Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 24


__ADS_3

Mira bergegas untuk membuka pintu .


Ceklek ..


Di hadapan mira berdiri wanita paruh baya lengkap dengan seragamnya , mira berpikir kalau itu adalah calon pembantunya yang di ambil dari yayasan tadi siang.


" selamat sore bu ?" sapa orang itu .


" sore , maaf mau bertemu siapa ?" tanya mira basa-basi walaupun dia sudah tau tetapi mira harus berhati-hati juga.


" apa benar ini rumah ibu mira , saya dari yayasan yang tadi ibu datangi " ucap orang itu.


" ohh , sebentar ya saya nelpon dulu yang punya yayasannya " ucap mira .


"iya bu silakan " jawab wanita itu.


Mira masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil ponselnya tanpa mempersilakan masuk wanita tadi .


Setelah selesai mira kembali menemui wanita tadi .


" iya bener ibu yayasan udah ngomong , maaf ya saya meragukanmu heheh" ucap mira menggaruk ceruk lehernya yang tidak gatal itu.


" iya bu tidak apa-apa saya mengerti " ucap orang itu memaklumi.


" ya udah ayo masuk mau sampai kapan berdiri disitu " ajak mira.


Orang itu mengikuti langkah mira masuk ke dalam rumah lalu duduk di kursi karena mira yang menyuruhnya.


" perkenalkan saya mira dan ini putri saya satu-satunya , melisa " mira memperkenalkan diri .


" iya bu saya sudah tau , perkenalkan saya surti bu " jawab wanita itu.


" bi surti boleh mulai kerja besok aja ya mungkin sore ini bibi istirahat aja , bibi tidak usah sungkan anggap aja rumah sendiri kita gak akan ngebeda-bedakan kok " ucap mira.


" iya bu terima kasih sebelumnya " ucap bi surti sangat sopan.


" ya udah mari saya antar ke kamar bibi " ajak mira.


Mira mengantarkan bi surti ke kamarnya sementara melisa membereskan sisa minum dan camilan tadi lalu dia bergegas masuk ke dalam kamarnya.


Cetek..


Melisa mengunci pintu kamarnya itu karena setelah membersihkan badannya melisa hanya ingin beristirahat saja , karena besok hari pertama dia masuk kuliah .

__ADS_1


selesai membersihkan badannya kemudian melisa merebahkan badannya perlahan matanya terpejam padahal belum terlalu malam tapi karena melisa kecapean seharian bantu beres-beres di rumah baru navisa .


Di tempat lain , lebih tepatnya di toko baru milik aldi dan aldo yang ada di jakarta.


" do , makan dulu yuk , gak lapar apa dari tadi ngurusin kerjaan !" ajak aldi.


" iya nih , saking sibuknya kita gak sempat ngisi perut hehe , sampai lupa juga gak ngabari melisa sepi kalau gak ada dia " ucap aldo.


" emang iya sih , sepi banget , tapi kamu juga harus sadar mungkin tadi si indra udah nembak dia kan lo tau sendiri indra itu sangat menyukai melisa sedari mereka masih pada kecil " ujar aldi.


" iya sih , semoga aja indra bisa menjaga melisa seperti kita menjaganya " aldo menatap lurus.


" gak mungkin kan indra ngecewain kita , kalau dia berani macam-macam sama wanitaku , gue yang akan maju lebih dulu " ucap aldi dengan tatapan tajamnya .


Aldi memang pecicilan seperti tidak serius tetapi jika sedang mode serius akan lebih menakutkan walaupun aldo lebih seram sih , aldo dan aldi sangat menyayangi melisa seperti adik kandungnya itu yang membuat aldo selalu posesif pada melisa , mungkin sebagian orang akan menganggap kalau aldo mencintai melisa karena sikap posesifnya seperti pada pacarnya sedangkan pada wanita yang mendekatinya aldo selalu bersikap dingin.


Beberapa saat kemudian makanan yang aldi pesan melalui online telah tiba .


