Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 21


__ADS_3

keesokan harinya..


Melisa pagi-pagi sekali sudah siap untuk jalan , sebelumnya melisa sudah membantu ibunya membereskan rumah .


Mira berniat akan mengambil satu pembantu saja karena akhir-akhir ini dia sangat sibuk di toko begitupun dengan melisa , ia akan disibukan dengan kuliahnya.


"bu ,, aku pergi dulu ya , assalamualaikum " pamit melisa mencium punggung tangan ibunya lalu mencium kedua pipi milik ibunya itu.


"oh iya , kamu gak jadi ikut dengan ayahmu ?" tanya mira.


"engga bu , soalnya navisa katanya sudah tiba disini kan kita mau kuliah bareng aku lagian kasian kalau aku gak bantu dia soalnya gak punya siapa-siapa kan disini !" jelas melisa.


"oh ya sudah terserah kamu tapi kamu udah bilang kan sama ayah kamu kalau kamu gak jadi ikut nanti dia malah nungguin lagi !" ucap mira.


"ibu tenang aja lagian kesana cuma beli mobil kan , aku gak apa-apa kok apapun yang ayah beli pasti aku suka " jawab melisa menunjukan senyuman termanisnya.


" oh baguslah asal jangan kecewakan ayahmu , kasian lho udah jauh-jauh dari surabaya ke bogor apalagi dia itu sibuk " nasihat mira.


"ibu tenang aja aku udah bilang sama ayah , dan ayah juga tidak mempermasalahkannya kok , ya udah kalau begitu aku pamit deh bu takut telat " pamit melisa.


"kamu naik apa kesana ?" tanya mira.


"Seperti biasalah bu , motor kesayanganku kan nganggur hhehe ibu juga kan hari ini libur " jawab melisa.


" no no no ... Ibu gak ngizinin kamu pakai mobil ibu aja ok !" pinta mira.


"yahh bu nanti macet kalau pakai mobi " keluh melisa.


"atau ibu telpon dulu si kembar biar suruh jemput kesini " kata mira.


"terserah deh " melisa pasrah.


Tinn...tin..


Tiba-tiba mobil itu tiba di depan rumah melisa tetapi itu bukan kendaraan milik aldi dan aldo tapi melainkan mobil milik indra.


saat ini melisa dan ibunya sedang berada di depan gerbang rumahnya tadinya sedang menunggu kedua keponakannya itu tetapi yang muncul orang lain tapi mira tak masalah toh dia udah cukup mengenal indra dengan baik.


"ni orang ngapain sih kesini " gumam melisa dalam hati.


Indra turun dari mobilnya lalu menyalami mira.


"selamat pagi tante " sapa indra .


"selamat pagi ndra , tumben kamu kesini sendiri keponakan tante mana ?" tanya mira to the poin .

__ADS_1


"mereka nyuruh aku buat jemput mel tante katanya mereka hari ini akan kedatangan temen-temen mereka dari kampung ka ," jawab indra.


"oh begitu ya , kebetulan dong kita lagi nungguin mereka juga , tadinya dia mau pakai motor lho tapi tante gak izinin" ucap mira.


"ihh ibu apaan sih " melisa memanyunkan bibirnya .


"ya gak boleh gitu dong sa__ , ehh maksudku mel , nanti kamu kena debu "ucap indra keceplosan.


" ni orang apa apaan sih , males banget deh " gumam melisa dalam hati.


Mira senyum-senyum sendiri melihat tingkah keduanya.


"mau sampai kapan kalian berdiri disitu ? Ayo berangkat nanti keburu macet lho " usir mira.


"ibu kok ngusir " melisa cemberut.


"tante benar ayo pergi sekarang " ajak indra.


Dari kejauhan sepasang mata sedang mengintai melisa .


"sekarang kamu makin cantik aja mel , kamu makin seksi pokonya aku harus dapetin kamu bagaimana pun caranya hahahah " ucap orang itu tertawa terbahak-bahak.


indra masuk ke dalam mobilnya yang di ikuti oleh melisa , lalu orang itu mengikutinya dari belakang menggunakan motor gede miliknya agar tidak ketinggalan jejak.


