Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 42


__ADS_3

"Momy atu mau glax tama glek."ucap adraia.


"Atu mau halimau momy."ucap adreia mata berninar binar.


"Mom abang mau gely dan goly,dia cepacang kan?."tanya david.


"Grex dan grax mereka sepasang,grax sibetina dan grex sijantan,gory dan gery juga,gory sibetina dan gery sijantan,mereka berdua sedang mengandung,rawat mereka hati hati."ingat raina.


"Momy dac ingin buaya putih di tandang tono boleh?."ucap dachiko mata berninar penuh harap.


"Dec ingin apa?."tanya raina.


"Dec ingin macan tutul."ucap dechiko.


"Yasudah dac buaya dan dec macan tutul."ucap samuel


"Mom tani tundu anak goly dan gely caja."ucap devino.


"Iya atu duga."ucap devano.


"Nah dedrex,vyn,dax dan denis kalian ingin apa?."tanya raina.


"Nda mom,tami takut."ucap mereka serempak.


"To takut ci,talian tan towo."ucap adraia bingung.


"Atu ingin ulal caja."ucap dedrex.


"Apa abis mom?."tanya devyn.


"Masihh,masih adaa."ucap raina


"Soalnya momy pelihara ular banyak banyak."timpal raina.


"Vyn mau buaya ada?."tanya devyn penuh harap.


"Buaya adaa...4 kalo ga salah."ucap raina.


"2 sepasang 2nya lagi juga sepasang."timpal raina.


"Yacudah vyn mau itu."ucap devyn semangat.


"Nah dax dan denis?."tanya raina.


"Atu mau ulal dua mom,cepacang."ucap denis.


"Atu ulal duga."ucap devindax.


"Baik baik,momy juga serahkan markas ini pada...."


"Abang dapit,abang dyan,abang depan,ta aia dan ta eia."ucap mereka serempak.


"To atu tih."protes adraia dan adreia.


"Markas utama david,markas selatan devan,markas utara dylan,markas timur adraia dan markas tengah adreia."ucap raina.


"Huft yacudah lah."ucap adraia dan adreia menghela nafas pasrah.


"Mom apa mom ingin melahaciakan cemua?."tanya david the to poin.


"Uncel kalian lagi pada hynemoon,jadii setelah itu baru momy umumkan."ucap raina.


"Hynemoon bikin baby ya mom?."tanya adraia.


"Uppsss."ucap raina menutup bibirnya.


"tami tau mom."ucap mereka serempak.


"Iya iya anak anak momy yang geniuss,umur satu tahun sudah lancar berbicara,lancar berjalan,berlari pula."gerutu raina.


"Tami tan anak momy and dady yang tantik dan tampan."ucap serempak.


"Pelukk donggg."ucap R'S.


mereka saling berpelukan,mafioso yang melihat itu pun terkekeh,2 pasang singa yang melihat itu mengaumm senang.


Goaarrr goaarrr.


"hahahaha."tawa serempak.


"Glek,glak atu bobo dulu ya,bay bay...cup...cup."ucap adraia mengecup kening singa yang mana membuat singa itu merasa senang.


"Goly dan gely abang bobo dulu...cup..cup."ucap david sama halnya yang dilakukan sang adik.

__ADS_1


Merekapun berjalan menuju mansion utama,dan sampai dimansion utama terkejut karna alvin ddk dan melvin ddk sudah pulang hynemon.


"Uncell aunty tudah pulang?."tanya dylan.


"Sudahh dann istriku sedang mengandung 2 bulan."ucap melvin.


"Apa benel aunty?."tanya dylan.


"Benar baby dylan,aunty sedang mengandungg."ucap gadis seumuran raina,Nadya.


"Woahhh bakal lame ya."pekik dechiko.


"Ramee dec."ucap deni terkekeh.


Plakk


"Tidak boleh begitu sayang."ucap sang gadis disampingnya,Adelia.


"Lucu."ucap deni terkekeh.


Merekapun berkumpul,sampai lupa febrian ya hehe.


"Untelllll,untiiii."pekik suara laki laki.


"Tepano."pekik dylan,dachiko,dechiko.


"Abang dyan atu tanen."ucap bocah tampan,bermetra abu abu tercampur kecoklatan,dia anak febrian dan tiara,stevano.


"Ih tepano tita tan tama tama towo maca tamu tanen atu tih?."protes dylan.


"Tanen tebagai codala tan bica."gerutu stevano.


"Pandil tami abang tepano."ingat david tegas.


"Maaf bang."ucap stevano.


"Hehe atu becanda."kekeh david.


"Abanggg."rengek stevano.


"Isss kaya anak tetil aja tepano."protes adraia.


"Atu memang anak tetil tata."ucap stevano polos.


"Atu tan anak tatu tatu na mama tama papaku."ucap setavo.


