Gadis Mafia [Masa Perbaikan]

Gadis Mafia [Masa Perbaikan]
BAB 8


__ADS_3

Elda dan Amora pun sampai di kantin sekolah dan mereka langsung duduk di tempat yang biasa mereka tempati, lalu memesan makanan dan minuman yang mereka inginkan.


"Kamu mau pesan apa, Elda?" tanya Amora kepada Elda yang sedang membaca buku yang dibawanya tadi ataupun bisa dibilang yang ia lempar tadi kepada siswa tersebut.


"Aku pesan nasi goreng sama es jeruk," jawab Elda membaca buku bacaan tersebut, tanpa menoleh ke arah Amora yang sedang menawarkannya.


"Oke, aku pesananin dulu yah," ucap Amora beranjak pergi untuk memesan makanan yang mereka pesan.


Dari kursi yang lain, Aiden menatap Elda dengan tatapan tajam, sedangkan teman-temannya cuman tertawa terbahak-bahak, gak tau apa yang mereka bahas sampai mereka tertawa begitu. Elda melihat itu tidak menghiraukan Aiden dan terus aja membaca dan menunggu pesanannya.


"Eh? Aiden. Kamu liatin siapa sih? serius amat," tanya Ansel melihat Aiden menatap dengan tajam kepada seseorang dan membuatnya penasaran akan hal itu.


"Aku gak liat siapa-siapa tuh," ketus Aiden mengalihkan pandangannya dari gadis dingin itu ke suasana kantin yang sedang ramai dan berisik.


"Bohong!!" ucap Ansel nggak percaya dengan ucapan leadernya itu.


Jack pun menoleh kearah Aiden dan melihat ke arah seseorang yang sedang ditatap oleh sih leadernya tersebut. Ia pun mendapatkan seorang gadis yang sedang duduk sendirian sambil membaca buku.


"Ohh ... jadi gadis dingin itu, yang kamu tatap?" tanya Jack kepada Aiden, lalu ia pun kembali menatap ke arah leadernya itu.


"Mana ada, kamu salah liat," ucap Aiden memalingkan wajahnya ke arah lain dan berusaha melihat teman-temannya yang sedang menatapnya dengan tatapan penasaran.


"Ngakulah Aiden," ucap Deven gak mau kalah bertanya kepada leadernya tersebut, dengan penuh penasaran, ia pun ikut mengoda leadernya itu.


"Iya-iya aku ngaku. Puas kalian?" tanya Aiden kesal kepada ketiga teman tersebut sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.

__ADS_1


"Puas lah!" jawab ketiga temannya secara bersamaan.


"Hei, Aiden. Ngapain sih natap dia?" tanya Jack kepo kepada Aiden yang sedang mengembungkan pipinya.


"Idih ... Kepo banget sih jadi orang," balas Aiden memayunkan mulutnya sambil menatap sekilas temannya itu.


"Udah-udah, jawab Aiden kenapa kamu natap dia?" tanya Deven yang sedang menatap Aiden dengan tatapan serius terhadap leadernya.


"Dia masih punya balas budi sama aku," ketus Aiden. Ia pun menatap ketiga temannya tersebut.


"Gak nanya, hahaha ...!" ucap Ansel tertawa dan pergi meninggalkan kantin. Ia takut Aiden akan mengamuk besar kepadanya.


"Hei, dasar anak sialan!!!" teriak Aiden marah dan mengejar Ansel dan kedua temannya pun ikut mengejar kedua teman nya tersebut.


***


"Ini pesananmu sudah datang," ujar Amora memberikan pesanan makanan itu kepada Elda.


"Makasih," balas Elda langsung mengambil makanan pesanannya.


Mereka pun makan dengan lahap dan habis. Setelah mereka kenyang, Amora dan Elda pergi ke kasir untuk membayar makanan mereka dan langsung pergi ke kelas mereka.


"Elda, tadi aksimu hebat sekali lho~ aku kagum," kata Amora memuji Elda yang berada di sampingnya.


"Makasih," balas Elda terus melangkah maju tanpa menoleh ke arah Amora. Gadis itu pun memberhentikan langkahnya dan Elda sedang berjalan duluan ke depan tanpa melihat Amora yang berada di sampingnya tiba-tiba menghilang.

__ADS_1


"Emm ... Elda, boleh gak aku jadi temanmu?" tanya Amora ragu-ragu, karena ia takut Elda cuman mengangapnya itu sebagai penghalang baginya.


Elda mendengar itu langsung berhenti langkah nya. Ia pun menegok ke arah belakang. Terlihat Amora yang hanya tertunduk gugup, ia tidak pernah mendengar kata begitu dari sekolah dasar sampai sekarang, kecuali hanya mendengar kata itu dari Sena yang merupakan sahabat Elda.


"Serius mau menjadi teman aku?" tanya Elda dingin, sambil menatap Amora yang sedang menunduk sambil meremas roknya.


"I–iya," Ucap Amora gugup, keringatnya pun keluar dan membuat gadis tersebut bertambah gugup, dia pasti akan di tolak, karena ia berpikir kalau dirinya berteman dengan gadis dingin itu, pasti Elda merasa terganggu akibat ulah dirinya.


"Oke, kalau begitu kita berteman mulai sekarang," balas Elda dingin dan mengembalikan posisinya semula menghadap ke depan.


"Benaran?" tanya Amora memastikan dan ia pun mengangkat kepalanya.


"Iya," jawab Elda serius dan ia cuman melihat Amora dengan sekilas, kemudian ia pergi melangkah ke depan.


Amora langsung berlari ke arah Elda dan langsung memeluk Elda dari belakang sampai membuat gadis itu terkejut walaupun cuman sedikit.


"Aku pertama kalinya punya teman," ucap Amora mulai menangis hingga membasahi punggung Elda.


"Gak usah nangis lagi, 'kan ada aku," ucap Elda tersenyum. Ia pun membalikan tubuhnya menghadap Amora, lalu langsung membalas pelukan Amora.


"Yah udah kita kelas," ucap Elda melepaskan pelukanya kemudian pergi melangkah duluan ke arah kelasnya.


'Walaupun gadis itu dingin dan jarang tersenyum. Tapi ia memiliki sisi yang baik. Aku sangat beruntung punya teman seperti dia dan aku senang banget punya teman pertamaku,' batin Amora berlari kecil mengejar Elda.


_________________________________________

__ADS_1


#TBC


__ADS_2