Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 25


__ADS_3

Brakk brakkk


"Woiii ! ! Budek lu ya padaa! ! Woiiii telatttt! !."teriaknya lagi.


"Ck ganggu."decak alvian


Ceklekkk


"Wo...ii hehe."ucap pria tampan terkekeh.


"Apa?ha?brisik lu."ketus alvian.


Plakkk


"Ngelunjak lu ya sama abanglu,uda berani ngelunjak."ucap pria tampan.alvin.


"Ck,geplak terosss gelpakkk."decak alvian ketusss.


"Eh eh brisik woi jangan dikamar gua."teriak gadis didalam kamar.


"Eh lu juga,uda siang woii ni uda jam 7 gimana nanti telat."protes sang abang pertama.


"Eh eh bang lu ngelindur ya?."tanya sang aadik kedua.


"Kaga dih."ucap abang pertama ketus.


"Ini emang uda siang bang,uda jam 7 ya uda telat.lu mala bilang gimana nanti kalo telat."ketus sang adik bontot.


"Eh eh iya ya?ko gua jadi bodoh begini?."gumam sang abang pertama.


"Emang lu bodoh."ketus sang adik kedua.


Plakk


"Enak aja lu."ketus sang abang pertama.


"Woiiiii ! ! Alpinnn! ! Katanya lu mau manggil dua bocahhhhh ituu ! ! Tapi lu mala nyangsang disonoo ! !."teriak pria yang sedang dibawah.


"Eh woiii! ! Iya gua lupaa."teriak sang pria yang disebut alvin,ya dia alvin raina dan alvian.


"Eh eh emang jam berapa sekarang?."kata raina.


"Jam 7 anjirrr emang lu ga denger apa dari tadii ha."ucap alvin ngegas.


"Berani lu ngegas?."tanya raina bernada dingin.


"E-eh hehe maapkuen abang."ucap alvin terkekeh.


"Pfff hahaha."tawa raina.


"Sial gua dikerjain."gumam alvin.


Plakk plakkk


"Woii woiii uda siang ayo ah gece gece."ucap alvian.


"Aduhh sakit bang kenapa harus geplak geplak tangan ade si."ucap raina sambil mengercutkan bibir.


"Udalaaa dramanyaaa nanti ajaaa."ucap alvian frustasi.


"Yauda ayo lahh."ucap raina dan alvin berbarengan.


"Naek bareng gua aja bang."ucap raina.


"Bedua ni?."tanya alvin.


"Kagaa lu jalan aja sono."ketus raina.


"Eh lu jahat banget ama abanglu yang tampan ini."gerutu alvin.


"Uda tau bareng pake nanya, gajelas banget si lu bang."ketus alvian.


"Eh eh lu lagi,yatuhannn dosa apa hambamu iniii.kenapa punya dua ade laknattt."ucap alvin seraya memelaskan muka.


"Muka lu uda jelek vin,jangan dijelekin lagi.galaku baru tau rasalu."ucap deni santai.

__ADS_1


Jlebbb


"Yaampunn omonganlu nyelekitin banget den,kena mental gua."gerutu alvin.


"Vin idup jan banyak drama deh,ribet ntarnya.jadi kaga ni kesekolah?."tanya gilang.


"Ini lagi satu,busetdah lama lama kejiwaan mental gua keganggu ni."ucap alvin.


"Banyak bacot cpt tua vin."ucap samuel singkat,padat dan nyelekitin.


"Ini lagi lu pada laknat banget."gerutu alvin.


Brummm brummm


"Woii bang mo naek kaga?kalo kaga gua jalan ni sama ade."teriak alvian


"Eh eh tunggu woi,enak aja babang tampan mau ditinggalin."ucap alvin.


"Terlalu pede ga bagus,jatoh nangis ntar."ucap febrian


"Ini lagi atu si kulkas,lu mending diem,jan bikin mental gua don juga ke mereka."gerutu alvin.


"Ck salah lagi."decak febrian sambil memutar mata malas.


Setelah perdebatan panjang,akhirnya mereka menuju kesekolah,tapi sayang gerbang sekolah sudah ditutup.


"Woiii pak sapam bukaa dong."teriak alvian.


Plakkkk


"Ngelunjakkk."ucap alvin.


"Brisik woi,kalian gada abisnya debat mulu."ucap raina ketus.


"Ntar aja pas pulang,di ring tinju,tonjok tonjokan lu pada."timpal raina.


