Gadis Desa Yang Ternoda

Gadis Desa Yang Ternoda
BAB 39


__ADS_3

" iya sayang aku akan pindah ke luar negri , maafkan aku kita harus berpisah sementara " ucap indra menatap dalam mata melisa .


Tak sengaja air mata melisa terjatuh .


"kamu jahat kak , aku kecewa " ucap melisa pelan .


" aku juga sebenarnya tidak ingin ini terjadi tapi kalau kamu ingin ikut juga gak apa-apa tapi kita menikah dulu " ucap indra .


Melisa menggeleng , "aku gak mau nikah muda kak , masih banyak mimpiku yang belum tercapai aku masih pengen hidup bebas " ujar melisa .


" aku bisa wujudkan semua mimpiku dan kamu akan hidup bebas bersamaku kita akan merintis karir dari nol bersama-sama " kata indra .


" aku tetap gak mau ya udah kalau mau pergi silakan pergi saja jangan pikirkan aku " ucap melisa beranjak pergi .


" sayang tunggu , aku belum selesai bicara , kita akan bertunangan agar kamu bisa menungguku sampai pulang nanti "teriak indra mengejar melisa .


Melisa menghentikan langkahnya lalu memutar tubuhnya menunggu indra yang masih mengejar melisa


" apa kakak yakin , kakak bisa menjaga hati kakak untukku apalagi di luar negri itu pergaulannya juga bebas kakak yakin bisa menjaga itu semua " ucap melisa menatap dalam-dalam mata indra .


" sayang gak semua laki-laki akan tergoda , itu sih gimana kitanya aja , mel dengerin aku , kaj aku sudah katakan padamu bahwa aku menyukai kamu sejak pertama kali ketemu dan ketika aku sudah mendapatkanmu gak mungkin aku sia-siakan , aku janji setelah studyku selesai disana aku akan langsung melamarmu " kata indra bersungguh-sungguh .


" kakak janji ya sama aku , aku sangat mencintaimu aku gak mau kehilangan kakak " balas melisa .


" aku janji pokoknya kalau aku mengingkari janjiku ini kamu bisa hukum aku sepuasmu " ucap indra mencium pucuk kepala melisa .


Melisa memeluk tubuh kekar indra rasanya tidak mampu jika harus berpisah dengan kekasihnya itu .


" kamu punya dua saudara yang selalu menjagamu jadi aku tidak perlu khawatir " ucap indra lagi .


" mereka sekarang memiliki pasangan aku tidak mau mengganggunya lagian sejak aku SMA dan berpisah sama mereka aku selalu sendiri kan , jadi kakak gak usah cemas aku bisa cari teman yang lain " ucap melisa .


Sebenarnya melisa sudah malas bertemu dengan aldo , sejak aldo berlaku kurang ajar padanya dia jadi trauma sendiri .


" tapi kamu hati-hati orang jaman sekarang lebih serem dari hantu pokoknya kamu harus hati-hati aja jangan terlalu dekat " ucap indra menasihati .


" siap bos " melisa memberi hormat.


" ya udah kita balik lagi kesana yuk ! Kasian makanannya kalau di biarkan gitu aja " ajak indra .

__ADS_1


" ya udah yuk , maafkan aku ya kak tadi aku hanya shock aja makanya kabur begitu saja " ucap melisa menggandeng tangan indra .


"gak apa-apa kok tenang aja aku ngerti " balas indra mengusap lembut kepala melisa .


Hanya beberapa langkah saja indra dan melisa sekarang tiba dibtempat tadi , keduanya makan bersama saling suap menyuapi sangat romantis membuat semua iri ketika melihat pemandangan itu .


Setelah selesai makan malamnya melisa dan indra pergi pulang karena memang sudah sangat larut , indra laki-laki yang disiplin dan selalu tepat waktu karena tidak mau menghancurkan kepercayaan ibunya melisa terhadapnya .


Mereka benar-benar pulang , tidak mampir kemana-mana . Setelah beberapa lama kemudian melisa dan indra tiba di rumahnya . Mereka tidak langsung masukbke dalam rumah .


