Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 42


__ADS_3

" kamu jangan mikir kejauhan dong , orangtuaku gak seperti itu kan kamu pernah bertemu sama papaku " ucap indra menangkup kedua pipi melisa .


"itukan dulu kak kalau sekarang beda " ucap melisa memalingkan wajahnya .


" ya udah aku gak maksa kok , kapan kamu siapnya " bujuk indra .


" kakak gak marah " ucap melisa menatap indra .


Indra tersenyum " kenapa aku harus marah aku gak mau kamu tertekan gara-gara aku kalau kamu belum siap ya gapapa aku nunggu kamu siap aja " katanya .


" oke aku mau ketemu orangtuamu tapi gak sekarang ya , kalau besok gimana " ucap melisa .


" kamu serius " ucap indra senang .


" iya aku serius kalah sekarang aku belum siap soalnya aku kan harus ke salon dulu harus terlihat cantik di depan calon mertua hihihi " ucap melisa cengengesan .


" ya ampun sayang aku pikir kenapa ternyata cuma itu alasannya , kamu gak perlu nyalon juga udah cantik kok " puji indra .


" ihh ngeledek " melisa menjebik.


"aku serius lho " ucap indra .


......................


" ehh itu ibu kenapa ya senyum-senyum sendiri " tanya selvi pada seril .


" itu gak sendirian lho tapi sama hp " seril membenarkan .


" iya deh itu sama aja " ucap selvi .


" ya udah sana kerja lagi ngapain sih ngurusin orang lagian mau ibu senyum-senyum sendiri kek mau ibu salto kek itu bukan urusan kita , kamu harus ingat disini kita cuma karyawan ingat lho jangan ikut campur sama masalah pribadinya " ucap seril .


" iya bu ustadzah iya sekarang kamu pergi sana ke depan noh liat banyak yang beli malah nasehatin aku pula " balas selvi .


Seril masuk ke mejanya karena tugas dia melayani pelanggan sedangkan tugas selvi adalah kasir .


Ketika pelanggan sudah mulai sepi , selvi menghampiri seril yang ada di mejanya sedang asyik bermain dengan ponselnya .


" Dooorrrr " selvi mengagetkan seril .


" apaan sih gak jelas banget , aku gak kaget ya sorry " sahut seril santai .

__ADS_1


" ahh lo mah gak asik ser , ehh liat itu kayaknya mobilnya ayah non melisa deh " ucap selvi menunjuk ke sebuah mobil yang masuk ke parkiran toko itu .


" iya emangnya kenapa " tanya seril malas .


" ya gapapa sih cuma aneh aja biasanya kan beliau kesini kalau ada melisa tapi sekarang kan gak ada . Ahh jangan-jangan " selvi mengacungkan jari telunjuknya .


" ihh apaan sih ya mungkin dia kesini mau liat perkembangan toko ini kan ibu pernah bilang kalau semua ini modal dari pak yanto , gimana sih " ujar seril berlalu .


" ehh seril kamu mau kemana sih aku kan belum selesai bicara " selvi mengejar seril .


" bodo amat " seril terus berjalan karena memang ini waktunya istirahat seril akan mencari makan dan bersembunyi untuk menghindari temannya yang suka ghibah itu .


" ihh itu si seril kemana sih kok cepet banget larinya " gumam selvi celingukan mencari keberadaan temannya itu .


Tinn..tinn.


" astaga " selvi terperanjat karena bunyi klakson itu .


" selvi saya titip toko ya sebentar nanti melisa akan kesini soalnya mau pergi dulu sebentar, nih uang buat kalian beli makan " mira menyodoroan dua lembar uang berwarna merah pada selvi .


" iya bu tenang aja semuanya biar aku yang jaga " selvi menerima uang itu .


" bagus kalau begitu ya udah kalian hati-hati " mira kembali menutup kaca jendela mobilnya lalu dia berlalu bersama dengan mantan suaminya .


