Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 39


__ADS_3

Bersamaan bayi keluar,berankar raina pun keluar,terlihat raina sedang tertidur pulas karna kecapean.


"Bawa bayi keruang bayi,taru dibrankar biarkan dia merasa hangat."ucap dokter.


"Baik dok."ucap suster serempak.


Mereka pun mengikuti berankar raina.


Ceklekkk


"Honn cepat bangun,anak kita harus disusui."ucap samuel lirih.


Raina pun menggeliat karna merasa terganggu.


"Ka sam mana anak kita."ucap raina.


Samuel pun berbalik mengkode kepada adrian ddk dan deni ddk,mereka dengan antusiatis,tak hanya deni ddk dan adriaan ddk,tuan max dan braham serta istri istri mereka pun ikut,apalagi nene tuti.


"Mereka lucu."ucap raina terkekeh.


Seketika pandangannya jatuh ke febrian,abang yang sudah lama tak bertemu.


"Kau menghamili anak orang?."tanya raina menatap tajam febrian.


"Ck,raina dengar dul..."


"Kau sama bajingannya dengan dia."ucap raina dingin.


Seketika tiara pun maju dan memegang tangan raina.


"Kami sudah menikah raina,diadakan secara sederhana karna kemauanku."ucap tiara lembut.


"Benarkah?."tanya raina memincing mata.


Tiara membalas hanya tersenyum dan mengangguk.


"Maaf ka brian,aku tak mau abangku seperti bajingan."ucap raina nyesel.


"Tak apa aadik,maaf abang pergi begitu saja."ucap febrian.


"Aku tau tak masalah."ucap raina.


Ceklekkk


"Rainaaa lihat anak anakmu tak ada suara tangisan,semuanya tenang."pekik nyonya shaqila dan sinta.


"Itu sifatnya ka sam menurun ke mereka mom."ucap raina.


"Kau lebih dingin dariku hon."protes samuel.


"Lihatt lihatt,anak perempuan raina lihatt,tak ada raut apapun hanya tatapan datar dan dingin."pekik abil.


"Ka qila ngidam apa kau?."tanya melvin jeda.


"Anak mu datar dan dingin semua."timpal melvin.


"Kalian?kapan nyari pendamping."tanya raina.


Seketika adrian ddk dan deni ddk pun ditatap tajam oleh orang tua.


"aku belum mau."ucap abil


"Aku belum ketemu."ucap adrian.


"Aku belum nemu yang pas."ucap alvin.


"Aku sudah,ini lagi berusaha."ucap alvian santai.


"Aku sudah,ini lagi berusaha."ucap alvian santai.


"Aku sudah ka,anak kuliah umur 19 tahun."ucap melvin.

__ADS_1


"Seleramu bocah sama sepertimu."ketus deni.


"Hei aku pria 27 tahun."protes melvin.


"Dan kalian?."tanya raina terhadap abang abang raina.


"Aku belum kepikiran."ucap erlangga santai.


"Aku pun sama."ucap galih.


"Kau ka deni?."tanya raina.


"Aku nunggu anakmu besar saja."ucap deni.


"Maksudmu?."pekik samuel.


"Aku ingin menikahinya."ucap deni santai.


"APAAA?!."pekik serempak.


"Jangan ngawur,jodoh tuhan yang ngatur."ucap tuan braham.


"Oh iya nama anak kalian siapa?dengan cara apa membedakan mereka?."tanya nyonya shaqila.


"Anak sulung DAVID RAI ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,anak kedua DEVAN ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,anak ke tiga DYLAN ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,anak ke empat EDRAIA LETESHIA ERTHAN ANGGARA PUTRI SEBASTIAN,anak kelima EDREIA ERTHAN ANGGARA LETESHIA PUTRI SEBASTIAN,yang ke enam DEVINO ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,yang ke tujuh DEVANO ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,yang ke delapan DEDREX ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,yang kesembilan DACHIKO ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,yang ke sepuluh DECHIKO ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,yang kesebelas,DEVYN ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,ke dua belas DEVINDAX ERTHAN ANGGARA SEBASTIAN,tiga belas terkhir DENIS ERHTAN ANGGARA SEBASTIAN."ucap samuel


"Yang laki D semua?yang perempuan D juga?."tanya abil.


"Cara membedakan yang laki laki?."tanya deni.


"Abil ambil tas itu."ucap samuel menunjuk tas kecil berwarna hitam.


Abil pun mengambil tas hitam itu.


"Taraaa."ucap samuel.


"Kalung inisial ini yang akan membedakan mereka."timpal samuel.


