Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 29


__ADS_3

Saat melihat cctv didapur,mereka pun mengepalkan tangannya,mendengar percakapan ibu dan anak itu.


"Kita akan bunuh nyonya shaqila nanti."ucap sang pembantu.


"Iya mom,aku iri sama raina,dia bisa mendapatkan apa yang dia mau,sedanngkan aku harus kerja terlebih dulu."ucap sang anak.


"Bersiaplah."ucap sang ibu.


Ya mereka raina dan nyonya shaqila,Mereka pun yang menonton cctv geram.


"Ayo kita cari adik sipembantu,kita oplas mukanya menjadi muka momy."ucap nyonya shaqila.


"Baik mom,sebentar,waktu 5 menit."ucap raina


tangan kecilnya sangat gesit memainkan keyboard laptop,sang momy tersenyum puas,karna kemampuan sang nene,kake dan dia menurun ke anak bungsunya.


"Sudah liat mom."ucap raina.


"Oho disini rupanya."ucap nyonya shaqila menyeringai jahat.


Tuttt tuttt


"Bawa seseorang diperumahan xxx nomer 33 segera bawa orang itu kerumah sakit,saya tunggu"ucap nyonya shaqila pada sipenelepon.


"Baik bos."ucap sang penelepon.


Tutt tutt.


"Tunggu saja sayang 5 menit lagi."ucap nyonya shaqila.


"Baik mom ayo."ucap raina antusiatis.


"Yoo."ucap nyonya shaqila.


Menuruni anak tangga berbarengan,dan menuju bagasi,menaiki mobil ratusan juta milik nyonya shaqila,mengendarai kecepatan rata rata,menghabiskan waktu 15 menit sampailah ditempat tujuan.


"Salam bos,bos kecil."ucap seorang pria.


"Salam diterima,dimana mereka."ucap nyonya shaqila,raina yang ramah pun ternyesum saja.


"Didalam ruang oprasi beda bos,sudah beres semua."ucap pria tadi,sebut saja deden.


"Baguss,aku mau dia hilang ingatan."ucap nyonya shaqila.


"Sudah bos."ucap deden.


"Bagus kerja bagus deden,aku suka cara kerjamu."ucap nyonya shaqila.


"Terimaakasih bos."ucap deden tersipu.


Anak dan ibu berjalan menuju ruang oprasi bedah.


Ceklekkk


Terlihatlah wanita yang mirip seperti dirinya,sambil tersenyum lebar nyonya shaqila berjalan menuju brankar.


"Siapa kamu?ko muka kita mirip?."tanya sang wanita sepantaran nyonya shaqila.


Nyonya shaqila pun mennyeringai jahat,waktunya memainkan peran.


"Kaka hiks hiks,kamu adalah kaka kembarku."isak tangisan nyonya shaqila,tangis bohong.


"Aku?kakamu?."tanya sang perempuan itu.


"Iya ka,aku sisila,nma kaka shaqila."ucap nyonya shaqila.


"Tapi aku tidak ingat apapun."ucap lirih nyonya shaqila palsu.


"Aku akan kembalikan ingatan kaka."ucap nyonya shaqila asli.


Oke gays disini kita panggil nyonya shaqila asli adalah sisila ya,buat nama nyonya shaqila itu aku pake yang palsu,ngerti kan?.


Sambil menjelaskan semuanya nyoya sisila pun sambil menangis,tertawa dan bermuka masam,nyonya shaqila pun hanya terkekeh,adiknya imut sekali,pikirnya.


"Jdi aku mempunyai suami?anak kembar?dan anak gadis?."tanya nyonya shaqila.


"Iya ka,ini dia anak gadis kaka."ucap nyonya sisila sambil mengedipkan sebelah mata sama raina.


Raina yang paham pun segera berekting.


"Mo-momy ja-jadi selama ini kau bukan momy asliku?dia momy asliku?hiks hiks mom raina kangen."isak raina berekting.


"Sssttt tenanglah sayang,sekarang momy sudah bersamamu."ucap nyonya shaqila.


"Mom apapun nanti keadaan dirumah,jangan ngomong macem macem ya,aku tkut momy disakitin oleh orang lain."ucap raina memperingati.


"Ikuti saja ucapan mo-eh tante sisila."ucap raina,untung saja tidak kebablasan memanggil sisila momy.


