Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 47


__ADS_3

Setelah selesai memakai baju, raina dan samuel pun menjalankan sholat subuh bersama.


Skip selesai sholat subuh.


Raina pun mencium punggung tangan samuel dan samuel pun mencium kening sang istri tercinta, lalu mereka pun berdoa.


"Yaallah lindungilah anak anakku, dimana pun mereka berada yaallah." batin raina.


"Yaallah, persatukanlah aku dan raina sampai maut memisahkan kita." batin samuel.


"Aminn."mereka pun mengucapkan berbarengan.


Setelah selesai sholat, raina pun melipat sajadah dan mengkuena, lalu menaruh di tempat semula.


"Honey, pagi ini aku ada meeting di kantor, mungkin siang nanti aku akan makan di luar."ucap samuel sambil melipat sajadah dan menggantungkan pecinya ditempat semula.


"Ga makan siang dirumah sayang? Padahal hari ini aku pengen masak buat makan siang."ucap raina sambil membereskan tempat tidur.


"Maaf honey, kalo engga kamu anter aja ke kantor, kita makan siang bareng."ucap samuel sambil mengganti pakaian.


"Kamu Mau dibawakan apa?."tanya raina sambil berjalan kearah samuel dan membantu mengancingi baju samuel.


"Apa yang kamu masak, aku akan makan."ucap samuel sambil mencium kening raina.


"Hari ini aku mau masak banyak, sekalian aku mau bagi bagi dijalanan."ucap raina sambil berjalan kearah lemari mengambil jas da dasi milik suaminya.


"Jangan terlalu cape honey, minta bantuan bibi yang bekerja didapur."ucap samuel sambil memperhatikan setiap langkah raina yang mendekati dirinya.


"Duduk dikasur."perintah raina.


"Aku akan minta para koki yang bekerja di resto untuk membantu mu."ucap samuel sambil duduk dikasur, membiarkan istri tercintanya memakaikan dasi miliknya.


"Bibi pelayan juga cukup sayang, jangan mengganggu mereka."ucap raina sambil memakaikan dasi samuel.


"Tidak ada penolakan honey, aku gamau kamu terlalu cape, bibi pelayan juga sudah tua, mereka pasti akan kelelahan."ucap samuel penuh pemaksaan.


Raina hanya menghela nafas sambil membenarkan dasi suaminya.


"Yasudalah, aku bisa apa kalo kamu sudah mode paksa."pasrah raina.


"Aku hanya tidak mau kamu kelelahan honey."ucap samuel sambil menatap lekat bola mata biru laut milik istrinya.


"Aku tau sayang, sudah ayo keluar, kita makan."ucap raina sambil menenteng jas dan tas kantor samuel.


Dengan posesifnya, samuel pun merangkul pinggang ramping raina.


Ceklekkk


Saat yang bersamaan eji pun melewati kamar sepasang pasutri itu, menatap sinis samuel membuat samuel tersenyum remeh.


"Ayo hon."ajak samuel sambil terus merangkul pinggang sang istri.


Dimeja makan...


Raina pun melayani sang suami dengan baik, membuat eji yang disebrang meja makan panas.


"Rai, tolong ambilkan aku makanan."ucap eji sambil memberikan piringnya kepada raina.


Samuel pun kesal, dan menatap sang istri.


"Dimana friska? Minta tolong saja sama dia, aku sudah punya suami, jadi harus patuh kepada suamiku."ucap raina santai sambil duduk disebelah samuel.


Mendengar itu, hati samuel pun berbunga bunga.


"Tapi rai."ucapan eji terpotong.


"Kalo kau ingin brisik, keluar saja, jangan dimeja makan, aku benci itu."ucap raina tanpa melihat lawan bicara.


Heningg...


Tingg


"Sayang? Kau sudah selesai?."tanya raina sambil mengelap bibirnya dengan tisu.


Samuel pun menoleh, saat ingin berbicara, eji mendahuluinya.


"Sudah sayang, ada apa?."tanya eji sambil menatap raina dengan senyum menyebalkan menurut samuel


"Sayang? Kau sudah selesai?."tanya raina lagi sambil menatap samuel.


