Gadis Dingin Seorang Psycho

Gadis Dingin Seorang Psycho
chapter 19


__ADS_3

"Kalo kita tidak mau?."tanya alvin bernada dingin.


"Baiklah kalau itu yang kalian mau.tangkapp merekaaa!!!!."teriak sang pria tadi.


Bughh bughh


Brakk prankk


Krakkk bughh


Saat alvian lengah pria tadi memukul tenguk alvian.


Brukk.


"Alviann!!!!! Bedebahh matilah kauu sial*n!!!!"teriak alvin.


Bughh bughh


Brakk krakkk


Bugh


Tenguk alvin pun dipukul sama seseorang pria dibelakangnya.


"Bawa kemarkas."ucap pria tadi.


"Baik."ucap serempak.


Brumm brumm


Brumm brumm


Brumm


Memakan waktu 30 menit.mereka pun sampai dimarkas.


"bawa mereka kedalam."ucap pria tadi,kita sebut saja.juan.


"Baik."ucap serempak.


Alvin dan alvian pun dibawa ke dalam markas.saat didalam markas.didalam markas seorang pria paruh baya sedang meenunggu kedatangan mereka.


"Salam ketua,mereka sudah sama kami."ucap serempak.


"Ikat mereka."ucap sang ketua,sebut saja setiawan.


"Baik ketua."ucap serempak.


"Haahaaha akhirnya...akhirnya aku mendapat kelemahan si psycho gila itu...hahahaha."tawa ketua setiawan.


Tutt tuttt.


Setiawan:hai apakabar?


Misterius:banyak bicara tidak baik tua bangka.


Setiawan:tertawalah kau psycho gila,karna kelemahanmu ada ditanganku.emmm apa yang harus aku lakuin dulu ya sebelum aku pulangin ke tempat asalnya?oh aku tau,mungkin aku siksa seratus ribu kali cambukan?ide bagus.


Misterius:trikk murahan.


`beralih panggilan vidio.'


"Hehe liatlah siapa yang sedang tidur."ucap setiawan terkekeh.


"BEDEBAHHH KAUUU!!!AKAN KUHABISII KAUU SERTA KELUARGAMUU!!!."terak sang misterius.


"Datanglah kemari."ucap setiawan santai.seakan tak menyadari kalau malaikat maut sedang menjemputnya.


"SIAL*NN KAU TUA BANGKAA!!!AKAN KU HABISI KAU!!!."bentak sang misterius.


"Hahaha raina queensha shaqila,anak dari shaqila queensha anjelo,akan kutunggu ke datanganmu."ucap setiawan sambil tertawa.


"Tertawalah sepuasmu tua bangka,setelah aku datang aku jamin hidupmu tidak lama lagi."ucap sang misterius sambil terkekeh.ya dia raina.


"Cihh masi saja sombong kau eh?."decih setiawan.


"Guyur mereka,dan cambuk."perintah setiawan.


"Kalau aku datang melihat abaangku terluka,akan ku bunuh kau dengan cara mengenaskan."ancam raina.


Byurrr byurrrr


"Hah hah hah dimana ini?diikat?."gumam kembar.


"Oh jadi ini?yang nyuruh anak buah bodohmu menangkap kami?."ejek alvin.


"Besar juga nyali bibit dari seorang aditama."ucap setiawan terkekeh.

__ADS_1


"Kita tidak sepertimu...PENGECUT."ucap alvian menekan kata 'pengecut.'


"Cambuk."ucap setiawan.


"baik."ucap mafioso.


Ctarrrr ctarrrrr


(Begitu lah ya suara cambukan hehe✌😅)


Suara cambukan nyaring,tak terhenti.tapi tak ada suara jeritan kesakitan.raina yang melihat abangnya dicambuk tak menjeritpun tersenyum tipis puas.


"Hahaha ternyata kuat juga dirimu."ucap setiawan.


"Abangku tak selemah yang kau pikirkan tua bangka."ejek raina.


"Ade?bang ade bang,jangan sampai ade kesini.bahaya."ucap alvian bernada cemas.


"Tidak vian,jangan lemah."ucap alvin suara lirih.


Kehilangan banyak darah?siapa yang tak lemas?alvin dan alvian pun pasti lemas.


"Sampai matipun,aku akan melindungi adikku...mungkin ini belum apa apa.momy kita menyusulmu."ucap sikembar serempak.


Raina yang melihat itupun geram.mematikan telfonnya,bergegas menuju mobil,tak membawa pasukan/tangan kanannya.


Brummm brummm.


"Raina mau kemana?."tanya galih.


"Ikuti,bawa 100 mafioso."ucap eji.


"Vin ikut."ucap melvin.mereka hanya mengangguk.


Menempuh waktu 30 menit,raina dengan santai keluar masih memakai jubah kebesarannya.menebas kepala siapa saja yang menghalangi jalannya.


Brakkk


Terlihat pemandangan yang bikin raina sesakk.saat ingin berjalan ke ketua mafia angel blod.ada saja yang menghalanginya.


"Lewati mayatku dlu."ucap singkat pria berwajah datar.


"Baiklah."ucap raina.


Bughh bughh


Brakk brukk


Srettttt


Bunyi sayatan mengenai tangan sang tangan kanan mafia angel blod.


"Arghhhh."jerit sang tangan kanan.


"Ck buang buanng waktu."decak raina.


