Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 53


__ADS_3

Melisa berlari ke dalam untuk meminta bantuan kepada suster yaang ada disana tak lama kemudian melisa datang dengan dua suster membawa kursi roda untuk sahabatnya itu .


" ayo nav kami duduk biar aku yang dorong " ucap melisa dan navisa mengangguk tanda mengiyakan .


Setelah tiba di depan ruang UGD seorang dokter cantik keluar dari ruangan itu aldi melihat ada tanda nama di samping dada dokter wanita itu .


" doktet laras ya " sapa aldi .


" iya saya sendiri , apa ini temannya angel ?" tanya laras .


" iya kami temannya kak angel " jawab melisa .


" ya sudah kalau begitu bawa masuk temennya biar saya tangani kalian bisa langsung ke meja registrasi " ucap laras .


" semuanya sudah selesai tolong lakukan yang terbaik untuk adikku dok !" ucap angel tiba-tiba muncul .


" ya sudah kalau begitu kalian tunggu saja tolong bantu doa ya " ucap dokter laras membawa masuk navisa .


angel dan semua temannya itu menunggu navisa yang sedang di tangani oleh dokter .


Setelah menunggu cukup lama doktet laras keluar , angel berdiri dan langsung menghampiri dokter laras .


" gimana keadaan dia dok ?" tanya angel .


" kamu tenang aja luka dia gak parah kok tapi untung saja membawanya tepat waktu jika tidak lukanya akan infeksi " jelas laras .


" syukurlah navisa gak kenapa-napa aku jadi lega " ucap aldi mengusap wajahnya pelan .


" ya sudah kalau begitu saya permisi dulu , navisa akan di bawa ke ruang rawat sebentar lagi kalian bisa tunggu di sana " ucap laras lalu ia pergi .


angel beserta teman-temannya menunggu navisa di ruang inap .


" kak maaf aku gak bisa nemenin navisa gapapa kan soalnya ibu dan ayah nyuruh aku pulang gak tau ada apa " ucap melisa .


" iya gak apa-apa kok lagian navisa udah gak apa-apa kan lagi pula disini ada aldi dan aldo yang nemenin kok " jawab angel .


" iya kamu gak perlu khawatir nanti kalau ada apa-apa aku kabarin kok , dan titip salam untuk ayah dan ibu dan bilangin sama nenek kita pulang agak sorean " sahut aldi .

__ADS_1


" kamu pulang sama indra kan ?" tanya angel .


" iya kak aku yang akan nganterin " sahut indra .


" bagus deh kalau begitu kalian hati-hati dan aku titip melisa awas kalau macam-macam" ancam angel .


" iya deh iya , duhh dua bodyguard aja udah bikin jantungan apalagi ini di tambah lagi " ujar indra .


" memangnya kenapa kalau banyak yang jagain kamu nyesel " ucap melisa memicingkan matanya .


" bukan gitu malsud aku sayang ya udah ayo pulang " ajak indra menggandeng tangan melisa .


" kak , bang kami duluan ya " pamit melisa .


Melisa dan indra pergi meninggalkan rumah sakit itu kini hanya mereka bertiga masih berada di rumah sakit tersebut menunggu navisa .


Angel duduk di antara kedua laki-laki kembar itu suasana hening tidak ada suara yang keluar dari mulut satu sama lain .


Aldi mengela napas kasar .


" kak maafin gue ya " aldi membuka percakapan di tengah keheningan itu .


" iya maaf tadi gue langsung marah-marah aja sama lo padahal ini bukan salah lo " ucap aldi jujur .


" oh soal itu aku gak apa-apa kok itu artinya lo khawatir kan sama navisa kalau misalnya aldo ada di posisi navisa juga pasti aku akan melakukan hal yang sama sepertimu " kata angel .


" tapi gue masih bingung deh kok itu si sani bisa bawa pisau sih ke kampus dan maksudnya apa gitu lho kok bisa mau nusuk lo , soalnya setau gue si sani itu suka sama melisa dulunya tapi selalu di tolak dan kami berdua selalu menjaga melisa harusnya kan dia bencinya sama kita " jelas aldi .