"Su."


"Sudah honey."potong samuel membuat eji kesal.


"Rai."


"Yasuda ayo aku antar ke depan, jangan lupa siang nanti aku kekantor."ajak raina sambil menyambar tas dan jas milik samuel.


Samuel pun mengangguk patuh dan merangkul pinggang ramping milik sang istri.

__ADS_1


Mereka pun berjalan keluar tanpa memperdulikan eji yang geram dimeja makan.


"Iya honey, jangan lupa bawakan makanan favoritku ya?."pinta samuel.


"Iya sayang, aku titip rujak ya? Tolong belikan itu."pinta raina membuat samuel bingung.


"Rujak? Yasuda nanti aku suruh sekertaris jhon belikan."ucap samuel.


Setelah sampai didepan pintu, samuel pun melepaskan rangkulannya dan memeluk raina penuh cinta.


"Ilove yu istriku, i misyu istriku, doakan suamimu ini ya."ucap samuel sambil memeluk gemas raina.


"Ilove yu tu suamiku, i misyu tu suamiku, aku akan selalu mendoakan mu, mendoakan anak kita dan mendoakan hubungan kita."ucap raina sambil mendongak menatap sang suami.


Karena gemas, samuel pun menghujani ciuman diwajah raina, yang mana membuat raina geli.


"Sayang stop, geli."ucap raina.


Samuel pun terkekeh lucu melihat istrinya kegelian.


"Ayo pakai jasmu."perintah raina sambil memakaikan jas milik samuel.


"Aku berangkat honey, hati hati dirumah ya? Soalnya ada musuh dibalik selimut."ingat samuel sambil mencium gemas pipi berisi milik raina


"Siap kapten pencuri hatiku."ucap raina yang mana membuat samuel tertawa gemas.


"Jangan lupa siang nanti ya honey? Aku berangkat, assalamualaikum."pamit samuel sambil berjalan menuju mobilnya berada.


"Iya sayang, hati hati dijalan ya? Selalu baca bismillah, walaikumsalam."teriak raina yang mana membuat samuel menghampiri dirinya.


"Hei, jangan teriak honey, tenggorokanmu bisa sakit nanti."ucap samuel kesal.


"Eh? Aku kira kamu kesini ada yang lupa."ucap raina kaget.


Cupp


"Iya lupa cium tempat favoritku."ucap samuel sambil berlari menuju mobil miliknya.


"Dasar, asal cium cium aja, ga liat apa banyak mafioso disini."gerutu raina malu sambil memegang bibirnya yang dicium oleh suaminya.


"Galiat bos, saya galiat sumpah."batin mafioso yang melihat adegan kising samrai.


Setelah samuel pergi, raina pun memasuki mansion dan berjalan menuju dapur.


"Selamat pagi bibi, pagi ini aku minta tolong bantuin aku ya? Masak untuk dibagikan dijalan."ucap raina membuat bibi pelayan terharu.


"Masyallah Non raina, hati non mulia sekali."ucap bibi ninah.


"Kita masak menu apa non?."tanya bibi nani.


"Menunya ayam saus tiram,udang dicabein, cumi goreng bi."ucap raina sambil mengecek bahan bahan dan mengeluarkan beberapa bahan yang ingin mereka masak.


"baik non."ucap bibi pelayan serempak.


"Tolong bantuannya ya para bibi, kalian dan paman penjaga disini dan dirumah sebelah juga akan dapat makanannya."ucap raina membuat mafioso yang lewat pun ikut bergabung.


"Bos, kita boleh ikut bantu ga? Kalo boleh saya akan panggilkan yang lain agar mempermudah."tawar mafioso.


"Emm.. boleh deh, panggil yang lain, nanti aku atur semua pekerjaan kalian."ucap raina.


Mafioso pun berlarian, memanggil teman teman mereka.


"Ada apa bos?."tanya mafioso setelah mengumpul.


"Tolong bantu kita mau ga? Nanti kalian juga dapet ko ini makanan."pinta raina.


"Boleh bos boleh, kita bantu apa aja nih?."tanya salah satu mafioso.