"Baik nak,momy akan ikuti alur mereka bermain,beraninya mereka mengincar nyawa kalian."ucap nyonya shaqila seraya mengepalkan tanganya.


Nyonya sisila dan raina menyeringai tipis,sangat tipis,saling pandang seakan mengkode 'misi pertama selesai,tinggal misi selanjutnya' raina hanya mengangguk saja.


"Mom aku anter tante sisila kebandara dulu ya."pamit raina.


"Nanti pas pulang biasa saja,jangan ada raut apapun."timpal raina.


"Ka shasha aku pulang."pamit nyonya sisila.


"Ati ati sila,iya raina momy ingat."ucap nyonya shaqila.

__ADS_1


"Momy diantar ka deden ya."ucap raina.


"oh iyaa."ucap nyonya shaqila.


Saat sudah tidak ada nyonya shaqila,raina dan nyonya sisila menyeringai jahat.


"Permainan pertama selesai,selanjutnya kau memainkan peran sayang."ucap nyonya sisila menyeringai jahat.


"Itu sudah pasti mom,aku akan memainkan peran denngan baik dan cantik."ucap raina.


"Ayo antar momy ke bandara,momy ingin ke australia kerumah mendiang kake mu."ucap nyonya shaqila.


"Bebeerapa tahun nanti,aku akan memanggil momy untuk pulang ke indonesia."ucap raina.


"Baiklah sicantik momy."ucap nyonya sisila.


Berjalan menuju parkiran dan menuju mobil kesayangannya.


Brakk brakk


Mengendarai kecepatan rata rata,memakan waktu 15 menit sampailah dibandara.


Tuutt tutt.


"Halo bos?."ucap deden.


"Jemput bos kecil den."ucap nyonya sisila.


"Tidak usah mom,aku pakai mobil momy saja."ucap raina cepat.


"Baiklah."ucap nyonya shaqila.


"Tidak usah deden."timpal nyonya sisila.


Berjalan menuju jet pribadi milik keluarga ethan.


"Selamat tinggal sayang,sampai bertemu ditahun depan."ucap nyonya sisila.


"Jumpa juga mom."ucap raina.


Cupp cupp


Mengecup seluruh wajah anak bungsunya,yang dicium hanya mampu terkekeh.


"Jaga abang abangmu,momy percayakan mereka padamu,terutama bang alvian kau tau bukan?."ucap nyonya sisila.


"Tau mom,reyhan kan."ucap raina.


"Pintar."ucap nyonya sisila seraya mengacak rambut anak bungsu.


Saat sang momy sudah lepas kandas,raina pun berbalik menuju mobil kesayangan sang momy.


Brakk


Mengendarai kecepatan rata rata menuju mansion,menghabiskan waktu 15 menit sampailah dimansion.


Ceklekk brukk


Memasuki mansion indah nan megah,bertemu sang momy palsu.


"Sayang."ucap nyonya shaqila.


"Mom sudah makan?."tanya raina,ya disinilah raina harus berpura pura semuanya.


"Sudah nak,kamu bersihkan badan nanti biar bibi yang bawa makanan kekamar kamu."ucap nyonya shaqila lembut.


"Baik mom."ucap raina.


Berjalan menuju tangga,menaiki anak tangga,sampai dikamarnya raina pun bergegas mandi,setelah satu jam lamanya mandi,raiina memakai pakaian santai,celana hotpans item dan kaos item polos.


Berjalan menuju ranjang sambil memainkan ponselnya,mengabari sang momy.


Rai:sudah sampai mom?


Momy:belum sayang,baru geh tadi lepas kandas ih


Rai:ati ati ya mom


Momy:baik sayang,jangan lupa memainkan peran dengan cantik


Rai:aku cantik ssudah paasti memainkan peran dengan cantik


Momy:siapa dulu momynya


Rai:ada menurun ke grandma dan grandpa mom


Momy:cih anak durhaka


Raina hanya terkekeh saja,saat mendengar ketukan pintu,raina buru buru mematikan ponselnya,dan membuka pintu.


Ceklekkk


"Non makan siangnya."ucap sang pembantu.


"Terimakasih bi tolong tau di meja."ucap raina ramah.


"Sama sama non."ucap sang pembantu,padahal didalam hati lagi mengumpat raina.


"He dasar pembantu sialan,tunggu tanggal mainnya kau akan menyesal."ucap raina dalam hati.

