Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 17


__ADS_3

"Upss kayanya kita kurang tepat."ucap melvin.


"Vin itu ade."ucap alvian terpotong.


"Tidak ka,dia memang sering begitu.tapi tidak melakukan hal hal senonoh,sudahlah mereka juga saling cinta.mana bisa dipisahkan,ka eji cengeng kalo ka raina diambil pria lain."jelas melvin.


Brakk


"Kunci pintuuu bodohhh."teriakk melvin.yang mana membuat sepasang insan yang sedang berciuman terkejut.


"Ka eji."ucap raina terpotong.


"Sttt tenanglah,aku hanya ingin mereka paham karna kau hanya milikku."ucap suara berat eji.


"Selesaikan lah sana dikamar mandi."ucap raina seakan paham.


"Tunggu aku sayang."ledek eji.


"Ck apasih."decak raina tersipu.


Cupp


Mengecup penuh cinta kening raina.


"Tunggu jangan keluar."ucap eji.raina hanya mengangguk.


Tutt tutt


"Bibi tolong suru pak kim dan temannya membersihkan kamar ka eji.terimakasih"ucap lembut raina.


"Baik non segera,tidak usah sungkan."ucap bibi.


Tutt tuttt


"Siapa rai?."ucap eji.sejam lamanya bermain tangan,sudah aga legaan eji pun mandi karna badannya lengket.saat ini dia sedang bertelanjang dada,hanya anduk yang menutupi miliknya.


Glukk


Raina hanya bisa menelan ludah.SEXY ya itu lah yang dipikiran raina.walaupun sudah terbiasa,raina adalah cewe normal.


"Rai?."ucap eji.raina hanya mengerjab ngerjabkan mata lucu.


"E-eh a-apa ka?."ucap raina.


"Pffff hahahaha."tawa eji.


"Eh?kenapa ketaw?."ucap raina.


"aduh haha aduh perutku haha rai hah hah hah,kau hah lucu."ucap eji tersengal sengal.raina hanya mengercutkan bibir.


"Itu baju mu sudah ku ambilkan."ucap raina.


"Terimakasih sayang."ledek eji.raina hanya memalingkan mukanya saja.MALU ya malu karna mukanya seperti tomat.


"Ckckck ada ada saja,pakai tersipu segala sibocil."ledek eji sambil berdecak.


"Aku wanita normal tau."protes raina.


"Cihh biasanya mukamu seperti tembok."decih eji.


Pugghh


"Mikirlah bung.mukamu juga seperti tembok."ucap raina sambil melempar bantu ke arah eji.


Eji hanya bisa menggeleng geleng kepalanya saja sambil tersenyum.raina yang melihat senyuman eji pun terkejut TAMPAN ya itu lah.


"Aku tau aku tampan cil."ledek eji.seketika raina sadar dan mengerjab ngerjab mata lucu.


"Ck sudahlah ayo."decak raina sambil berdiri dari ranjang.eji pun berjalan menuju raina memeluk posesif pinggang ramping raina.berjalan menuju pintu.


Ceklekkk


Brakk


Menuruni anak tangga,yang dibawah pun melihat eji dan raina turun mulai meledek.

__ADS_1


"Oh ini kah simuka datar?cih buc...bun..apasih tu."ucap galih bingung.


"Bucun kali bang?."ucap abil.


Plaakk plakk


Jlebb


"Arghhh anjirrrttt mampus gua lama lama disini."pekik abil.


"Buncin bodoh."ucap adrian.


Plakk


"Bacin kah?."ucap egi.


"Ck bucin bodoh."decak deni.


"Nahhhh."pekik serempak.raina dan eji hanya memasang muka datar,pandangan raina jatuh kepada samuel.


"Lu ga istirahat sam?."tanya raina.samuel hanya menggeleng sambil bermain game.


"Oh yauda."ucap raina.


"Hah sam,sabar suatu saat raina bisa menjadi ibu dari anak anakmu."(batin samuel)


"Oh ya sam terimakasih."ucap raina.samuel hanya menganggukan kepalanya saja.


"Ck sam,kau makin dingin.ada apa?panas kah?."ledek abil.seketika samuel pun mendongak.


"Tidak."ucap samuel.


"Menunduk terus kepalamu sam dari tadi,apa tidak pegal?."tanya galih.


"Tidak."ucap samuel.


"Oii ko aku ngerasa di kelilingi kulkas berjalan ya?."ucap egi.


"Maksudmu?."tanya abil dan adrian.


"Raina,samuel,eji,deni,febrian,erlangga,alvin,alvian,melvin pula.busehh paket komplit bro."ucap egi.


"Eh hehe pis bos."kekeh egi "✌"


"Bang kalau mau menginap cari lah dilantai 3,kalian juga.pilih sesuka hati."ucap raina.


"👌" serempak.


