya.
"ayahh , ibu tahun ini aku janji aku akan memberikan hasil yang memuaskan untuk kalian " gumam melisa .
Melisa sangat memperhatikan semua apa yang guru terangkan sangat pokus bahkan temannya memanggilpun dia tidak mendengar.
Akhirnya bella dan lisa melemparkan penghapus kecil ke arah melisa dan tepat sasaran pada kepalanya.
"aduhhhh " melisa meringgis.
"pokus banget sih sampai kita panggil tidak mendengar ?" ucap bella tanpa suara.
Melisa menghiraukannya .
Pelajaranmu telah usai .
"pelajaran hari ini cukuo sampai sini semoga kalian mengerti " ucap guru itu .
Bell berbunyi tanda pelajaran telah usai.
Melisa terburu-buru keluar kelas tanpa menghiraukan kedua temannya itu.
"duh mentang-mentang baru ketemu ayajnya kita di cuekin" ucap bella sebal.
"udah lagian kenapa sih kamu gak lihat dia senang banget kan biasanya gak sesenang itu biarlah besok juga dia akan kembali ke kita kok".
"hemm" bela bergumam .
__ADS_1
Semua murid meninggalkan kelas itu.