Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 24


__ADS_3

"Adik kaka sipaling cantik."ucap febrian.


Sepanjang jalan mereka selalu bercanda ria.


Saat sudah sampai didepan pintu,raina pun ingin masuk.


"Peluk dulu dong."ucap febrian


"Eh lupa hehe."ucap raina,sudah kebiasaan mereka bersama adik kecilnya,bukan raina saja.melvinpun sama,sebelum tidur sudah ritualnya memeluk dan mencium kening.


Greppp


"Selamat malam ka brian."ucap raina.


Cupp


"Selamaat malam juga adik kaka sipalinh cantik."ucap febrian sambil mengecup kening raina.


"Masuk lah,cuci kaki,cuci tangan,ganti bajumu,dan istirahat.besok kaka akan menemanimu ke kampus dan perusahaan."timpal febrian.


"Ka brian ke perusahaan saja dulu,pagi aku kekampus ingin mencari suasana baru."ucap raina.


"Baiklah bos raina."ucap febrian terkekeh sambil memeluk raina erat.


"Ka brian,badanku kecil.bisa remuk."canda raina,padahal tidak ada apa apanya.


"Oh maaf sayang."ledek febrian.


"Iya sayangku."balas ledek raina.


Bluss


Seketika febrian memalingkan mukanya,karna sudah seperti kepiting rebus.


"Yasudah masuklah."ucap febrian sambil melepaskan pelukanya.


"Ka brian,bisakah temani aku tidur?aku ingin dipeluk sama abang abangku saat tidur."ucap raina lirih,karna sudah mengantuk.


"Baiklah."ucap febrian sambil mengangkat badan raina.ya anggap saja ini kenangan terindah.


Berjalan menuju ranjang dan menidurkan badan raina secara perlahan.febrian pun menaiki ranjang raina,dan tiduran disebelahnya sambil memeluk erat.


"Tidurlah."ucap febrian.raina hanya mengangguk saja.


Pukul 00:45 disebuah kamar,seorang gadis dan pria tertidur sambil pelukan.


Drtttt drtttt

__ADS_1


Dering ponsel berbunyi,sang pria pun terbangun.


"Oh yaampun,aku tertidur dikamar rai."gumama pria tampan.


"Aku harus keluar."gumam pria tampan.


Duduk diranjang sambil memperhatikan muka gadis yang dia cintai.


"Hah feb sudahlah,iklaskan.berjalannya waktu pasti kau iklas."gumam pria tampan sambil menghela nafas panjang.


Berjalan menuju pintu,


Ceklekkkk brakkk


"Eh feb kau dikamar rai?."tanya pria tampan satu lagi.


"Hm aku tertidur."ucap pria tampan yang disebut feb.


"Cihh,ku cari kemana mana disini kau ternyata."decih pria tampan satu lagi.


"Sudahlah galih,aku ingin tidur."ucap pria tampan sambil berjalan menjauhi pintu gadis tersebut.ya dia sedang mengobrol sama galih.


"Febriannn! !woiiii! !."teriak galih,ya dia galih dan febrian.


Kringg kringgg


Brukkk


Sang gadis pun bangun dari tidurnya dan menuju kamar mandi.menjalankan ritual mandinya.


Ceklekkk brukk


Setelah beberapa menit mandi,sang gadis pun memakai pakaian sekolah.sudah selesai memakai pakaian sekolah,sang gadis pun duduk temerung sambil memikirkan sang dady tercinta.


"Apa harus sekaarang?"gumam sang gadis.


"lusa adalah ulang tahun perusahaanku,apa itu waktu yang tepat?."gumam sang gadis.


"Ya itu waktu yang tepat,aku harus mengungkapkan jati diri ku sebenarnya."ucap gadis sambil tersenyum smrik


Brakkk


Seketika pintu pun terbuka lebar,menampakan seorang pria tampan bermata coklat pekat.


"Ad...hehe sori de."ucap pria tampan.


"Cih,untung aku tidak punya penyakit serangan jantung."decih sang gadis.

__ADS_1


"Kenapa bengong bae?."tanya pria tampan tersebut.


"Aku lagi mikirin dady bang."ucap gadis cantik nan imut.


"Dady baik baik aja."ucap pria tampan seraya menenangkan hati sang adik.


"Abang ingin melihat sesuatu?."tanya sang gadis sambil tersenyum smrik.


"Apa itu?."tanya sang abang.


"Kemari."suruh sigadis sambil menepuk ranjangnya.


Sang abangpun menaiki ranjang sanng gadis,menyengit bingung saat melihat sang adik mengutak ngatik laptop dengan lincah.


"Yaampun,apa ini? kemampuan momy,grandma dan grandpa ke ade semua?daebakkk! !."(batin sang pria tampan).


"Nah lihat bang vian."ucap gadis cantik nan imut.


"Apa ini raina?."tanya sang pria tampan.ya dia alvian dan raina.


Alvian pun menyengit bingung saat melihat vidio,dimanaa ada sang momy dan sang pembantu yang menjadi momynya skrg.saat melihat adegan sang momy dibunuh alvian pun bergumam tidak jelas.


"Sialan,dari dulu memang aku tidak percaya sama mereka."gumam alvian masi bisa didengar sama raina.


"Abang gapercaya sama mereka?lalu kenapa abang tak percaya samaku?."ucap raina bernada dingin.


"Pengen liat aja dia bergerak sampe mana."ucap alvian santai.


"Cihh,tau begitu aku ga akan berpura pura lagi,tinggal abang bodohmu yang satu itu."decih alvian bernada ketus.


"Kau juga abangku,berarti kau juga bodoh."ledek raina.


"Eh?iya ya gua juga abangnya?berarti gua juga bodoh dong?."gumam alvian.


Raina yang melihat abangnya seperti kambing conge pun menahan tawa,mukanya sudah merah seperti tomat.


"Kauuu?!!cihh tertawalah,dasar ade laknat."decih alvian sinis.


"Pfff hahahaha."tawa raina akhirnya pecah.


Brakk brakk


Brakk


"Woiii kalian ngapainn haa! ! Uda siang ni danco! ! Apa kalian ingin terlambat?!."teriak seseorang sambil menggedor gedor pintu.


Brakk brakk

__ADS_1


Brakkk


"Woiii ! ! Ayo kesekolahhh! ! Gece gecee! !."teriaknya lagi.


__ADS_2