"Heii adikmu yang masih diperut tak dianggap?."protes febrian


"Papahhhh."rengek stevano.


"Hahahaha."tawa serempak.


Mereka pun menghabiskan waktu bersama sama,keluarga erthan,sebastian,dan anggara.


"Mama."bisik stevano


"Apa sayang?."bisik tiara.


"Pala pano pucing."ucapnya lirih.


"Anak momy ken....apa."ucap tiara terkejut.


"Astagfirullah stevanooo."pekik tiara


Seketika semua pandangan tertuju pada tiara.


"Stevanooo! !."teriak febrian.


"Cepat bawa kerumah sakitt."pekik raina.


"Momy tami itut."ucap david.


Mereka pun bergegas membawa stevano kerumah sakit,menjalankan kecepatan rata rata,menghabiskan waktu 30 meenit barulah sampai.


"Dokterrr! !tolonggg anakkuuuu! !."teriak febrian.


Dokter dan suster berlarian terbirit birit,stevano pun lagi ditangani.


"Apakah anak itu menyembunyikan penyakitnya?."gumam febrian terduduk lemas.


"Stevano anak mama harus kuat."gumam tiara.


"Stevano pasti kuat tiar,kau harus berdoa dan meminta pertolongan kepada tuhan."ucap raina sambil menenangkan tiara.

__ADS_1


Ceklekkk


Keluarlah frans bermuka frustasi.


"Kenaapa kalian diam saja ha?!stevano hampir kehilangan nyawanya sialann!!."teriak frans frustasi.


"Kenapa frans anakku sakit apa?."tanya febrian.


"Kanker stadium 2."ucap frans lirih.


Degg


Degg


"Kan-kanker?."tanya febrian,tiara?sudah terkulai lemas.


"Apa dia tidak bilang sama kalian?atau diantara..."


"Atu,dia pelna celita,tapi dia minta atu melahaciakan na."ucap adraia.


"Kau tau?!kenapa kau tidak bilang ke uncel?!."pekik febrian nada membentak,samuel ingin menghajar febrian berhenti ketika mendengar suara anaknya yang amat santai.


"Kalna atu yakin stepano towo yang tuat,anak yang mandili."ucap adraia.


"Kau bilang kuat?!diaa penyakit kankerr stadium 2 adraiaaa! !."teriak febrian.


"Atu tau uncel! !tapi tepano yang bilang cendili dengan tu! !kalo dia tuattt! !."teriak adraia.


Seketika mereka dibuat terkejut,karna siadraia yang biasa kelihatan santaii baru kali ini berteriak.


"Ka brian kau membentak adraia?."tanya raina.


"Bukan membentak rai,ini adalah nyawa seseorang,harusnya adraia bilang denganku atau denganmu."ucap febrian frustasi.


"Mamaaa papaaa."teriak stevano didalam sana.


Mereka bergegas masuk kedalem ruang rawat.


"Mama papa,ini butan talah adaia,ini talah tepano,pano nda mau telihat lemah."ucap stevano bangun dari tidurnya.


"Tapi stevano kau..."


"Tudah ada dantinya tan?ada adik didalam pelut mama."ucap stevano.


"Walaaupun ada adikmu,tapi kau tetep anakku stevano abraham lucifer."ucap febrian penuh penekanan.


"Atu memang anakmu papah,tapi allah tayang tama atu."ucap stevano.


Adraia menghampiri stevano,sang empu yang melihat itu pun mengembangkan senyumnya,saat sudah didepan muka stevano,adraia menatap datar stevano dan..


Plakkk


"Kauh halus tuatt,kauu itu towo tepanoo! !butan pelempuann! !."teriak adraia.


"Adraiaa."gumam serempak.


"Diamm! !atu lagi beli pelajalan untuk olang lemah! !."pekik adraia.


"Kauu haluss kuat tepano."ucap adraia.


"Umurku..."


"Itu tuhan yang ngatul! !kau hanya menjalankannya saja tepano."pekik adraia.


"Atu lemah adaia."ucap stevano lirih.


"Otee,tak usah menemuitu tebelum tau tuatt."ucap adraia lantang.


"Makcudmu?."tanya stevaano.


"AKU AKAN PELGI DALI KALIANN! !."ucap adraia lantang.


"Adraiaaa kau ingin meninggalkan momy?."tanya raina mata berkaca kaca.


"Atu hanya ingin sodalatu kuat apa calah mom?."tanya adraia mengalihkan pandangan,sakit!itulah yang dirasakan adraia saat melihat sang momy menangis.


"Kauu tidak pelgi cendili aiaa,atu belcamamu."ucap david lantang.


"Yaa tami juga."ucap serempak.


"Kau halus kuat tepano."ucap adraia sebelum pergi dari ruang rawat.


"Benel atu halus tuat."ucap stevano lirih.

__ADS_1


__ADS_2