
"Stt tenang lah,ada abang dan vian."ucap alvin sambil mengusap punggung raina.
"Abang hiks hiks ade benci dia bang hiks hiks,ade benci cinta."isak raina.
"Tidak boleh membenci ade,ingat kan?momy mengajari kita tidak boleh membenci,biarkan dia hancur dengan sendirinya."ucap alvian.
"Bang viannn."ucap raina sambil berjalan menuju ranjang alvian.
Grepp
"Bang vian,bang vin ku tercinta terimakasih."ucap raina.
Drtttt drtttt
Ponsel alvian berdering.
#Dady Is Caling#
Dady:halo?
Vian:ya?
Dady:dimana kau vian?tidak pulang
Vian:menginap
Dady:dimana?
Vian:rumah teman
Dady:huh baiklah
Tut tutt
Baru saja ingin menaru ponsel dimeja.
Drttt drttt
#Bapa Sam Is Caling#
"Ck ada apa ini."decak alvian.
Mengangkat dan melaudspaker.
Vian:apa?
Sam:dimana raina?
Vian:tumben? "Sambil melirik ke arah raina."
Sam:banyak bac*t tinggal bilang aja dimana raina.
Vian:disini bersama ku dan bang vin
Sam:ya dimana bodoh sekali kau ini
Vian:ck kata katamu pedas kali
Sam:cepatlah serlok
Alvian pun melihat raina menunggu persetujuan,seakan tau raina mengangguk.
Vian:Dijalan xxx nomer 13
Tutt tutt
"Cihh tidak tau terimakasih."decih alvian.
"Pffff hahahaha."tawa raina.
Alvian dan alvin melihat tawa raina pun tersenyum. 'Akhirnya ade tertawa '(pikir mereka)
Tuttt tuttt
Mafioso:halo bos
Rai:panggilkan melvin,dan bilang penjaga gerbang kalau ada mobil yang ingin masuk persilahkan,kecuali eji.
Tutt tuttt
"Cihh samuel kedua."decih alvian.
"Apa kau?enak saja."ketus raina.
"Cuci mukamu dulu sana,ingusmu kemana mana,jorok sekali."ledek alvin.
"Ck iyaiya bawel."decak raina sambil menuju ke kamar mandi.
"Sial*n si eji,aku tidak takut akan ku habisi dia."ucap alvin geram sambil mengepalkan tanngan.
"Belum tau he?akan ku bunuh dia jika menyakiti adikku."sinis alvian.
Ceklekkk
"Sudah belum?aku sudah cantikkan?."tanya raina pd.
"Kadar kepedeanmu belum hilang rupanya."ledek alvian.
__ADS_1
"Ck aku memang cantik."decak raina.
Ceklekkk
"Ka qilaaaa yoooo."teriak melvin.
"Brisikk bocah."ucap kembar.
Raina yang kedatangan samuel dan erlangga end the geng merubah mukanya menjadi datar.
"Rai/de/raina."ucap serempak.
"Hm?."ucap raina menaikan alis.
"De gpp?."tanya erlangga.
"Gpp."ucap raina.
"Aku ingin ke roftop."timpal raina.
"De abang angkatmu baru datang."ucap alvin.
"Gpp mungkin raina butuh sendiri."ucap galih mewakili 4 abang angkat raina.
"Trimakasih."ucap raina.
Berjalan menuju pintu,tak menyadari ada yang mengikuti.berjalan menuju tanggan.saat sampai di roftop raina berteriak.
"Aaaaaaa aku cape tuhannnn."teriakk raina.
"Tidak ada gunanya teriak rai,kalau kau ingin cerita,ceritalah."ucap seorang pria tampan.
"Eh?."bingung raina.
"Sejak kapan?."tanya raina bernada datar.
Samuel hanya terkekeh.
"Ck ketawa aja terus."decak raina sambil menuju sofa.
"Saya siap menjadi bahan pukulmu,bahan plampiasanmu."ucap samuel berjalan menuju raina.
"Maaf tapi aku tidak berminat."ucap raina.
"Realy?."tanya samuel
"Hm."ucap raina.
"Baiklah."ucap samuel sambil menduduki bokongnya kesofa disamping raina,mengeluarkan ponsel.
"Mabar?."ajak samuel.
"Yang kalah harus saling jujur?."tantang samuel.
"Baik."ucap raina.
"Kau kalah."ucap samuel menyeringai jahat.
"Aku tidak takut."ucap raina.
"Jujur lah,cerita."ucap samuel bernada dingin.
"Apasi dia?kenapa sensitiv sekali tentang ini?yang tersakiti aku."(batin raina)
"Aku tau aku tampan."ucap samuel.
"Cih terlalu pede."decih raina.
"Cepatlah."ucap samuel.
"Hah baiklah."ucap raina.
"Jadi tadi kan aku bersama melvin dikamarnya,bercerita,nah melvin cerita tentang ka eji berpelukan sama cewe lain,aku kira kakanya/sodarany,entahlah.disini aku yang beg* atau emang ka eji yang jahat,aku uda bener bener peercaya,uda bener bener cinta sama dia,tapi dia?dengan gampangnya menghianati aku,mempermainkan cintaku."ucap raina mata berkaca kaca.
