Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 32


__ADS_3

" ada apa kak ?" melisa menimpa tangan indra yang berada di atas pahanya .


" astagfirulah , maafkan aku sayang , aku hampir saja khilaf " indra mengusap kasar wajahnya .


" maafkan aku kak , karena aku memakai pakaian seperti ini , kita balik aja yuk , aku udah nggak mood " ucap melisa .


" lho , kenapa ? Kamu marah ? " tanya indra heran.


" e-ehh nggak kok aku gak marah lagian ini udah malem gak enak di lihat orang kalau aku makai baju kayak gini nanti aku dikira simpanan om-om hehe" ucap melisa melirik ke arah indra .


" maksudmu ! Aku ini om-om " ucap indra mencubit pipi milik melisa


"bukan aku yang bilang lho " balas melisa .


" awas kamu ya " ucap indra .


Tak berapa lama kemudian mobil milik indra tiba di depan rumah melisa .


" sayang maaf ya aku gak mampir soalnya udah malem " ucap indra mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil .


" iya kak , gak apa-apa kok , lagian aku juga capek " ucap melisa .


" ya sudah kalau begitu aku pulang ya , bye kamu hati-hati di rumah " pamit indra


Melisa menganggukan kepalanya , setelah mobil kekasihnya itu hilang dari pandangan barulah melisa masuk ke dalam rumahnya .


Untung saja melisa memiliki kunci rumah itu sehingga dia tidak perlu mengganggu bi surti .


Melisa masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan badannya di kasur berukuran besar tersebut tanpa mengganti pakaiannya padahal pakaian itu sangat tidak nyaman di tubuh melisa karena terlalu ketat .


Kringg ...kringg...


Ketika hendak memejamkan matanya ponsel melisa berbunyi tanda pesan masuk , melisa menekan tombol warna hijau.


" hemmm ,, iya hallo " sapa melisa dengan mata yang terpejam .


" hari ini kamu sibuk apa selama abang gak di sampingmu " kata orang itu .


Mata melisa langsung terbuka lebar dan melihat layar ponselnya siapa yang sedang berbicara dengannya saat ini .


" lho abang " kata melisa tersentak .


"lha emang kamu pikir siapa yang berani menghubungimu malam-malam gini selain aku ? " tanya aldo .


" ya gak juga sih lagian abang ngapain sih nelpon segala kenapa gak kerumah aja langsung ".


" hehh bocil bukain pintu kita sudah di depan dodol " sahut aldi yang memang berada di sebelah aldo saat ini .

__ADS_1


" oh ok , sorry sorry ya udah aku keluar sekarang tunggu ".


tutt..tutt


Melisa memutuskan panggilan tersebut secara sepihak dan segera keluar untuk membuka pintu utama .


Ceklek..


di hadapan melisa berdiri pria gagah dan tampan yang selalu menjaganya .


Grebb..


Melisa langsung memeluk tubuh kekar kedua lelaki itu .


"kalian kemana aja ? Kenapa hari ini gak ada yang perhatiin aku , sebel deh " melisa bersidekap dada marah .


" uhhh adik abang ini marah ternyata sama kita , ya udah deh kita balik yo di" aldo hendak membalikan tubuhnya .


"e-ehh jangan dong , masa baru sampai udah mau pulang lagi deh kalaj gitu ngapain kesini " melisa memanyunkan bibirnya .


" jangan kayak gitu bibirnya nanti abang gigit " bisik aldo , reflek melisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya .


" abang mesuuummm " melisa berlari ke dalam rumah yang di ikuti oleh kedua sepupunya .


Aldi dan aldo memiliki kamar di rumah itu karena atas permintaan yanto dan mira tidak keberatan akan hal itu , toh mereka juga selalu menjaga anaknya dengan sangat baik .


" kalian mau makan dulu , biar aku siapain " ucap melisa .


Melisa mengangguk faham .


" ya sudah kalau begitu kalian bersih-bersih dulu , aku tunggu di meja makan " tutur melisa .


Melisa pergi meninggalkan dua sepupunya itu sementara aldi dan aldo masuk ke dalam kamar mandi secara bergantian untuk membersihkan tubuhnya .


Tak berapa lama kemudian kedua laki-laki tampan itu keluar dari kamarnya dan menghampiri melisa yang memang sudah menunggunya sejak tadi .


Ketiganya hanya makan malam saja tidak ada perbincangan di antara mereka apalagi berdebat setelah selesai makan melisa pergi untuk membereskan bekas makannya dan kedua sepupunya , sementara aldo dan aldi masuk ke dalam kamarnya karena memang hari ini sangat melelahkan baginya karena pekerjaannya di toko serta di kantor kecil miliknya itu sedang padat .


" kira-kira aku bisa membagi waktuku gak ya antara kerja , angel dan melisa " gumam aldo menatap langit-langit kamarnya yang masih terdengar oleh aldi .


" kita kasih paham aja sama mereka mungkin mereka akan mengerti " usul aldi .


"tumben lo benar " aldo mengubah posisinya dari terlentang menjadi sedikit duduk dan bersandar pada bantal .


" yeee , lo mah taunya yang buruk-buruk aja gak pernah liat yang bagus-bagusnya " protes aldi .


"ya udah besok kita harus berbicara 10 mata " ucap aldo tanpa dosa .

__ADS_1


Aldi memutar bola matanya malas , apa maksudnya sepuluh mata rame-rame dong pikir aldi .


"Terserah lo aja deh , gimana konsepnya sepuluh mata dimana-mana itu empat mata " ucap aldi .


" lah , ini kan kita berbicaranya lima orang jadi sepuluh mata dong " aldo tetap pada pendiriannya .


" itu namanya kumpul-kumpul , ya udah deh sekarang lebih baik tidur besok jangan sampaj kesiangan malu kalau sampai tante yang bangunin kita " ucap aldi .


Kringg..kringg..


ketika hendak menutup matanya ponsel aldo berdering tanda panggilan masuk dengan cepat aldo mengambil ponselnya melihat siapa yang menelponnya malam-malam seperti ini .


Tertera nama melisa di layar ponselnya .


" ada apa lagi nih anak " gumam aldo .


" siapa ?" tanya aldi .


"melisa " jawab aldo .


Aldo menekan tombol warna hijau .


" ya ada apa " ucap aldo pada orang yang ada di seberang sana .


" bang udah tidur belum ? Gue gak bisa tidur nih , boleh kan gue kesana " kata melisa .


" ya udah kesini aja tapi ganti baju dulu kamu memang niat menggoda ya pake baju gituan seksi banget lo inget ya kita ini laki-laki normal dan lo juga harus ingat kita tidak memiliki darah yang sama jadi kalau gue tergoda jangan salahkan gue " ucap aldo kini dalam mode serius .


" yee siapa yang menggoda kalian sih , tadi gue abis jalan sama kak indra tapi gak jadi kak indra gak suka aku pakai yang kayak gini " adu melisa .


" what..jangan bilang kamu memakai pakaian mini itu di hadapan indra " ucap aldi .


" memang seperti itu " ucap melisa tanpa berdosa .


" kesini sekarang juga dan ganti pakaianmu ".


Tutt..tutt...tuttt


aldo mematikan panggilan itu secara sepihak.


Tokk..tokk..tokk...


Tak butuh waktu lama melisa muncul dengan pakaian tertutupnya .


" masuk " ajak aldo .


Cetek.

__ADS_1


Aldo mengunci pintu kamarnya .


"kok di kunci sih "melisa protes .


__ADS_2