Gadis Mafia [Masa Perbaikan]

Gadis Mafia [Masa Perbaikan]
BAB 20


__ADS_3

Aldo ingin bunuh diri sekarang juga, sedangkan gadis dingin itu hanya tersenyum kecil melihat kedua orang tua Aldo yang begitu harmonis dan suka bercanda.


Hari pernikahan pun tiba, semua orang pada berdatangan. Orang tua kedua mempelai sedang berbincang-bincang.


"Ternyata itu anak kamu, pak Ardi," kata papa Salsa sambil memegang cangkir yang berisi minuman.


"Iya pak, enggak sangka anak kita bisa berjodoh, pak Herman," balas Ardi sambil tersenyum kepada pak Herman.


Kedua mempelai sudah bersiap-siap untuk melaksanakan pernikahan mereka berdua. Orang-orang yang melihat mereka sebagai pasangan yang serasi.


"Wah, suaminya cakep bener."


"Cantiknya ...!"


"Mereka serasi banget."


Ucapan para hadirin tersebut, membuat para kedua mempelai tersebut hanya berdiri seperti patung.


"Aldo Blake, apakah kamu bersedia menerima Salsa sebagai istrimu?" tanya pak penghulu kepada lelaki tersebut.


"Aku bersedia!"


"Salsabila, apakah kamu bersedia menerima Aldo sebagai suamimu?" tanya pak penghulu berahli ke gadis dingin itu.


"Aku bersedia!"


Mereka pun saling bertukar cincin dan semua hadirin yang datang bertepuk tangan, orang tua mereka hanya melihat kedua anak mereka akhirnya menikah.


Lama-kelamaan benih-benih cinta tumbuh di hati mereka, dan akhirnya mereka hidup bahagia sampai sekarang.

__ADS_1


_Flashback Off_


"Jadi papa sama mama menikah tanpa berdasar cinta?" tanya Elda sambil menyilangkan kedua kakinya.


"Iya," Jawab Aldo tersenyum sambil memejamkan matanya.


"Mama juga seorang mafia, gitu? Sama seperti aku?" tanya Elda menyilangkan kedua tanganya di dada.


"Iya. Oh, berapa lama papa bercerita?"


"Pantes mama jarang pulang ke rumah, dia selalu ke tempat rahasianya," guman gadis dingin itu sambil mengurut dagunya.


"Halo, nak? Jangan abaikan papa seperti itu, dong~" kata Aldo mulai kesal kepada anak gadisnya yang satu ini.


"Huh, oh, satu setengah jam, pah."


"Gale? Zeta?" tanya Elda beranjak dari duduknya ia kembali menoleh ke arah papanya itu.


"Pokoknya jangan, cuman kita bertiga saja yang tau," jawab Aldo melambaikan tangannya.


"Yah, udah. Elda ke kamar dulu, selamat malam, pah."


"Selamat malam, sayang."


'Jadi bodyguard yang selalu bersamaku itu punya mama? Waktu aku kecil, mama selalu ngajak-ku pergi naik mobil berdua malam-malam. Aku belum tau kenapa mama selalu mengajakku malam-malam begitu dan mendengar suara tembakan pistol. ternyata ia ingin aku melihat aksinya dan ingin menjadikan-ku seorang mafia dari sejak kecil, tapi aku menjadi mafia pas aku kelas 2 SMP, itu pun gara-gara sahabatku meninggal.' Batin Elda sambil berjalan ke kamarnya.


***


Keesokan harinya di sekolah, Elda keliling sendirian mencari tempat yang ingin ia kunjungin seperti perpustakanan, laboratorium, dan tempat olahraga.

__ADS_1


Tapi ia menemukan ruang musik. tau sendiri 'kan, Elda memang suka bernyanyi, menari, dan bermain musik.


"Wah ... ini 'kan ruang musik. Aku mau coba, ahh ...," kata gadis dingin itu masuk ke dalam ruanhan tersebut, lalu ia duduk di kursi mengambil gitar.


"Kayaknya jarang ada orang kesini," lanjutnya, kemudian ia menyanyikan lagu bagaikan langit dan bumi, penyanyi Via Vallen.


“Bagaikan langit dan bumi”


“Bagaikan langit dan bumi, aku dan engkau”


“Selamanya takkan pernah, bisa 'kan bersama”


“Sadarku siapa, yang tak pantas untuk”


“Bersanding dengan mu”


***


Tidak sengaja, Aiden mendengar nyanyian tersebut dan menghampiri asal suara tersebut yang berada di ruangan tersebut.


'Merdu banget suaranya,' batin lelaki jangkung itu.


Gadis dingin itu berdiri, kemudian meletakan gitar tersebut di tempatnya semula, Elda tersenyum kecil kemudian ia ingin keluar dari ruangan tersebut. Ia pun menangkap sosok yang bikin ia risih.


"Heh? Kamu denger nyanyian aku tadi?" tanya Elda, sambil membulatkan matanya.


"Kalau iya, kenapa?" tanyanya balik sambil memperlihatkan smirknya yang berada di ambang pintu.


"Minggir, aku mau pergi!" gadis itu langsung mendorong tubuh jangkung lelaki tersebut sampai keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2