"Riyan, reyen, rehan, juan, satria, panji, mikael, rijal, andre, robi, dan bi kinah. kalian pergi ke minimarket, Beli beberapa daging ayam, saus tiram, cumi, dan udang. Beli yang banyak ga apa apa, soalnya kita akan bagi bagi ini semua."perintah raina.


"Kira kira berapa non?."tanya bi kinah.


"Pokonya secukupnya deh, atau lebih dikit juga gpp ko, terus jangan lupa beli sayur sawi ya bi? Sekalian aku mau bikin kimchi kesukaan samuel."ucap raina mendapat anggukan dari bi kinah.


Mereka yang disuruh ke minimarket pun pergi.


"Bos, kita ngapain nih?."tanya salah satu sisah mafioso.


"Sisanya kan 15 nih, 5 pergi ke pasar beli tempat buat bagi bagi ni makanan, 10 bantuin."ucap raina membuat mafioso bingung.


"Siapa aja bos?."tanya mafioso itu lagi.


"Siapa aja terserah, bikin kubu bantu di dapur dan kubu ke pasar."ucap raina sambil mengupas kulit udang.


Dan para mafiiso pun membagi kubu bantu didapur dan kubu kepasar, setelah selesai, membagi kubu, mereka pun menjalankan tugas susuai perintah raina.


Dan pagi ini, di dapur banyak canda tawa, membuat eji yang melihatnya menyesal sudah menyia nyiakan raina.


"Andai dulu aku lebih memilihmu rai, pasti sekarang yang kamu kerjakan didapur untukku, bukan untuk samuel."batin eji menatap lekat raina yanh sedang tertawa.

__ADS_1


"Andai saja, aku ga kena omongan friska, mungkin sekarang kita udah hidup bahagia bareng anak anak kita."batin eji lagi.


Menyesal! Eji telah menyesal karna dulu dia lebih memilih friska yang memanfaatkannya dari pada raina yang tulus mencintainya.


"andai waktu bisa diulang? Aku akan memanfaatkan itu untuk memperbaiki hubungan kita."gumam eji sebelum pergi menuju keluar mansion.


di dapur...


"yeayyyy!! Jadiii!!."pekik raina girang saat semua menu makanan sudah siap setelah menghabiskan waktu beberapa jam untuk memasak.


"alhamdulillah!! Akhirnyaa huftt."ucap bi kinah sambil menghela nafas.


"cape ya kalian? Gaji kalian semua bulan ini naik deh karena kalian mau bantu aku buat ini."ucap raina membuat para mafioso dan bibi pelayan senang bukan main.


"alhamdulillah! Beneran non?."tanya salah satu bibi pelayan.


"emang aku pernah bercanda ya bi?."bukannya menjawab raina malah balik bertanya.


mereka pun menggeleng kepala serempak, karena memang raina tidak pernah bercanda dalam ucapannya.


"nah, yauda kalo gitu aku siap siap dulu ke kantor samuel, tolong rapihkan ya bi?paman? Nanti juga tolong bantu angkat ke bagasi, terus riyan, reyen, rehan, andre dan rijal. Kalian nanti ikut aku ya? buat bagi bagi."ucap raina di angguki oleh si pemilik nama.


"apa si yang engga buat bos raina ku."ucap reyen membuat raina memutar bola mata malas.


"hadehh! Kalo ketauan ngomong gitu depan samuel, habis lah sudah riwayatmu rey."ucap salah satu mafioso membuat reyen terkikik.


"lupa, pawangnya sangar."ucap reyen menyengir kuda.


"yaudalah, aku tinggal ya semua? Mau mandi dan siap siap, mau ketemu pa suami."ucap raina membuat para mafioso dan bibi pelayan menggelengkan kepalanya.


Skip percepat...


setelah siap siap, raina pun berjalan kearah dapur, namun langkahnya terhenti karena suara bariton yang menyadarkan sesuatu.


"ckckck, mirisnya si kembar yang tidak diperdulikan oleh orang tuanya."ucap seorang pria yang berada dibelakang raina.


mendengar itu, raina pun tersadar dan kembali bersedih, sebab anak anaknya ntah berada dimana sekarang.


