
Setelah menghabiskan waktu 30 menit mereka pun sampai,dan disambutlah oleh mafioso san pelayan dirumah dengan meriahhh.
"SELAMAT DATANG BABY BOSSS."ucap serempakkk.
"Terimakasihh semuaaa."ucap raina mata berkaca kaca.
Baby yang ada digendongan mereka pun tertawa riaa karna merasa senang.
"Woaaaa lihatt baby bos matanya kerenn."pekik mafioso.
"Mata biru laut bos dan mata biru tua bos samuel tercampur dimata merekaa."pekik pelayan.
"Terimakasihh,mereka pasti meningat semua kejutan kalian."ucap nyonya shaqila.
"Tak masalah nyonya besar,ini sudah menjadi tugas kita."ucap mafioso serempak.
Merekaa pun memasuki mansion indah nan megah,sampai dimansion mereka dibuat terkejut kedatengan eji.
"Raii..."
Samuel pun mendekap erat raina yang sedang menggendong dua bayi,bayi yang ada digendongan mereka pun melihat interaksi mereka.
"Mau apa kau?setelah menyakiti ka qilaku kau dengan santainya balik lagi?dasar tidak tahu diri."pekik melvin.
13 bayi serempak menatap tajam eji.
"Bayi?anak siapa ini?."tanya eji mengabaikan ucapan melvin.
"Anakku dan ka samuel."ucap raina dingin.
"Kau bercanda?kau bilang dulu hanya sebatas teman sama samuel?sekarang kau punya anak dari dia?hamil diluar.."
Buggg
Karna geram melvin pun membogem eji.
"Kurang ajarrr! !ka qilaku tak semurahan itu! !pergi kau bajingan! !."teriak melvin.
"Aku tak akan pergi,raina ku tetap milikku."pekik eji.
"Raina milikmu?lalu dimana kau saat raina butuh sandaranmu?apa pantas seseorang yang sudah menyakiti hati orang lain dengan seenak jidat mengakui miliknya?."cecer samuel menatap tajam eji.
Eji tak menghiraukan ucapan samuel,berjalan menuju raina,dan menarik tangan raina paksa.
Buggg
"Lepas sialann! ! Kau menyakiti anakku! !."teriak raina.
"Kau meneriakiku raina?."tanya eji.
"Apa salahnya ha?! Kauu...kauu kesini hanya ingin ada butuhnya kan?! Kemana sijal..."
Plakkk
"Kurang ajarrrr kauuu! !."teriak tuan max dan braham.
Anak anak raina pun menatap tajam eji,kalau saja mereka sudah besar,pasti eji sudah habis dikeroyok oleh 13 anak raina.
Bughh bughh
Brakkk
"Matilahh kauuuuu! !."teriak melvin.
"Stop."ucap suara berat.
"Kau menampar kesayangan keluarga erthan?."ucap suara wanita paruh baya.
Mereka pun serempaak berbalik,nyonya shaqila dibuat terkejut.
"Momyyy! !dadyyy! !."teriak nyonya shaqila.
"Kau sudah besar sha sha tidak usah teriak terik."ucap nyonya brigda.
"Masi kekanakan."ucap tuan brendan.
Raina menyengit bingung.
"Bukankah grandma dan grandpa sudah meninggal?."ucap raina.
"Kita?meninggal?."tanya tuan brendan dan nyonya brigda bingung.
"Iya momy bilang kalian sudah meninggal?apa ini arwah kalian?."tanya alvian.
Pukkk
"Kurang ajarr kau menyumpahi kami meninggal?begitu?."pekik nyonya brigda.
"Maaf mom,karna momy dan dady tidak ada aku menyebutnya meninggal."ucap nyonya shaqila menggaruk tenguk.
"Sudahku bilang kan?kau akan menyesal."ucap febrian menyeringai.
"Pergi dari sini."usir raina.
"Kau mengusirku?."tanya eji tak percaya.
"Dulu memang aku mencintaimu,tapi sekarang?aku lebih mencintai suamiku."pekik raina.
"Suami?siapa?."tanya eji bingung
"Samuel sebastian."ucap raina penuuh penekanan.
"Dia?suamimu?."ucap eji menunjuk samuel.
Seketika samuel pun menepis kasar tangan eji.
"Pergi atau ku habisi kau?."tanya raina geram.