"Dav untuk david,Dev untuk devan,Dyl untuk dylan,Eda untuk edraia,edre untuk edreia,vin untuk vino,van untuk vano,Drex untuk dedrex,dac untuk dachiko,dec untuk dechika,vyn untuk devyn,Dax untuk devindax,Den untuk denis."ucap samuel panjang.


"Terimakasih ka,kau bukan hanya menyembuhkan lukaku saja,tapi kau telah menjadi yang terbaik untukku."ucap raina mata berkaca kaca.


Bayi yang ada digendongan mereka pun menatap tajam samuel.


"Bukan aku bocah."ketus samuel.


Mereka pun menangis kompak.


Oekkkk..


Suara tangisan bayi,dan anehnya dua bayi perempuan dan satu bayi laki laki hanya menatap datar samuel.


"Heiii kaliannn tak malu dengan adik atau kaka kalian?."pekik samuel.


Seketika tangisan bayi pun berhenti yang mana membuat gelak tawa mereka.


"Hahaahaha."tawa serempak.


"Raina kasi asi anakmu dulu."ucap nyonya shaqila dan nene tuti mengasih Baby Dav dan Dev.


Mereka pun dengan agresif menyusu,samuel yang melihat itu menelan ludah kasar.


"Sabar tunggu sebulan baru kau dapet jatah."ledek tuan max.


Tuan braham hanya mampu terkekeh saja.


"Ck dad ku adukan ke momy."decak samuel ketus.


"Mom...hemmpp..."


"Ada apa sam?."tanya nyonya shaqila dan sinta berbarengan.

__ADS_1


"Oh tidak apa hon ini dia masa siraina abis melahirkan mau minta jatah,iya kan braham?."ucap tuan max.


"Iyaa bener tu."ucap tuan braham.


Glebbb


Samuel menginjak kaki tuan max yang mana membuat sang empu kelejotan.


"Argghh kauuu..."pekik tuan max.


"Makan tu jatah."ketus samuel.


Mereka hanya mampu menggeleng geleng kepala saja.


"Ga sama raina ini sama suaminya,hadehhh."ucap nyonya shaqila.


"Hon jangan dengarkan menantu durhaka itu."ucap tuan max.


"Mom katanya dady ingin mencari sugar baby."ucap samuel.


"Kauuu...tidur diluar."pekik nyonya shaqila dan sinta.


"Aku kan ga ikut mom?."tanya tuan braham.


"Bohong mom dady juga ikut."ucap samuel.


"Sam kauuu...kurang ajarrr."pekik tuan max dan braham.


Setelah dirawat inap,raina pun dibolehkan pulang,mereka dengan antutiasis menggendong ke13 bayi raina,seluruh dunia sudah tau,raina sang pemilik perusahaan Big RQ'M compay dan samuel sang pemilik R&S compay mempunya ke 13 anak.


"Hon sampai rumah banyak istirahat ya,nanti kalo banyak gerak jaitanmu lepas."ucap samuel sambil mengelus kelapa raina.


"Iya honey."ucap raina.


"Reyan tepikan mobilnya."ucap samuel.


Mobil samuel pun berhenti,diikuti mobil mereka yang dibelakang,samuel pun keluar dari mobilnya dan menuju mobil keluarganya.


Tok tok tok


"Mom buka."ucap samuel.


"Ada apa sam?."tanya momy shaqila dan sinta.


"Kemarikan waktunya mereka meminum asi."ucap samuel.


nyonya shaqila pun memberikan babyi Adraia dan Devin.


"Hon ayo kasi asi,sudah waktunya mereka minum asi."ucap samuel.


Raina hanya mengangguk saja,samuel pun menutupi Baby D dan A dengan kemeja miliknya,supaya reyan tak melihat raina menyusui.


"Cihh aku juga punya asi mah,asi kekasihku lebih besar."decih reyan.


"Paling asi mu hasil dari sapi."ucap samuel terkekeh.


Sekeetika ada suara tawa bayi.


"Hei asi ku murni dari kekasihku."protes reyan.


Suara tawa bayi makin kencang yang mana membuat raina dan samuel tertawa.


"Ohh ini rupanyaa?seorang Adraia dan Devin tertawa?."ledek samuel.


Seketika bayi itupun menatap datar samuel.


"Haahahahah."tawa reyan.


Bayi Adr menatap tajam reyan yang mana membuat bulu kuduk reyan merinding,seketika tawa reyan terhenti,raina yang melihat itu terkikik geli.


"Ama anak bocah saja takut."ucap samuel.

__ADS_1


Baby Adraia dan david menatap tajam samuel.


"Apa kau bocah?."ketus samuel.


__ADS_2