Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 15


__ADS_3

"Ughhh."legungan alvin dan alvian.


"Hoaamm,jam berapa de sekarang."ucap alvin seraya mengucak mata.


Alvian?masi betah memeluk raina.


"Sudah jam 14:50 bang."ucap raina.ya raina dan samuel selesai memainkan game.


"Vian,vian bangun sudah siang."ucap alvin mengguncangkan badan alvian.


"Kalo masi mengantuk datanglah kemansion ku,kalian juga bole ikut."ajak raina.


"Ayo de kemansion mu abang mau tidur berdua denganmu."ucap alvian semangat 45.


"Mobil abang?."tanya raina.


"Eh iya aku lupa sebentar ya."timpal raina.


Tuuttt tuttt


"Halo bos?."


"Kau bawa temanmu 3 orang kesekolahku."


Tuttt tuttt.


Mereka pun dibuat terkejut,ya itu lah kebiasaan raina.


Rai


📥30 menit.


Mafioso(rehan)


📤baik bos.


"30 menit.tunggu ada yang datang."ucap raina.


"Btw lu belom ngenalin namalu,siapa namalu?."ucap abil.


"Raina,rai panggil rai saat berkumpul sekarang,panggil qila saat dikeramaian."ucap raina datar.


"Oh oke rai."ucap abil.


Sambil menunggu mereka bercanda ria.raina dan samuel hanya tersenyum tipis.


Drttt drttt


Mafioso(rehan)


📤saya dibawah bos.


Read.


"Turun."ucap raina.


Seketika mereka turun beriringan.siswa/i yang diparkiran pun berteriak histeriss.karna cuma raina lah yang bisa mendekati most wanted disekolah.


"Salam bos."ucap mafioso serempak.


"Kunci?."ucap raina pada alvin dan alvian.


Alvin dan alvian yanng tak tahu apapun langsung menurut saja.raina melempar kunci mobil ke arah mafioso.


"Bawa dua mobil hitam dan putih disana,ke mansion,dan terima kasih."ucap raina.


"Baik,tidak usah sungkan bos."ucap mafioso serempak.


"Abang ikut aku."ucap raina.alvin dan alvian langsung mengekor raina,bak anak ayam pada induknya.


"Kalian,ikuti jln gua."ucap raina pada teman kembar.


Brakk brakk


Brakk


Brummm brummm


Setelah menghabiskan waktu 30 menit,sampailah dimansion raina yang megah nan luas.


"Turun."ucap raina.


Ceklekk ceklekk


Ceklekk


Brakk brakkk


Brakk

__ADS_1


Abil,adrian dan samuel menghampiri raina.


"Woaahhh raii mansion mu lebih megah dari pada punya mama papaku."pekik abil.


Jlebb


"Noraaa."ketus samuel


"Awsss sakit sam."gerutu abil.


Brummm brumm


Brummm


Seketika pandangan mereka jatuh ke mobil lamborgini berwarna hitam.


Ceklekk brakkk


Keluarlah bocah kecil berwajah dingin dan datar,menghampiri raina and the geng


"Siapa ka."ucap pria kecil dingin.


"Tidak usah dingin begitu vin."ucap raina terkekeh


"Cihh orang asing."decih melvin.ya karna melvin benci orang asing.


"Yang kembar abang kaka,mereka teman abang kaka."ucap raina.


"Woaahhh rumah ini jadi rame dong?."pekik melvin.


Mereka pun melongo,karna sifat melvin berubah.


"De siapa dia?."tanya alvin.


"Haii kaka kaka aku melvin adenya ka qila,melvin putra shaqila."ucap melvin girang.


"A-apa p-putra shaqila?."ucap alvian terkejut.


"Iya aku resmi jadi adik kalian,momy shaqila."ucap melvin tersenyum.


"Woahhh kita punya ade cowo vian."pekik alvin girang.


"Kaka gendong."rengek melvin pada alvin.alvin pun menggendong melvin layaknya adik.


"Pipimu besar sekali melvin."ucap alvin.


"Panggil aku vin ya kaka kaka tampan,tapi masi tampanan aku sih."ucap pede melvin.


Saat memasuki mansion,mereka dibuat takjub dalamnya,interior abu abu.


"Rai kau bawa siapa?."tanya pria tampan dianak tangga.


"Oh ini abang dan temannya."ucap raina.


"Tinggal disini?."ucap pria tadi sambil menuruni tangga dan berjalan ke arah raina.


"Tidak tahu,akusi terserah."ucap raina.


"Yasudah aku mau ganti baju dulu,tolong ya ka kasih tau kamar mereka,dan terimakasih."ucap raina.


"Erlangga.panggil angga atau erlang bisa."ucap pria.ya dia erlangga.


"Muhammad abil putra mehesa."ucap abil


"Adrian adriansyah."ucap adrian


"Alvin putra albert."ucap alvin.