Bayi yang ada digendongan raina pun dengann inisiatip mengelus dada sang momy,menandakan harus sabar.
"Omoooo keponakan uncell pinter sekalii."pekik melvin.
__ADS_1
Plakkk
"Diam bodoh."ucap abil.
"Sopan kali kau geplak kepalaku."gerutu melvin.
"Sabar rasya sabar,jangan gegabah gua lagi gendong anak guaa ras,kalo sampe anak gua terluka lu bakal nerima akibatnya."ucap raina dalam hati,karna sedari tadi rasya ingin keluar.
"Ck raina kan gua mau ngehajar sibajingan ituu."decak rasya.
"Oke oke gua kasi anak gua sama momy dulu."ucap raina dalam hati.
"Pegang mom."ucap raina mengasih baby Adr dan Dev.
Tapii baby adr dan dev tak ingin melepaskan tangannya dari baju raina.
"Sayang anak momy sebentar yaa."ucap raina lembut,mereka pun melepaskan tngannya.
Cupp
Cupp
"Aku juga ingin hon."pinta samuel manja.
Cupp
Raina mencium bibir samuel singkatt yang mana membuat eji geram,menjambak rambut raina dan menekan tenguknya.
"Bedebahhhhhh! !."bentak samuell.
Buggghhh bughhh
Brakkk brakkk
Prankkkk
Vas bunga mengenai kepala eji,yang mana membuat sang empu pingsan,samuel pun menghampiri raina dan memeluknya,untung saja sieji tak mencium tempat kesukaannya.
"Sialaannnnn! !."teriak suara berat,rasya.
"Mampusss."pekik serempak.
"ambilkan airrrrrr! !."teriak rasya nyaring.
Mafioso pun mengambilkan air dingin,rasya mengambil dan...
Byurrrr
"Hah hah."nafas eji tersengal sengal.
"Oh ini julukan sang tangan kanan mafia psyco?tapi ko lemah?."ledek rasya suara pelan.
Eji mendongak dan menatap mata hitam pekat itu.
"Kauu...hitam?."tanya eji.
"Rasya."ucap rasya.
"Pffff hahaha."tawa serempak.
"Aku tak meminta kalian tertawa kan?."pekik rasya.
Pandangan matanya jatuh ke arah tuan brendan dan nyonya brigda,rasya pun tergesa gesa berjalan kearahnya.
"Woi woi rasya mau ngapain woii."ucap raina dalam hati.
"Sebentar ya gua pake tubuhlu buat salam hormat sama majikan gua."ucap rasya.
"Woiiiiii."pekik raina dalam hati.
"Ah elah brisik luu,tinggal iya aja gitu."gerutu rasya.
"Nyonya,tuan salaam."ucap rasya membungkuk.
"Tak usah sungkan rasya,kau anak kami,setelah ini keluarlah dari tubuh cucuku,suruh pasukanmu memasuki tubuh cicitku,kauu masuklah ketubuh david."ucap tuan brenden.
"Baik tuan,tapi maaf saya tidak bisa keluar dari tubuh raina,apa boleh saya tetap disini?."tanya rasya bernegosiasi.
"Terus siapa yang akan ditubuh david?."tanya nyonya brigda.
"Kembaran saya resya."ucap rasya.
"Baiklahh,setelah mereka umur 5 tahun suruh pasukanmu."ucap nyonya brigda.
"Terimakasih nyo..eh momy."ucap rasya.
Plakkk
"Kau selalu saja lupa panggilan terhadapku."ucap nyonya brigda menampar lengan rasya.
"Ko malah dramasi?."tanya melvin.
"Eh iya ya ko gua lupa,niat ati mau ngehajar sibajingan ko malah drama gitu?."gerutu rasya.
"Eh uda sya keluar aja deh lu dari tubuh istri gua busetdah betah amat."gerutu samuel garang.
"Iyalah betah raina kan montok."ucap rasya santai.
"Heiii raina istrikuuu."pekik samuel.
"Aduh duh kenapa malah berantem si dua cecunguk,brisik woi,sam liat ni anak elu,gamalu apa dih."protes alvian.
"Dahla gua mo bogan dulu babayyyy semuaa..mwaaahh."ucap rasya seraya mencium jauh
"Astaga astagaa rasya sialann,gua belom siap anjir."gumam raina lirih.
