
Mengambil laptop dan membrowsing.mencari perusahaan yang sudah bangkrut dan membelinya.setelah itu raina melihat langit sudah mulai gelap.menaruh laptop ditempat semula dan bergegas mandi.setelah satu jam ritual mandi syantiknya.raina memakai baju serba hitam,dari celana jeans hitam,baju hitam.duduk ditepi ranjang dan melihat jam masih pukul 20:25.saat asik asik sedang mengeringkan rambut.hp raina bergetar
Drttt...drt....
Disitu tertulis 'unser name'.mematikan herdayer dan mengangkat telpon.
" halo nona?." Ucap sipenelepon
" ya?." Ucap raina acuh.
" saya sudah ditempat yang nona janjikan." Ucap sipenelepon lagi.
" hm.30menit." Ucap raina sambil memutuskan sambungan.bersiap siap.memakai liptin tipis.memakai sepatu kets hitam.tak lupa membawa topi masker serta kacamata hitam.
~ ~ ~ ~
Menuruni anak tangga terburu buru.suara bariton menghentikan langkahnya.
" mau kemana kau raina?." tanya pria paruh baya.dady raina.
" depan." Ucap acuh raina.
" tidak bisa kah kau dirumah raina?lihat kakamu laura?." Ucap sang dady
" membandingkan aku dengan dia?.he tuan apakah anda masih waras?." Ketus raina.
Terdengar helaan nafas.
" de kamu ini kenapa sih?semakin kesini semakin dingin sama kita?." Tanya sanng kaka sulung.alvin
" mikir." Ketus raina.sambil melanjutkan jalan yang tertunda.raina menuju parkiran motornya.dan menghidupkannya.
Brummm....brummmm.... mengendarai diatas kecepatan rata rata.
" sudah la dady.biarkan saja adik begitu.mungkin dia masih belum menerima aku dan momy." Ucap laura.kaka tiri raina
" iya mas...mungkin raina belum nerima kita." Timpal nyonya retna.
" gabisa gitu dong mom.ade tu harusnya ngehargain momy.ade aja bisa ngehargain momy shasha.trs knp dia ga ngehargain momy retna." Protes alvian.
" he raina.lihat kedua kakamu yang bodoh ini.sudah kubilang kan." ( batin laura)
__ADS_1
35 menit raina pun sampai.membuka helm memakai topi,masker serta kacamata hitam.
" maaf telat 5 menit kendala." Ucap raina.
" tidak masalah nona.saya juga baru sampai beberapa menit yang lalu." Ucap pria paruh baya.sipenjual perusahaan kepada raina.
" oh iyaa.ini yang nona minta.nona bisa melihatnya kedalam kalo perlu." Timpalnya.
" tidak dsini sudah cukup." Ucap raina bermuka datar.
" baiklah ini surat suratnya." Ucap pria paruh baya.
" hm." Sahut raina.
" baiklah nona terimakasih,kalo begitu saya permisi dulu." Pamit pria paruh baya.
" ya sama sama." Ucap raina.
Setelah kepergian pria paruh baya.raina pun berjalan menuju motor kesayangnya.sambil menggemblok tas aga mini berisi surat perusahaan,topi,masker dan kacamata.menyalakan dan mengendarai kecepatan sedang.karna raina butuh udara malam.
~ ~ ~ ~
" hai bro gua olan,namalo siapa?." Ucap sang cowo bernama oland berwajah sedikit tampan mempunyai lesung pipi.
" (...)" tak ada jawaban.
Karna merasa tak ada jawaban olan pun langsung the to poin.
" gua nantang lo balapan.kalo lo menang,lo boleh minta apa aja ke gua.kalo lo kalah maka sebaliknya." Tantang olan dengan percaya diri.
Raina hanya mengangguk.menyalakan motor dan mengendarai memasuki arena pembalapan.tak lama olan pun siap.
Sebuah cwe berpakaian terbuka berjalan sambil memegang pistol dan
1..2...3...dorr
Raina masi dengan santainya mengendarai dikecepetan sedang.sedangkan olan?jangan ditanya,dia malah bingung knp raina mengendarai dikecepatan sedang.saat mau sampai digaris finis.diam diam raina menyeringai jahat.danb
Brummmm...brummmm....
"Huuu mantappppp."
__ADS_1
"Waaaaa olan kalahhhh."
"Huuu king rancing kalahhh sama orang misterius."
Sorak sorak penonton.
seakan tak peduli.raina pun menancapkan gas kecepatan tinggi.menuju pulang kemansion.
satu jam diperjalanan.raina pun sampai.memasuki gerbang dan memarkirkan motor sport kesayangannya itu.turun dan memasuki ruangan.berjalan menuju ke kamar dengan santai khas muka datarnya. 'Tumben gada drama' pikir raina.
Nah tapi itu salah besar.ketika hendak menaiki anak tangga.terlihat ketiga pria tampan sedang menatap tajam raina.
" dari mana saja kamu raina?tidak lihat jam?sudah pukul berapa ini?kenapa baru pulang." Cecer pertanyaan sang dady.
" balapan." Jawab santai raina.
Ketiga pria tampan itu pun melotot.mereka tak menyangka raina.adik/anak mereka.balapan?sumpah ini lucu.
" de jangan bercanda.dady nanya serius." Ucap alvian
" percuma saja saya ngomong.anda bertiga pun tak akan ada yang percaya.sama halnya atas kematian momy dibunuh oleh PEMBANTU TAK TAHU DIRI."ucap raina menekan kata 'pembantu tak tahu diri.'
" rainaaaa....!!!! Kauuu...!!! "Ucap dady terpotong.
" raina kaka tau kau tidak suka sama kami,tapi kenapa kamu masih saja menuduh momy membunuh momy shasha." Ucap laura
" tutup mulutmu sia**n...!!! Janga perna menyebut nama momyku dengan mulut hinamu itu...!!!!." Amuk raina.
" rainaaa....!!! Tak sepantasnya kau ngebentak kakamuu...!!!!." Teriak orang yang sedari tadi diam.alvin
" cih,menjijikan." Ucap raina sambil melanjutkan jalan menaiki tangga.saat sampai di depan pintu.raina mendengar laura memfitnah dirinya.
" dady... dad kau tau?aku... akuu kemarin malam melihat raina malam malam keluar mansion memakai pakaian mini." Ucap laura.
" apakah itu bnr de?kapan dia keluar?jam berapa?sama siapa?." Cecer pertanyaan alvin.
" aku tidak tau pasti bang.raina keluar mansion dan memasuki mobil,yang jelas aku melihat didalam mobil ada seorang pria paruh baya." Ucap laura.
Praankkkkkk....Praankkkkkk....
Bunyi guci percah.mereka pun menoleh dan melihat seorang gadis cantik sedang menahan amarah.
__ADS_1