Srett


Pughh


Bunyi benda jatuh.ya itu kepala sang tangan kanan,karna raina sudah bosan.


Karna geram pun sang ketua berjalan ke arah raina.raina yang lengah pun tak mengetahui bahwa sang ketua ingin menyerang.


Srettt


"Ughh."leguhan halus raina.kembar yang sedang pingsan pun bangun,saat bangun disugahi pemandangan yang bikin kejut jantung.ditambah lagi tangan adiknya sedang keluar darah.


"Kaparatttt sial*nnn kauu bedebahhhhh."teriak kembar.ya sikembar kalo tentang raina sangan negativ.luka sedikit saja membangunkan seseorang yang sedang tidur.apalagi alvian.


"Mampus 2 rey keluar."gumam raina.


"Ini lagi kenapa berdarah si."timpal gumam raina.


Bughh bugh


krakk krakk


Bunyi kursi patah,dan tali yang meliliti badan alvian pun terbuka.ya alvian mempunyai sisi gelap,bisa disebut altar ego.sejak kecil selalu bersama alvian,dan alvian memberi nama reyhan.alvin?punya cuma sedikit lebih tenang dibanding punya alvian.bernama reyhen.


Bugh bugh


Brakk prankk


"Matilah kauuuu."teriak sikembar.


"Ah gua tau,semoga bisa sadar."gumam raina.menjalankan misinya.

__ADS_1


Srett


"Hiks hiks,abangg hiks.abang sudah hiks hiks."tangisan raina.bukan tangisan sungguhan,melainkan tangisan kepalsuan.


Seketika merekapun menegang,berbalik


Menatap raina.tangan yang berdarah,ya raina sengaja melukai tangannya.satu luka disengaja dan satu lagi luka karna ketua angel blod


Brukk brukk


"abangggggg."teriak raina.


"Baj*ngan kauuu setiawann!!!matilah kauuu."amuk raina.


Bugh brakk


Krakk prankk


Pukulan demi pukulan raina lontarkan pada orang yang menyakiti kesayangannya,sebelumnya sudah raina bilang bukan? 'Kalo sampe dia datang abangnya terluka aku bunuh kau dengan cara mengenaskan' ancaman raina bukan lah sekedar ancaman.jadi sekarang terimalah.


"Hahahaha hahahaaha."tawa raina.


"Arghhh kau dasar psycho gilaa."teriak setiawan.


Sretttt


Membelah perut ketua,dan mengeluarkan isinya,sesekali menjilat dan memakan isian perut ketua angel blod.


"Darahmu sangatt segarr,sudah lama aku tidak meminum darahh."ucap raina.


Brakkk


"Ka viann ka vinn."teriak melvin.


Saat mereka ingin maju dikejutkan seseorang yang melvin kenal sedang menggila.ya raina,menggila karna abangnya dilukai.segilanya raina membunuh musuh,melvin tidak perna melihat raina yang menggila seperti sekarang.


"Ka qila."gumam melvin.


"Oh good rainaa."ucap galih.


"Yaampunn ini kah sisi iblis rainaa?."gumam serempak.eji?sama syoknya.


"Gila ini bener bener gila."gumam eji


Terdengar tawa kencang yang mana membuat mereka sadar.


"Hahahaha ini enakkk,uhhh aku sukaa hahahaha."tawa raina.


"Sudah ku bilang kannn haa?!jangan menyentuh abangku bedebahhh!!tapi kau dengan nyali besarmu tak menghiraukan ancamanku!!."teriak raina.


"S...sa...kit,ku...mo...hon...hah...hah...bu...nuh...aku."ucap ketua angel blod tersengal sengal.


Raina berbalik dan melihat mereka yang dibelakang dengan tenang.seakan tak terjadi apapun.


"Bawa abaangku,rawat lukanya,kalo sampe telat sedetik saja,maka nasib kalian sama seperti dia."ucap raina seraya menunjuk ketua angel blod.


"Ba...baik bos."ucap mafioso gugup.


"Kalian pulang lah."ucap raina.


"Ka qila,kenapa ka qila gaperna menggila seperti ini?vin baru liat ka qila seperti ini.ck tak seru."ucap melvin.


"Pulanglah."ucap raina.


"Tapi rai."ucap eji terpotong.


"Pulang atau aku pergi dari mansion?."ancam raina.


"Tidak kami mau disini menemani mu."ucap eji tegas.


Raina yang kesabarannya sudah habis pun mengakhiri permainannya.


Jlebb


"Enghhh."leguhan kerua angel blod saat merasakan benda runcing menusuk jantungnya.seketika ketua angel blod pun meninggal.


"Kalian yang menantang,maka baiklah."ucap raina.


Berjala menuju parkiran,saat diparkiran ketemu mafioso yang membopong abangnya.


"Kalo abang bangun,bilang saja aku ada urusan penting."ucap raina.


"Baik boss."ucap mafioso.


Brumm brumm


"Masih pada tidak takut rupanya sama ancamanku."ucap raina tersenyum smrik.

__ADS_1


Mobil raina membelah jalan yang sepi,sesekali ada mobil dan motor yang lewat,karna sudah malam jadi jalanan aga sepi.saat melihat kaca raina bisa melihat,ada banyak mobil yang mengikuti.


"Cihh disuruh pulang malah tidak mau."decih raina.


__ADS_2