Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 13


__ADS_3

"mel rencana kamu mau kuliah dimana ? "tanya navisa.


"iya dia nav ! Aku masih bingung dimana ya kampus yang bagus ? Kamu sendiri udah punya rencana belum ?" melisa berbalik tanya .


"aku sih ada rencana di fakultas MERDEKA ayahku sudah mengurusnya " ucap navisa.


"itu kan kampus dekat dengan rumah aku maksudnya sih gak dekat-dekat banget tapi itu juga bagus kok" sahut melisa.


"iya aku kita juga kan kuliah disana , mau nyari dimana lagi sih udah ada yang bagus dekat pula atau kalau mau yang lebih bagus kuliah di luar negri aja " indra ikut nimbrung.


"hehe gak deh kalau ke luar negri mh aku belum berani " jawab melisa .


"ya udah kamu daftar di sana aja kamu bilang aja sama ayahmu " kata navisa.


"eh nav, terus kamu pulangnya gimana kan jauh atau kamu beli rumah dekat kampus itu " tanya melisa.


"enak aja , kamu kira membeli rumah segampang membeli telur , aku ngekost aja nanti yang dekat-dekat disana " jawab navisa.


"ya kali kan orangtua kamu kaya kamu bisa saja kan membeli rumah dimanapun kamu mau "ucap melisa.


"tak semudah itu perguso , lagian aku ingin mandiri aku juga akan kerja sambil kuliah ".


"yang benar aja anak manja kaya kamu ini mana mungkin bisa mandiri , helooowww".


"jangan ngeledek gitu deh ya udah kalau kamu gak percaya ".


"iya deh iya aku percaya,walaupun agak mustahil sih hahahha".


"ini kita langsung pulang aja yuk lagian kita ada kerjaan sore ini " kini aldo bersuara.


"yahhhh, abang mah gak asyik masa pulang sih baru juga ketemu " melisa memajukan bibirnya.


"jangan di monyongin gitu deh bibirnya nanti abang cium nih " goda aldo , refleks melisa menutupi bibirnya dengan kedua tangannya.


"ihh abang sejak kapan mesum gini ,ihh serem tau " melisa bergidig ngeri.


"kenapa takut ya " aldo semakin menggoda .


"abannggg ihhh jijik tau " melisa berteriak.


"hahhaa ututututu lucu banget deh kamu gemesin " ucap aldo.


Melisa menjauh" udah deh jangan deket-deket takut aku ,abang nih ya diam-diam menghanyutkan ".


"beuhh kamu gak tau aja mel sekarang abang kita ini sudah jadi incaran para cewek cantik dan seksi " sahut aldi.


"beneraan" melisa melototkan matanya tak percaya.


"kalau gak percaya tanya aja sama indra ".

__ADS_1


"iya itu beneran cil , aku aja kalah ".


"namaku melisa ya kak , MELISA AGNISA PUTRI bukan ucil ihh masa panggil aku cil sih kesel banget".


"siapa juga yang manggil kamu ucil aku manggil kamu bocil hehehe ".


"ya ampun aku udah gede cantik seksi gini masa gak liat sih aku bukan bocil lagi hellowww tolong ya ".


"iya deh iya si paling cantik dan seksi".


"tau ahh kesel deh , yuk navisa kita duluan aja males banget barengan sama cowok-cowok kaya gitu ".


Melisa dan navisa pulang lebih dulu karena ketiga laki-laki itu harus membayar dulu makanan tadi.


Setelah selesai ketiganya menyusul dua perempuan itu.


"mel kamu mampir aja yu ke rumahku kan abang-abangmu mau pulang lebih dulu".


"gak usah deh nav , lagian aku juga mau pulang aja ini udah sore takut kemalaman nanti ketemu di sana aja ya kan katanya kamu mau ngekost di kota aku juga mau kuliah barengan kamu aja deh , lagian aku juga bingung mencari-cari tapi belum menemukan fakultas yang cocok semoga pilihan kamu juga cocok untukku ".


"ya udah deh kalau begitu ,bye ".