" kamu jaga diri kamu selama aku gak ada dan jangan nakal apalagi kalau aku sampai mendengar kamu dekat lagi sama sani , sumpah aku akan kecewa " ucap indra memainkan rambut melisa .


" iya aku janji tapi kakak juga harus ingat sama janji kakak " ucap melisa .


Indra mengangguk seraya tersenyum pada melisa .


Cup..


Indra mencium kening melisa dan dia membalasnya dengan mencium bibir indra singkat .


" ya udah yuk masuk dulu " ajak melisa .


" silakan tuan putri " ucap indra .


Melisa tersenyum .


" jangan terlalu manis deh kak kalau ujungnya aku akan di tinggal juga " ujar melisa .


" hehe iya maaf masih di bahas aja " indra menggaruk kepalanya yang tidak gatal .


Keduanya masuk ke dalam rumah yang di bukakan pintunya oleh bi surti dan ternyaya mira juga belum tidur .


" selamat malam tante " sapa indra mencium tangan sari .


" eh udah pulang aja padahal baru jam segini lho " ucap mira basa basi padahal dari tadi dirinya sangat gelisah karena ini kali pertamanya melisa pergi malam bersama laki-laki selain keponakannya itu .


" iya tante soalnya takut kemalaman gak baik kan anak perempuan pulang terlalu malam " ucap indra .


" hehehe iya juga ya " sahut mira .

__ADS_1


" ya udah kalau begitu aku langsung pamit ya tante " indra berpamitan pada mira .


" lho kok buru-buru sih " ujar mira .


" iya tante soalnya udah malam banget , dan makasih udah izinkan aku bawa melisa malam-malam ".


" kayak sama siapa aja , tante percaya kok sama kamu apalagi kamu kan teman dekat aldi dan aldo gak mungkin juga kan kalau misalkan kamu ngecewakan si kembar itu .


" iya tante , kalau begitu aku duluan , mel aku duluan ya kamu langsung istirahat aja besok pagi aku jemput " kata indra menatap melisa ..


" iya , kakak juga hati-hati jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya .


Melisa mengantarkan indra sampai depan rumah . Ketika indra sudah hilang dari pandangannya barulah melisa masuk ke dalam rumahnya .


" sayang ibu boleh bicara sebentar gak ?" tanya mira ketika melisa hendak masuk ke kamarnya .


" iya bu , ada apa ?" melisa berbalik tanya .


" ngomongnya di kamar ibu yuk biar lebih santai " ajak mira .


Melisa mengangguk tanda mengiyakan lalu keduanya masuk ke dalam kamar mira .


Ceklek..cetek ..


Mira mengunci pintu kamarnya agar tidak ada yang menguping dan kebetulan kamar mira itu kedap suara jadi tidak akan terdengar keluar .


" sini duduk nak " mira menepuk-nepuk sofa yang ia duduki agar melisa duduk bersamanya , melisa pun menurut .


" gini sayang , kalau misalnya ibu balikan sama ayah kamu setuju gak " ucap mira to the poin .


" kalau aku sih gimana ibunya aja , aku gak akan maksa dan juga gak akan ngelarang semua demi kebaikan ibu dan aku liat ayah sekarang udah banyak berubah deh , lagian aku juga rindu mempunyai keluarga yang utuh " begitulah jawaban melisa .


" jadi kamu setuju " ucap mira bahagia .


Melisa tersenyum dan mengangguk " kalau ibu bahagia aku akan ikut bahagia juga , dan makasih ibu selalu meminta saran padaku , aku jadi merasa di butuhkan disini ".


"ya jelas dong ibu akan selalu minta pendapatmu kalau gak sama kamu mau sama siapa lagi masa sama tetangga hahah , dan kamu juga jangan sungkan untuk menceritakan apapun pada ibu " ucap mira .


" iya bu pasti " ucap melisa tersenyum.

__ADS_1


Keduanya berpelukan di kamar itu.


__ADS_2