" alhamdulilah kenyang " ucap seseorang masuk ke dalam toko itu sambil mengelus perutnya karena kekenyangan .


" ehh kunyuk kamu darimana aja sih dari tadi di cariin juga , tadi ibu marah lho nyariin kamu " dusta selvi .


" hahhh , beneran !!" jawab seril mendekati selvi .


" iya lah masa aku boong katanya kamu kelayaban mulu jagain noh toko sebentar lagi waktu istirahat abis ini malah ngilang " selvi ingin mengerjai seril .


"yahh ibu marah berarti aku bakal di pecat ya " ucap seril sedih .


" nihh uang dari ibu " selvi memberikan satu lembar uang berwarna merah pada seril .


" ini uang apaan , masa uang pesangon segini sih , apa ibu bener-bener marah padaku " ucap seril salah paham .


" udah ambil aja gih lagian siapa suruh tadi ngilang jadi marah kan dia " selvi menahan tawa merasa lucu dengan tingkah temannya itu .


" haii semuanya " sapa seseorang membuat kedua anak manusia itu terkejut .

__ADS_1


" aduh non ngagetin aja " ucap selvi .


" ehh tunggu kenapa wajah kamu sedih mba ser , ada yang menyakitimu atau kamu batu di putusin pacar ya makanya sedih " ucap melisa .


" non jangan ngeledek deh , aku gak punya pacar aku sedih bukan karena itu tapi karena ibu marah dan ngasih pesangon segini " ucap seril menunduk dan airmatanya menetes .


Selvi merasa tidak enak karena udah mengerjai temannya itu kelewat batas .


" masa sih ibu semarah itu , emangnya ibu ngasih langsung sama kamu ?" tanya melisa .


" enggak , tapi ini di titip di selvi karena ibu langsung pergi " jawab seril menunjuk selvi . Yang di tunjuk menunduk malu sambil cengengesan .


" terus kamu percaya sama dia ?"tanya melisa lagi .


" iya , karena memang tadi saya pergi untuk cari makan karena lapar dan ketika kembali ibu sudah pergi " jawab seril .


" ya udah jangan di pikirin kalian lanjut kerja lagi saya mau ke ruangan ibu " perintah melisa .


"tapi non !" seril menahan tangan melisa .


" ibu gak mungkin pecat kamu lain kali kamu jangan gampang percaya sama orang walaupun itu temanmu sendiri " ucap melisa .


" maksudnya kamu bohong sel ?" tanya seril agak menyentak membuat lawan bicaranya itu terkejut .


" maaf ser , aku cuma becanda " ucap selvi .


" gak tau ahh , sebel aku sama kamu !" seril beranjak pergi ke tempat kerja nya sementara selvi masih berdiam terpaku di tempat .


" yahh ngambek deh !" gumam selvi .


"makanya mbak kalau ngerjai orang itu jangan keterlaluan kasian kan dia jadi sedih apalagi itu temanmu sendiri gimana kalau nanti dia ninggalin mbak memangnya mbak selvi gak sedih walaupun nanti mbak bakal punya teman baru tapi gak gampang menerima teman baru lho , jangan gitu lagi ya ." nasihat melisa .


" iya non makasih udah ngingetin kalau begitu saya samperin dia aja deh untuk minta maaf " sahut selvi beranjak .


" dasarr " guman melisa menggeleng-gelengkan kepalanya .


" bisa-bisanya kamu nasihatin orang tapi sendirinya juga suka jail " ucap indra yang dari tadi berada di samping melisa .


" ya orang memang begitu kan kak bisa mengkritik orang lain tanpa berkaca dulu " balas melisa .


" tapi yang kamu katakan sama mba tadi benar kok agar mereka selalu akur , aku salut sama kamu " puji indra .

__ADS_1


" ya udah kita masuk ke dalam yuk kamu boleh istirahat disana ada kasur kok " ajak melisa .


Kedua pasangan itu masuk ke ruangan milik mira .


__ADS_2