![Gadis Mafia [Masa Perbaikan]](https://asset.asean.biz.id/gadis-mafia--masa-perbaikan-.webp)
Pukul 16.00 petang. Gadis yang sedang tidur nyenyak akhirnya terbangun juga. Ia membuka perlahan matanya dan melihat ke arah jendela, ternyata hari mulai gelap.
Elda pun turun ke lantai bawah. Dan berteriak memanggil kakaknya yang ngeselin itu. "Kak, kakak!!" teriak Elda sambil berjalan menelusuri semua ruangan yang ada.
"Yuhu ... kakak!!" panggil Elda lagi sambil bernada kesal. Maid yang mendengar itu langsung menghampiri gadis dingin itu yang sedang mencari orang ngebelin itu.
"Maaf non, tuan Gale lagi pergi keluar," ucap maid itu sambil membungkukan tubuhnya sambil meletakan kedua tangan nya di perutnya.
"Oh, iya bi, makasih." balas Elda sambil tersenyum kecil kepada maid itu. Ia pun pergi meniggalkan gadis yang sedang berdiri sambil melamun.
'Aku kira dia masuk lubang tikus,' batin Elda sambil tertawa kecil.
Elda pun berjalan menuju ruang tengah untuk menonton televisi dan acara kegemarannya. Kemudian beberapa saat kemudian ada orang yang mengetuk pintu rumahnya sambil memencet bel rumah.
Tok ... Tok ... Tok ...
CLEK!
Seorang gadis yang berambut hitam panjang, sedang membawa tas kempingnya. Siapa? Elda berguman sendiri karena ada orang memasuki rumahnya tanpa seizin pemilik rumah.
"Aku pulang!!" teriak Zeta membawa tas berisi perlengkapan kemping. Tas besar yang sedang digendong oleh seorang gadis itu.
"Ehh? Adik kecilku, udah pulang?" tanya Elda berjalan ke arah pintu dan menghampiri gadis kecil itu yang mengendong tas besar di belakangnya.
'Aku sudah bawa panci, untuk bersiap-siap memukul maling, Eh ... ternyata Zeta yang pulang dari kempingnya." batin Elda memalingkan wajahnya sekilas.
"Kakak, aku kangen tau, sama kakak," ucap Zeta langsung memeluk erat kakaknya tersebut.
Emang sih ... Elda sensitif banget kalau ada orang yang memeluknya. Auto dibunuh kalau ada orang yang langsung memeluknya tiba-tiba. Tapi karena Zeta adiknya, ia pun hanya bisa pasrah.
"Kakak juga kangen sama kamu," balas Elda mengelus pucuk rambut Zeta dengan lembut dan hati-hati.
"Buat apa kakak bawa panci?" tanya Zeta menatap binggung kakaknya yang sedang memegang panci di tangan kirinya. Ia pun melepaskan pelukannya.
"Eh, oh. Tadi aku habis bantuin bibi di dapur, waktu kamu teriak aku langsung pergi menghampirimu dan tau-tau aku tidak sengaja membawa panci ini, hehehe .... " jawabnya, sambil mengaruk pelipisnya.
"Kalau begitu, aku ke kamar dulu, mau ganti baju," ucap Zeta, kemudian pergi meninggalkan kakaknya yang sedang berdiri memperhatikannya pergi.
Beberapa menit kemudian, Zeta sudah menganti bajunya, ia memakai baju biasa dan turun menemui Elda.
"Kak, Gale mana?" tanya Zeta menoleh ke kanan dan ke kiri, ia merasakan ada orang yang hilang dari pandangannya.
"Gak tau tuh, biarlah ia hilang dari muka bumi ini. Aku cape berdebat terus sama kakak ngeselin itu," jawab gadis dingin itu dengan ketus sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.
"Ohh ... jadi, kau cape berdebat sama aku?" tanya Gale tiba-tiba muncul dari belakang sofa entah dari mana di datangnya.
__ADS_1
"Iya, aku cape banget. berdebat sama kau," jawab Elda kesal. "Bikin kepala aku pusing 7 keliling aja," lanjutnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada dan menyenderkan punggungnya di sofa. Lalu ia menegok ke belakang dengan sekilas saja.
Gadis itu belum menyadari keberadaan orang yang ia kata-katain berada di belakangnya.
Elda itu pun membulatkan matanya, ia sudah sadar siapakah lelaki yang berada di belakanganya. Gadis itu mengenok ke belakang.
"Kakak?" ucap gadis dingin itu menegok kebelakang melihat seorang lelaki yang sedang menyilangkan kedua tangannya di dada dan terdapat kresek hitam yang berada di tangannya.
"Iya, aku kakak kamu," jawab Gale mengernyitkan dahinya menghadap ke Elda yang sedang menoleh ke arahnya.
"Yah, udah. Padahal aku punya es krim rasa cokelat nih, aku kasih siapa yah ...?" tanya Gale membalik membelakangi Elda yang sedang menatapnya sinis.
"Kakak, berikan es krim itu padaku. Aku mau banget ...!" kata Elda berdiri dari sofa, kemudian ia memghampiri kakaknya. Ia berusaha meraih gengaman tangan Gale yang sedang memegang kresek hitam.
