Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 34


__ADS_3

"haha haha adeku masih hidupp hahaha."ucap alvian,tadinya menangis sekarang tertawa tidak jelas.


"Maaf aku leta."ucap raina menahan pedih dihati.


"Kauuuuu! ! Kau adikkuuu! ! Kauu tetap adikku! !."teriak alvian.


"Aku letaa."pekik raina.


"Kauuu rainaaa! ! Kau adalah nanakuuu! !."teriak alvian,memang panggilan nana adalah panggilan alvian ke raina saat kecil.


"Bukann aku adalah letaa,bukan nanaa."pekik raina.


"Arghhhh kau nanakuuu! !."teriak alvian frustasi.


"Bisa tinggalkan aku berdua?."tanya raina.


"Tapiii..."


"Ka sam kumohon."ucap raina.


"Baiklah sayang."ucap samuel


Setelah tidak ada orang barulah raina memapah tubuh kurus tidak terurus itu keranjang.


"Nanaku kembalii."ucap alvian.


"Aku leta,kau bisa menganggapku sebagai adikmu."ucap raina.


Seketika alvian pun menepis tangan raina yang mana membuat raina hampir jatuh.


"Sudah ku bilang kan?kau nanaku,aku tidak gila,aku hanya berpura pura,aku tau raina kau ingin menghindar dari kami,tapii menghindar dariku?itu tidak akan terjadi."ucap alvian penuh penekanan.


Deggg


"Aku bukan raina,aku leta,aku tinggal di NY,aku berasal dari NY."ucap raina santai menutupi terkejutnya.


"Kauu pembohong! !kau nana,akan tetap seperti itu,kau NANAKU."pekik alvian.


"Maaf tapi nyatanya aku memang leta bukan nana/raina."ucap raina.


"Masih kekeh?baiklah akan kutunjukkan."ucap alvian.


"Kalung ini,kalung dariku,dimayat itu tidak ada kalung dariku,rambut ini?huemmm harum rambut nanaku,badann dannn...mata biru lautmu."ucap alvian menyeringai jahat.


"Hah sudah berapa kali ku katakan?aku leta,memang hanya raina saja yang mempunyai ini?kalung ini...dijalan tadi samuel memberikan padaku."pekik raina


"Hahaaha kau pembohong."pekik alvian.


"Aku?pembohong?aku tidak bohong,aku leta."ucap raina.


"Kau nanaku."ucap alvian bernada santai sambil berjalan menuju sofa menuangkan vodka kedalam gelas dan mengambil roko,alvian tau kelemahan adiknya adalah ini.


Raina melihat alvian minum dan meroko pun geram,tapi menutup kegeramannya dari wajah datar dan dingin


"Hmmm ini enakk,aku akan memesan lebih banyak sabu ini."ucap alvian memancing raina.


Raina pun hanya bersikap santai sambil duduk disofa depan alvian,sambil mencium aroma asap roko,raina menyeringai jahat.


"Dengan roko yang tidak ada apa apanya kau sebut roko yang ada sabunya?kau bodoh?."ucap raina mengejutkan alvian.


"Dia tau ini?kalo dia tau berarti bukan ade."ucap alvan dalem hati.


"Cihh kau mana tau."decih alvian sinis.


"Aku peroko aku juga pemake."ucap raina ngawur.

__ADS_1


"Gadis sepeertimu pemake?."tanya alvian.


"Ya?apa ada masalah?."tanya raina.


"Tidak."ucap alvian,padahal aslinya geramm karna adiknya yang satu ini batek dan keras kepala.


"Aku ingin keluar."ucap raina berdiri dari duduknya.


Alvian yang melihat itupun ketar ketir,dia punya jurus andalan,mengambil pisau dimeja dan ingin menggoreskan ketangannya.


"Leta atau raina aku tidak perduli,yang jelas kau adikku."ucap alvian sambil menggoreskan pisau ketangannya.


Raina menengok ke alvian seketika terbelalak mata.


"Kauuuu! ! Kauu gilaa?! Apa kauuu tidak warass ha?!dasaarrr tidak warass! !."bentak raina.


Untung saja kamar itu kedap suara jadi ttidak ada yang tau.


"Kauu raina."ucap alvian santai,toh dia juga peerna ngerasain diambang kematian jadi rasa ini tidak ada apa apanya.


"Aku letaa."pekik raina,karna geram raina keluar menuju ruang tamu.


"Ka qilaaaa."teriak pria tampan berumur 20 taun.


"Melvin."gumam raina sambil melanjutkann jalan menuju samuel.


