
Melisa berlari ke dalam untuk meminta bantuan kepada suster yaang ada disana tak lama kemudian melisa datang dengan dua suster membawa kursi roda untuk sahabatnya itu .
" ayo nav kami duduk biar aku yang dorong " ucap melisa dan navisa mengangguk tanda mengiyakan .
Setelah tiba di depan ruang UGD seorang dokter cantik keluar dari ruangan itu aldi melihat ada tanda nama di samping dada dokter wanita itu .
" doktet laras ya " sapa aldi .
" iya saya sendiri , apa ini temannya angel ?" tanya laras .
" iya kami temannya kak angel " jawab melisa .
" ya sudah kalau begitu bawa masuk temennya biar saya tangani kalian bisa langsung ke meja registrasi " ucap laras .
" semuanya sudah selesai tolong lakukan yang terbaik untuk adikku dok !" ucap angel tiba-tiba muncul .
" ya sudah kalau begitu kalian tunggu saja tolong bantu doa ya " ucap dokter laras membawa masuk navisa .
angel dan semua temannya itu menunggu navisa yang sedang di tangani oleh dokter .
Setelah menunggu cukup lama doktet laras keluar , angel berdiri dan langsung menghampiri dokter laras .
" gimana keadaan dia dok ?" tanya angel .
" kamu tenang aja luka dia gak parah kok tapi untung saja membawanya tepat waktu jika tidak lukanya akan infeksi " jelas laras .
" syukurlah navisa gak kenapa-napa aku jadi lega " ucap aldi mengusap wajahnya pelan .
" ya sudah kalau begitu saya permisi dulu , navisa akan di bawa ke ruang rawat sebentar lagi kalian bisa tunggu di sana " ucap laras lalu ia pergi .
angel beserta teman-temannya menunggu navisa di ruang inap .
" kak maaf aku gak bisa nemenin navisa gapapa kan soalnya ibu dan ayah nyuruh aku pulang gak tau ada apa " ucap melisa .
" iya gak apa-apa kok lagian navisa udah gak apa-apa kan lagi pula disini ada aldi dan aldo yang nemenin kok " jawab angel .
" iya kamu gak perlu khawatir nanti kalau ada apa-apa aku kabarin kok , dan titip salam untuk ayah dan ibu dan bilangin sama nenek kita pulang agak sorean " sahut aldi .
__ADS_1
" kamu pulang sama indra kan ?" tanya angel .
" iya kak aku yang akan nganterin " sahut indra .
" bagus deh kalau begitu kalian hati-hati dan aku titip melisa awas kalau macam-macam" ancam angel .
" iya deh iya , duhh dua bodyguard aja udah bikin jantungan apalagi ini di tambah lagi " ujar indra .
" memangnya kenapa kalau banyak yang jagain kamu nyesel " ucap melisa memicingkan matanya .
" bukan gitu malsud aku sayang ya udah ayo pulang " ajak indra menggandeng tangan melisa .
" kak , bang kami duluan ya " pamit melisa .
Melisa dan indra pergi meninggalkan rumah sakit itu kini hanya mereka bertiga masih berada di rumah sakit tersebut menunggu navisa .
Angel duduk di antara kedua laki-laki kembar itu suasana hening tidak ada suara yang keluar dari mulut satu sama lain .
Aldi mengela napas kasar .
" kak maafin gue ya " aldi membuka percakapan di tengah keheningan itu .
" iya maaf tadi gue langsung marah-marah aja sama lo padahal ini bukan salah lo " ucap aldi jujur .
" oh soal itu aku gak apa-apa kok itu artinya lo khawatir kan sama navisa kalau misalnya aldo ada di posisi navisa juga pasti aku akan melakukan hal yang sama sepertimu " kata angel .
" tapi gue masih bingung deh kok itu si sani bisa bawa pisau sih ke kampus dan maksudnya apa gitu lho kok bisa mau nusuk lo , soalnya setau gue si sani itu suka sama melisa dulunya tapi selalu di tolak dan kami berdua selalu menjaga melisa harusnya kan dia bencinya sama kita " jelas aldi .
