Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
12


__ADS_3

Berbeda dengan eji,dikamar raina.melvin sedang tertawa puas karna sudah mengerjai eji.


"Hahahaha makan tu,dasar adenya ka qila dilawan hempp." Ucapp melvin sambil tertawa.


"Sudah?puas?hm?."cecer raina.


"Terimakasih ka qila hehe."ucap melvin terkekeh.


"Balik kamar vin,sudah malam waktunya tidur besok kau harus sekolah."ucap raina.


"Ck iyaiya bu bos."ucap melvin sambil berdecak.


"cih makin besar nyalimu keliatan juga ya vin."ucap raina berdecih.


"Hehehe kan ka qila kakanya vin,jadi vin juga harus kaya ka qila dong."ucap melvin terkekeh.


"Haiss sudahla vin balik kamarmu,bicara denganmu tidak ada habisnya."ucap raina menghela nafas berat.


"Ck ini kan ajaran ka qila gimana si huh."decak melvin.


"Iya iya bocil sana lah kekamar mu cape aku."ucap raina pasrah.


"iya bu bos."ucap melvin sambil berjalan menuju pintu.


Brakk...


"Dasar ga ka qila ga ka eji sama sama nyebelin."gerutu melvin.


Brukk...


"Aww...sial*n siapa lagi coba yang nyari masalah."gumam melvin.


Seketika melvinpun mendongak.


"Haiss ka galih minta maaf sama ku,jangan diam saja kaya patung."protes melvin.


"Kau yang nabrak vin,kau yang minta maaf."ucap galih


"Hah malas aku begini.sudah lah aku mau ke kamar."ucap melvin.


Terdengar kekehan dari galih.malvin pun berbalik dan menatap tajam galih.


"Aku tidak takut vin,kalo kaka mu baru aku takut."ledek galih.


"Cihhh awas saja kau."decih melvin.


Kringg kringg


Alarm berbunyi.seorang gadis pun duduk dari tidurnya.dan berjalan ke kamar mandi.


Ceklekk...

__ADS_1


Setelah sejam lamanya barulah sigadis keluar memakai handuk kinomo ditubuh indahnya.mencari baju sekolah,memakai baju.menuju meja rias,memakai polesan sedikit.


"Ka qila ayo cepat,vin sudah terlambat."ucap melvin.ya dia raina.


Raina pun mengangkat sebalah alisnya bingung


"Ck ka qila ayolah,sudah pukul 6 vin harus buru buru."decak melvin.


"Yasudah."ucap singkat raina.sambil berjalan menuju meja makan,menduduki kursi dan memulai makan.tidak ada suara kecuali detingan sendok.


"Ayo."ucap singkat raina.


"Hm ayo."ucap melvin singkat.


Setelah raina dan melvin sudah tidak terlihat barulah pada buka suara.


"Eh?raina kenapa?dingin sekali.tidak seperti biasa."ucap galih.


"Sudahlah makan dulu makananmu galih banyak cakap sekali kau."ucap eji garang.


"Cihh aku kan hanya bertanya,dasar muka tembok."decih galih.


"Kau benar galih,diantara kita cuma dia doang yang bermuka tembok."timpal egi.nah masi ingat kan?egi.


Plakk plakk


"Banyak cakap sekali kau."ucap erlangga.


Brisik sekali kau."ucap febrian.


"Galih bulu kudukku berdiri,aku dikelilingi orang bermuka tembok."bisik egi.


"Huh kau baru sekarang saja merasakan.aku sudah lama,pengen rasanya ku hancurkan muka si pira tembok ini."ucap galih.


Seketika tiga pria yang disebut tembok pun menatap tajam egi dann galih.


"E-eh hehe pis."ucap egi sambil mengacungkan tangan✌.


"Aku sudah biasa jangan takuti aku begitu."ucap galih.


Jlebb


"banyak cakap."ucap deni sambil menginjak kaki galih yang membuat sang empu kelejotan.


"Awsss anj*rrrr deniii sial*nn lu apa apan si."ucap galih kelejotan.


"Lu brisik."ketus deni.


"Mulut mulut gua,gua yang brisik lu hemppp."ucap galih terpotong karna disumpelin makanan oleh deni.


"Makan,banyak bicara harus banyak energi."ucap deni santai.

__ADS_1


"Pfff hahahaha."tawa mereka.


"Ck sial selalu saja dibuly."decak galih.


"Brisik."ucap eji.


seketika suhu yang tadinya dingin bertambah dingin.merekapun bungkam.siapa yang tidak bungkam?diantara mereka berempat tempramen yang paling buruk adalah eji.


Setelah makan mereka pun menjalankan rutinitas masing masing.


Berbeda dengan mereka,raina baru saja sampai disekolahan yang sekarang miliknya.


Brumm brummm


"Anjaii raina men huh bikin badan panas"


"Ayangg gua tu"


"Ngarep lu jangan ketinggian bro nanti jatoh"


"Hahahaha"tawa serempak.


Raina yang dibicarakan pun masabodo.berjalan melewati kordinor kelas.sampai di depan kelas raina pun memasuki dan mencari tempat duduk.menduduki tempat duduk dan tidur.


Siapa yang gatau?kebiasaan raina dikelas adalah TIDUR.karna semua mata pelajaran yang diajarkan sudah raina kerjakan semua.dulu raina diam diam sekolah onlen sampai S2 jadi jangan kaget raina bisa semua mengerjakan mata pelajaran yang dikasih guru ketika suru maju IQ raina paling besar diantara kaka kakanya.


"Selamat pagi anak anak."ucap guru.


"Pagi bu."ucap serempak.


Mata sang guru pun jatuh ke pangdangan raina.dia cuma bisa menghela nafas pasrah,karna percuma setiap disuru maju pun raina pasti bisa menjawab semua.


"Baiklah kita mulai pelajaran.bla bla bla."ucap sang guru.


Kringg kringg


Bunyi bel istirahat,seketika murid berhamburan.raina pun bangun dan menuju kantin.


"Esteh manis,bakso."ucap singkat raina.


"👌."balas sang penjual.


Menuju meja kosong dan mendudukinya.memainkan handpone berlogo apel.


"Pesanan neng."ucap sang penjual.


"Hm."ucap raina.


Memakan makanan yang baru saja dia pesan.lagi asik asik makan ada saja geng yang membuat moodnya ancur.siapa lagi kalo bukan gendis and the geng?tapi...tapi ada satu orang yang raina kenal.LAURA.ya dia si anak haram.


'Knp dia sekolah disini?apa dia tau gua dsini?ga mungkin lah?iya kan gamungkin?udalah bodoamat..'(pikir raina).

__ADS_1


Brakk


"Heii kau...kau dapat dari mana mobil itu?perasaan mobilmu sering gunta ganti?apa pekerjaanmu sebagai jal*ng?."ucap gendis seraya membesarkan suara.


__ADS_2