
Hari mulai gelap tapi tidak ada tanda-tanda indra menghubunginya . Melisa merasa sangat gelisah .
" kakak kemana sih bikin aku khawatir aja deh " gumam melisa yang sedari tadi mondar-mandir tidak jelas di dalam kamarnya .
melisa berusaha beberapa kali lagi siapa tau sekarang indra menerima panggilan darinya .
Tuutt...tuttt..
Panggilan terhubung tetapi tidak kunjung di angkat oleh indra .
" baiklah lah kak , aku tau aku salah tapi aku mohon jangan diemin aku kaya gini hiks hiks hiks " gumam melisa menangis .
Tokk ...tokk..tokk..
Tiba-tiba pintu kamar melisa ada yang mengetuk .
" masuk " ucal melisa lemas .
ceklek ..
Orang itu membuka pintu tapi melisa tidak menatap , ia hanya fokus pada pandangan lurusnya dengan posisi memeluk lututnya sendiri .
Tap..tap..
Orang itu melangkahkan kakinya menghampiri melisa tapi yang di hampiri tidak mengubrisnya .
" usap air matamu , kamu gak cocok jadi lemah gitu ,ayo lah bangun " ucap seorang pria .
Melisa memutar kepalanya karena dia mengenali suara tersebut , setelah sadar yang di hadapannya itu adalah orang yang ia rindui seharian ini , melisa segera berdiri dan memeluk orang itu .
" kakakkk , dari mana aja kenapa kakak diemin aku hiks hiks hiks " melisa menangis di pelukan indra .
" maafkan aku bocil kesayanganku tadi aku hanya perlu sendiri karena aku sedang cemburu " ucap indra jujur .
Melisa melepaskan pelukannya .
"maafkan aku kak , aku janji gak akan kayak gitu lagi " ucap melisa menunduk .
Indra menarik bahu melisa .
"kamu gak salah kok jadi gak perlu minta maaf , aku aja yang terlalu cemburuan padahal kan aku baru jadi pacar bukan suami gak seharusnya aku mengekangmu " ucap indra .
Ssssttt ..
Melisa menyimpan jari telunjuk di depan bibir indra .
" aku seneng kakak cemburu padaku itu artinya kakak memang sayang sama aku kan " ujar melisa .
" jangan di tanya kalau soal itu , aku sangat sangat sangat menyayangimu kamu gak perlu meragukannku " ucap indra .
Melisa mendekatkan wajahnya dengan wajah indra lalu dia memiringkan wajahnya , indra memejamkan matanya lalu mencium bibir melisa tidak sebentar dan juga tidak lama .
" i love you " ucap indra setelah melepaskan ciuamnya .
__ADS_1
" i love you more " balas melisa dengan mata yang sayu .
" oh iya kakak kesini sama bang aldo , dimana dia ? Apa dia ada di bawah " tanya melisa .
" mereka sedang sibuk di kantornya dan mereka juga yang menyuruhku datang kesini awalnya aku merasa gak enak kalau aku hanya sendiri kesini tapi katanya ini masalah kita jadi kita yang harus menyelesaikannya mereka gak ikut campur " ucap indra jujur
" itu artinya abang udah percaya penuh pada kakak biasanya jika ada yang mendekati mereka akan sangat posesif " ucap melisa .
" semoga aja begitu " sahut indra .
" yaudah yu kita ke bawah , tante dan bibi sudah menunggumu " ajak indra .
" kakak duluan aja , aku mau bersih-bersih dulu " ucap melisa .
Indra keluar dari kamar melisa sedangkan melisa masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badannya .
Indra duduk di sofa tamu seorang diri karena mira sedang berada di dalam kamarnya .
Ceklek..
Beberapa menit kemudian melisa keluar dari kamarnya .
Indra langsung berdiri dan tersenyum pada melisa .
" cantik " ucap indra .
Melisa tersipu mendengar kekasihnya itu memuji dirinya .
" boleh memangnya tuan putri mau kemana ? " tanya indra .
