Gadis Mafia [Masa Perbaikan]

Gadis Mafia [Masa Perbaikan]
BAB 7


__ADS_3

Setelah jam istirahat tiba, Gadis dingin ini keluar dari ruang kelasnya untuk menuju ke kantin, sambil membawa buku. Amora pun melihat gadis dingin itu pergi dari kelas, ia bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari kelas, lalu menghampiri Elda.


"Kamu mau ke kantin?" Amora sudah sampai di samping gadis dingin itu, ia meletakan kedua tangannya di belakang sambil tersenyum ke arah Elda.


"Iya," Jawabnya dengan singkat dan dingin.


Diperjalan mereka ke kantin. Elda mendengar beberapa suara siswa-siswa tertawa, ia memberhentikan langkahnya dan menoleh kearah 4 orang yang berada di bawah pohon di halaman sekolahnya.


"Kembalikan kacamataku," ucap cowok tersebut yang hendak mengambil kacamatanya dari tangan siswa itu yang lebih tinggi darinya.


"Ambil kalau bisa, hahaha ...." ujar siswa tersebut tertawa sambil mempermainkan seorang cowok cupu, kacamatanya berada di tangan siswa itu.


"Ayolah, cepat kembalikan. Aku tanpa itu, gak bisa melihat ...," ucap cowok cupu itu sambil bernada kesal lantaran siswa tersebut menjijitkan kakinya agar cowok tersebut tidak dapat menjangkau benda yang akan ia ambil.


"Hahaha ... dasar cupu!" ejek siswa yang bertubuh lebih tinggi dari cowok cupu tersebut. Laki-laki itu ingin menangis, tapi apa daya ia cuman seorang yang cupu dan tidak pandai berkelahi.


Elda mendengar semua pembicaran mereka, membuatnya kesal dan ia melangkahkan kakinya ke arah mereka berempat.


"Eh? Elda, kamu mau kemana?!" teriak Amora mengikuti Elda sambil berlari keci menyusul gadis dingin itu yang meninggalkannya sendiri.


Elda tidak menghiraukan teriakan Amora dan meneruskan langkahnya. Gadis itu melempar buku yang berada di genggamannya, sampai mengenai kepala belakang siswa yang sedang memegang kacamata cowok cupu itu.


"Aws ... siapa sih?" tanya siswa tersebut dengan nada kesal dan menoleh kearah belakang. Ia mendapatkan tatapan yang tidak menyenangkan dari seorang gadis.

__ADS_1


"Kembalikan kacamatanya, atau kau akan terima akibatnya," bentak Elda menaikan nada suaranya sambil menunjuk para siswa-siswa tersebut.


"Emang kau bisa apa, hah?" tanya siswa tersebut dengan belagunya. "Kalian berdua lawan dia," lanjutnya, sambil menyuruh anak buahnya untuk mengajar Elda.


Mereka berdua pun maju ke arah Elda yang sedang menatap mereka dengan tatapan pembunuh. Oh, oh, jangan main-main dengan Elda, dia tuh orangnya suka mengajar siapa pun yang ingin bermain dengannya, hebat bukan? Itu sih belum seberapa.


"Heh," Ia menundukan kepalanya kemudian ia mendongakan kepalanya untuk menatap mereka berdua, sudut bibir gadis itu pun terangkat sebelah.


Kedua orang tersebut langsung menyerang Elda secara bersamaan dan Elda dapat menghindari pukulan kedua orang tersebut dengan gesit dan lincah, Amora dan cowok cupu itu hanya ternganga melihat Elda. Akhirnya mereka berdua kalah dengan sekali tinju.


"Sekarang giliran kau!" teriak Elda menepuk tangan nya keatas dan kebawah kemudian menunjuk siswa yang sedang memagang kacamata cowok tersebut.


Siswa tersebut pasrah dan menyerah karna gak bisa berbuat apa-apa lagi. Kemudian ia belutut dan memohon agar ia tidak dipukul oleh gadis itu.


Elda melangkah maju ke arahnya, ia pun berjongkok sambil memegang tulang rahang siswa tersebut dengan sekuat tenaga hingga membuat siswa itu kesakitan.


"Aku maafin kamu, asal kau ngasih kacamata dia dan segera minta maaf. Jangan berbuat seperti itu lagi, Jika tidak ...." ucap Elda menunjukan wajah seramnya kemudian ia melepaskan pengangannya dari siswa itu dan dia hanya mengangguk paham sambil memegang tulang rahangnya.


"Ini kacamatamu, maafin aku yah ... sudah berbuatmu tidak nyaman," ucap siswa tersebut membungkukan tubuhnya kepada cowok cupu tersebut.


"I–iya, aku maafin," balas cowok tersebut mengambil kacamatanya, kemudian melambaikan tangannya.


Para siswa-siswa nakal tadi pergi meninggalkan Elda, Amora, dan cowok cupu. Ia tak ingin berurusan dengan gadis itu lagi.

__ADS_1


"Hei, cupu. Namamu siapa?" tanya Elda membersikan debu di bajunya, kemudian ia melihat cowok tersebut dengan wajah datar.


"Namaku Milan Everton," jawab Milan menunduk, ia pun mendongakan kepalanya ke arah Elda yang sedang menatapnya dengan tatapan sinis.


"Lain kali lawanlah, agar kau tidak ditindas secara terus-menerus," ujar Elda menyilangkan kedua tangannya di dadanya sambil bertampang datar. "Kalau perlu belajarlah bela diri," lanjutnya.


"Iya, akan ku usahakan," ucap Milan mengaruk pelipisnya dengan ragu-ragu sambil memalingkan pandangannya terhadap gadis yang sedang menatapnya dengan tajam.


"Ketua kelas, kamu gak luka 'kan?" tanya Amora menghampiri Milan yang sedang mengobrol dengan Elda, berdua saja.


"Aku baik-baik saja, Amora." Jawab Milan melihat ke arah Amora, sambil tersenyum kecil kepada gadis berambut panjang bergelombang itu.


"Baguslah, kau baik-baik saja," ucap Amora mengacukan jempolnya, lalu ia membalas tersenyum Milan dengan senyuman indahnya itu.


"Oh, iya. makasih udah menolongku," ucap Milan kembali membungkukan tubuhnya kepada Elda yang sedang berdiri tegak, menatap kedua orang yang sedang mengobrol itu.


"Tidak masalah," balas Elda mengambil buku yang tergeletak di tanah yang sudah ia lempar, lalu langsung pergi meninggalkan cupu dan Amora tanpa pamit.


"Ehh, Elda, tungguin!" teriak Amora menoleh ke arah gadis dingin itu yang pergi tanpa mengasih tau kepada Amora. "Milan, aku duluan yah, dah!" ucap Amora menoleh kepada Milan kemudian ia pergi mengejar gadis itu.


___________________________________________


#TBC

__ADS_1


__ADS_2