
Darah berceceran dilantai.ketahuilah itu darah raina.ya dia meninju 2 guci.siapa yang tak marah?dirinya disudutkan sebagai perempuan MURAHAN.ya raina pun berhak marah karna dirinya difitnah.se acuh tak acuhnya dia.dia akan marah kalo disebut memakai pakaian mini.padahal dilemarinya hanya ada baju kaos berwarna hitam,putih,abu abu.
menghampiri laura.melayangkan kepalan tangan yang sudah banyak darah.seketika terhenti.sedikit lagi mengenai muka laura.menatap tajam orang yang menghalanginya.menepis kasar dan menatap tajam laura.
" rainaa.tenangkan dirimu." Ucap tuan aditama.
" tenang katamuu...!!! Haa..!!! Setelah dia menyudutkan aku sebagai permpuan murahan..!!!! Sia**n kau...!!!." Amuk raina.
" raina kaka berbicara benar.tak ada yang kaka tutup tutupi." Ucap laura bernada sedih.
" heeiiii..!!! Kauuu...!!! Arghhh....!!! Sia**n...!!!! Matilah kau biad*p...!!!!." Amuk raina.
Plakkkk
Raina pun sadar karna ada yang menamparnya.2x.ya 2x dia ditampar sama sang abang yang paling dia cintai.menatap tajam sang abang pertama.
" kauuu...!!!! Hanya bisa menampar,meminta maaf,menampar lagi,meminta maaf lagi...!!!!." Teriak raina sambil menunjuk muka alvin dengan telunjuk yang mengeluarkan darah.
" tau rasa kau rai akan ku buat kau diusir dari rumah ini." (Batin laura)
" da-dady A-aku takut.aku takut raina makin menjadi." Ucap laura seakan ketakutan.
__ADS_1
" apa maksudmu laura?." Tanya tuan aditama.
" ka-kayanya raina gi-gila deh,aku takut dady.misalnya dirumah cuma ada aku sama."terpotong karna tamparan keras dari sang gadis yang disebut gila.
Plaaakkkk
" sia**n..!! Tadi kau menyudutkan aku perempuan murah.sekarang kau memfitnahku gila...?!!! Heii nona otakmu dimana..!! Kalau aku gila sudah lama aku masuk rumah sakit jiwa." Teriak raina.
" da-dady huhuhu laura takut.hiks..." tangisan laura.bukan tangisan ketakutan.tapi itu hanya tangisan drama.
" sudah cukup..!! Raina..!! Dad." Terpotong karna ucapan raina.
Degg...
Terkejut?ya itulah yang dirasakan tiga pria tampan itu.
"Ta-tau dari mana kau raina?." Ucap gugup tuan aditama.
" aku tak sebodoh kalian." Ucap santai raina.
" AKU RAINA QUEENSHA PUTRI ALBERT.MEMUTUSKAN MARGA ALBERT DARI NAMAKU.AKU AKAN MEMBALASKAN DENDAM ATAS KEMATIAN MOMYKU,SETETES AIR MATA MOMYKU.AKAN KUBALAS LEBIH DARI ITU.JADI SEKARANG AKU RAINA QUEENSHA SHAQILA BUKAN LAGI PUTRI TUAN ADITAMA ANJELO ALBERT." Timpal raina penuh penekanan.
__ADS_1
Nah.belum selesai dengan kenyataan sang dady main api dibelakang sang momy,mereka bertiga lebih terkejut lagi ketika sibungsu mengatakan melepas marga ALBERT
" raina kau mana mungkin bisa hidup tanpa keluarga albert?kau akan luntang lanting dijalan sana." Ucap laura dengan sedikit nada cemohan.
" aku tak sepertimu anak haram." ketus raina.meninggalkan ketiga pria tampan yang sedang terkejut dan laura yang sedang menahan amarah.raina menaiki anak tangga.setelah sampai didepan pintu,raina membuka dan menutupnya.
Membereskan pakian pakaian penting,mengambil berkas berkas mansion,butik,perusahaan sang momy.tak lupa membawa semua sepatu snekers koleksinya.setelah selesai raina menyeret dua koper nya,memasukan ke bagasi,dan mengambil satu koper lagi,memasukan ke bagasi.dan menutupnya.
Braakkk
Setelah itu raina melajukan kecepatan diatas rata rata karna hari sudah malam.memasuki apartemen seminggu lalu dia beli.
" pa tolong bawain dua koper saya." Ucap raina sopan.
" baik neng." Ucap satpam.
~ ~ ~ ~
Saat sampai dikamar 203 raina dan satpam pun berhenti,sebelum satpam bener bener pergi,raina mengasih beberapa lembar uang seratus ribu
" pa ini sedikit rejeki,mohon diterima.terimakasih sudah mau bantu saya." Ucap raina sambil memberi uang
__ADS_1