" dia bukan benci sama kalian kok ini memang ada masalah sama gue " ucap angel menerawang ke depan .


" maksudnya masalah kayak gimana ? " tanya aldo .


" kalian ingat gak wanita yang bersama papaku tempo hari waktu kita baru jadian ? " tanya angel .


Kedua laki-laki kembar itu mengangguk bersamaan .


" nahh itu adalah ibunya sani dulu kita pernah berteman baik waktu SMA bahkan kita hampir pacaran tapi gara-gara orangtua kita pacaran akhirnya kami bermusuhan dan saling menyalahkan " jelas angel .

__ADS_1


" maksudnya saling menyalahkan gimana ? " tanya aldo tak mengerti .


" iya jadi dia pikir papaku sengaja berpacaran dengan mamanya agar kita gak bersama aku juga berpikir seperti itu , aku berpikir ibunya dia itu wanita gatal yang selalu menggoda pria kaya " ucap angel .


" tapi memangnya sebenci itu ya sani sampai mau nusul kamu ?" tanya aldi .


" iya mungkin begitu , kalian tau kan papaku sampai tega menampar aku didepan umum bahkan dia gak pernah pulang setelah bersama wanita itu , nah sani juga sama dia sangat terlantar papanya meninggal dan ibunya seperti itu sebenarnya kita sama-sama anak yang tersakiti " kata angel .


"Oh jadi ini hanya kesalahpahaman , kalian bisa kan berbicara empat mata dan menjelaskan semuanya agar kalian bisa berteman seperti dulu " ucap aldo .


" aku juga maunya kayak gitu tapi otak sani sudah dipenuhi kebencian dan dendam setiap bertemu denganku dia seperti singa yang ingin menerkam mangsanya " ucap angel .


" masa sih , tapi aku liat kayak biasa aja " aldi menyatukan alisnya .


" seperti tidak terjadi apa-apa karena sekarang aku bersama kalian , tapi ketika gak sengaja berpapasan dia selalu menatap tajam penuh kebencian . Malahan waktu di ulang tahunku dia menabur obat perangsang di minumanku , untung saja ada salah satu pelayan yang melihatnya akhirnya minuman itu tumpah " jelas angel .


" wihhh , serem juga ya dia kalau udah dendam , dulu kami berteman baik sama dia gak tau kenapa sekarang malah serem kayak gitu " ucap aldi .


" kalian hati-hati aja sama dia aku punya rahasia dia dan itu aku yakin akan membuat kalian benci sama indra " ucap angel .


" maksdudnya ? Kenapa kita bisa benci indra " tanya aldi dan aldo .


" iya , tadi waktu kita berdebat gak sengaja ponsel dia jatuh untung saja gak pakai kunci jadi aku bisa dengan mudah membukanya " angel mengeluarkan ponsel milik sani dari tasnya .


"memamgnya apa sih isinya , jadi penasaran deh " ucao aldo .


" tapi kalian harus janji dulu jangan marahin melisa ataupun indra " pinta angel .


" IYA" sentak aldi dan aldo bersamaan .


Angel menyalakan ponsel sani lalu membuka video yang tadi direkam oleh pemilik ponsel itu .


Aldo dan aldi tercengang melihat video tersebut , aldo mengepalkan tangannya wajahnya memerah karena marah tapi angel menyadarinya ia menggenggam tangan aldo .


" aku bilang sabar jangan marah . Ini cuma kayak gini doang kok gak berlebihan dan kamu lihat sendiri apa melisa terlihat terpaksa ? Enggak kan , lagian anggap aja ini sebagai perpisahan indra kan akan pergi " ucap angel menenangkan kekasihnya itu .


Aldo mengusap wajahnya kasar .

__ADS_1


" iya kamu benar , kalau kamu gak ngasih tau mungkin aku sudah menghajar si indra , makasih ya sayang " ucap aldo menggenggam tangan angel


perbincangan harus terhenti karena seorang perawat keluar dari ruangan navisa .


__ADS_2