![Gadis Mafia [Masa Perbaikan]](https://asset.asean.biz.id/gadis-mafia--masa-perbaikan-.webp)
Elda makan malam bersama Gale. Karena orang tua mereka lagi keluar dan Zeta pergi kemping karena adanya kegiatan sekolah, jadi mereka cuman makan malam berdua saja.
"Sudah mendingan?" tanya Gale yang berada dimeja makan berhadapan dengan Elda yang mau duduk di kursinya.
"Hmm ...," jawab Elda hanya mendehem saja tanpa menoleh ke arah kakaknya, karena ia fokus terhadap makanannya saja.
"Jangan lupa, nanti minum obatnya
lagi kalau mau tidur," ujar Gale kepada gadis dingin itu yang selalu cuek kepada dirinya.
"Iya-iya, nggak usah bawel. Makan aja makananmu, nanti lidah kamu kegigit!" ucap Elda dengan nada kesal dan urat dahinya sudah pada naik.
"Biarin," balas Gale merasa tidak peduli dengan perkataan adik dinginnya dan terus mengabaikan ucapan tersebut.
"Aww ... Sakit," belum beberapa detik Elda mengatakannya, Gale pun mengigit lidahnya akibat banyak bicara.
"Syukurin, hahaha ...!" ucap Elda tertawa, sambil menunjuk kakaknya yang sedang mengipas-ngipaskan lidahnya menggunakan tangannya.
"Uhuk-uhuk," makanan yang masih berada di dalam mulutnya, membuatnya tersedak oleh makanan tersebut.
Elda segera menuangkan air dari teko ke gelasnya dan langsung meminunnya dengan cepat.
Kemudian mereka menoleh satu sama lain dan saling bertukar pandangan. Tak lama kemudian mereka tertawa bersamaan akibat ulah merrka sendiri.
"Huhft ... Hahaha ...!" tawa Elda dan Gale membuat seisi ruangan makan menjadi bergema.
Adik-kakak ini, begitu senang menghabiskan waktu berdua, walaupun orang tua mereka sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing kedua adik-kakak ini tidak merasa kesulitan, justru malah bikin ribut dan masalah saja.
•°•°•°•°•
Pukul 21.00.
"Kak, aku ke kamar dulu," ucap Elda langsung melangkahkan kakinya pergi kelantai atas menuju ke kamarnya.
"Iya," balas Gale singkat sambil berteriak kepada adik kecilnya itu yang sedang menaiki anak tangga untuk menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Sesampainya di kamar Elda tidak langsung tidur, ia malah belajar. Gadis ini sih ... orangnya rajin belajar dan dari sekolah dasar ia selalu mendapat rangking.
Pukul 22.00.
Gale naik kelantai atas untuk menuju ke kamarnya dan kemudian ia menoleh kearah kamar adik dinginnya yang lampu dikamar Elda masih nyala terang. Ia melangkah ke kamar adiknya dan apa yang dilakukannya hingga Elda tidak tidur padahal sudah larut malam.
KREAK!
"Elda, kau belum tidur?" tanya Gale berada diambang pintu kamarnya adik dinginnya itu, sambil menatap adiknya yang berada di meja belajarnya itu.
"Tunggu, aku lagi belajar," jawab Elda fokus menatap bukunya dan menulis yang harus ia tulis hari ini.
"Liat ini sudah jam berapa?" tanya Gale menunjuk jam yang sudah menunjukan pukul sepuluh malam.
"Hah?" balas Elda menoleh ke arah jam yang tergantung di dindingnya. Jam tersebut terus saja berjalan dan ia hanya terdiam memperhatikan jam tersebut.
"Ternyata sudah jam 22.00," lanjut Elda kaget melihat jamnya. Ia memang selalu lupa waktu.
"Sudah tau, sana tidur. Nanti kau telat lagi kesekolah," pinta Gale kepada Elda yang sedang mengucek-ngucek matanya.