Tak beberapa lama kemudian mobil indra masuk ke kawasan komplek mungkin navisa akan tinggal disana sekarang memang tempatnya tidak jauh dari kampus mereka nantinya.


"katanya sih iya , aldo juga yang kirim alamat ini ke aku " jawab indra.


"kamu gak bohong kan kak , awas kalau macam-macam " ancam melisa mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan hidung mancung milik indra.


Lalu indra mengambil jari telunjuk yang lentik milik melisa itu lalu memdekatkan wajahnya ke wajah melisa " aku mencintaimu , aku tidak mungkin menyakitimu " ucapnya lalu mencium sekilas bibir melisa.


Melisa kaget sangat kaget dia terpaku mematung beberapa detik lalu dia tersadar dan menutupi bibirnya dengan tangannya.


"kakakkkk ...kamu jahat hiks hiks hiks " melisa menangis.


"aduuhh kok nangis sih , aku kan gak ngapai kamu " indra panik.


"kakak mencuri ciuman pertamaku hiks hiks hiks " ucap melisa masih menangis .


"aduhh maafin aku , sumpah aku tidak bermaksud begitu sumpah " tutur indra.


"gak tau pokok nya kakak harus tanggung jawab " ucap melisa membuang muka.


"tanggung jawab gimana ?" tanya indra.

__ADS_1


"kalau aku hamil bagaimama huwaaaaaaa " melisa menangis semakin menjadi-jadi.


"indra menepikan mobilnya lalu memegang tangan melisa.


" mel , aku cuman cium kamu , aku tidak memperkosa kamu masa cuma dicium kamu bisa hamil " indra merasa heran.


" hiks hiks hiks " melisa masih menangis .


" bagaimana aku bisa tanggung jawab kamu juga tidak menerima cintaku " indra menagmbil kesempatan itu lalu dia tersenyum.


melisa menatap mata indra " memangnya kakak beneran cinta sama aku ?" tanyanya.


"masih gak percaya kamu , aku udah bilang aku suka sama kamu sejak kita masih kecil " jelas indra.


"yaudah " jawab melisa .


"ya udah apa ? Ngomong yang jelas dong " indra menggoda melisa.


"ihh nyebelin banget deh " melisa merasa kesal .


" ya udah sekarang lebih serius lagi , coba katakan yang jelas aku pengen dengar " ujar indra menopang dagunya dengan tangannya .


"iya aku terima " ucap melisa malu-malu.


"haaahh apa ??? Aku gak dengar " indra sedikit menaikan suaranya.


melisa memutar bola matanya malas. " udah dek kak aku tau dari tadi kakak godain aku melulu , ya udah ayo cepat jalan kasian navisa pasti nungguain " ujarnya.


Indra memegang tangan melisa dan tersenyum padanya membuat melisa tak bisa berkutik karena ketampanan laki-laki itu , melisa membalas senyumannya dengan menunjukan gigi gingsul miliknya .


Mereka saling bertatapan sangat dalam.


"cantik "


"tampan " ucapnya bersamaan .


Tatapan itu semakin dalam mata keduanya terlihat sayu lalu indra mendekatkan wajahnya dengan wajah melisa sampai wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti saja , indra kembali mencium bibir melisa yang sekarang menjadi candunya .


Ciuman itu semakin dalam , melisa memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh kekasih barunya itu.


Indra ******* lembut bibir tipis milik melisa , lalu melisa sedikit membuka mulutnya untuk memberi jalan akses agar indra lebih leluasa .


Melisa mendesah pelan , membuat birahi indra semakin naik .


Indra menekankan tengkuk milik melisa agar ciuman itu semakin dalam , melisa sangat menikmatinya bahkan beberapa kali melisa mendesah lembut .

__ADS_1


Perlahan tangan indra memegang dua bongkahan besar milik melisa , indra meremas benda itu , tetapi melisa tersadar dan mendorong badan indra.


__ADS_2