Malam hari,dimansion besar nan indah.ada banyak seseorang.ada suara gelak tawa,berteriak,dan riuh.


"Kau kalahh."ucap seorang pria tampan bermata coklat pekat.


"Heiii mana bisa begitu."teriak frustasi seorang pria hitam kecoklatan.


"Pfff haahahahaha."tawa serempak.tapi ada tiga orang yang tidak bergabung.yang satu bermain ponsel,yang dua sedang dikamar.


"Cihh buly saja terus."decih pria bermata hitam kecoklatan.


"Abill sudahlah,mungkin nasibmu memang sepeerti itu."ucap pria bermata abu abu.


"Ck bang galih kau curang."ucap pria bermata hitam kecoklatan.ya dia abil.


"Cihh terima saja bodoh."ucap pria berwajah datar.


"Bang deni kau diam lah,brisik sekali."ucap abil.ya dia deni.


"Apa kau?tidak senang ha?."saut deni garang.


"Apa?aku tidak takut."tantang abil.


"Cihh ku tampol bilang mama mu nanti."decih deni jengah.


Berbeda dengan mereka,seorang pria tampan bermata biru tua sedang bergumam dan membantin.


"Ini bukan perasaan cinta sam,masa iya?baru bertemu sehari sudah langsung jatuh cinta?galucu."gumam pria.ya dia samuel.

__ADS_1


"Gamungkin,gua harus pastiin kalo ini bukan perasaan cinta,engga."(batinnsamuel)


Berbeda dengan samuel,sepasang insan yang sedang didalam kamar sedang bercanda ria.


"Hahaha kau lucu sekali rai."ucap pria.ya raina.


"Ck mana ada ka eji."ucap raina.ya dia eji.


Drtttt drtttt


"Bos,markas bagian barat diseranggg,cepatlahh mafioso banyak yang sekaratt."ucap pria disebrang sana.


"APAAAA?!!!baik 30 menit."teriak raina.


Tuttt tutt.


"Ada apa rai?."tanya eji.


"Markas diserang,persiapkan dirimu."ucap raina bernada dingin,sorot matanya kelihatan kilat kemarahan.aura pembunuh memancar keseluruh mansion.


"Astagaa,siapa yang bikin bos marah?."


"Tidak tahu."


Deni yang peka terhadap aura raina pun berdiiri,berjalan ke kamar eji dan raina diikuti febrian,erlangga.


"Eh?kenapa mereka terburu buru?."tanya abil.seketika tawa galih pun terhenti,berganti dengan muka datar dan dingin.


galih pun berdiri dan mengikuti deni the geng.


"Aneh."gumam serempak.


Citt citt


Citt(itu lah y suara yang sepatu bawahnya bunyi tu,jordan hehe😅✌)


Suara sepatu menuruni tangga,ada eji,galih,deni,febrian,erlangga,melvin dann rain.


"Serba hitam?."tanya abil menyengit alis.


"Tunggu dsini,ada urusan penting."ucap raina bernada dingin,kembar yang mendengar nada dingin adiknya pun bergidik.


"Sepenting."ucap abil terpotong.


"Ya banget."ucap raina beernada dingin.


"Baiklah hati hati."ucap kembar.


Raina and the geng berjalan menuju markas utama.samuel and the geng tidak ada yang tau.raina hanya bilang 'itu rumah ada penghuni tapi penghuninya pergi'.


"Persiapkan diri kalian,saya butuh hanya 150 orang yang HANDAL."ucap raina dingin sambil menekan kata 'Handal'


Mereka pun tau saat bos mereka sudah berbicara begitu,pasti sudah ada yang menyerang salah satu markas.


"150 orang siap bos."ucap mafioso,sebut saja farhan.


"Jalan."ucap singkat raina.


Berjalan menuju mobil berwarna hitam,raina dan melvin menaiki mobil bugatti berwarna hitam pekat.


Bruummm brummm


Bruummm brummm


Bruummm


"Vin,vian,ademu penuh misterius."gumam abil.masi bisa didenngar.yang lain hanya mengangguk.


"Apa ini semua karna aku?dedy dan alvian?ade seperti ini?."(batin alvin)


"Maafin abang vian de,coba aja abang tidak telat percaya sama kamu,pasti kamu tidak akan sepeerti ini."(batin alvian mengembun)


"Aku ingin ke kamar."ucap alvian suara bergetar,berbalik badan dan berlari ke kamar.


Brakk

__ADS_1


"Hiks hiks,mom aku gagal.gagal jadi abang hiks hiks,kenapa mom?kenapa ade bisa seperti ini hiks,aku tidak kuat melihatnya hiks hiks."tangis alvian.


"Gua gaboleh lemah,gua harus bangkit.ada ade yang harus gua jagain,ya kalo perlu gua minta ajarin ade bela diri,sedari kecil dia sudah diajarkan sama grandpa."gumam alvian.merampas kunci mobil miliknya


__ADS_2