"ekheemmm " mira berdehem .
" duhh yang lagi jatuh cinta serasa dunia ini milik berdua kali ya , uhh nikmatnya " sindir mira .
" ehh tante hehe maaf kirain gak ada orang tadi " ucap indra merasa tidak enak .
" udah gak apa-apa kalian lanjut aja , ibu mau keluar dulu , kalian hati-hati ya " ujar mira .
" malam-malam gini memangnya ibu mau kemana ? " tanya melisa .
" kepo deh ," sahut mira .
Melisa mendengus kesal .
" ya udah ibu pergi dulu ya , bye " pamit mira .
Mira pergi meninggalkan rumah sedangkan melisa dan indra masih diam di tempat .
"non" bi surti menepuk bahu melisa sampah yang empunya terperanjat karena kaget .
" astaga bibi ngagetin aja deh " ucap melisa .
" hehe maaf non bibi kira non tidak akan sekaget itu " sahut bi surti .
__ADS_1
" bi ! Bibi tau gak ibu mau pergi kemana ? " tanya melisa .
" sayang , kok kamu kepo sih kalau mau keluar juga ya udah ayo aku mau kok antar kamu " sahut indra .
" hahhh !! Sayang ? Ini pacarnya non melisa ?" tanya bi surti mulutnya sedikit terbuka .
" gak usah lebay deh bi , memangnya kenapa kalau aku punya pacar !" skak melisa .
"y-ya gak apa-apa non cuma nanya aja kok , pacarnya ganteng hehe " ucap bi surti gugup .
" awas bi surti naksir lho nanti sama pacarku " ujar melisa bergelayut manja di lengan kekar milik indra .
Semenjak kejadian tadi , melisa jadi semakin lengket seakan-akan takut jika indra akan cuek lagi padanya .
" tumben manis banget , hemm !! Pasti ada mau nya ya " ucap indra mencolek bibir melisa yang sekarang menjadi candunya .
" aduh mending bibi ke belakang aja deh , daripada harus jadi obat nyamuk disini " bi surti langsung ngibrit berlari ke belakang .
"hahahha " melisa dan indra menertawakan bi surti .
" ya udah , kamu dandan yang cantik , aku akan membawamu ke suatu tempat " ucap indra .
"oke , tunggu ya " sahut melisa .
Indra mengangguk tanda mengiyakan , sementara melisa pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya .
Beberapa lama kemudian melisa keluar dari kamarnya dengan menggunakan gaun yang memperlihatkan lekuk tubuhnya .
Melisa memiliki tubuh ideal dengan dada yang tidak besar dan tidak kecil dan bokong yang seksi .
Saat ini melisa memakai gaun di atas lutut dengan bagian atasnya tanpa lengan dan bagian dadanya sangat rendah membuat dua buah kenyal itu sedikit menonjol sehingga indra yang melihatnya membuat gairahnya cepat naik .
" sayang kamu mencoba menggodaku ya " bisik indra .
"memangnya kenapa ? Ada yang salah dengan pakaianku ?" tanya melisa memutar badannya di depan cermin .
" ya udah ayo kita jalan " indra menarik tangan melisa .
Mobil yang di kendarai indra pergi meninggalkan pekarangan rumah melisa tidak lupa bi surti selalu siap siaga untuk membuka dan menutup pagar rumah majikannya itu.
" huuhhh sendiri lagi deh " bi surti menghela nafas secara kasar .
" mending aku tidur deh gak tau kapan pulangnya mereka- mereka itu , tapi gak apa-apa deh aku gak mau ikut campur yang penting kan uang ngalir hehe " bi surti masuk ke dalam rumah dan menguncinya dari dalam .
Di perjalanan. Indra terus saja menatap setiap inci wajah melisa tetapi melisa tidak menyadarinya dia malah sibuk dengan ponselnya .
Tap ..
Indra menjatuhkan tangannya di paha mulus milik melisa .
Serrr...
Darah melisa berdesir sangat deras tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang .
__ADS_1