"Ka qilaa kau ka qilaa."pekik melvin,semua penghuni yang ada dirumah ini pun keluar dan saat melihat seorang gadis berdiri dideket sofa mereka terkejut,apalagi febrian.


"Rainaaa."ucap febrian


"Sam ayo pulang,aku malas disini,apa apa raina apa apa raina,aku leta bukan raina."pekik raina.


"Kauu anakku,rainaaa ini momy."ucap nyonya shaqila.


"Kalung ituu kalung dari alviannn."pekik alvin.


"Kalung ini...saat diperjalanan samuel ngasih kalung ini untukku,dia bilang aku memang mirip dengan nana atau raina raina itu,jadi samuel berniat mengasih kalung ini."ucap raina panjang.


"Samuelll ! ! Kauuuu! !."amuk febrian berjalan menuju samuel bermuka khas datarnya.


Seketika raina pun menghadang febrian.


"Mau apa kau?."pekik raina.


"Diaa! ! Dengan lancangnya mengambil kalung adik kesayanganku dan ngasih ke orang ASING."pekik febrian menekan kata 'asing'.


Degg


"Seasing itu?."tanya raina dalam hati.


"Kau mau kalung ini?."tanya raina.


Saat ingin melepas kalung itu,suara tegas pun memberhentikannya.


"Pakai saja kalung itu,percuma karna kalung itu tidak akan bisa dilepas."ucap priaa yang sedang turun dari lantai.


"Kauu terkena jebakan."ucap alvian menyeringai jahat.


Raina pun mendongak ke arah sammuel meminta penjelasan.


"Aku tidak tau,kau dengar sendirikan?dan...kau juga yang meminta untuk kesini."ucap samuel alih alih takut raina tak percaya.


"Ini bisa ku lepas."ucap raina sambil melepaskan kalungnya,dan sialnya sikalung tidak mau lepas.


"Sudah ku katakan bukan?kau nanaku."ucap alvian menyeringai puas.

__ADS_1


Raina menatap tajam abil,yang ditatap tajam pun gemeter.


"Kemaarii kauuuu! !."bentak raina.


"Ka rasyaa tenang,tenang kaa akuu minta maaf soal itu,tenang kendalikan emosimu,jangan gegabah,ini semua permainan kita."ucap melvin menenangkan sisi iblis raina.


"Akuuu sungguh kecewa dengan kaliann! ! Mulai sekarangg jangan cari aku! !."teriak raina menggema.


"Rainaaa."ucap samuel.


"Diamm kau! !."bentak rasya.


"Aku akan bawa raina ke nyonya besar."ucap rasya,saat ingin membawa raina diberhentikan oleh samuel ddk.


Samuel langsung menyerang raina dengan kata kata manis.


"Sayaangg katanya kita akan menikah?kenapa kau akan peergi?hm?apa aku menikah saja dengan perempuan lain?."tanya samuel.


Seketika tubuh raina pun menegang,dan...


Brukk


Jatuh pingsann,samuel buru buru menggendong raina keluar mansion,tak perduli teriakan dan makian mereka.


Ceklekk brukk


"Jalan reyan."perintah samuel.


Reyan menjalankan mobilnya menuju hotel R&S.


Menghabiskan waktu 30 menit merekapun sampaii,samuel bergegas berjalan menuju kamar mereka,membaringkann raina diranjang dan meninggalkan raina mandi.


Ceklekkk


Keluarlah pria bertubuh sispek dan berotot.


"Rainaa bangun,kau tidak usah berpura pura tidur."ucap samuel.


"Susah sekali ya mengelabuimu."ucap raina.


"Aku tidak bodoh."ucap samuel.


"Ka sam..."


"kita nikah 2 hari lagi,kata reyan semuanya sudah siaap,baju yang kau rancang juga sudah siap."ucap samuel memotong omongan raina.


"Kaa aku mau akadnya sederhana,aku belum mau jati diriku terungkap."ucap raina.


"Itu sudah ku tentukan sendiri."ucap samuel.


"Terimakaasih ka,maaf."ucap raina.


"Untuk?."tanya samuel.


"Untuk...untukk ituu...apaa...emm."ucap rain gugup.


Samuel pun berjalan menuju raina,memajukan mukanya kehadapan raina,cuma dibatesi idung satu sama lain.


"untuk apa sayang?."bisik samuel.


"Untukkk...untuk men...mencintaimu."gumam rainaa.


Samuel pun mengebangkan senyumannya.


"Hahaha akhirnyaaa aku bisa meluluhkan hatimu juga beruang kutup."ucap samuel beersorak ria.

__ADS_1


__ADS_2