Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 48


__ADS_3

"Reyan, kita ke panti asuhan dulu, mau ngasih 2 plastik untuk anak panti."perintah raina diangguki reyan.


"Bos."panggil riyan.


"Hm?."jawab raina sambil memainkan ponsel miliknya.


"Tuhan bingung ga ya?."tanya riyan, membuat 3R dan andre bingung.


"Bingung kenapa?."tanya andre.


"Bingung lah, mau nyatet amal buruknya atau amal baiknya, buruknya bos suka bunuh orang, baiknya bos tuh suka royal sama anak jalanan dan anak panti, apalagi sama kita."ucap riyan membuat 3R dan andre meneguk slivinanya.


"Mampus lah sudah riwayatmu riyan."batin reyen.


"Lah? Bisa bisanya si riyan ngomongin depannya langsung."batin rehan.


"Kayanya nyawa si riyan emang ke kucing deh."batin rijal.


"Gue jamin bos pasti bilang 'nyawamu banyak rupanya riyan? Sudah berani terang terangan' idih serem."batin andre.


Raina yang sedang bermain ponsel pun menatap kebelakang tempat duduk riyan.


Glukk


"Kayanya aku salah cakap ya bos?."cicit riyan menatap raina takut.


"Nyawamu seperti kucing ya riyan? Mau aku hilangkan satu?."tanya raina dengan senyum khas psikopatnya.


"A-anu bos, nyawa saya cuma satu, nanti kalo bos hilangkan satu ya jadinya saya mati dong."ucap riyan sambil menggaruk tenguk yang tidak gatal.


"Bagus, tinggal dikremasikan mayatmu."ucap raina kembali fokus dengan ponselnya.


"Buset bos, dikira saya orang balik."gerutu riyan.


"Bali yan bali, bukan balik, kebiasaan kalo ngomong suka dilebihin."rehan membenarkan ucapan riyan.


"Alah iya itu, sama aja."ucap riyan.


"Rey, kita berenti didepan dulu."celetuk raina.


"Baik bos."ucap reyan.


Mereka pun berhenti di tengah jalan, 4R dan andre keluar dari mobil sambil menenteng perorang 1 kantung plastik, hanya reyan yang tidak, karena tugasnya adalah menjaga raina.


Mereka pun membagikan makanan itu kepada pengemis, pemulung, tukang ojek, pedangang, dan pengamen.


"Huftt! Panas pisan ey."keluh riyan.


"Payah lo! Liat no bos, cewe cewe kaga ngeluh."ucap andre sambil menunjuk raina yang sedang membagikan makanan tanpa mengeluh kepanasan.


"Seketika drajat gue jadi laki turun anjir."ucap riyan.


"Udalah, dari pada bacot mending bagiin lagi nih, masi ada 5 kotak."ucap andre.


Setelah habis membagikan makanan, 4R pun mencari warung terdekat hanya untuk membeli air mineral.


"Permisi bu."ucap raina.


"Iya neng? Ada yang bisa saya bantu?."tanya ibu penjual.


"Kita mau beli air mineralnya bu, 5 botol."ucap raina sambil menyerahkan 1 lembar uang merah kepada si ibu penjual.


"Oh sok silahkan neng, bisa ambil dikulkas, pilih sendiri."ucap ibu penjual ramah.


Reyan pun mengambilkan minuman untuk rekannya dan bosnya namun raina menolak.


"Uemm, maaf bu, ada yang ga dingin bu?."tanya raina.


"Ada neng ada."ucap ibu penjual.


"Saya mau bu 2 ya."pinta raina dan diangguki ibu penjual.


Setelah mereka selesai minum, barulah mereka berjalan kearah mobil mereka.


"Neng!! Ehh!! Tunggu!!."teriak ibu penjual.


Namun sia sia, karena raina dan rombongannya sudah jauh.


"Yaampun! Ini kembaliannya belum dikasih, aku juga pikun banget si, harusnya aku kasih dari tadi."gerutu ibu penjual sambil menatap uang kembalian milik raina.


"Yauda deh, sumbangin aja ke masjid, biar jadi pahala."timpal ibu penjual sambil berjalan masuk ke rumahnya.


Di posisi raina...


"Bos, kayanya tadi ibu warung itu manggil deh."ucap rehan.

__ADS_1


"Biarin aja han, mau ngasi kembalian mungkin."ucap reyen.


"Biasa, holkay gasuka uang receh."ucap andre.


"Bukan gitu, cuma pengen bagi bagi rejeki aja."ucap raina membuat mereka salut.


"Kerennn!! Hati bos emang bener bener macem malaikat izrail."pekik riyan dan mendapat gaplokan maut dari rehan.