Kedua anak kembar itu makan dengan lahap karena memang dari tadi belum sempat mengisi perut nya.


Tap..


Uhukkk..uhuukkk..


" aduh aduhh maaf , kaget ya sampai tersedak gitu ," ucap orang itu.


" lho om , kok ada disini ?" tanya aldi karena yang datang tak lain adalah yanto.


" iya om gak sengaja aja lewat , kalian buka toko disini juga ?" yanto bertanya balik.


" iya om alhamdulilah kami bisa buka cabang disini " sahut aldo.


" hebat kalian benar-benar hebat padahal usia kalian masih sangat muda tapi kalian sudah jadi pebisnis yang handal , om bangga sama kalian berdua " puji yanto.


" ah om bisa aja , kan ini juga berkat om , om selalu ngajari kita bagaimana menjadi pebisnis yang sukses " ucap aldo.


" ya udah kalian lanjutkan saja makan om tunggu ada yang harus om bicarakan pada kalian " pinta yanto.


" apa ini tentang kerjaan om ?" aldo bertanya.


" ahh bukan , kita ngobrol santai saja kebetulan kan toko kalian udah mau tutup jadi kalau gak keberatan om minta waktu kalian sebentar " ucap yanto.


"baiklah om " sahut adli dan aldo.

__ADS_1


Keduanya makan dengan sangat lahap tanpa malu di lihatin oleh yanto , setelah lima belas menit menunggu keduanya selesai makan dan bergegas membereskannya.


" iya om , ada apa ?" tanya aldo setelah semuanya selesai.


" jadi gini , om udah beli mobil untuk melisa tapi dia tidak suka katanya itu terlalu mewah , rencananya besok om akan membelinya lagi tapi dengan mengajak melisa tapi masalahnya besok om harus kembali lagi ke surabaya katanya ada masalah kecil disana " cerita yanto.


"memangnya mobil seperti apa yang om belikan untuk melisa ?" tanya aldo .


yanto meronggoh kantong celananya untuk mengambil ponsel lalu memperlihatkan gambaran mobil yang ia belikan untuk putrinya itu."yang kayak gini " sahutnya.


Aldi dan aldo ternganga melihat penampakannya saja mereka sudah kaget bagaimana dengan melisa yang sudah melihat langsung.


" apa melisa sudah melihatnya "tanya aldi.


"sudah ada di rumahnya sekarang " ucap yanto tanpa dosa.


Aldi semakin membulatkan matanya.


" kita aja shock apalagi melisa om , ya ampun ini keren banget " ucap aldi antusias.


"emang kenapa sih , memangnya melisa menyukai yang kayak gimana kalian aja suka kan , kalau suka kalian boleh pakai deh " ucap yanto.


"beneran om " tanyanya lagi.


Yanto mengangguk .


" melisa itu sukanya yang sederhana saja om gak suka neko-neko sih dia sangat sederhana " sahut aldo.


" menurutmu dia suka yang kayak gimana , om so tau banget sih gak nanya dulu hehe " yanto menyalahkan dirinya sendiri.


" yang seperti ini om !" aldo menunjukan gambar di ponselnya pada yanto ." dia pengen banget yang model kayak gini " lanjutnya.


"wahh kamu tau segalanya tentang melisa ya " kata yanto.


"iya dong om kan kita pernah hidup bersama jadi kita tau " jawab aldo.


"ya udah besok kalian aja beli untuk melisa , om harus segera berangkat nanti subuh , pakai ini saja " yanto memberikan black card kepada kedua keponakannya itu.


" baiklah om , kami akan lakukan yang terbaik untuk adik kita " ucap aldo.


" ya sudah om harus kembali ke hotel sebelumnya mungkin om akan pamit dulu sama tante mira dan melisa , kalian mau pulang sekarang barengan aja " ajak yanto.


"tidak usah om , kami bawa mobil kok , lagian om buru-buru kami masih ada pekerjaan " ucap aldi.

__ADS_1


" ya sudah kalian hati-hati " ucap yanto beranjak.


__ADS_2