Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 27


__ADS_3

Setelah pertengkaran panjanng,mereka pun pulang,saat diperjalanan alvin dan alvian selalu meledek samuel,setelah beberapa jam sampailah dimansion indah nan megah.


Ceklekkk ceklekkk


Ceklekk


Brakkk brakkk


Brakk


Saat memasuki mansion,terlihatlah pemandangan yang tidak senonoh.


"Cihh murah."decih alvin sinis.


"Yooo perjam berapa mba."teriak abil.


"Pfff hahahaaha."tawa serempak.


Seketika sepasang kekasih yang sedang memadu kasih pun berhenti,muka friska merah padam menahan malu.


"Sam kali aja lu minat."ucap adrian.


"Najis."ucap samuel seperti biaasa singkat,padat,dan bikin kena mental.


"Jleb banget tu."uca gilang terkekeh.


"Uda la ayo weh,kita ke bar aja,ngeliat sampah yang sedang bercinta rasanya eneg."ucap alvian,sama seperti samuel.


"Gas lah yo."ucap adrian dan abil.


Ya memang dimansion raina ada bar kecil,disitu tempat biasa merek berparty.


"Sudah friska jangan dengarkan mereka,kita kekamar saja."ucap eji.


"Ha?i...iya put."ucap friska gugup,karna sedari tadi menatap samuel dengan penuh godaan.


Berbeda dimansion,raina diperusahaan sedang frustasi,berkas menumpuk.


"Sial,pusing banget gue,mana banyak banget lagi,huuh gua luluh lantahkan juga ni peerusahaan."umpat raina.


"Eh kalo gua luluh lantahkan nanti gua makan dari mana?dasar raina bodoh."umpat pada diri sendiri.


Saking fokus mengumpat dan mengerjakan berkas,raina tidak menyadari adanya ketukan pintu.


Brakkkk


"Astagfirullah setan kepala anj*ng."kaget raina.


"yaampunnnn siapasiii yang masuk ga ketuk pintuuu."protes raina.


"Ka qilaaaaaa! ! Apa tidak dengarr ha?!vin uda ketok pintu 3 kali."teriak bocah tampan.


"Yaampun toa."gumam raina.


"Huuh menyebalkan."ketus bocah tampan sambil berjalan menuju mejanya.


"Ada apasi?ko mukanya merah gitu?marah kenapa?."cecer raina,ya karna raina tau,adik kecilnya kalau sedang menahan amarah mukanya merah.


"Cihh usir saja sisampah dari mansion,aku mual mendengar suara laknat."decih melvin.


Degg


"Oh shitt kenapa sakit sekali?."(batin raina)


"Sudahla vin,biarin saja,kita liat saja bagaimana kedepannya,kalau memang mereka ingin menikahpun biarkan saja."ucap raina.


sebenernya sakit tapi mau gimana lagi?jodoh,rezeki,maut,tuhan yang ngatur.


"Ka qila sudah malam apa tidak ingin pulang?."tanya melvin.


Raina yang sedang fokus pada berkas berkas pun mendongak,melihat jam diponsel,seketika membelalak mata.


"Whattttt?!mampusss abang pasti curigaaa."teriak raina.


"Astagfirullah allahuakbar."kaget melvin seraya mengelus dada.


"Toa sesungguhnya."gumam melvin.


Raina tergesa gesa mengganti pakaian kantor dengan pakaian biasa,karna didalam ruangan raina ada semua kamar yang komplit.

__ADS_1


"Ayo vin,mana ka brian?."tanya raina.


"Dia bilang ingin pulang duluan,ada masalah pribadi."ucap melvin sambil mengutak atik ponselnya.


"Yasudah ayo."ucap raina.


Keluar ruangan sambil tergesa gesa,mengeluarkan perusahaan terburu buru,mengabaikan sapaan karyawan yang lembur.


Ceklekk ceklekk


Brukk brukkk


Brummmm brummm


Mengendarai kecepatan tinggi,menghabiskan waktu 15menit sampai,saat masuk alvian,alvin dan samuel menatap tajam.


"Dari mana sayang?."ucap samuel.


"Eh?."ucap raina bingung,seketika pemandangannya jatuh ke friska dan eji di ujung sana.


"Oh sayangku,aku abis dari club hehe."ucap raina manja.


"Sini kau ku hukum."ucap samuel.


"Ck ka sam kau jahat sekali."decak raina seraya mengercutkan bibir.


Raina pun berjalan menuju samuel,saat raina sudah sampai didepan samuel,sialnya siabil mala menyandung kaki raina.


Happ


Brukk


Cupp


Tripelkil ga tuh?uda dipeluk,dicium,ditindihin pula.


"***** aku ka."ucap raina lirih.


Samuel?jangan ditanya,uda jantungan dicium raina,ditambah suruh *****?crazy ini bener bener crazy! !,karna tak ada responan,raina pun mulai me***** bibir samuel,seketika samuel terbelalak,bukan hanya samuel,yang ada disana pun terkejutt,karna tak ada responan,raina pun menggigit kecil bibir samuel,seketika samuel pun tersadar,perlahan lahan membalas ******* raina.


Slrupp


"Oh my godddd."teriak abil.


