Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 11


__ADS_3

Pukul 00:56.dikamar yang berbeda ada dua orang yang sedang berkalut dengan pikirannya sendiri.karna bosan mereka keluar.


Ceklekk...


Ceklekk...


Tapi siapa sangka?sang pria ikut keluar?.


" mau kemana kau?." Ucap pria.


" rooftop.mau ikut?kebetulan malam hari cuacanya bagus." Ucap sigadis.


" yasudah ayo." Ucap sipria semangat 45.


Merekapun berjalan menaiki lif.memasuki lif dan memencet angka 4.


Tingg...


Pintu lif terbuka dan terlihatlah pemandangan yang indah.bangunan bangunan mewah,lampu lampu bangunan dan jalanan seakan menambah keindahan.sigadis pun duduk,dan membuka ponsel.si pria pun duduk disebelah gadis.


" ka eji/raina." Ucap mereka barengan.


" E-eh ka eji dulu saja yang bicara." Ucap raina gugup.


" A-ah tidak kau saja dulu." Ucap eji tak kalah gugup.


DEGG...


DEGG..


' jantung diamlah,kalo raina tau bagaimana?bisa malu aku.haduh lagian pake barengan segala lagi tadi ' (batin eji)


' hai jantung,diam oke?aku malu tau ada ka eji disebelahku.is ga tepat banget,lagi tadi harusnya aku diam saja pas ka eji mau bicara ' (batin raina)


SUNYI.mereka kalut dalam pikiran mereka masing masing.


" Ehemm.ka eji aku mau ke kamar." Ucap raina sambil berdiri dari duduknya.


" eh?baiklah aku pun juga mau ke kamar." Ucap eji sambil berdiri dari duduknya.


Tapi sialnya eji terpeleset.dan


Hap...


" Bertahan ka eji,ayo naik.biar ku bantu." Ucap raina.


" baik." Ucap eji.


Raina pun menarik eji agar tidak jatuh.dan sialnya pun terjadi.


CUP.


Raina pun melotot.eji?sama halnya dengan raina.jantung mereka berdua berdebar.seakan habis lari maraton.

__ADS_1


" ciuman pertamaku." Gumam raina.


" ohshiit.ciuman pertamaku." Gumam eji.


DEG..


Tatapan mereka saling terkunci.jantung mereka tambah berdegup kencang.


Seketika raina pun mendorong eji.eji yang mau jatuh pun ditangkap lagi tangannya oleh raina,dan...


Brukk...


Cupp...


Raina pun menegang,eji pun tak kalah menegang.


"Yaakkkkkk,ciuman kedua ku " teriak raina.


"Oh my good,raina itu ciuman keduaku.knp kau ambil " protes eji.


"Kau...kau juga mengambil ciuman kedua ku.dasar huh." Ucap raina bernada ketus sambil berjalan menuju lif.memasuki lif dan menekan angka " 3 "


Ting...


Raina pun bergegas keluar sambil menggerutu,memaki eji.


Brakk....


"Huh sial*n itu ciuman pertama dan kedua ku,dasar tukang modus coba saja tadi aku tidak keluar kejadian ini tidak akan terjadi.hikss momy bibirku tidak peraw*n lagi huwaaaa." Teriak raina.untunglah kamar raina memakai kedap suara jadi tidak ada yang keganggu dengan teriakannya.


Berbeda dengan raina yang sedang frustasi,eji mala senang,ya siapa yang tidak senang?ketika ciuman bersama orang yang kita suka?.


"Hehehe raina bibirmu manis sekali,walaupun ciuman sekilas tidak masalah,suatu saat nanti pasti akan ku dapatkan."ucap eji terkekeh.


Senang?sudah pasti.eji berjalan menuju lif sambil bersenandung ria.memasuki lif menekan angka "3 "


Tingg...


Keluarlah pria tampan sambil bersenandung ria sambil menuju ke kamar.


Brakk...


"Hehe raina rasa manis dibibir mu tidak bisa hilang." Gumam eji sambil terkekeh.


"Aroma wangi vanilla ditubuhmu bikin badanku panas rai hehehe." Timpal eji terkekeh.


Brakkk...


"Ka eji.!!."teriakk melvin.


"Haiss vin kalo mau masuk ketuk pintu dulu,jangan asal dobrak untung saja ka eji tidak mempunyai riwayat jantung."protes eji.


"Ketuk pintu katamu?!ha?!setengah jam aku mengetuk pintumu!,kau bilang aku suruh ketuk pintu?!mau sampai kapan aku ketuk pintu ha?!aku harus menunggumu selesai menghayal begitu?!dasar kau!."bentak melvin.

__ADS_1


"Ck,kau ini vin so tau saja hidupnya,mana ada kaka menghayal huh." Ucap eji sambil berdecak.


"Cihh tidak menghayal dari mana,saat aku mendobrak pintumu kau senyum senyum tidak jelas." Ucap melvin berdecih.


"Dasar kau anak kecil tau apa?hm?kau mana tau."protes eji.


"Hei badanku memang kecil,tapi pemikiranku dewasa." Protes melvin.


Ya begitu la mereka setiap bertemu selalu berantem,belum lagi melvin situkang jail.


"Ada apa vin?."tanya eji.


"Tidakk ada,aku lupa karna ka eji membuka pintu terlalu lama." Ucap melvin santai sambil keluar dari kamar eji.


"Hais bocah itu awas saja kau,kalo bukan adenya raina.dasar bocah sial*n." Gerutu eji.


"Aku masi bisa dengar bung,pelankan sedikit suaramu kalau ingin mengumpatku." Ledek melvin.


"Hah melvin kupingmu memang sangat tajam,setajam mata raina." Ucap eji sambil menghela nafas kasar.


"Aku tau." Ucap melvin santai.


Brakk...


"Melvinn.!!!awas kau ya cecunguk.!"teriak eji sambil mengelus dada.


"Dasar kalo bukan adenya raina sudah ku kuliti kau."gerutu eji.


Drttt drttt


Tanpa melihat nama eji langsung mengangkat telfonnya.


"Ck ada apasi ha?!kau tau tidak aku tu lagi badmood ngapain menelfonku.!." Sentak eji.


"(...)." Tidak ada sahutan disebrang sana.karna tidak ada sahutan itu membuat eji sebal.


"Heiii.!!!kau bisu ha?!buang buang waktu sajaa sial*n dasa." Bentak eji.


"Sudah?."tanya disebrang sana.


"Eh?suaranya mirip raina?apa iya?."gumam eji.seketika ejipun membelalak.RAI.itu lah nama kontak sipenelefon.


"E-eh rai hehe maaf." Ucap eji terkekeh gugup.


"Sial*n kau melvin,gara gara kau aku sampe membentak raina." Gumam eji masih bisa didengar oleh raina.


"Eheemmm,rai ada apa?."ucap eji bernada sedikit dingin.


"Tidak ada,lupa.kau lama." Ucap raina santai.


Tutt tutt


"Arghhhhh,sial*n ga adik ga kaka.sama sama bikin orang naik darah saja.huh sabar eji kau harus banyak banyak sabar."teriak frustasi eji.

__ADS_1


__ADS_2