"anak anak yang malang, mungkin sekarang dia lagi mengemis dijalan? Seperti anak jalanan pada umumnya?."ucap pria itu lagi.


tanpa sadar raina pun meneteskan air matanya, dia gagal! Gagal jadi orang tua untuk ke13 anaknya, sekarang apa yang harus dia lakukan? Menacari anaknya bersama samuel? Ya itu pilihan yang tepat.


"atau mungkin dia lagi jadi budak preman pasar? Untuk mencari uang?."ucap pria itu lagi.


"hm? Preman pasar? Berani menjadikan anakku budak? Pff! Dia akan berurusan langsung denganku, kau tidak lupa siapa aku kan?."tanya raina menatap sinis pria yang ada didepannya.


"tidak ada yang tau kembar 13 itu anakmu kan? Apalagi adraia dan adreia? Mereka cantik, ***.."


"berhenti berbicara yang tidak tidak bastard! Sekali kau berbiacara yang tidak tidak tentang anakku, akan ku pastikan hari ini, detik ini, menit ini! kau berlumuran darah tak bernyawa."ucap raina penuh penekanan.


"pff! Apa? Berlumuran darah tak bernyawa? Berani? Tidak ingat heh? Susah kau sama siapa kalau bukan sama aku?."tanya pria itu.


"sama mu? Susah sama kamu? hei hei bung! Berkaca lah, aku susah? Sama kamu? pff! Mana ada, aku susah ya sendiri lah. Jangan mengada ngada eji, biar apa? Biar keren? Keren engga cupu iya."ucap raina sambil menatap pria didepannya remeh, ya dia adalah eji.


"kau!."


"apa? Berani sama majikan? mau ku samakan sama anjing?."tanya raina sambil berdecak pinggang.


karena kalah telak, eji pun pergi dari hadapan raina, setelah eji pergi, barulah raina ambruk dan untung saja ditahan oleh reyen yang sedari tadi menonton drama menyenangkan itu.


"bos, bersabarlah, kita akan cari sama sama sikembar."ucap reyen sambil membenarkan posisi raina.


"rey, aku gagal, gagal jadi ibu yang baik, bahkan sebutan ibu tidak pantas untukku."lirih raina.


"sekarang kita ke kantor bos samuel aja, nanti disana baru kita kompromi."ucap reyen dan mendapat anggukan dari raina.


Reyen dan raina pun berjalan menuruni tangga, dan berjalan menuju parkiran.


"ini udah semua bi?."tanya raina kepada bi inah.


"allahuakbar! ngangetin aja non."ucap bi inah kaget karna kedatangan tiba tiba raina.


"hehe maaf bi."raina pun cengengesan hal itu membuat bi inah gemas.


"udah ko non, udah masuk semua kotaknya, dan di tempat duduk depan itu kotak bekal kesukaan tuan samuel dan kesukaan non raina."ucap bi inah membuat raina mengangguk.


"makasih ya bi, abis ini bilangin ke mereka suruh istirahat aja gpp, makan dulu makan. Jangan terlalu bekerja keras, karena mereka juga harus istirahat."ucap raina membuat bi inah terharu.


"baik non."ucap bi inah.


"bos! Siap semua nih."teriak reyen membuat raina terkejut.


"astagfirullah! Yauda bi aku berangkat ya? Jangan lupa istirahat, urusan cuci piring atau beres beres mah gampang, nanti bisa besok lagi."ucap raina.


"iya non raina yang cantik jelita."ucap bi inah membuat raina tersipu.


"bibi bisa aja deh, yauda aku berangkat ya bi? Assalamualaikum."pamit raina sambil mencium punggung tangan bi inah.


Bi inah pun terharu sekaligus salut kepada raina, alesan kenapa semua temannya pada betah kerja di raina karena raina dan samuel memperlakukan mereka layaknya orang tua sendiri.

__ADS_1


"semoga pernikahan kalian langgeng sampai tua nanti, biar maut yang memisahkan kalian."gumam bi inah sambil menatap mobil alpard hitam yang ditumpangi raina dan reyen.


__ADS_2