"Yatuhannn deee apa salah dosa guaaaaa punya adeee berani ngel***** cowooo."teriak alvian.


"Yatuhannnn bisa gilaaaa guaaa."teriak alvin.


"You crazy rai."ucap samuel lirih.


"Maaf dan trimakasih."ucap raina lirih,sambil mendudukan bokongnya kesamping samuel,bergelayut manja ditangan samuel,sudah perjanjian samuel dan raina,kalau ada eji dan friska mereka pura pura menjadi kekasih.


"Kau agresif sekali sayang."ucap samuel terkekeh,padahal jantungnya ingin sekali melompattt keluarr,sumpah demi apapun ini hari bahagia samuell ! !.


"Hehe ka sam kau bikin aku malu."ucap raina terkekeh.


"Kenapa kalian kaget?melihat raina dan samuel berlumat?."tanya eji.


Seketika alvian dan alvin menegang,iya juga si?ngapain mereka kaget ya?.


"E-eh itu karna baru pertama kali raina berlumat sama samuel terlalu agresif."ucap alvin,alvian hanya mengangguk saja.


"Ka sam temani aku tidur yaa."rengekk raina yang mana membuat imut dimata semua orang.


"Apapun untukmu."ucap samuel seraya mengelus kepala raina.


"Ekhemmm kita yang jomblo bisa apaa."ucap abil.


"Ka abil brisik."ketus melvin.


"Eh bocah?sejak kapan kau disini."ucap abil.


"Heiiii aku bukan bocahhh."protes melvin.


"Cihh bocah tapi tidak mau ngaku sebagai bocah."ucap gilang.


"Diamlah kau."ketus melvin sinis.


"Sudahlah,aku ingin tidur,ka sam ayo gendong aku."ucap raina.

__ADS_1


Seketika samuel pun gugup,demi apasi?dia arghhh sumpah raina entahla.


"Demi apa ini?sumpah rasanya pen teriakk woi."(batin samuel)


"Ka sam?."ucap raina.


"Ka?."ucap lagi.


"KA SAMM! !."teriak raina.


"Eh iya apa sayang cintaku?."ucap samuel kebablasan.


"Pff."tawa tertahan mereka.


"Gendong."rengek raina.


"Eh?apa?gendong?baiklah apapun untukmu."ucap samuel.


Meenggendong raina ala bridal style,berjalan menuju kamar raina.


"Tolong buka pintunya."ucap samuel.


"Baik ka."ucap raina lirih,jujur saja raina sudah ngantuk,kenapa dia minta gendong?karna sudah tidak kuat.


Ceklekkk brukk


Samuel menutup pintu raina dengan kakinya,berjalan menuju ranjang dan menaru raina keranjang,duduk ditepi ranjang sambil membuka sepatu yang masi melekat dikaki putih dan mulus raina.


"Tidurlah."ucap samuel sambil mengelus kepala raina.


"Selamat tidur."gumam raina.


"Tidurlah diranjang ka."timpalnya lagi.


Samuel hanya mengangguk tapi tidak ada niat untuk tidur diranjang yang sama,berjalan menuju sofa berbentuk ranjang,membaringkan tubuhnya dan terlelap.


Kalau para readers bingung,kenapa mereka nginep dimansion raina ga dicariin?alesannya 1,karna mereka geng motor dan punya markas jadi mereka bilang nginep dimarkas,tentang alvin dan alvian?dia bakal bilang nginep dirumah dari salah satu mereka.


Kringgg kringg


Alarm berbunyi,menunjukan pukul 05:00,raina bergegas bangun dan menuju kamar mandi,mengambil ari wudhu dan solat subuh,selesai solat subuh raina temerung masih setia memakai mengkenah,posisi menghadep samuel.


"2 hari lagi ulta perusahaan?apa harus?."gumam raina


"Ini harus,ya harus ku bongkar."gumam raina.


Tak sadar ada yang memperhatikan dengan lekat.


"Foto ah."(batin samuel)


Mengeluarkan ponselnya,dan memencet aplikasi kamera,sudah dapat beberapa foto dan beberapa ekspresi raina,samuel berpura pura untuk tidur.


"Yauda la 2 hari lagi bereaksi."gumam raina sambil membereskan tempat solatnya,menuju kamar mandi,karna sekarang hari minggu raina hanya ingin bersantai.


Ceklekkk


Setelah sejam lamanya mandi raina pun keluar,disambut suara serak khas bangun tidur seseorang.


"Lama sekali."gerutu samuel.


"Eh?ka sam aku kira kau keluar."ucap raina santai.


"Aku ingin mandi."ucap samuel tanpa membalas ucapan raina.


"Mandilah,aku akan meminta anak buah ku membeli bajumu."ucap raina.


"Tidak usah nanti ada anak buahku yang mengantar bajuku."ucap samuel.


"Baiklah."ucap raina.


Saat samuel sudah masuk kekamar mandi,raina bergegas meengambil baju santai,memakai baju dan menuju meja rias,memoleskan sedikit polesan.


Ceklekkk


Seketika raina melihat keasal suara.


Deggg


Jantung raina berdetak lebih cepat,entahlah rasanya beda,tapi buru buru raina tepis rasa itu.

__ADS_1


__ADS_2