
Melvin pun berlari ke arah anggota musuh.dan.
Brukk...brakk...
Krakkk...plakk...
Gubrakkk..
" matilah kau para pengikut bangkotan,kau pantas matii." Ucap melvin sambil mencambik cambik anggota musuh.
Mafioso raina pun bergidik melihat cara melvin membunuh.
" baru iblis kecil saja mereka kuwalahan.gmn si bos?yang dijuluki psycho gila?mereka salah cari lawan " (batin mafioso raina)
" yaampun.kasihaan sekali nasib kalian,salah mecari lawan " (batin empat tangan kanan raina bergidik).
" kerja bagus vin " (batin eji dan raina sambil menyeringai jahat).
Egi pun melihat seringai jahat dari raina dan eji seketika nyalinya ciut.saking fokus memperhatikan eji dan raina dia pun tak sadar bahwa mafioso yang dia bawa telah tewas semua.seketika menegang mendengar teriakan melvin.
" yooo.aku dapat mainan baru ka qila,ka eji.sudah lama aku tidak bermain." Teriak melvin gembira.seakan mendapat mainan baru.mainan yang dimaksud melvin adalah.MEMBUNUH MUSUH.
" melvin sudah." Ucap raina bernada dingin.
Seketika melvin memberhentikan aktivitasnya.siapa yang akan melawan?jika raina sudah bernada dingin?mereka lebih baik menuruti dari pada harus kena imbasannya.raina pun maju kedepan egi.
" mafia mana kau?."ucap raina dingin.seketika suhu bertambah dingin.anggota raina menyaksikan itu hanya bergidik ngeri.' Sudah masuk kekandang singa.membangunkan iblis yang sedang tidur pula ' itulah pikiran mereka.
"Ma-mafia it-itu k-ke 10." Ucap egi tergagap
" kau mendadak gagu?."ucap eji dingin.
" ti-tidak,aku tidak gagu." Ucap egi sambil memperhatikan yang lain.egi melupakan raina yang sudah ada didepan matanya dengan ekspresi menahan amarah.
" jangan melihat kami terus kawan,lihatlah depan matamu.ada iblis yang sedang bangkit." Ucap galih santai.
__ADS_1
Seketika egi menegang.ya dia melupakan raina yang ada didepan matanya.
Melirik sekilas dan memalingkan muka.
" aku tau aku cantik.tidak usah melirik lirik juga."ucap raina santai.
" eh?emm." Ucap egi malu.
" siapa ketuamu?."ucap raina.
" aku tidak tau,dia hanya bersembunyi dikegelapan saja." Ucap egi tanpa ada kebohongan.
" oh macam tu rupanya.cih penakut,modal mengirim pasukan dan tangan kanan bodoh apa dia kira bisa membantai mafiaku?apa dia pikir aku bodoh.dasar baj****n." Gerutu raina kesel.
" boleh aku minta tolong paada mafia mu?." Ucap egi tanpa ragu.
" minta tolong he?." Ucap raina.
" iyaa,tolong selamatkan sodara sodaraku dimarkas terkutuk itu.apa bisa?." Ucap egi ragu.
" jaminan?." Ucap raina.
" mengapa kau berhianat pada ketua mu?." Ucap raina bingung.
" dia hanya memikirkan kepentingannya sendiri.aku lihat anggotamu sehat bugar,sodara sodaraku disana?huh makan saja sehari sekali." Ucap egi sedih.
" sodara?sodaramu masuk mafia juga?." Tanya erlangga.
" tidak bukan seperti itu.anggota lainnya maksudku.mereka sudah ku anggap sodaraku." Ucap egi.
" hohoho punya hati nurani juga kau rupanya." cemoh eji.
" hei pria dingin.aku tidak sepertimu,sedari tadi kuperhatikan mukamu mirip tembok.tidak bukan tembok tapi triplek." Ketus egi
" kauu...!!!."ucap eji
__ADS_1
" hei paman,ka eji apa kalian ingin ku jadikan mainan?rasanya aku belum puas." Ucap melvin.
" sudah la vin,kita harus menghemat tenaga.malam nanti kita bantai mafia 10." Ucap raina.
" kauu juga harus ikut,dan setia lah.aku tidak memiliki hati nurani sehingga memaafkan mereka yang berhianat." Timpal raina bernada tegas.
" baik emm." Ucap egi
" bos.panggil aku bos." Ucap raina
" baik,aku cuma bisa berharap padamu bos." Ucap egi
" baiklahh,bilang kesaudaramu,aku tidak punya hati nurani,aku juga tidak gampang memaafkan seseorang.jadi jangan berhianat." Ucap raina bernada dingin
" baik boss aku akan bilang kemereka." Ucap egi tegas.
Malam hari mereka bersiap,raina hanya membawa 100 pasukan saja,yang lainnya dimarkas berjaga jaga.
" sudah?." Tanya raina.
" sudah bos,senjata sudah dipersiapkan.100 anggota yang mahir dalam bidang apapun." Ucap eji
" baiklah.kalian harus saling membantu,aku mau sepulang dari sana kalian harus tetap hidup.karna kita adalah keluarga,mengerti?." Ucap raina tegas.
" baik bos kami mengerti." Ucap serempak.memasuki mobil,egi,raina,eji,melvin satu mobil.
" paman tenanglah jangan tegang,kita haarus membasmi tikus kecil itu." Ucap melvin
" vin lihat muka dia,ketakukan hahahaha.seperti banci." Cemoh eji.
" kauu pria tembok diamlah,aku tak perna takut selain sama ketuamu.kalo kau jadi aku,pasti kau merasakan hal yang sama." Ucap garang egi.
" apa kalian tidak bisa diam?aku cape mendengar kalian berantem,atau aku nikahi saja kalian?." Ucap raina.
" enak saja lebih baik aku nikah sama anak umur 19 taun dari pada sama pria tembok." Ucap egi
__ADS_1
" aku lebih na*** nikah sama kau,lebih baik aku nikah sama perempuan dingin." Ucap eji.
*maaf aku telat up lg kurang enk badan