"Hiks aku mikir,salahku apa?hiks hiks,kenapa seperti ini?aku yang lemah ini?dimana aku yang dulu?hiks,aku gakuat ka sam."isak raina.
Ya sedatar dan seacuh tak acuhnya raina,dia memiliki sifat lemah.siapa yang ga cengeng?kalo orang yang kalian cintai menghianati kalian?ya sama dengan raina.
Greppp
Tanpa sadar samuel pun memeluk erat raina.seakan dia juga merasakan sakitnya yang raina alami.
"Hiks ka sam,kenapa aku harus kehilangan orang yang aku cintai?momy?ka eji?hiks hiks,dady?cinta pertama ku saja menghianatiku,apa salahku."isak raina.
"Hiks aku ingin ikut momy ka,aku ingin.tapi aku tidak bisa,karna ada abang yang harus aku jaga."isak raina.
Pughh pughh
Raina Memukul dada berotot samuel.
"Tenanglah,masi ada saya dan abang abangmu,ada melvin juga dan ada para anak buahmu."ucap samuel seraya mengelus punggung raina.
"Hiks hiks momy."isak raina.
"Aku rindu momy ka,aku ingin ke makam momy."ucap raina.
"Mau saya temani?."tawar samuel.
__ADS_1
"Ikut saja,pasti abang juga ikut,terimakasih sandarannya,pelukannya,sarannya,dan tawarannya."ucap raina.
"E-eh i-iya."ucap samuel gugup.
Menuruni anak tangga berbarengan,berjalan menuju ruang medis.
Ceklekkk
Masuklah seorang gadis cantik dan pria tampan bertama biru tua.
"Ekhemmm,romannya bakal tumbuh benih benih cinta ni."ucap pria tengil.siapa lagi kalo bukan abil?.
"Yatuhann sam kau apakan anak orang."ledek pria sedikit tengil,adrian.
"Iri bilang."ucap samuel.singkat padat dan jelas.
"Aisss aku berasa temenan sama kulkas."protes abil.
Jlebbb
"Banyak cakap."ucap ketus gilang.
"Awsssss lang salah gua apaa."ucap abil kelejotan.
"Lu brisik."ketus kembar.
"Pffff."tawa adrian.
Plakkkk
"Bodoh malah ketawa."ketus deni.
"Ck bang deni main geplak aja kepala gua."decak adrian.
"Brisik,apa perlu gua sumpelin mulut lu?."ucap erlangga.
"Aku bagaikan patung,mentang mentang aku masih kecil.huh liat aja kalo aku uda besar,akan ku tindas mereka."gerutu bocah tampan disamping raina.
"Ke ada yang ngomong,tapi siapa ya?."ucap galih.
"Sial,ka galih awas kau."umpat bocah tampan.
"Eh?ada yang manggil nama gua men."pekik galih.
Mereka hanya terkekeh melihat kejahilan galih pada bocah tampan,seorang pria memperhatikan raina dengan sangat lekat.
"Raina semoga kau selalu bahagia,tak masalah perasaan ini bertepuk sebelah tangan.intinya kau selalu bahagia."(batin pria tampan)
"Hah eji,kau harus ku hukum."(batin pria tadi)
Raina yang orangnya pekaan terhadap apapun,seakan tau ada yang menatap lekat.mencari orang itu.mendapatkan orang yang menatap lekat,hanya dibalas senyuman khas tampan.
"Ka bian?ah tidak tidak mungkin hanya kebetulan."(batin raina)
"Hah aman."(batin pria tampan,ya dia febrian)
Febrian sebenernya mempunyai rasa terhadap raina,cuma dia tidak berani ngungkapin.jadi ya dipendem aja sendiri.
Pukk
"Jangan terlalu terang terangan feb."bisik deni.
"Kelepasan."ucap singkat febrian.
Diantara mereka berlima,yang paling irit ngomong adalah febrian dan deni.febrian si irit ngomong dan deni?sekalinya ngomong ngejatohin mental orang.
"Biarkan dia bahagia sama pilihannya."bisik deni.
"Tau gua."ucap singkat febrian.
"Belom tentu jodoh elu."bisik pedes deni.
"Lu menyakiti hati gua den."ucap febrian.
Deni?hanya terkekeh saja.
"Omoooo ka deni sama ka bian ngapain?."teriak melvin.
"Oh goodd melvin kau membikin jantungku terkejut."pekik 3 pria tengil.
"Brisik sekali."ketus melvin.
"Mulutmu makin menjadi vin."ucap erlangga.
"Berguru sama ka qila aku ka langga."ucap melvin
"Aku diam saja kena."gumam raina.
alvin dan alvian yang disamping raina hanya terkekeh kecil,samuel?hanya tersenyum tipis.tapi sayang,ada sibocah yang matanya jely.
"Waaaa ka sam,kau tersenyum."pekik melvin.
"Eh?apa?."ucap samuel gugup.
"Wanjayyyy."pekik 2 pria tengil.
Seketika samuel pun membuang muka karna malu,mukanya uda semerah ketiping rebus.
__ADS_1
"Pffff,hahahah."tawa semua orang.