
"Sudah sudah ayo masuk,baby dac, baby dec."teriakk rainaa.
"Ini ada apasii ko gaduh bangett."gerutu reyan menggendong baby david.
"Cell yan cell yan dong."ucap baby dechiko antusiatis.
"Aku sedang menggendong abangmu dec."ucap reyan.
"Hemppp cel yan cel yan jaat."ucap baby dechiko.
"Raina lihat anakmu,masi kecil saja merepotkan apalagi sudah besar."ucap reyan
Dechiko yang dibilang ngerepotin pun memasanng muka datar,dan menatap tajam reyan.
"Ote atu nda akan meyepotkan agi."ucap baby dechiko.
"Anak momy ngambek ya rupanya."ucap raina.
"No mom."ucap baby dechiko.
"Sudah sudah,ini sudahh siang waktunya kalian tidur siang."ucap samuel.
"Dadddd."rengekk dachiko dan dechiko.
"Ohh begitu,tak mau tidur siang ya kalian,yasudah."ucap raina.
"No mom no."pekik mereka serempak.
"Masuk kaamar,david suruh adik adik mu cuci tangan,kaki dan muka,baca doa sebelum tidur."ingat raina.
"Ya mom."ucap singkat david.
"Cel tuyun,yibet dong dong pit."ketus baby david
"Sudah digendong,terimakasih ke."gerutu reyan.
"Cel an makca."ucap baby david.
"Iya iya kulkas."ucap reyan.
"Teceyah."ucap baby david malas.
Four baby D berjalan menuju kamar mereka,kamar adik/kaka mereka.
Tokk tokk tokk
"Ia ia butaa."ucap dylan.
Ceklekkk
Keluarlah anak perempuan berusia 1 tahun.
"Hm?apa?."ucap baby adraia singkat.
"Tulu momy tidul,tapi dangan lupa..."
"Tuti kaki,tuti tangan,tuti muka dan beldoa."ucap baby adraia.
"Iss kau potong telus utapan tu."gerutu dylan
"Blicik abis na."ucap baby dachiko.
"Udah ayo ke kamal eia."ucap dechiko.
Mereka berjalan menuju pintu bernwarna hitam.
Tok tok tok
"Eia eia."teriak dechiko.
Ceklekkk
Keluarlah anaak perempuan berusia 1 tahun.
"Apa cih belicik tau."ketus baby adreia.
"Tulu momy..."
"Tidul tiang,tuti kaki,tuti muka,tuti tangan dan beldoa,iya kan?atu uda apal."ketus baby adreia.
"Tau dudes tekali cih."gerutu baby dechiko.
"Udah ah atu mau tidull,babay abang dan adik tu teltinta."ucap baby adreia
"Bay bay tataku telcintaa."ucap tripel D
"Tidul lah adik."ucap david.
Mereka pun berjalan menuju kamar masing masing,dan mencuci kaki,tangan,muka dan berdoa,setelah itu barulah mereka tertidur,memang aanak raina sudah diajarkan mandiri oleh raina.
"Hon ko anak kita bisa segenius itu ya?baru umur 1 tahun sudah bisa berjalan dan berbicara,ya walaupun berbicaranya masi kaya kumur kumur."ucap samuel beergurau.
"Mereka masi dalam masi pertumbuhan sayang,seiring jalannya waktu pasti mereka bakal jadi anak yang cantik dan tampan."ucap raina sedih.
__ADS_1
"Pasti mansion ini sepi kalau mereka sudah besar."timpal raina lirih.
"Jangan sedih hon,kita buat saja lagi."ucap samuel santai.
"Kauu suami mesum."pekik raina.
"Aku mesum hanya dengnmu honey."goda samuel.
Kita skip aja ya mereka lg bikin dd buat twenty try Babya D,kita kee topikk anak anak raina aajaaa
BACK TO TOPIK..
Dikamar bernuasa hitam dan abu abu,seorang bocah berumuran 1 tahun sedang mengutak atik ponsel pemberian uncel nya secara diam diam.
"Hmmm,atu halus jadi taya momy ni."gumam sang bocah cantik bernetra tajam biru laut bercampur biru tua
"Atu halus hebat taya momy."ucapnya lagi.
Tok tok tokk
"Aia aiaa."ucap suara cempreng didepan.
"Aduh atu umpetin dulu deh."ucap bocah cantik yang dipanggil aia.
Mengumpetkan ponsel mahalnyaa dan bergegas membuka pintu.
Ceklekkkk
"Aia lama banet cih."gerutu bocah cantik bernetra tajam biru tua.
"Toli."ucap bocah bocah cantik itu.
"Aia atu punaa inii."pekik bocah cantik bernetra biru tua.
"Eia tau halus pandil atu tata butan aia."protes bocah cantik itu.
Ya dia adraia dan adreia.
"Dih atu tan yang tua aia."ucap adreia.
"Tata momy atu yang tua eia."ucap adraia tegas.
"Iya iya deh tata aia."ucap adreia pasrah.
"Adik pintall."ucap adraia.
"Taa atu dapet ini dali uncel mepin."ucap adreia.
"Ohh yacudah,pelgunakan dengan baik ya adik."ucap adraia menasehati adiknya.
