
"Sial*n apa harus yang ke empat kali?."(batin raina).
"Oh my good kedua."(batin samuel).
"Anjayyy dua kalimen."pekik abil.
Yang lain hanya mampu terkekeh saja.percuma pasti yang paling heboh adalah Abil.
Raina pun mendorong samuel kesamping dan berdiri membereskan yang kotor,saat mendongak tak sengaja bertemu dengan pria yang tak asing.
Degg
Degg
"Abang?sekolah disini dia?huh syukur deh,rasa kangen ini bisa berkurang."(batin raina)
"A-ade?i-itu ade?bener ade?."(batin alvin)
"Bukan ade vian bukan ade."(batin alvian).
Raina pun mengangguk samar saat melihat kebingungan kaka kembarnya,seketika sikembar pun menegang.alvin berjalan seribu langkah ke arah raina.seakan tau raina pun merentangkan tangannya sambil tersenyum tipis.
Brukk
"De hiks hiks abang kangen ade,kenapa ade ga pulang hm?emang ade ga kangen abang."cecer alvin.
"Stttt jangan nangis cengeng."ledek raina terkekeh.
"Bang lu apansi?biasanya juga gamau deket cewe ko lu meluk meluk dia?emg dia siapa."cecer alvian.
"Bang vian ga mau meluk?hm?."tanya raina.
Seketika alvian pun menegang,mengingat ade kecilnya yang suka bertanya ketika tidak dapat pelukan dia.
"A-ade?raina?kau raina?."ucap alvian gugup.raina pun hanya menganggukan kepala.seketika alvian mengambil seribu langkah.
Brukkk
"Ade hiks kenapa hiks kenapa ade ga pulang hiks hiks,abang kangen ade,setiap abang kangen ade pasti abang selalu kekamar ade,melihat foto foto ade,momy dan kita berempat hiks,abang kangen."cecer alvian.
"Suatu saat aku pulang bang.tunggu aku."ucap raina seraya mengelus punggung kedua abangnya.
Melepaskan pelukannya,saat ingin berjalan seketika raina berhenti.
"Ade hiks ade kenapa dilepas pelukannya?abang masi mau peluk ade hiks.abang gamau ade peergi lagi."rengek alvian.ya memang yang paling cengeng kalo tentang raina adalah alvian.
Tak mendengar rengekan sang abang raina melanjutkan jalannya menuju kursi dan duduk.
"Sini lah duduk,apa kalian tak cape berdiri?."tanya raina.
Seketika alvian dan alvin buru buru duduk disamping raina,dan langsung memeluk sambil menenggelamkan kepalanya ke leher raina.dia yang uda biasa pun bersantai saja.
"Duduklah."ucap raina.
Merekapun duduk sambil memperhatikan interaksi sikemmbar.abil yang biasanya cerewet pun diam seribu bahas.
"Dengar baik baik,jangan sampe masalah ini terbongkar,siapapun kalian janngan sampe kalian mengadukan kalo aku ada disini sama dady."ucap raina.tapi percuma karna terdengar dengkuran halus.
"Hah tidur."ucap raina menghela nafas panjang.
"Eh?tidur?cepat sekali,oh ya kau siapanya kembar?."tanya abil.
"Adik."ucap singkat raina seraya memainkan rambut abang abangnya.
__ADS_1
"Oh adik."ucap abil
Sedetik kemudian.
"APAAAA?!ADIK?!!."teriak abil.
Jlebb
"Brisik."ketus raina sambil menginjak kaki abil yang mana membuat sang empu kelejotan.
"Awssss ashuuu kau sama seperti samuel."ucap abil sambil mengelus kaki.
Jlebb
"Tidak usah membandingkan ku."ucap ketus samuel sambil menginjak sebelah kaki abil.
"Awssss anjirrrttt kaliann berduaa,gua doain berjodoh."ucap abil.
Raina dan samuel pun menatap tajam abil yang mena membuat abil mengacungkan jari telunjuk dan tengah "✌"
Karna pundak raina pegal,raina ingin menggeser kepala sikembar ke sofa.
"Hiks ade jangan tinggalin abang hiks,ade mau kemana hiks hiks."ucap alvian.
"Ade abang ngantuk."ucap alvin.