"Malaikat izrail kan menyampaikan wahyu bodoh."ketus raina kesal.


"Intinya malaikat bos."ucap riyan menyering kuda.


"Setelah ini kita lanjut kemana bos?."tanya reyen sambil membukakan pintu untuk raina.


"Kantor dulu rey, bentar lagi waktunya makan siang."ucap raina sambil memasuki mobilnya.


brakk


"Ke kantor ni bos?."tanya reyen.


"Iyaa rey."ucap raina menurunkan jok mobil hanya untuk berbaring sebentar, menghilangkan rasa pusing.


"Kalo pusing pulang aja bos."ucap rehan.


"Gpp, ini cuma pusing sebentar ko, aku tidur bentar ya? Nanti kalo uda sampe bangunin."ucap raina sambil memejamkan matanya.


Hening...


Beberapa jam kemudian..


Setelah menghabiskan waktu 30 menit, barulah mereka sampai di perusahaan raksasa milik sepasang pasutri itu.


"Bos bangun, sudah sampai."ucap reyen.


"Hmm? Sudah sampai reyen?."tanya raina dengan suara khas bangun tidur.


"Iya bos."ucap reyen.


Raina pun keluar sambil menenteng 2 bekal kotak makan, memasuki kantor miliknya.


"selamat menjelang siang bu bos." Sapa para karyawan.


Raina hanya membalas dengan anggukan saja, sambil terus berjalan kearah lift, tidak lupa dengan antek anteknya.


Tingg


Ceklekk


Brukk


Kotak makan yang dibawa raina seketika jatuh dari tangannya.


"Bos ada ap."ucapan reyen terpotong kala melihat samuel sedang makan disuapi oleh wanita, namun saat dia telusuri, tangannya berotot, kakinya pun macam kaki laki.


"Samuel?."panggil raina sambil menatap samuel dengan tatapan kecewa.


Seketika samuelpun menoleh kearah raina, buru buru dia bangun dan menghampiri raina.


"Hon ini ga seperti yang kamu liat."ucap samuel sambil meraih tangan raina.


"Ga seperti yang diliat gimana sam? Jelas jelas kamu selingkuh dikantor aku."ucap raina sambil menepis tangan samuel.


"Honey, denger dulu penjelasan aku."ucap samuel.


"Apa lagi? Semua uda jelas sam, apa lagi yang harus didenger? Sekarang jawab, uda dari kapan kamu kaya gini? Kamu ga mikirin aku? Anak kita? Bahkan aku kesini mau kompromi buat nyari anak kita sam, ANAK KITA."ucap raina sambil meneteskan air matanya.


"Honey, maaf, maafin aku, tolong jangan nangis, aku gabisa liat kamu nangis."ucap samuel ingin menghapus air mata raina namun ditepis olehnya.


"Hm? Ini semua ulahmu sam, aku nangis gara gara kamu, kamu tau? Aku stres mikirin anak kita yang ntah dimana mereka berada, sekarang tambah kamu selingkuh? Mau kamu apa? Mau cerai? Ayo cerai, jangan selingkuh gini, aku gasuka."ucap raina sambil menatap samuel dengan tatapan kecewa.


"Sial."batin samuel saat mendengar kata cerai dari mulut raina.


"Honey jangan bilang begitu, aku bisa jelasin ini semua, tolong dengerin dulu."ucap samuel sambil ingin meraih badan raina untuk dipeluk, namun sang empu menolak.


"Stop! Aku uda gamau denger penjelasan kamu lagi, jangan temui aku! Aku muak."sentak raina sambil berlari kearah lift.


"Hon! Honey!."teriak samuel saat melihat lift tertutup.


"Anjir lo ya vin, mampus aja lo tolol, gegara lo noh, bini gue jadi nangis."rutuk samuel kepada wanita yang sedari tadi duduk disofa.


"Udah, gampang sam, ntar malem gua tinggal cht dia, suruh ke gedung utama."ucap wanita setengah pria.


"Alvin tolol, gada otak lo, arghhh matilah gua."ucap pruftasi samuel.


"Heh! Gue juga ogah ya kalo bukan disuruh sama istri gue."ucap wanita setengah pria itu, ya dia adalah alvin yang menyamar jadi wanita karena disuruh keponakan dan istrinya.

__ADS_1


"Keluar sana, gue runyek."usir samuel.


"Gue juga ogah disini."ucap alvin sambil berjalan keluar dengan penutup wajahnya.


diposisi raina...


Sepanjang jalan, raina menangis tanpa henti, hatinya hancur. Suami yang sangat dia cintai, dengan teganya selingkuh didepan matanya sendiri dan lebih parahnya dikantor dirinya.