"Alvian putra albert."ucap alvian.


Mereka dibuat tepuk jidat karna kelakuan temannya satu ini.


"Kaka yang sedang bermain ponsel,ayo kenalkan dirimu.aku penasaran namamu siapa."ucap melvin.


Samuel pun mendongak saat dirinya dipanggil.


"Samuel."ucap samuel.singkat,padat dan jelas.


"Yasudah biarkan ayo duduk."ajak erlangga.


Mereka pun mengekori erlangga.mendudukan bokong mereka ke sofa empuk nan mahal.


"Bi,bibi."panggil erlangga.


"Iya den?."ucap sang pembantu.oh iya nenenya melvin sekarang tidak lagi kerja,dia cuma mengurus kebun miliknya.


"Minum apa?."ucap erlangga.


"Jus mangga."ucap alvin.

__ADS_1


"Jus apel."ucap alvian.


"Sama kaya alvian."ucap adrian.


"Mangga juga bi."ucap abil.


"Kau sam mau apa?."ucap erlangga.


"Air putih 3 gelas."ucap samuel.


"Baik den ditunggu."ucap sang pembantu.


"Oh iya,siapa nama panjangmu?."ucap alvin.


"Sebenernya disini ada 5pria.aku erlangga putra shaqila,febrian putra shaqila,deni putra shaqila,galih putra shaqila dan satu lagi eji putra shaqila."ucap erlangga.


"Yang paling tua?."tanya alvian.


"Galih."ucap erlangga.


"Minumannya den."ucap sanng pembantu.


Erlangga sambil menata sambil menjawab pertanyaan samuel and the geng.


Melvin yang ada dipangkuan alvin pun berteriak.


"Ka qilaaa sinii."teriak melvin.


Raina hanya menggeleng geleng kepala,menuruni anak tangga,samuel pun memincing mata,seketika dia membelalak dan berdiri.


Krakkk


Bunyi ponsel jatuh,ya itu ponsel samuel,tak peduli dengan ponsel.samuel pun lari ke arah raina.


"Rainaaaa awassss."teriak samuel.anak buah yang mendengar nama bos mereka segera berlarian.eji,egi,galih,deni,febrian.


"Eh?ap."terpotong karna terpeleset.


Happ Brukk


brakk


Mereka pun tergelinding dari tangga,ya mereka.saat raina ingin jatuh samuel sudah ada dibawah raina dan menarik tangan raina.sambil memeluk raina erat,tangan satunya samuel buat melindungi kepala raina.


Brukk Cupp


Bibir mereka saling bertabrakan.posisi samuel dibawah raina diatas.samuel memejamkan matanya menahan perih dikepala,kening dan badan.raina pun bergegas menolong samuel.


"Cepat bawa samuel sial*n.!!kalian janngan bengong sajaa bodoh.!!."teriak raina.


"Ka qila ka sam/rai sam/de sam."teriak mereka serempak.mereka pun berlari menuju raina.


"Apa kau tidak apa apa rai/de/ka qila?."tanya mereka.


"Cepat bawa samuel bodoh..!!apa kalian ingin ku hukum?!!ha?!!."bentak raina.


Mereka pun bergegas membawa samuel yang sudah tak sadarkan diri.saat mereka akan membopong,mereka terhenti kala samuel memegang erat tangan raina sambil bergumam


"Rai temani aku."gumam samuel.raina yang mendengar gumam samuel pun mengikutinya.


Eji yang melihat itupun menegang,saat dia terluka raina ga segitunya,ga sepanik itu.dia pun berlari menuju kamar.


Brakk


"Apa ini?kenapa rai?kenapa?apa kau sedang mempermainkan perasaanku?tidak kau tidak sejahat itu."gumam eji.


"Arghhhh kenapa ha?!kenapa harus begini tuhan?!!apa aku ditakdirkan memang untuk menjadi keluargany?!!kenapa tuhan?!"bentak eji.


Prankk prankk


Prankk


Eji pun meninju kaca.kamar yang tadinya rapih,sekarang berantakan.banyak kaca dimana mana,darah dimana mana.


"Hiks rai,aku cinta padamu hiks hiks.coba mengertilah perasaanku rai.arghhhh rainaaaaa."teriak eji.


"Kenapa rai?kenapa?hm?kenapa kau tak mengerti rasa cintaku?sudah bertahun tahun kita bersama,suka mau pun duka aku selalu disisi mu."gumam eji.


Sakit?sudah pasti,siapa yang mau?orang yang dicintainya mala lebih memilih orang lain?tidak ada kan?sama eji juga.


Tuttt tuttt


"Halo?"


"Bawakan vodka 5 botol."


"Siapa?."


"Eji.bawa kekmr"

__ADS_1


"Baik."


Tutt tutt


__ADS_2