Adreia pergi menuju kekamarnya sendiri.
"Hufftt untung eia tak meliat."ucap adraia menghela nafas panjang.
"Dyan,depan,pino."ucap bocah tampan bernetra biru laaut yang amat tajam.
"To atu pino ci bang?."tanya bocah tampan bernetra biru tua tajam.
"Nama tamu depino tan?."tanya bocah tampan bernetra biru tua tercampur hitam tajam.
"Iya nama atu depino."ucap bocah tampan bernetra biru tua.
"Udah blicik,atu mau baas cecuatu."ucap pria tampan bernetra biru laut amat tajam.
Yaa merek david,devano,devan,dylan,four D itu memang paling akrabb,bukan berarti mereka ga akrab sama kaka/adik mereka yang lain.
"Apa tu bang?."tanya devino.
"Atu melihat,mancion diujung tana maca taya nda tepake ti."ucap david.
"Atu duga penacalan tu."ucap dylan mulai kepo.
"Toba yu nanti tita tetono,tita liat."ucap devin.
"Adak yang lain ya bang?."tanya dylan.
"Iya adak adik temua."ucap david.
"Ayo tita tumpul di tamal aia."ucap devin.
Mereka berempat pun bergegas kekamar adik/kaka mereka memanggil satu persatu,sudah pada mengumpul,barulah mereka kekamar adraia.
Tok tok tok
"Aiaaaa."teriak dylan.
Ceklekkk
"Ih apa cih tok pada numpul di tini."ucap adraia kesal.
Mereka pun menerobos masuk,tanpa berkata apapun.
"Aduh aduh,teluall nanti tamal atu belantakan."protes adraia.
__ADS_1
"Adik tami ingin komplomi,adik memang tidak mau itut?."tanya david.
"Itut temana bang?."tanya adraia.
"Potona adik mau itut atau nda?."tanya devan.
"Komplomi apa cih?."uda adraia kesal.
"Tamu tau nda?mancion yang ada di tana tu?yang walna hitam."ucap dylan
"Tenapa?atu nda tau la."ucap adraia.
"Emang tenapa bang?."tanya adreia.
"Itu tuh mancion na menculigatan tau."ucap devin.
"Lencana na tita mau tetono,talian mau itut nda?."tanya david the to poin.
"Mau."ucap serempak.
"Yacudahh ayo,tita idin na main di taman ada."ucap dylan.
"Ayo."ucap serempak.
Merek serempak keluar dari kamar adreia,dn menuruni tangga,menuju ruang tamu,dan melihat disana mereka sedang berkumpul.
"Mom atu dan adik adik inin main."ucap david.
"Main kemana dav?bukaannya tidur."tanya raina.
"Main tetaman mom."ucap dylan.
"Yasudah jaga adik kalian ya,adraia dan adreia jaga adik kalian juga."ucap raina.
"Baik mom."ucap mereka serempak.
Mereka pun berjalan keluar mansion,bertemu mafioso,tapii yang disitu taunya mereka adalah bodyguard pilihan raiina.
"Bos kecil ingin kemana?."tanya mafioso 1
"Atu na main te taman paman."ucap dylan.
"Hati hati yaa."ucap mafioso 2.
"Telimakacih."ucap devin.
Mereka pun berjalan menuju taman,tepat disebelahnya adalah markas raina,masih dirahasiakan oleh raina,karna tak mau yang lain tau,cukup deni ddk saja yang mengetahui,oh adalagi,keluarga sebastian hehe lupa author.
"Ayu tita tetono."ucap dylan tak sabaran.
"Tabal ta dylan,tita halus hati hati."ucap adraia santai.
"Benel,ta dylan tak mau tabal."ucap adreia.
Tiba tibaa...
Goaarrrr goaaarrr
Suara auman singa mengaring jelas.
"Aaaaaa."teriak histeris yang ada didalam markas.
"Ayu tita tetono,tita tolong meleka."ucap david sedari tadi diam.
Mereka serempak berjalan kemarkas,sampai markas mereka dihadang oleh mafioso.
"Jangan ke dalem tuan,grey,grax,grex dan gory sedang mengamuk."ucap mafioso
Mereka tak mendengar perkataan mafioso,langsung menerobos masuk,mafioso pun melaporkan pada raina.
"Hos hos bos hos itu hos hos tuan muda ke markas."ucap mafioso.
"APAAAA?!!!."pekik raina dan samuel.
Mereka bergegas kemarkas,dan mencari twenty try anak mereka.
Grrrrr grrrr
Auman kecil singa membuat mereka mengalihkan pandangan
Deggg
"Astagaaaaa."pekik samuel.
Goarrrrr goarrrrr
Auman singaa mengamukk.
"Tenang tinga,itu dady tami."ucap adraia.
"Oh kalian suka ternyata."ledek raina.
"Momy main lahaciaan ya?."tanya david menatap tajam raina.
__ADS_1
"Kenapa aku jadi merinding gini?."ucap batin raina dan samuel.
"Itu...momy tadinya pengen ngasi tau pas kalian sudah besar,karna sekarang kalian tauu,sok atuh yang suka gory,gery,grax dan grex gapapa,momy juga punya macan tutul,harimau,ular dan buay."ucap raina panjang.