![Gadis Mafia [Masa Perbaikan]](https://asset.asean.biz.id/gadis-mafia--masa-perbaikan-.webp)
Mereka pun sampai di kelas mereka. Mereka berdua pergi ke kursinya masing-masing, guru pun tiba untuk memulai pembelajaran. Pelajaran pun di mulai sampai waktu istirahat tiba.
Pukul 09.00 pelajaran pertama selesai. Para siswa-siswi yang berada di gedung sekolah ini pada berhamburan entah kemana.
"Sebelum aku keluar dari kelas ini, ibu punya sesuatu untuk di sampaikan kepada kalian semua," ucapnya berada di depan kelas sambil menatap seluruh anak muridnya.
"Apa itu, bu ...?" tanya salah satu siswa yang berada di kursi depan, sambil mengeryitkan dahinya.
"Minggu depan ada perkemahan di hutan. Semua siswa-siswi ikut kemping, termasuk kelas 10 dan 12, " jelas ibu guru kepada seluruh muridnya.
"Baik bu," balas semua murid serempak.
"Oke, kalian semua bisa istirahat." katanya sembari meninggalkan kelas itu.
Gadis dingin dan Amora meninggalkan kelas dan menuju ke kantin. Sesampainya di kantin Amora duduk di sampai Elda dan melihat ada benda yang menempel di pipinya temannya itu.
"Eh? pipi kamu kenapa?" tanya Amora penasaran, kemudian memegang pipi Elda dengan jari-jarinya.
"Kena cakaran kucing. Waktu aku mandiin dia," jawab Elda bohong dan tanpa menoleh kearah temannya yang sedang menyentuh pipinya.
"Masa ... coba liat foto kucingnya," kata Amora tidak percaya terhadap ucapan Elda, gadis itu hanya menghembuskan napas berat.
"Nih." Balas Elda menunjuk foto kucing di ponselnya yang berwarna kuning itu.
"Widih ... Imut banget kucingmu," puji Amora terlihat gemes sama kucing Elda yang matanya sangat imut.
"Imut apaan? dia kucing paling nyeselin yang pernah ada," balas Elda menatap layar ponselnya dengan tidak suka.
"Liat matanya, bulat kaya kelereng. hihihi ...." Kata Amora tertawa kecil sambil menatap kucing itu dengan tatapan mengemaskan.
__ADS_1
"Pengen gue congkel itu matanya. Dasar kocheng sebel," Elda memangku kedua tangannya di dadanya sambil memayunkan mulutnya.
"Tega amat kamu," kata Amora menatap temannya itu dengan tatapan datar
"Biarin!" ketus Elda sambil memalingkan wajahnya dari tatapan datar Amora yang berada di sampingnya.
"Minta nomormu, dong." Kata Amora meminta nomor pribadi Elda.
"Bentar," balas Elda segera mengambil ponselnya kemudian mengotak-ngatik ponselnya kuning itu.
"Nih ...." Elda Memberikan ponselnya kepada Amora dan ponselnya itu berpindah tangan ke tangan temannya. Ia mulai memyimpan nomor ponsel Elda.
"Oke, aku pesanin makanan dulu," kata Amora beranjak pergi untuk memesan makanan yang mereka berdua pesan.
"Baiklah." Balas Elda menunduk menatap layar ponselnya yang berada di genggamannya.
Makanan pesanan Elda dan Amora pun tiba. Beberapa menit kemudian, Milan datang menghampiri dua gadis yang sedang berbicara di kursi kantin.
"Boleh gabung gak?" tanya Milan membungkukan tubuhnya dan menatap kedua gadis itu.
"Boleh." kata Elda dan Amora bersamaan
Elda dan Amora meoleh secara bersamaan dan saling bertatapan. Akhirnya mereka tertawa bersama, tertawa mereka membuat Gale senang melihat adik kecilnya tertawa.
"Makasih," Ucap Milan tersenyum dan duduk di samping Amora.
"Wah, wah. Ada yang lagi senang nih," ucap Gale menghampiri mereka bertiga sambil memangku kedua tangannya di dadanya.
"Yah, datanglah pembuat masalah," sindir Elda tanpa menoleh ke arah kakaknya yang sedang berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Apa yang kau bilang, Elda?!" tanya Gale menatap Elda tajam dan bernada marah kepada adik kecilnya itu.
'Gawat, kakak marah nih. Aku harus cari cara buat kabur dari cengkraman iblis jahat ini. Ahah ... punya ide.' Batin Elda tersenyum kecil.
"Eh, liat ada alien di atas sana," kata Elda menunjuk ke arah atap kantin menggunakan jari telunjuknya.
"Mana?" tanya mereka bertiga secara menoleh secara bersamaan yang gadis manis itu tunjukan.
'Bagus, hihihi ....' Batin Elda tertawa licik, kemudian ia pergi mengendap-ngedap meninggalkan kantin.
"Gak ada kok, El ...." ia menoleh dan ucapan laki-laki itu terhenti, karena ia tidak melihat gadis itu yang berada di hadapannya tadi.
"—Da. AWAS AJA ITU ANAK!!!" teriak Gale marah besar dan langsung meninggalkan kantin dengan berlari mengejar gadis itu.
'Dasar adik kakak. Hihihi ....' Batin Amora tertawa kecil kemudian ia mengejar kakaknya gadis itu.
Beberapa menit kemudian, Gale berhasil menemukan gadis yang ia cari dari tadi, di lorong lain kemudian ia berteriak.
"HEI!! BOCAH SIALAN BERHENTI DISITU!!!" teriak Gale lantang dan menunjuk gadis kecil itu dengan tunjukan mematikan.
"Buset, ini iblis berhasil melacaku, kabur aja." Kata Elda kaget dan langsung berlari sekencang kilat menjauh dari kejaraan kakaknya itu.
kejar-kejaran pun masih berlangsung sampai ada seorang cowok berkulit putih dan berambut hitam, melihat kedua saudara itu main kejar-kejaran. Aiden masih belum tau kalau Gale itu kakaknya Elda, apakah ia merasa cemburu?
'Siapa cowok yang ngejar-ngejar, gadis dingin itu?' ia mengernyitkan dahinya, kemudian ia mengelengkan kepalanya. 'Ngapain sih gue mikirin dia. Aku 'kan sudah punya Zelda.' Batin Aiden.
_________
#TBC
__ADS_1