
"hore makanan datang " ucap yanto .
" ayah paling bisa deh milih reataurant yang bagus " puji melisa .
" siapa dulu dong , ayahh!!" yanto menepuk dadanya sendiri .
" iya deh iya " sahut melisa malas .
" ayo kita makan terlebih dahulu ada yang mau ayah sampaikan pada kalian " ucap yanto .
Mereka makan dengan tenang tanpa ada suara yang keluar dari mulut mereka masing-masing hanya ada suara dentingan sendok dan piring .
Setelah kurang lebih tiga puluh menit melisa dan yang lainnya selesai makan lalu mereka memesan camilan untuk sekedar cuci mulut .
Pelayan membereskan meja itu dan di ganti dengan pesanan kedua .
" oke pertama-tama ayah mau nanya dulu ke melisa " yanto menatap tajam kepada melisa .
" i-iya ayah ada apa sih " sahut melisa gugup .
" kenapa kamu gak cerita masalah kamu dan indra " ucap yanto .
" masalah apa sih yah aku gak ada masalah apa-apa kok sama kak indra " jawab melisa .
" tadi ayah sama ibu ketemu sama orangtuanya indra dan katanya indra akan pergi keluar negri , apa itu betul ?"tanya yanto .
" iya ayah , lalu masalahnya dimana ?" melisa berbalik tanya .
" kamu jangan menutupi apa deh sama ayah , kamu sedih kan di tinggal indra "tanya yanto lagi
"gak kok ayah biasa aja " jawab melisa .
" kalau biasa aja kenapa matamu merah " skak yanto .
Melisa tidak menjawab dia hanya menunduk .
" sayang , ayah tau kok gimana rasanya jauh dari orang yang kita cintai , tapi katanya indra ingin menikah muda denganmu agar kamu bisa ikut bersamanya " ucap yanto .
" aku gak mau nikah muda ayah , aku masih banyak mimpi , iya aku akui saat kak indra bilang gitu ke aku kemarin aku sempat sedih tapi aku tetap pada pendirianku aku gak akan nikah muda . Ya kalau memang kita jodoh kita bakalan ketemu lagi kok kalau gak jodoh ya gak apa-apa semua sudah ada yang atur " jelas melisa .
" ya udah kalau itu keputusanmu ayah gak akan maksa yang penting kamu senang ayah juga ikut senang " ucap yanto .
__ADS_1
" mel , kamu beneran gak apa-apa , maksudnya kan kalian lagi bucin-bucinnya terus di tinggal deh aduhh nyeseknya sampai sini " timpal aldi menunjuk dadanya .
" gak usah lebay deh bang cuma gitu doang lagian kak indra pergi untuk menempuh pendidikannya paling cuma beberapa taun nanti juga balik lagi " ucap melisa .
" itu luar negri lho mel , gimana kalau dia kepincut cewek disana kan cewek bule cantik-cantik " aldi memanasi .
" aduh please deh , kalaupun dia kepincut bule disana aku juga bisa kok nyari yang lebih ganteng dan kaya lagian kak indra gak mungkin berpaling dari cewek imut kayak aku " kata melisa .
" imut kayak marmut hahahha " ledek aldi .
" udah jangan berantem disini malu di liat orang , ada satu hal lagi yang ingin ayah sampaikan " ucap yanto membuat ketiga anak itu terdiam dan pokus pada yanto .
Yanto menggenggam tangan mira yang ada fi atas meja .
" ehh " mira kaget
yanto menarik napas dalam-dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan
" ayah berniat ingin menikahi kembali ibu kalian , tapi sebelum ayah mengambil keputusan ini ayah ingin meminta dulu izin pada kalian terutama pada melisa " tutur yanto .
Mata melisa berkaca-kaca ." ini yang aku inginkan dari dulu berkumpul bersama " ucapnya .
" kita akan dukung om apapun itu selama itu positif hanya satu permintaan kami , jangan sakiti tante karena tante udah kami anggap ibu sendiri " ucap aldo .
" om - eh ayah gak perlu khawatir dati dulu kami sangat menyayangi melisa " ucap aldo menatap melisa .
" jadi kapan nih rencananya " sahut aldi .
" insya allah secepatnya dan kalian jemput kakek dan nenek besok dan kalau bisa kalian juga tinggal bersama kami " ucap yanto pada kedua anak kembar itu .
" gak usah deh ayah soalnya kami udah beli rumah dan kami berniat untuk mengajak nenek dan kakek tinggal bersamaku ibu dan ayah tenang aja kami akan mengambil Art jadi gak nenek gak akan capek ngurusin rumah kami " ucap aldo .
" oh yang disana kalian jadi beli ? " tanya yanto .
" jadi om eh , yah " jawab aldo .
" baguslah kalau begitu jadi nanti kalian ada yang jaga kalau luntang lantung berduaan gitu kan pikir orang kalian ini anak nakal padahal di balik itu kalian seorang CEO muda yang sukses " yanto menepuk bahu aldo dan aldi .
" ah ayah bisa aja , kan ini semua berkat ayah kalau ayah tidak mengajari kami mana mungkin kami bisa seperti sekarang ini " sahut aldo .
" tapi kalian juga sangat hebat dan pekerja keras pokoknya siapapun yang jadi pasangan kalian nanti mereka adalah wanita yang beruntung , tapi ngomong-ngomong siapa sih pacar kalian kenalin dong !" ucap yanto .
__ADS_1
" ayah gak tau aja pacarnya bang aldo itu calon dokter cantik kulitnya putih mulus dan body nya ito lho wahh mantap deh " melisa mengacungkan kedua jempolnya .
"ohh yaa , kapan-kapan kenalin dong dan kalau aldi siapa pacarnya ?" tanya yanto lagi .
" kalau pacar bang aldi mh sih sahabat aku dari desa " ucap melisa enteng .
" hahh siapa ?" yanto penasaran .
" ada deh ayah kepi deh " jawab melisa .
" wahh ayah jadi penasaran nih , kapan-kapan kita harus meluangkan waktu pokoknya kalian harus kenalin sama ayah " pinta yanto .
" iya ayah nanti kalau kita ada waktu luang pasti ngabarin ayah " ucap aldi .
"bagus lah " sahut yanto
" kita pulang yuk ibu ngantuk banget nih karena kekenyangan " ucap mira .
"kamu capek ?" tanya yanto lembut .
Mira mengangguk .
" ciee sekarang ada yang perhatiin ya " ledek melisa .
" ssttt kamu jangan jail deh dek " aldo menyenggol tangan melisa .
" apaan sih " jawab melisa ketus .
" iya tuh dari kemarin juga melisa ledekin ibu terus kan ibu malu " adu mira pada keponakannya .
" jangan gitu dong kamu juga kalau di ledekin suka ngereog " kata aldi .
" apa sih bang lo suka buka kartu gitu males deh " balas melisa .
" udah jangan ribut kalian kalau ketemu kayak kucing dan tikus aja deh nanti kalau pisah kalian ini bakal saling kangen lho " nasihat yanto .
" ihh ogah aku kangen sama abang modelan gini gantengan juga pacar aku " .
" yeyy siapa juga yang bakal kangen sama bocil ngeselin kayak kamu ".
" stop , udah ayo kita pulang " ucap aldo dengan mode dinginnya seraya berdiri .
__ADS_1
Semua orang yang ada disana langsung terdiam , bahkan yanto sampai kaget melihat sisi lain dari seorang aldi , tidak dengan mira dia sudah terbiasa melihat aldo seperti itu jika dalam mode serius .