__ADS_1


Sebulan sudah,samaran nyonya shaqila tinggal bersama,hari ini adalah hari dimana sang pembantu ingin menerkam sang majikan,saat nyonya shaqila lagi membersihkan meja,sang pembantu pun berada dibelaakangnya.


"Shaqila coba tengok kemari."ucap sanng pembantu.


"Ad-."ucap nyonya shaqila terpotong saat melihat pisau ditangan sang pemmbantu.


"Ma-mau apa kau."ucap nyonya shaqila gugup.


"Membunuhmu."ucap sang pembantu.


"Yatuhan,apa ini yang dimaksud adikku?tidak masalah intinya adik dan anak anakku tidak dalam bahaya."ucap nyonya shaqila didalam hati.


Saat lagi kalut dalam pikirannya,nyonya shaqila terkejut merasakan benda tajam menghantam jantungnya.


Jlebbb


Membelalak matanya,sambil menatap sang pembantu.


Deggg


"Sial,apa ini?kenapa kenapa retna membunuhku?."ucap nyonya shaqila,ya dia mendapat ingatannya kembali,nama aslinya adalah desdiana.


"Kau tak pantas mendapatkan gelar nyonya keluarga albert,yang pantas hanyalah aku."ucap sang pembantu,retna.


"Ha?keluarga albert?anjir gua dikeluarga terpandang?."ucap desdiana dalam hati.


Karna tak menutup mata,retna pun geram.


Jlebb jlebbb


Seketika desdiana menutup mata untuk selama lamanya.


#FLASHBACKOF#


Nah disitu lah raina memainkan perannya,sampai saat ini.


"Beraninyaa kauuuu! !."teriak nyonya retna.


Berjalan menuju nyonya shaqila.


Dorr


"Akhhhh."pekik nyonya retna,karna kakinya ditembak oleh raina.


Fyuuu


Setelah menembak kaki nyonya retna raina meniup ujung pistol seakan meniup debu.


"Bawa kemarkas."ucap raina dingin.


Mafioso pun membawa retna dan laura kemarkas.


"Heiii ! ! Masss adittt ! ! Tolong kamii ! !."teriak nyonya retna.


Yang dipanggil pun hanya menatap lekat nyonya shaqila.


"Oh saya lupa mengenalkan orang spesial saya."ucap nyonya shaqila,seketika tuan aditama pun mengembangkan senyuman khas tampannya.


"Kenalkan dia suami saya maxime anggara."ucap nyonya raina lantang.


Seketika senyuman tuan aditama pun redup,yang tadinya percaya diri kalo sang istri ups salah mantan istri ingin mengenalkan dia,seketika kepercayaan yang tadi hilang seketika.


Keluarlah pria paruh paya tampan,gagah dan netra biru laut sangat tajam,raina menatap tajam sang dady tirinya,menelistik sang dady tiri yang mana membuat tuan max terkekeh.


"Tenanglah sayang,dady sama momy mu sudah bertahun tahun."ucap tuan max sambil mengacak rambut raina.


"Ck kauuu."decak raina.


"Perkenalkan anak sulung saya,alvin putra albert dan putra kedua saya alvian putra albert."ucap nyonya shaqila.


Yang dipanggil pun masih terkejut.


Pukk


"Vin,vian dipanggil."ucap gilang menepuk punggung sikembar.


"Ah eh apa?."ucap alvin gugup.


"Dipanggil."ucap samuel.


Berjalan menuju raina,alvin dan alvian menelistik sang momy,mencari kebohongan dimata sang momy tapi sia sia,karna cuma ada kebenaran.


Brukk


"Mom terus kenapa vian waktu itu mimpiin momy?."tanya alvian bergetar.


"Ntahla mungkinn pertanda kalau kita akan bertemu."ucap nyonya shaqila terkekeh sambil mengusap kepala anak kedua.


"Maaf mom,maaf ga bisa jaga adik."ucap alvian.


"Tak masalah abang."ucap shaqila.


"Dia."ucap alvian terpotong.


"Dady,dady max,dia yang menemani momy,saat momy diracuni dan dijatuhkan sakit parah,dady max yang menemani momy."ucap nyonya shaqila.


"Umm terimakasih."ucap alvian bingung.


"Dady bang."ucap tuan max terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2