
Bagai tersambar petir siang bolong.seorang gadis baru pulang sekolah melihat momynya bersimpuh darah dilantai.didepannya ada sipembantu yang dibantu bulan lalu.sang gadis berlari menghampiri sang momy.
" momy bangun mom.bangun raina masi butuh momy.raina mohon bangun mom." Jerit sang gadis sambil menangis histeris.lalu sang gadis menatap pembantu yang ada dibelakangnya depan tatapan tajam.
" kau apakan momy ku ha?!dasar tidak tau diri.momyku memungutmu tapi apa balasanmu?!." Bentak gadis itu kesi pembantu
" he momymu begitu bodoh.sekarang hanya aku yang jadi nyonya disini." Jawab santai sang pembantu.
" jangan bermimpi disiang bolong gini!dasar bodoh.tak tau diri kau sia**n." Teriak sang gadis.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara bariton berteriak
" sayangggg.sayangg bangunn,siapaa haa.siapa yang ngelakuin inii." Bentak tuan aditama anjelo albert.
" si PEMBANTU TIDAK TAHU DIRI." Jawab sigadis dengan menekan kata 'pembantu tidak tahu diri'
" bukan saya tuan.saya tadi melihat nona memasuki rumah sambil membawa pisau.dan menusuk nyonya." Elak sipembantu.
Plakkkk
__ADS_1
" abang menamparku?iya?ha?abang gapercaya?." Tanya sang adik
" lihatlah bajumu.penuh darah,berarti kau pembunuh momy." Jawab sang kaka pertama.alvin putra albert.
" dasar kau gadis pembunuh!!." Bentak sang kaka kedua.alvian putra albert.
Seketika gadis itupun tertawa berbahak baahak
" hahaha,hahaha.sunggu keluarga bodoh." Jawab dengan nada dingin.
__ADS_1
Seketika ketiga pria tampan itupun terkejut.tak menyangka,seorang gadis lemah lembut sekarang berubah menjadi gadis dingin.
" teserah mau percaya atau tidak.yang jelas saya sudah ngasih tau kebenarannya.jika kalian tidak percaya yasudah.tapi ingat ini! Jangan perna menyesal tuan tuan." Peringatan panjang lebar sigadis