"Aku pegal.tidurlah dipaha ku sini."ucap raina.
"Eh eh tapi dengerin dlu."timpal raina.
Alvin dan alvian pun langsung mengucak ngucakan matanya dan mengerjab ngerjab mata.
"Apa de?."ucap serempak.
Seketika mata alvian pun mengembun.
"Haiss,bukan maksudku ingin pergi dari kalian,pokonya jangan bilang dan tunggu kita berkumpul lagi,apapun alasannya cukup aku yang tau."ucap raina seakan tau."ucap raina.
"Kenapa begitu?."ucap alvin.
"Ikuti saja permainan siular berbisa itu."ucap raina.
"Tapi de mom."ucap alvin terpotong.
"Terserah mau percaya atau tidak,aku sudah bilang kan lagi pula?momy sudah meninggal.tapi suatu saat kalian tau semuanya,jangan menyesal,aku sekarang masih berbaik hati,tidak dengan besok."ucap raina dingin sambil berdiri dari duduknya,saat ingin melangkah tangannya dicekal oleh alvian yang sudah mengembun.berkedip saja air matanya akan turun.
"Hiks ade hiks mau kemana hiks hiks,abang percaya sama ade,gausa dengerin kata abang alvin hiks,abang percaya ko hiks hiks."ucap alvian seraya menangis.
Karna gemas raina pun berjalan menuju alvian dan duduk berhadapan dengannya,memeluk dan mengelus kepala alvian.
"Stttt sudahla abang cengeng sekali."ledek raina terkekeh.
Alvin pun menunduk dan menangis dalam diam.
"Hiks."isakan alvin terdengar,seketika menutup mulutnya.raina pun melepaskan pelukan alvian dan berbalik sambil merentangkan tangannya.
Brukk
"De hiks hiks abang bingung hiks hisk."ucap alvin terpotong.
"Sttt abang sudahlah,kalian tak malu teman teman kalian pada menganga mulutnya."ledek raina terkekeh.
Raina pun mengajak alvian dan alvin berpelukan.
__ADS_1
Pukk pukk
"Sini tidur aku tau abang mengantuk."ucap raina menepuk nepuk paha.seketika alvin dah alvian pun tiduran dipaha raina,memeluk pinggang ramping raina.
"Haiss aku baru tau, dibalik sikap kembar yang dingin.ternyata dia cengeng."ucap abil.
"Kau siapa?."ucap adrian.ya sedari tadi adrian ingin menanyakan hal ini.
"Adik."ucap singkat raina sambil mengelus kepala sikembar.
"adiknya ya?."ucap abil dan adrian.
Sedetik kemudian.
"APAAA?!!!ADIKNYAA?!!!."pekik abil dan adrian.
Jlebb jlebbb
"Brisikk."ucap raina dan samuel.
"Awssss sammm kauuu arghhh."ucap adrian.
"Anjayyyyy ashuuuu."ucap abil.
"Mabar?."ucap samuel.
"Main?."tanya raina.
"Mobile legends."ucap samuel (hehe karna author gatau tulisannya ngasal aja ya😅)
"Gas login."ucap raina.
Raina dan samuel bermain game.berbeda dengan raina dan samuel,abil dan adrian mala ngerumpi.
"Bil."panggil adrian.abil yang sedang melihat beranda tiktok pun mendongak.
"Ha?apan?."pekik abil.
Plakk
Raina dan samuel pun mendongak dan menatap abil dan adrian.
"Pelan pelan bodoh."ucap adrian geram.
"Hehe pak bos lanjutin saja."kekeh adrian.
"Sakit anjir tangan gua."ucap abil.
"Ko kalo gua liat liat, pak bos sama adenya kembar serasi ya?."bisik adrian.
"Eh?emg iya?."bisik abil.
"Lihat la manngkanya sibodoh ini."gerutu adrian.
"Eh iya juga ya."ucap abil sambil memperhatikan samuel dan raina.
"Semoga aja hati sikutup berdua itu meleleh ya yan."bisik abil.
"Pasti lah bodoh kau lupa atau bagaimana?."ketus adrian.
"Apa memangnya?."tanya abil bingung.
"Tadi kan dia ciuman dua kali bil,bayangin dua kali."bisik adrian.
__ADS_1