"Etdah gua kira elu mau misahin de,gataunya mala nyuruh kita ngadu di ring tinju."gerutu alvin.


"Eh gua ma jadiin la,pen kuat ke elu de."ucap alvian.


Tinn tinnn


"Pa buka gebrang."ucap raina.


"Eh oncom salah?gerbang atuh bukan gebrang."protes alvin.


"Ihh mulut mulu saha?."tanya raina mode on.


"Mode on dimulai."gumam alvian


"Mulu situ."ucap alvin.


"Nah suka suka aing atuh ih."ucap raina.


"Duh keluar dah tu bahasa sundanya."gumam alvin


"Mana si tu sapam ga dibuka buka gebrangnya."gerutu raina.


Tinnn tinnnn


"Oiiii tolonggann la paa,buka gebrangnyaaa."teriak galih.


"Eh sikutu kupret brisik banget."ucap alvin.


Ceklekkk brakkk


Doorrr doorrr


Dorrr


"Oi buka pa."ucap raina santai.


Sang satpam pun tau pemilik sekolahan itu meminta buka gerbangnya segera membuka gerbang.


"Maaf non saya tidak tau."ucap satpam gugup.

__ADS_1


Pukkk


"Tak masalah,terimakaasih."ucap raina.


Hufttt" terdengar helaan nafas dari satpam.


Ceklekk brukk.


"Buset,cepet amat tu si satpam ngebuka gerbang."ucap alvin.


"Lu apan de?."ucap alvian.


"Gua kedipin bang."ucap raina santai.


"Anjayyyy what teh f*ck men."pekik alvian.


"Woi woi omongan bang."ucap raina.


"Upsssss."ucap alvian sambil menutup mulut menggunakan telapak tangan.


"Tau lu vian."protes alvin.


Saat raina ddk keluar,banyak para siswa/i berteriak histeris.karna tidak ada yang bisa mengambil hati sang mos wanted disekolah itu.apalagi raina ddk datengnya kurang tepat,karna saat jam istirahat.


"Kyaaaaa liattt dia dateng sama mos wanted sekolah ini dong."


"Uwaaaa gua iriii."


"Tolongggg tuker posisiii."


"Ngehayalll enak kali yaaa."


"Jelas la dia cakep woiii."


Begitulah bacotan warga +62 para readers hehe.


Memakai kacamata hitamnya,menambahkan kesan cantik dan tampan,berjalan denngan gaya col.melewati kordinor.saat berada dilorong sekolah ada aja yang bikin ulah,siapa lagi kalo bukan gendis and the geng.


"He wanita simpanan om om,lu gausa deketin calon suami kita deh."ketus gendis.


"Tau lu,apalagi alvin.dia tu tunangan gue."ucap artika.


"Nah alvian tunangan gue."ucap rahma.


Raina?hanya menatap datar mereka saja,malas meladeni orang yang mimpi terlalu tinggi.


"He cabe,lu ngaca deh sono,mana mau mereka sama lu."ucap gilang,nah uda deh kalo digilang ngomong.mental siapapun akan don.


"Dih?gua cakep,la dia?body ke apan tau,muka gaperna ber mak up."ucap gendis pd.


"He dibanding elu sama kambing aaja cakepan kambing."ketus gilang.


"Apalagi lu sama ra...eh aqila,ya cakepan dia la kemana mana."ucap gilang,hampir saja menyebut raina.


"He body gua ni cakep,la dia?krempeng."ketus gendis.


"Dia bukan krempeng cabe,dia tu badannya ideal,ga kurus ga gendut.ke lo tu gendut,makan sono lemak."ucap gilang ketus.


"He mana ada begitu ideal,gua ni bodynya mantep."ucap gendis.


"Mimpi terlalu tinggi gabaik."ucap raina sedari tadi diam.


"Eh lo diam yaa,gua punya urusan sama dia."ucap gendis sambil menunjuk gilang yang tak berekspresi.


"Yauda ayo cabut."ucap raina.


Saat ingin melangkah,tangan raina pun dicekal.


Plakkkk


Pipi halus nan mulus raina seketika merah.


"Lo ! ! Berani beraninya lo godain abang guaa ! !."bentak laura.


"Terus?."ucap raina mengabaikan rasa sakit,segitu bukan apa apa.raina peerna diambang kematian.

__ADS_1


__ADS_2