
Angel pulang di antarkan oleh aldo , sementara melisa dan navisa di antar oleh aldi karena aldo tidak mengizinkan indra mengantarkan melisa karena memang sudah malam dan indra tidak mempermasalahkan hal itu.
" oh iya bang , besok aku bawa mobil sendiri aja deh gak usah di jemput sama kak indra , aku biar bareng navisa aja " ucap melisa pada aldi.
" ciee yang mau pakai mobil baru " ledek aldi.
" ihh lo kok gitu sih , ya terserah gue lah mau pakai mobil baru kek mau pakai mobil lama itu bukan urusan lo " ucap melisa dengan nada jutek.
" gitu aja kok marah sih , iya maaf gue cuma canda doang jangan di masukin hati kayak yang gak tau gue aja " ujar aldi .
" terserah lo aja deh gue males debat " tutup melisa.
" udah dong kalian ini ya kalau udah ketemu kayak tom and gerry aja pusing nih pala gue " ujar navisa .
"dia duluan yang , aku mh gimana dibawa nya aja kalau dia gak ngajak debat aku gak mungkin balas " adu aldi pada pacarnya yang baru jadian tadi pagi itu .
"hilihhh mentang-mentang udah punya ayang ya sekarang bisa ngadu" melisa memutar bola matanya malas.
" bilang aja iri karna gak punya yang kan ," balas aldi .
" sorry ya gue punya ayang nya aja dua bang aldo dan kak indra hahah tau sendiri kan bang aldo posesif banget sama gue kayak lagi jagain pacarnya , lah lo cuma punya satu doang , cemennn " ucap melisa tidak mau kalah.
" gak akan lagi , sekarang aldo udah punya ayang yang lebih cantik dan bohai dia bakal lupa sama kamu ," ucap aldi.
" awas aja kalau itu sampai terjadi " melisa geram.
"stoppppp, kalian bisa diem gak sih , kalau gak turunin gue disini " navisa terlihat marah.
"iya -iya ini udah diem , serem juga kamu kalau marah yang , lo sih ngajakin gue debat mulu ayang gue marah kan " aldi menyalahkan melisa.
" serah lo " kata melisa.
Navisa memicingkan matanya pada aldi.
"iya yang , ini udah diem kok kenapa nyalahin aku aja sih , melisa yang salah kok " sahut aldi .
" kamu ini yang lebih tua , harusnya kamu ngalah dong masa laki-laki debat mulu heran deh udah gitu gak mau kalah pula " cerocos navisa.
Aldi tidak menjawab.
Beberapa lama kemudian mobil tersebut berbelok ke kawasan perumahan milik navisa , rumah navisa berada di paling ujung dan yang paling besar di antara rumah yang lainnya.
Cekitt..
Mobil tersebut tiba di depan rumah navisa .
__ADS_1
" mel aku duluan ya , sampai ketemu besok " navisa berpamitan pada sahabatnya itu.
" gak ngajak dulu mampir nih " ledek melisa.
" ya udah yok kalau mau mampir dulu mah " ajak navisa.
" gak lah lagian udah malam juga ibu pasti sudah nungguin " sahut melisa .
" eh nav , kamu di rumah sebesar ini hanya tinggal sendirian emangnya ?" tanya melisa.
"ya gak lah , aku tinggal sama mbak dan dua tukang kebun mereka tidur disini nemenin aku " jawab navisa.
"ohh aku kira hanya sendirian aja hehe , ya udah aku duluan ya " melisa menutup pintu mobilnya .
Aldi melajukan mobilnya menuju ke rumah melisa .
tak butuh waktu lama melisa tiba di rumahnya.
" bang gak masuk dulu " ucap melisa setelah turun dari mobil aldi.
" gak usah deh mel , kayaknya aldo sudah nungguin deh , titip salam aja pada tante mira " aldi menolak .
" oke baiklah , dah abang " melisa melambaikan tangannya pada aldi sambil tersenyum.
Aldi membalasnya walau sering kali berdebat tetapi mereka sangat manis .
" eh non melisa udah pulang ?" sapa bi surti ketika berpapasan dengan melisa .
" iya bi aku baru pulang , ibu pasti udah tidur ya ?" tanya melisa .
" iya non sepertinya ibu kecapean deh tadi ketika pulang langsung makan masuk kamar dan sampai sekarang belum keluar lagi " ucap bi surti.
" oh baiklah bi , aku ke kamar dulu ya " pamit melisa .
" mau makan malam gak non , biar bibi siapin " ucap bi surti.
" kayaknya gak usah deh bi , aku udah makan tadi sama teman-teman " melisa menolak secara halus .
" baik kalau begitu bibi kembali ke belakang " kata bi surti.
" bibi istirahat aja , ini udah malem " perintah melisa.
Bibi mengangguk seraya tersenyum lalu pergi ke belakang . Sementara melisa masuk ke dalam kamarnya.
Melisa menghembuskan napasnya kasar lalu merebahkan tubuhnya di sofa yang ada di kamarnya tersebut.
__ADS_1
" hari ini sangat melelahkan sekali " gumam melisa seorang diri.
Ting..
Ketika sedang melamun ponsel melisa berbunyi tanda ada pesan masuk , lalu melisa membukanya .
" selamat malam adik manis " itulah kata-kata yang ada di dalam pesan tersebut.
" siapa ya ?" gumam melisa tanpa membalasnya , melisa hanya membaca saja dan menyimpan kembali ponselnya di atas nakas.
" balas dong adik manis masih ingat aku gak ?" kata orang itu lagi.
" siapa sih gak jelas banget deh " marah melisa lalu membalas pesan itu.
Melisa :maaf dengan siapa ya ?
08xxxxx: masa kamu lupa sih ?
karena penasaran melisa melakukan panggilan video dengan orang misterius tersebut , tak lama kemudian panggilan langsung terhubung .
Melisa mengernyitkan keningnya ketika melihat orang yang ada di layar itu karena bagi melisa orang itu sepertinya tidak asing .
" kayaknya aku pernah ketemu sama kakak ini tapi siapa ya aku lupa "ucap melisa.
"ayo tebak siapa masa lupa , aku teman SMP " jawab orang itu lagi .
Melisa terlihat seperti sedang mikir " SMP " gumamnya .
" ahh iya kak sani , iya aku ingat ini kak sani ya ampun kok kakak bisa tau kontakku sih " kata melisa.
"*navisa memberikan kontakmu padaku kita kan satu jurusan " balas sani.
" oh gitu ya* " sahut melisa .
" kamu sedang sibuk gak , kita ketemuan yuk " ajak sani .
" maaf kak sekarang gak bisa karna udah malam , gimana kalau besok aja kita ketemuan di kampus " ucap melisa.
"tapi pasti ada bodyguard kamu kan " kata sani lagi .
"oh maksudnya si kembar ? Iya mereka selalu bersamaku tapi tenang aja mereka pasti gak apa-apa kok kalau kita ketemu " ujar melisa .
" ya udah kalau begitu sampai ketemu besok adik manis " sani melambaikan tangannya pada layar ponsel yang di balas oleh melisa .
Melisa menutup ponselnya dan mengisi daya ponselnya sementara melisa pergi ke kamar mandinya untuk membersihkan badannya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama kemudian melisa keluar dari kamar mandinya sudah lengkap dengan pakaian tidurnya dengan rambut yang masih di gulung handuk ke atas .
Melisa mengeringkan rambutnya menggunakan pengering rambut setelah itu melisa merebahkan badannya di kasur berukuran besar miliknya itu , lalu perlahan matanya terpejam .