"Katanya tadi, kamu cape berdebat sama aku?" ucap Gale mengangkat Es krim tersebut lebih tinggi darinya.
"Baiklah aku salah, aku minta maaf. Tolong berikan es krim itu kepadaku ...," balas Elda memohon dan mengeluarkan puppy eyesnya kepada sang kakak.
"Nih, ambil." Balas Gale memberikan es krim rasa cokelat kepada sang adik yang sedang memohon ampun kepadanya.
"Yee ... makasih kakak-ku yang nan ganteng," sorak gembira yang Elda katakan dan ia langsung membuka bungkus es krim tersebut.
"Cih, baik kalau ada maunya!" ucap Gale mendecih, sambil menatap sinis Elda yang tengah memakan es krim kegemarannya dengan lahap.
"Zeta, udah pulang yah?" tanya Gale melihat ke arah adik perempuan yang satunya lagi.
"Jelas-jelas orangnya ada di depan matamu," lanjutnya kembali ke sofa untuk duduk menonton televisi.
"Mmm ...." ucap Gale menatap Elda dengan ekor matanya yang tajam. Ia pun menoleh kembali ke arah Zeta.
"Kakak, kangen gak sama aku?" tanya Zeta memeluk kakaknya yang sedang menatapnya senang. Dan Gale membalas pelukan adik perempuannya.
Mereka pun duduk di sofa bersama Elda yang serius menatap televisinya sambil menyilangkan kakinya menonton televisi.
"Bagaimana kempingnya, Zeta?" tanya Gale menoleh ke arah Zeta yang berada di samping Elda sebelah kanan.
"Seru kok kak!" jawab Zeta senang dan duduk di samping Elda sebelah kiri.
Elda berada di tengah mereka berdua. Elda mendengar percakapan itu membuatnya tidak konsentrasi terhadap pandangannya ke televisi. Mereka pun menonton Anime favorite mereka yaitu 'Naruto'.
"Wah ganteng nya cowok-ku," ucap Elda melihat Naruto yang sedang melawan musuhnya dengan gaya kerennya.
"Idih ... gantengan Sasuke-kun lah," balas Zeta gak mau kalah dari Elda yang sedang memuji sang karakter anime tersebut.
"Naruto-kun!"
__ADS_1
"Sasuke-kun!"
"Narutooooo!"
"Sakukeeeee!"
Terjadilah berdebatan antara dua saudara itu yang sedang memuji husbu mereka masing-masing. Teriak mereka sampai terdengar di ruang dapur.
"Udah! Ngapain sih pada ribut-ribut gak jelas, dia 'kan cuman 2D," ucap Gale sambil meremehkan anime yang sedang di tonton oleg kedua adiknya itu.
"Diam kamu!!!" bentak Elda dan Zeta bersamaan sambil menatap Gale dengan tatapan sinis dan mengerikan.
'Buset, ini anak berdua serius amat sama animenya padahal cuman 2D' batin Gale kaget melihat tatapan kedua adiknya itu.
"Walaupun cuman 2D. Tapi kami para wibu tetap membasmi para hama yang menjelek-jelekan waifu dan husbu kami," balas Elda mengetahui apa yang dikatakan dalam hati kakaknya itu.
Elda menatap kembali kakaknya dengan tatapan ingin membunuh orang yang sedang ia liat. Seperti elang aja.
"Err ...." tatapan itu membuat Gale kaget dan langsung mundur dari kawasan mode pembunuh Elda.
"Yah, udah. Aku pasrah deh," kata Elda kembali melirik Zeta yang sedang menatapnya.
"Baiklah," balas Zeta senang akhirnya husbunya menjadi orang terganteng di anime itu.
'Tapi, yang tetap ganteng itu cuman Naruto-kun. Bukan rivalnya, aku tetap pilih Naruto, dattebayo.' Batin Elda membara.
Malam harinya Elda keluar untuk mencari mangsa nya. Ia berpakaian kaos kotak kotak dan memakai jaket hitam, rambutnya di kuncir ke atas dan pake celana hitam.
Disepanjang perjalanan Elda ketemu dengan seseorang yang ingin membunuh seorang wanita.
"Aku minta maaf tuan. Tolong jangan membunuhku, aku gak sengaja menabrak tuan," ucap wanita tersebut memohon.
Pria tersebut hanya tersenyum jahat dan berniat untuk membunuh wanita itu dengan senjata tangan yang berada di tangannya.
Ia terus maju ... maju ... dan ...
"Hei, hentikan!!!" teriak Elda membuat orang tersebut menoleh ke arahnya. Otomatis pria tersebut menghentikan aksinya pembunuhannya.
"Siapa kau?" tanya Pria tersebut menoleh kesal kepada gadis yang berani menghentikan kegiatannya.
"Itu tak penting," balas Elda dengan senyum miring sambil menghampiri pria dan wanita tersebut dengan menundukan kepalanya.
"Berani kau yah!" bentak pria tersebut kesal.
______________
__ADS_1
#TBC