" dia bukan benci sama kalian kok ini memang ada masalah sama gue " ucap angel menerawang ke depan .
" maksudnya masalah kayak gimana ? " tanya aldo .
" kalian ingat gak wanita yang bersama papaku tempo hari waktu kita baru jadian ? " tanya angel .
Kedua laki-laki kembar itu mengangguk bersamaan .
" nahh itu adalah ibunya sani dulu kita pernah berteman baik waktu SMA bahkan kita hampir pacaran tapi gara-gara orangtua kita pacaran akhirnya kami bermusuhan dan saling menyalahkan " jelas angel .
__ADS_1
" maksudnya saling menyalahkan gimana ? " tanya aldo tak mengerti .
" iya jadi dia pikir papaku sengaja berpacaran dengan mamanya agar kita gak bersama aku juga berpikir seperti itu , aku berpikir ibunya dia itu wanita gatal yang selalu menggoda pria kaya " ucap angel .
" tapi memangnya sebenci itu ya sani sampai mau nusul kamu ?" tanya aldi .
" iya mungkin begitu , kalian tau kan papaku sampai tega menampar aku didepan umum bahkan dia gak pernah pulang setelah bersama wanita itu , nah sani juga sama dia sangat terlantar papanya meninggal dan ibunya seperti itu sebenarnya kita sama-sama anak yang tersakiti " kata angel .
"Oh jadi ini hanya kesalahpahaman , kalian bisa kan berbicara empat mata dan menjelaskan semuanya agar kalian bisa berteman seperti dulu " ucap aldo .
" aku juga maunya kayak gitu tapi otak sani sudah dipenuhi kebencian dan dendam setiap bertemu denganku dia seperti singa yang ingin menerkam mangsanya " ucap angel .
" masa sih , tapi aku liat kayak biasa aja " aldi menyatukan alisnya .
" seperti tidak terjadi apa-apa karena sekarang aku bersama kalian , tapi ketika gak sengaja berpapasan dia selalu menatap tajam penuh kebencian . Malahan waktu di ulang tahunku dia menabur obat perangsang di minumanku , untung saja ada salah satu pelayan yang melihatnya akhirnya minuman itu tumpah " jelas angel .
" wihhh , serem juga ya dia kalau udah dendam , dulu kami berteman baik sama dia gak tau kenapa sekarang malah serem kayak gitu " ucap aldi .
" kalian hati-hati aja sama dia aku punya rahasia dia dan itu aku yakin akan membuat kalian benci sama indra " ucap angel .
" maksdudnya ? Kenapa kita bisa benci indra " tanya aldi dan aldo .
" iya , tadi waktu kita berdebat gak sengaja ponsel dia jatuh untung saja gak pakai kunci jadi aku bisa dengan mudah membukanya " angel mengeluarkan ponsel milik sani dari tasnya .
"memamgnya apa sih isinya , jadi penasaran deh " ucao aldo .
" tapi kalian harus janji dulu jangan marahin melisa ataupun indra " pinta angel .
" IYA" sentak aldi dan aldo bersamaan .
Angel menyalakan ponsel sani lalu membuka video yang tadi direkam oleh pemilik ponsel itu .
Aldo dan aldi tercengang melihat video tersebut , aldo mengepalkan tangannya wajahnya memerah karena marah tapi angel menyadarinya ia menggenggam tangan aldo .
" aku bilang sabar jangan marah . Ini cuma kayak gini doang kok gak berlebihan dan kamu lihat sendiri apa melisa terlihat terpaksa ? Enggak kan , lagian anggap aja ini sebagai perpisahan indra kan akan pergi " ucap angel menenangkan kekasihnya itu .
Aldo mengusap wajahnya kasar .
__ADS_1
" iya kamu benar , kalau kamu gak ngasih tau mungkin aku sudah menghajar si indra , makasih ya sayang " ucap aldo menggenggam tangan angel
perbincangan harus terhenti karena seorang perawat keluar dari ruangan navisa .