"Iya-iya. Aku juga mau tidur nih," ucap Elda berdiri dari kursi belajarnya, kemudian mendorong kakaknya keluar dari kamarnya dan Elda mengunci pintu kamarnya.
•°•°•°•°•
Pagi pun tiba, sinar mentari sudah masuk di celah-celah jendela kamar Elda. Sinar itu pun menyinari wajah gadis dingin yang tertidur pulas tersebut.
Tit ... Tit ... Tit ...
Suara alarm yang berada di samping kasurnya berbunyi. Suaranya begitu nyaring sampai membuat Elda terbangun dengan rambut berantakan.
"Mmm ... berisik banget, sih." Ucap Elda masih menutup matanya dan mematikan alarm nya yang berada disampingnya.
"Sudah pagi," lanjutnya duduk di tepi ranjangnya dan mengucek matanya untuk menetralkan matanya yang belek. Elda beranjak dari tempat tidurnya, kemudian ia kamar mandi dan langsung menuju ke sekolah bersama Gale
***
__ADS_1
Sesampainya disekolah. Elda berjalan ke kelas nya, ada seseorang yang menghampirinya dan memanggilnya.
"Hai, Elda!" panggil Amora yang sedang berlari kecil ke arah gadis dingin itu yang sedang menuju ke kelasnya.
Elda tidak menghiraukan panggilan gadis yang memanggilnya itu dan ia terus melangkah maju tanpa berhenti, sehingga Amora mengejar Elda.
"Kamu sudah mendingan?" tanya Amora yang sudah berhasil menghampiri Elda yang terlihat cuek terhadapnya.
"iya," ucap Elda singkat tanpa menoleh ke arah gadis yang menolehkan dirinya kepada Elda yang sedang bertampang datar.
"Kita ke kelas bareng, boleh gak?" tanya Amora sambil tersenyum melihat wajah Elda yang bergitu datar.
"Mmm ...." balas Elda dengan hanya mendehem saja tanpa menoleh sedikit pun kepada Amora yang tersenyum kepadanya.
Sesampainya di kelas Elda dan Amora langsung duduk di kursi mereka masing masing. Sambil menunggu guru datang, gadis dingin itu membaca novel, lalu Amora mengampiri Elda yang sedang membaca novel tersebut.
"Kamu baca novel apa?" tanya Amora yang duduk di hadapan meja Elda yang fokus membaca buku novel tersebut.
"Tentang anak sekolahan," balas Elda dengan muka datar dan bernada dingin tanpa menoleh ke arah gadis yang berada di hadapannya itu.
"Seru gak?" tanya Amora lagi, sambil menyilangkan kedua tangannya di atas mejanya gadis dingin itu.
"Lumayan," jawab Elda menutup bukunya kemudian menutup matanya sambil menarik napasnya, sebenarnya ia agak kesal karena orang yang berada di hadapannya itu sangat banyak tanya.
"Kalau mau baca ... aku pinjamin ke kamu," ujar Elda menyodorkan buku novel tersebut ke Amora yang sedang duduk di hadapannya.
"Benaran boleh?" tanya Amora memastikan agar Elda betul-betul meminjamkan buku novel tersebut kepadanya, ia merasa tidak percaya kepada gadis dingin itu.
"Hmm ...." balas Elda dengan hanya mendehem dingin saja, sambil memalingkan wajahnya ke arah luar melalui jendela kelas.
Amora pun mengambil buku yang dikasih oleh Elda, ia merasa senang dan bahagia karena ia tak sangka kalau Elda akan meminjamkan buku novel tersebut kepadanya. Ia pun langsung membacanya.
"Kalau aku sudah selesai membacanya, aku kembalikan yah!" teriak Amora dari tempat duduknya kepada gadis yang menatap keluar jendela.
"Hmm ...."
__ADS_1
______________________________________
#TBC