
Drtttt drttt
Ponsel raina berderingn
#ReyanIsCaling#
Reyan:bos
Raina:ya?
Reyan:tangan kanan eji membawa wanita,kami sudah berusaha menghadang.ada beberapa mafioso yang patah tulang.
Raina:brengsekk,30 menit.
Tut tut
"Sial*n ! ! Mau apa dia ! ! Akan ku habisi gadis itu kalau dia lancang ! !."teriak raina mengagetkan mereka.
"Ka qila ada apa?."tanya melvin
"Eji membawa wanita."ucap raina dingin.
"Brengsek sibajingan itu membawa sampah."umpat melvin.
"Eji."gumam febrian.
"Tenanglah."bisik deni.
"Aku ingin."ucap raina terpotong.
"Kami ikut."ucap samuel ddk.
"Baik."ucap raina.
"Abang bisa?."tanya raina cemas.
"Abang tidak lemah."ucap alvin terkekeh.
"Cihh."decih raina.
Mereka pun menuju parkiran mobil,memasuki mobil masing masing.didalam mobil raina ada alvian,alvin dan sipemilik mobil.
Brummm brummm.
Menjalankan kecepatan tinggi,karna hari sudah malah.memakan waktu 15 menit gerombolan raina pun sampai gerbang.
Tinn tinnn
Mafioso yang tau sang bos lagi marah pun bergegas membuka gerbang.
Brumm brumm
Ceklekk ceklekk
Ceklekk
Brakkk brakk
Brakkk
Menunggu yang lain keluar,saat mereka sudah keluar.memasuki mansion berbarengan,samuel berada disamping raina sambil merangkulnya,raina?masabodo intinya sigadis asing harus keluar dari mansionnya.
"Waaahhh ada sampah men."pekik melvin.
"Mana sampah vin?aku tidak lihat."ucap abil.
"Tu yang lagi duduk,sampah dan sibajingan."ucap melvin sambil terkekeh.
"Wanjayyy dia toh,si orang yang paling tidak tau terimakasih."pekik 2 pria tengil.abil dan adrian.
"Mau apa kau?."ucap raina dingin.
"Kami sedang makan rai,apa kau tidak liat?."ucap eji bernada ketus.
"Ohooo tidak tau tuan ceritanya,seekor anjing saja tau mana tuannya mana bukan tuannya.kau manusia?cih."ucap ketus raina.
"Aku abangmu."ucap eji santai.
__ADS_1
"Sejak kapan?dulu kau menolak."ucap raina lebih santai.
Brakkk
"Heiii kau jangan kurang ajar ! ! Disini kekasih ku tangan kanan mafia."teriak gadis.friska.
"Riyannn! !reyannnn! !."teriak raina.
"Ada apa bos?."tanya Riyan.
"Kekasihnya eji tak tau tuan yang punya rumah ini."ucap raina sombong,ya sekali sekali sombong sama orang yang tidak tau diri bukan masalah la ya.
"Heiii! ! Kauu jalanggg! ! Tuan rumahh disini adalah gadis ini bodoh! !."teriak riyan,ya riyan kalo masalah tentang raina sensitiv.
Brakkk
"Riyannn! ! Kau...kau berani beraninya mengatai kekasihku ******! ! Kau hanya orang RENDAH."teriak eji sambil menekan kata 'rendah'
"Mikirlah sialan,kau juga sama rendahnya denganku.bedanya,aku masih tau tuanku,kau?sudah dipungut,dicintai oleh bos dengan tulus,tapi kau menghianati bosku."teriak riyan.
"Sabar lah riyan."ucap raina terkekeh.
"Bos siapa yang merangkulmu?apa dia seorang penghianat juga seperti si bajingan itu?."ucap riyan sambil memincing mata.
"Aku?kekasihnya."ucap samuel santai sambil merangkul raina.
"Cih awas kau menyakiti bosku,akan ku habisi."ancam riyan
"Tidak akan,aku tidak akan menyakiti raina,oh ya siapa kau?eji ya?terimakasih sudah melepas raina begitu saja.jadi aku tidak perlu bersaing denganmu dannn oh ya kau tau diri juga rupanya."ucap samuel panjang lebar tapi nyelekitin.
"Cih percaya diri sekali kau,raina cintanya sama aku."ucap eji pede.
"Tidak,ka sam memang pacarku,kami juga sudah berciuman 3 kali,yakan ka sam?."ucap raina sambil mendongak karna tinggi raina sebawah dada samuel.
"E-eh i...iyaa,iya kami sudah ciuman 3 kali."ucap samuel menutupi kegugupan.
"Pfff."abil dan adrian hampir lepas kendali.
Jlebbb jlebbb
"Diamlah kalau tidak mau dipukul bapa sam."bisik gilang sambil menginjak kaki 2pria tengil.yang diinjak hanya mengangguk dan menahan sakit.