Melisa dan navisa berpisah karena rumah navisa tidak serarah dengan rumah neneknya melisa sebelum berpisah tak lupa mereka bertukar kontak.


"Assalamualaikum nek "


"maaf nek bukannya nolak tapi kita udah makan tadi dan kami akan langsung pulanh aja karena aku dan aldi ada kerjaan sore ini".


"oalahh begitu ya , sayang sekali padahal nenek udah masak".


"kalau begitu bungkus saja nek , kami kan anak kost , untuk 3 hari kedepan kita tidak perlu membeli makanan hehehe " sahut aldi cengengesan.


mata nenek berbinar karena bahagia setidaknya masakannya sangat di hargai oleh cucu-cucunya itu.


Aldo yang melihat nenek sebahagia sangat senang .


"kamu ada-ada aja deh rifaldi kan aku bisa traktir kamu tampan doang tapi kaya orang susah " indra menatap sinis pada aldi dan aldo.


"diam lo jangan mentang-mentang lo kaya lo bisa seenaknya bicara kaya gitu , ini bukan masalah uang tapi tentang menghargai lo liat tadi ketika kita menolak nenek sedih tapi ketika aldi memintanya untuk di bungkus nenek sangat bahagia jadi jaga ucapanmh , paham " aldo mencengkram kerah baju milik indra karena marah.


"i-iya maaf aku hanya becanda , udah dong jangan marah " indra terlihat ketakutan .


Aldo melepaskan cengkramannya .


"awas lo ya".


Untung melisa sedang tidak ada disana karena menemui kakeknya untuk berpamita pulang , jika saja melisa melihat kemarahan aldo pasti dia akan sangat ketakutan.


Aldo memang jarang sekali mengekuarkan suara dari mulutnya tapi ketika marah manusia seperti indra aja akan sangat ketakutan.

__ADS_1


Tak berapa kemudian nenek muncul dengan keresek di tangannya.


"ini pesenan kalian , nenek sengaja masak banyak ".


"iya nek makasih jadi ngerepotin deh padahal kita gak bawa apa-apa ".


"gak apa-apa kalian datang mengunjungi kami kesini aja kami sangat bahagia jangan lama-lama sibuknya ya anak-anak ganteng " nenek memeluk kedua cucunya itu.


"ihh aku gak di ajak , curang deh !" tiba-tiba melisa berada di belakang nenek.


"ululululu sini nenek peluk " nenek memeluk melisa dan mencium pucuk kepalanya beberapa kali.


"kamu juga sering-sering main kesini sepi deh gak ada kamu , sampaikan salam nenek pada ibumu ya , nenek kangen sekali".


"iya nek nanti aku sampaikan , ya udah nek - kek takut kemalaman di jalan aku pulang dulu ya".


"lho kamu naik motor sendiri mel ?" tanya aldo.


"lha iya emang baru sadar ya aku kan tadi pagi kesini memang sendirian " jawab melisa


"bahaya tahu ihhh kamu ceroboh banget deh " aldo mencubit gemas pipi melisa.


"tadi ibu menyuruhku pergi bersama mang deden tapi aku gak mau ".


"ya udah kamu ikut ke mobil aku aja deh , nanti takutnya kemalaman " ajak indra.


"trus motorku ?"


"biar aldi yang bawa !" ucap aldo tanpa dosa .


"lahh aku lagi " keluh aldi.


"kenapa ? Gak mau " aldo melototi aldi.


"iya deh iya tuan putri ikut mereka aja aku pake motormu " sahut aldi malas.


"gak ikhlas nih " aldo semakin melototkan matanya.


"iya iya ihh bawel banget jadi cowok ".


"gitu dong itu baru namanya rifaldi yang tampan " puji aldo .


"giliran ada maunya aja muji-muji " gerutu aldi.


"aku denger lho".


"iya iya cepetan majukan mobilnya aku mau mundur susah ".


Anak-anak akhirnya pulang kini tertinggal kakek dan nenek di rumah berdua kesepian pun datang .

__ADS_1


__ADS_2