Brukkk
Badan raina jatuh terkulai lemas dilantai.
"Hadehh si rasyaa sialann."maki samuel.
__ADS_1
Menggendong raina ala bridal style,membawa ke kamar raina.
"Rainaa lihat saja,aku akan membuatmu jatuh kepelukanku lagi."ucap eji dalam hati.
"Jangan berharap pada ka qila sampah,kauu sampah tetaplah menjadi sampah."ucap melvin pedas.
Baby Adreia yang ada digendongan melvin pun menatap tajam eji seakan memberi isyarat "kau ingin menyakiti momyku?akan ku balas jika aku sudah besar" ya begitulah isyaratnya hehe.
"Cihh rainaa anak kembali kepelukanku."decih eji.
Oekkkkk oekkkkk
Karna tak bisa memaki,baby adreia hanya menangis histeris tanda dia geram sama eji.
"Tenanglah keponakan uncel,dia hanyalah sampah."ucap melvin sambil berjalan menuju kamar 13 baby raina.
"Selamat tidurr keponakan uncellll."pekik melvin.
Cup cup
Cup cup
Cup cup
Cup cup
Cup cup
Cup cup
Cup
Melvin mencium satu persatu keponakan tersayangnya,13 anak raina menatap tajam melvin.
"Hehe uncel janji tidak akan mencium kalian."kekeh melvin.
Hoeekk hoekkk
"Babyy adraiaa kau jahat sekaliiii."protes melvin.
Adraia hanya tersenyum tipis saja menanggapi ucapan melvin.
Sebulan sudah kelahiran raina,Twenty try bayi raina berumur 1 tahun,tapii tak ada yang bikin raina dan keluarga pusing,paling paling baby devan,dechiko dan dachiko pembikin onar dirumah kaya sekarang dilakukan oleh kelakuan mereka bertiga.
Prannkkk prankkkk
Prankkkk
Vas bunga berjatuhan,ulah siapa lagi kalo bukan triple D yang sangat nakal?kenakalannya membikin seluruh mansion pusing.
"Yaampun tuan tampann tidak boleh ya,nanti kena tangan."ucap pelayan 1
"Atu nda tengaja tata."ucap baby dec.
"Yaampun kau tampan tapi jail bangetsi?."tanya pelayan 1.
"Atu memang tampan."ucap baby dec.
Prankkk
Bunyi Vas bunga pecah lagi.
"Yaampun tuan dac tidak boleh yaa."ucap pelayan 2.
"Upcc maaf."ucap baby dac.
"Oh apa perlu saya bilang momy tuan?."ucap pelayan 2
Seakan mengerti dachiko mengambil pisau,melempar pisau itu.
Jlebbb.
"Akhh."pekik pelayan 2.
"Yaampun nyonyaaaa,nyonyaaa besarrr."teriak pelayan 1
Mereka pun tergesa gesa menuruni tangga.
"Astagaaaa dachikoo apa inii."pekik raina menatap tajam sang anak.
"Atu telepacan."ucap baby dachiko mengekspresikan muka menggemaskan.
"Bawa dia rawat dan kasih uang ganti rugi."ucap samuel.
"Sudah hon dachiko masi kecil."timpal samuel.
"Dia masih kecil saja suka bermain pisau bagaimana besarnyaa?."ucap abil bergidik.
Baby dachiko pun menatap abil tajam,tersenyum jahat.
"Untel bil dendong atu."ucap baby dachiko.
"Aku?ihh aku mending sama baby adraia."ucap abil bergidik.
"Dendong atu untel."ucap baby dachiko.
Abil pun berlari terbirit birit,baby dachiko pun mengejar abil.
"Samuellll sialannn hentikan anakk muuu."teriak abil sambil memaki samuel.
"tejay dac tejay teyus."ucap baby dechiko girang.
"TeJay?siapa tejay?."tanya adrian.
"Kejarrr bodohh."ketus deni.
"Ayo dec sama uncel saja."timpal deni.
"Ndaa nda,untel iyan dendong atu dong."ucap baby dechiko
"Noo aku mau gendong prinses ku saja."ucap adrian.
__ADS_1
"Huwaaaaaaa huwaaaaa."tangisan dechiko menyaring keseluruh mansion