"Tidak,ciuman pertamaku sudah sama ka sam.dulu kami sepasang kekasih,karna aku ada masalah saja dan memutuskan ka sam,aku mendekatimu hanya ingin melupakan kenangan bersama ka sam."ucap raina berbohong.
"Iya ade gua bener,samuel dan raina sepasang kekasih.karna dulu gua ngehasut samuel dan menjelekan nama raina jadi mereka berputus."ucap alvian.
"Anjirt abang."(batin raina)
"Bagus alvian."(batin samuel)
"Ya kalau begitu impas,aku juga mendekatimu hanya ingin melupakan friska."ucap eji sambil merangkul friska,friska yang dirangkul pun menunduk malu.
"Cihh,kekasihmu sama kekasihku masih ORI an kekasihku,semuanya masih SEGEL."ucap samuell fuglar.
Seketika raina pun malu,dan menyembunyikan muka bak ketiping rebus ke dada bidang samuel.
Pughh
"Ka sam kau ini."ucap raina.
"Tenang sayang,kau memang masih segel dan ori."ucap samuel santai,padahal jantungnya seakan ingin keluar.
"Kekasihku memang tidak ori,tapi soal bermain ranjang dia paling hebat."ucap eji membanggakan friska.
"Yang lebih ori dan masih segel pun malah lebih HOT."ucap samuel.
"Siapa pria itu?tampan,aku harus mendapatkannya."(batin friska)
"Jagalah mata kekasihmu bung,sedari tadi dia melihat ke arah samuel terus."ucap melvin,ya sedari tadi melvin memperhatikan interaksi mereka.
"Diam kau bocah,kau tidak tau apapun."bentak friska.
"Tenanglah tante eh upsss,kelepasa."ucap melvin.
Friska yang dikata tante tante pun geram,berjalan kearah melvin,saat sudah didepan melvin pun friska melayangkan tangannya.
Plakkk
__ADS_1
Satu tamparan mengenai pipi friska,ya itu ulah raina,adik kesayangannya ingin ditampar?he langkahi dulu raina.
"Aku harus pura pura lemah."(batin friska)
"Hiks hiks kenapa kau menamparku?apa salahku?hiks aku hanya ingin mengelus kepala bocah ini hiks hiks."isak tangisan buaya friska.
"Rainaaaaaaa."teriak eji.berjalan kearah raina,sang empu hanya menatap datar yang meneriaki namanya,saat sudah didepan raina,eji melayangkan tangannya seketika berhenti diudara,karna samuel ddk dan erlangga dkk melindungi raina.
"Mau kau apakan kekasihku?."tanya samuel bernada dingin.
"Dia sudah menampar kekasihku."ucap eji bernada dingin.
Bughh
"Impas?."ucap samuel.
"Impas?kau bilang impas?!kau memukulku dan kau bilang impas?!dasarr."ucap eji sambil melayangkan tangan.
Happ
"Mau membalas he?tidak bisa."ucap samuel.
"Ayo friska,kita ke kamar saja."ucap eji.
Seketika raina pun maju.
"Kekamar siapa yang kau maksud?."tanya raina bernada lebih dingin.
"Kamarku."ucap eji.
"Ohooo masih tidak ingat peraturan sini he?."ucap raina.
"Aku tidak perduli."ucap eji sambil menarik tangan friska menuju lif
Saat sudah tidak ada eji dan friska,gerombolan raina pun mendudukan bokongnya ke sofa empuk nan mahal.
"Aku akan turun sendiri."ucap raina.
3 abang raina seakan paham pun hanya mengangguk.
"Aku ikut rai."ucap febrian.
"Baik ka brian."ucap raina.
"Ka qila vin ke kamar ya."ucap melvin.
"Pergilah vin,besok sekolah."ucap raina.melvin hanya mengangguk.suasana jadi canggung,tapi tidak dengan raina
"Ka sam terimakasih."ucap raina.
"E-eh iya gamasalah,maaf tadi saya berbicara terlalu fuglar."ucap samuel gugup.
"Tidak masalah,tapi lain kali jangan begitu."ucap raina.
"Terimakasih buat pelukannya ka."ucap raina santai,padahal jantung samuel seakan habis lari maraton.
"Iyaa."ucap samuel singkat padat dan jelas.
"Aku ingin tidur,besok sekolah."ucap raina.
"Kalian kalau ingin tidur,kembalilah ke kamar kalian."ucap raina.merekapun hanya mengangguk.
"Rai bareng."ucap febrian,ya itung itung kenangan sebelum raina dimilikin pria lain.
"Ayo."ucap raina.
Raina dan febrian pun memasuki lif,didalam lif febrian selalu menjahili raina.
"Kau lucu."ucap febrian.
"Aku memang lucu ka brian."ucap raina.
"Adik kaka memang paling lucu."ucap febrian sambil mengacak ngacak rambut raina.yang mana membuat sang empu mengercutkan bibir.
Tingg
Keluar dari lif,berpas pasan dengan friska dan eji.
__ADS_1
"Ka briann,aku tidak cantik lagi nanti."ucap raina.