"kurang ajar kau sam hiks, berarti selama ini dia hiks, main cewe dibelakang ku?."


"hiks hiks, ku kira dia beda dari yang lain."


"dan bodohnya aku, yang karena cinta."


"hiks hiks, reyen mau hiks eskrim."


"apa bos?."tanya reyen membuat raina kesal.


"hiks kamu ga denger ya? Hiks hiks aku mau eskrim."ucap raina kesal.


"o-oke bos, didepan kita berenti disupermarket."ucap reyen.


setelah itu, hanya terdengar isak tangisan kecil, sebenernya mereka kasian juga sama raina. Tapi ya bagaimana lagi? Ini perintah bos kecilnya, mereka sudah masuk rencana kembar13 itu.


"kasian sekali bos, diprank sama anaknya sendiri."batin mereka sambil menatap miris raina.


"reyen! Katanya mau berhenti! tapi ko kamu mala bablas si!."pekik raina membuat lamunan mereka buyar.


"e-eh eh, iya bos iya."reyen pun berhenti mendadak, membuat raina kesal setengah mampus.


"reyen kau mau mati ya?."tanya raina mode garang.


"anu bos, saya keluar dulu beli eskrim."pamit reyen buru buru karena panik melihat raina mode garang.


3R dan andre pun saling diam, takut kena amuk raina.


"manasi lama banget, jadi males kan makan eskrim."gerutu raina setelah menunggu reyen 5 menit belum kunjung.


ceklekk


Karena kesal raina pun turun dari mobil dan menyusul reyen kedalam supermarket, saat memasuki supermarket, banyak pandangan mata menuju kearahnya.


"manasi reyen, lama banget."gerutu raina sambil menatap sekitar.


Pandangannya ketemu kepada pria yang sedang di grumuni gadis SMA, hal itu membuat raina kesal dan menghampirinya.


"heii!! Gadis gadis gatel! Minggir kalian! Jangan goda suami orang ya?! Kalian masih SMA sudah jadi tukang goda suami orang, gedenya mau jadi pelakor?."pekik raina hal itu mengundang orang lain untuk menonton.


"heh mba! Jangan asal nuduh ya? Kami tuh lagi godain pria ganteng ini, bukan suami mba."ketus salah satu siswi SMA.


"heh bocah gatel! yang kamu goda itu suami ku! asal kau tau ya."ucap raina tak kalah ketus.


reyen! Pria itu lari berlindung dibelakang tubuh bosnya.


"dih si mba ngaku ngaku, mbanya cantik, tapi ko tukang ngaku ngaku si."ucap siswi lain.


"mata dugongmu ngaku ngaku, dia memang suami ku."ketus raina sambil menatap sinis kumpulan siswi didepannya.


"buktinya mana mba kalo kalian suami istri?."tanya siswi lain.


"bukti? Kalian mau bukti? Ntar aku kasih bukti kalian kena mental ga?."tanya raina.


"heh anak kecil! gatel ma gatel aja, tapi ya jangan ke suami orang juga dong, liat liat kalau mau gatel tuh, lagian di bar banyak noh om om, kalian kesana aja jadi sugar babynya."celetuk salah satu ibu ibu yang kesal melihat tingkah siswi SMA itu.


Karena kalah telak, kumpulan Siswi SMA itu pun pergi sambil menatap sinis raina.


"makasih ya ibu ibu udah ngebela saya, maaf mengganggu."ucap raina sopan.


"gpp neng, ibu juga kesel kalo liat wanita gatal ke istri orang, lain kali jaga suaminya ya."ucap salah satu perkumpulan ibu ibu.


Raina hanya menanggapinya dengan senyuman dan anggukan saja.


"bos, saya udah dapet eskrimnya, tapi pas saya mau bayar saya malah di hadang, ya saya sawan bos."ucap reyen membuat raina terkekeh.


"masa sama cewe aja sawan rey, ntar gimana punya bini modelan kaya mereka tadi."ucap raina sambil berjalan mengelilingi supermarket dan di ikuti reyen.


"yaampun bos, doanya yang bener bener ngapa bos."protes reyen.


"semoga reyen dapet bini yang soleh."ucap raina sambil memilih beberapa barang.


"aminn, tapi maunya solehot bos."ucap reyen membuat raina menoleh.


"apa itu solehot?."tanya raina bingung.


"soleha dan hot, hehe."jawab reyen dengan cengiran khas miliknya.

__ADS_1


"bukannya dikasih yang solehot, mala dikasih yang soleh polos lagi."ucap raina.


"ya gpp bos, ntar saya bikin jadi hot."ucap reyen mengundang gelak tawa raina.


__ADS_2